
Indah pun mengikuti suaminya yang sedang di mode marah.Nicko berjalan ke luar workshop dengan begitu cepat.Sehingga membuat Indah ngos-ngosan mengejarnya..
"Mas... "Panggil Indah.
Nickopun menghentikan langkahnya dan menghampiri istrinya yang tergopoh-gopoh mengejarnya.
"Jangan seperti anak kecil mas.."Kata Indah sembari memegangi pinggangnya.
"Hanya masalah ini kamu terlalu baper!"
"Aku enggak baper!Aku enggak suka dia ada disini."Sahut Nicko marah.
"Atau jangan-jangan kamu yang mengundang dia disini!"Kata Nicko yang seakan kedua bola matanya mau keluar.
"Aku?Bukannya kamu tau sendiri mas?Semua sosial media yang mengatasnamakan Mochi Ichida sudah kamu blockir?Kamu lupa atau pura-pura amnesia mas?"
"Sampai sekarang pun kamu masih menuduhku ada hubungan dengan pak Mochi.Aku heran sama kamu mas..!"Kata Indah sambil melangkah kan kakinya berlalu.
Baru 5 langkah yanh tak jauh dari suaminya perut Indah terasa nyeri.
"Awwwww... "Indah yang mengerang kesakitan sambil memegangi pinggangnya dan tangan satunya memegangi perutnya.
"Sayang... "Nicko yang panik berusaha menolong Indah.
"No.. Stop!!Go Away...!!"Indah mengibaskan tangan suaminya yang akan membantunya.
"Jangan membuat keputusan yang akan membuat fatal sayang."
"Ini semua berawal dari kamu mas.."Pekik Indah
"Awww... Aduh.. Perutku.."Rintih Indah kesakitan sambil memegangi perut buncitnya.
Tanpa berpikir panjang dan takut terjadi apa-apa dengan anak dan istrinya,Nicko mengangkat tubuh Indah dan menggendongnya ala bridal style menuju mobilnya.
Didalam mobil Indah terus mengerang kesakitan.Dia juga mengeluarkan keringat dinginnya.
Terus-terusan Indah menangis kesakitan.
"Sayang.. Sebentar lagi sampai."Ucap Nicko sembari mengusap perut istrinya.
"Maafin mas.. Maafin mas.."Sesal Nicko sambil mencium tangan Indah.
Dirumah sakit....
Dokter Tania keluar dari ruang periksa.
"Dok.. Bagaimana dengan keadaan anak dan istri saya?"Tanya Nicko yang panik.
"Pak Nicko.. Ibu Indah mengalami kelelahan itu yang membuat perutnya terasa kram.Minta tolong pak ya.. Menjelang kelahiran ibu Indah tolong di usahakan untuk dijaga."Pesan dokter Tania.
"Baik dok.Terimakasih.."Kata Nicko sembari dokter Tania mengangguk dan berlalu pergi.
Sore hari Indah sudah diperbolehkan untuk pulang karena keadaannya sudah membaik.Indahpun neristirahat di dalam kamarnya dengan dibantu Nicko suaminya.
"Diminum susunya sayang.."Ujar Nicko sambil memberikan segelas susu untuk istrinya.
__ADS_1
Glek.. Glek.. Glek..
Indahpun menghabiskan segelas susu itu dan menaruhgelasnya di meja nakas.
Buru-buru Indah menarik selimut dan memiringkan tubuhnya membelakangi suaminya.
Tak tinggal diam,Nicko pun ikut masuk kedalam selimut dan memeluk dari belakang istrinya.
Tak ada obrolan diantara keduanya hingga tanpa tersadar merekapun memejamkan mata lebih cepat di malam hari itu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sama dengan hal nya Indah.. Perut Erika kini sudah terlihat menonjol kedepan.Erika kini tinggal bersama bapaknya juga bersama Siti dan Didi kakak iparnya.
Bapaknya Erika sungguh sangat kecewa dengan anak-anaknya.Usaha rumah makan mereka bangkrut karena Siti dan Didi tidak bisa mengelolanya.Bahkan mereka meninggalkan banyak hutang dimana-mana.Sehingga membuat Bapak Erika menjual rumah sewaan kontrakan untuk membayar hutang Siti dan Didi.
Sekarang mereka hanya tinggal dirumah tunggal yang dibelinya dari sisa uang penjualan rumah kontrakannya.
Tak sampai disitu,Bapak Erika juga sangat menyayangkan atas apa yang terjadi dengan Erika saat ini.Dia hamil tanpa status menikah dan tanpa bersuami.
"Bapak.. Erika berangkat kerja ya."Pamit Erika kepada bapaknya.
"Kamu belum ambil cuti melahirkan Erika?"Tanya bapak Erika.
"Belum pak!Nanti kalau sudah agak mendekat."Jawab Erika.
"Sayang pak.Uangnya buat biaya persalinannya Erika."Jawab Erika yang tertunduk lesu.
"Sabar .."Seru Bapak Erika.
"Capek pak ya... Erika tidak pernah membayangkan hidup Erika harus berakhir seperti ini."
"Ternyata tidak mudah menjadi mama muda.Apalagi tanpa suami seperti ku... "Ucap Erika yang sendu.
Bapak Erika hanya bisa memberikan pelukan hangatnya untuk menyemangati putrinya yang sedang dalam menghadapi ujian kehidupan.
Diapun juga harus bersabar ketika tetangganya yang asyik mencemoohnya.
"Kasian ya.. Sudah hamil tanpa suami lagi."Ujar salah satu ibu-ibu yang bergerombol sambil belanja sayur.
Erika pun mengabaikan omongan ibu-ibu itu karena dia sudah terbiasa diomongin mereka.
"Dia itu pelakor.Sekarang kena karmanya!"
"Rasain tu!"
Sepanjang jalan menuju tempat kerja Erika hanya membatin pilu tentang apa yang diomongkan oleh ibu-ibu tetangganya.
Langkah kakinya terhenti ketika Erika sudah sampai ditempat kerjanya ya itu ayam gepuk.
Erika bekerja di warung ayam gepuk milik temannya.Apalah daya saat ini dia hanya bisa mengandalkan tenaganya sebagai bantu-bantu diwarung.Karena dia tidak memiliki keahlian yang lain selain berjualan di warung.
"Erika jangan diam aja!Cepat kerjakan yang lain."Sahut seorang karyawan perempuan yang lain.
"I-Iya."
__ADS_1
"Huft... Cerewetnya orang satu ini!Enggak lihatkah dia aku sedang mencuci beras."Erika yang ngebatin.
"Maafin aku Tuhan.. Atas apa yang pernah aku lakukan dulu terhadap sepupuku Indah!"Batin Erika sambil memejamkan matanya.
Hukum alam memanglah sangat adil.Dulu Erika begitu jahat dengan Indah.Sekarang Erika tinggal memetik apa yang sudah dia tuai.
"Mungkin ini karmaku😔😔"Batin Erika yang menyesali perbuatannya.
Sementara itu diseberang sana nampak terlihat mobil berwarna hitam yang sedang berhenti didepan warung ayam gepuk.
"Mas.. Aku mau ayam gepuk itu ya.Sepertinya enak.."Ucap Indah kepada suaminya dan Nickopun menganggukkannya.
"Mas aku mau ayamnya 4 di gepuk semua ya.. Sama nasi sambal level nya ya.."Belum selesai melontarkan kata ucapannya sudah dipotong Nicko.
"Jangan pedas-pedas!Nanti anakku kekerasan"Sahut Nicko.
"Iya.. "
"Itu saja?"Tanya Nicko dan Indah mengangguk
Nickopun turun dari mobilnya.Dia berjalan melangkan kaki menuju warung ayam gepuk.
"Ada yang bisa dibantu?"Tanya Erika dan kemudian terkejut melihat pembelinya adalah Nicko.
"Nicko..?"
"Erika?Kamu yang jualan?"Tanya Nicko sembari memperhatikan penampilan Erika.
"Bukan.Aku kerja disini.Oh ya.. Kamu mau pesan apa?"Tanya Erika.
"Aku pesan ayam gepuk 4.Sambal dan lalapannya jangan lupa."Ucap Nicko dan Erika mengangguk.
5 Menit kemudian pesanan Nicko sudah selesai.
"Thanks.. "Kata Nicko yang menerima 4 kotak ayam gepuk.
"Sama-sama"Jawab Erika.
Nickopun berlalu pergi meninggalkan Erika menuju ke mobilnya.
"Sayang.. Pesananmu."Ucap Nicko dan menarihnya di kursi belakang.
"Mas.. Itu tadi Erika kah?"Tanya Indah penasaran.
"Hu uh.."
"Sukses ya sekarang..."
"Itu warung punya temannya.Dia bekkera disitu."Jawab Nicko sambil menyalakan mesin mobilnya.
"Dia kerja disitu."Jelas Nicko.
"Kasiannya.."
"Buat apa kasian?Dulu dia juga enggak kasian sama kamu."Jawab Nicko.
__ADS_1
"Iya mas.. Sekarang dia sudah memetik apa yang dibuatnya."Ujar Indah dan Nicko hanya diam fokus mengemudi.
.