
Dirumah sakit,
Malam hari pun tiba.Terlihat Andra sudah berjalan dari arah lorong rumah sakit menuju ke ruang rawat Sisil.
"Andra..."Sapa Hendrik yang tak lain adalah ayah kandung Andra.
Andra hanya diam tidak membalas sapaan dari Hendrik.Bahkan dia hanya melirik saja dan melihat Ratih ibu nya Sisil yang kebetulan berdiri di samping Hendrik.
"Andra.Terimakasih nak ya,kamu sudah mau menjenguk Sisil.Sisil ada didalam masuk lah nak,"Ucap ibu Ratih dan Andra hanya mengangguk.
Semenjak kejadian lamaran itu,sikap Andra dengan ibu Ratih terasa dingin.Apalagi dengan Hendrik yang diketahui adalah ayah kandungnya sendiri,membuat Andra semakin kesal dan ingin rasanya menonjok wajah ayah kandung.
"Sabar mas Hendrik .."Ucap ibu Ratih sembari mengusap dada sang suami.
"Aku merasa bersalah Ratih,"Ucap Hendrik sendu sembari melepas kaca mata dan mengusap air matanya.
"Aku juga merasa bersalah mas dengan mbak Suci dan mantan suamiku.Setiap malam aku merasa dihantui rasa bersalahku kepada mereka."Ucap Bu Ratih tertunduk.
Hendrik pun menenangkan Bu Ratih dengan memeluknya.
**Sebelum next Up!!!!
Jangan lupa ya mbebkuhhh😘😘😘 baca cerita ku sebelumnya dan yang masih fresh.
1.Valentain Terakhir Bahagia (End)
2.My Mommy My Wonderwoman.
Ditunggu juga Like,Vote dllnya.Supaya author semangat menulis♥️💪💪
Next Up**,
Andra membuka tuas pintu ruang rawat Sisil.
Ceklek...
Sisil dan Sinta bersamaan menoleh ke arah pintu.
Sisil yang disuapin bubur oleh Sinta seketika menghentikan aktivitasnya.
"Kak Andra?"Sapa Sinta yang tak lain adalah adik kandung beda ibu.
Andra hanya tersenyum tipis dan melihat Sisil yang membuang mukanya.
"Sinta keluar dulu ya kak Sisil,"Ucap Sinta sembari menaruh mangkuk bubur di meja makan.
"Mau kemana dek?Disini saja."Pinta Sisil dengan suara serak dan lirih.
"Tadi ibu bilang mau beli sarapan dikantin sama ayah.Aku lapar mau makan dulu."Ucap Sinta.
"Kak,Andra Sinta titip jaga in kak Sisil ya."Ucap Sinta ke Andra.Andra hanya membalas dengan anggukannya.
Setelah Sinta keluar dari ruang inap Sisil,Andra melangkah mendekat ke arah brankar Sisil.
Sisil yang duduk bersandar di kepala brankar dengan rambut yang terikat dan tangan yang diinfus,mencoba membuang muka ketika Andra berjalan ke arahnya dan duduk dibrankarnya menatap nya.
__ADS_1
Seketika Sisil meliriknya.Dan membuat Andra tersenyum melihatnya.
"Kenapa kamu senyum-senyum seperti itu?"Tanya Sisil dengan sinis ke Andra.
"Kamu cantik kalau sedang marah."Jawab Andra ngikik.
"Memang dari dulu aku cantik.Kemana aja kamu selama ini?Hmm.."Tanya Sisil sembari menatap tajam Andra.
Sisil yang menatap tajam Andra dengan tatapan menghunus,berhasil di takhlukkan oleh Andra dengan mendekatkan tatapan intensnya ke arah Sisil.
Andra memiringkan kepalanya.Tangannya meraih dagu Sisil.
Cup...
Sisil terkesiap ketika Andra mengecup bibirnya dan membelalakkan kedua matanya.
Pasalnya ini adalah ciuman pertamanya dengan si brondong dengan statusnya yang sudah putus.
Entahlah rasanya Sisil ingin berontak dengan apa yang dilakukan kepada dirinya.Hati dan logikanya saat ini sedang tidak sejalan.
Sisil lebih membiarkan Andra menangkap kedua pipinya dan membiarkan Andra ******* bibirnya.Secara tidak sadar Sisilpun membalas pagutan itu.
Sudah beberapa hari ini mereka tidak saling memberi kabar,karena keputusan mereka yang menginginkan mengakhirinya.
Rindu yang mendalam diantara keduanya membuat ciuman itu semakin panas.
Sisil menutup matanya ketika Andra sudah menurunkan ciuman itu dibawah leher jenjang Sisil.
"No.. Andra stop!"Sisil sedikit mendorong tubuh sibrondong itu.
Andrapun mengernyitkan alisnya.Dia tidak memperdulikan kata-kata Sisil.
Sisil yang tadinya mau protes kini malah melingkarkan tangannya di leher si brondong.Sisil begitu menikmati ciuman itu hingga akhirnya keduanya melepas pagutan nya setelah hampir 20 menit.
Andrapun tersenyum melihat Sisil yang tertunduk malu dengan wajah merona merah dipipi.
"Sudah sembuhkan?"Tanya Andra ke Sisil dan mengangkat dagunya.
"Belum."Jawab Sisil ketus.
"Kok belum?Kan sudah diberi amunisi🤣"Sahut Andra ngikik dan Sisilpun membulatkan ke dua matanya.
Sisilpun menjewer telinga Andra dengan kuat.
"Aduh.. duh.. Sil,sakit."Jawab Andra yang kesakitan.
"Sakit yang kamu rasa enggak sebanding dengan luka yang ku rasa Andra paham."Jawab Sisil ketus.
"Oh ya...??Sini-sini,brondong jagung mau beri amunisi lagi biar cepat sembuh."Sahut Andra sembari menyosor kan bibirnya ke Sisil.
"No Andra stop it!"Pekik Sisil yang mendorong dada bidang Andra.
"Kamu kira aku cewek apa an?hah?"
"Habis kamu putusin,kamu sesapin seperti ini."
__ADS_1
"Helech jangan marah-marah nanti cantiknya hilang!"Goda Andra lagi.
Andra sangat senang menggoda Sisil,karena Sisil adalah tipe perempuan yang enggak suka di ajak bercanda.
Sembari memijit pelipisnya,Sisil menarik nafas dalam-dalam dan mengeluarkan pelan-pelan.
"Udah to the point,kamu tiba-tiba nongol kesini ada maksud apa?"Tanya Sisil dengan penuh penekanan.
"Ya jenguk kamu lah,mau apa lagi?"Tanya Andra balik sambil melipat kedua tangannya di dada.
"Seperti yang kamu lihat,aku baik-baik aja"Jawab Sisil ketus.
"Itu aja kan?Sudah pulang sana kamu.Hush.. Hush..."Ucap Sisil yang mengusir halus ke Andra sembari mengibas punggung tangannya.
"Yakin?Ntar kamu enggak mau makan lagi gara-gara mikirin aku?Hah..."Goda Andra lagi sembari mengedipkan mata genitnya.
Wajah Sisilpun memerah tersipu malu mendengar ucapan mantan ke kasihnya itu.
"Cepat sembuh,aku menunggu kepulangan kamu."Ucap Andra yang mengecup kening Sisil.
"Aku pulang..."Tambah Andra dan melambaikan tangannya ke Sisil.
Sisilpun terdiam tersipu melihat kelakuan brondongnya yang sudah memberi moodbooster bagi dirinya.
"Ahhh sialan itu brondong..."Batin Sisil sembari menepuk jidatnya.
"Kak??Are you okay?"Tanya Sinta tiba-tiba yang baru datang.
"Iya..."Jawab Sisil sembari merapikan bantalnya sebelum dia merebahkan badannya dikasur.
"Oh,,pantesan kakak sudah merasa baik ketika kak Andra menjenguk🙂."Tambah Sinta lagi.
"Hmmmm..."Sisil hanya mendehem.
"Emang kak Andra paling jago dalam memberi obat untuk kak Sisil."
"Hmmm..."Sisil yang masih berdehem dan menarik selimutnya.
"Apa lagi moment yang itu tuchh..."Goda Sinta lagi.
"Moment?Apaan sih Sinta?"Gerutu Sisil sembari duduk dan mengibas selimutnya.
"Ciuumaann 😘"Bisik Sinta ke telinga Sisil.
"Sintaaaaaaaa...."Teriak Sisil ke adiknya yang lari ke luar pintu.
"Sinta,ngeselin deh.Sama seperti kakaknya."Pekik Sisil.
"Ngeseeeelin."
Teriakan Sisil membuat ibu Ratih terkejut dan membuatnya panik dan membuka pintu ruang rawat inap Sisil.
"Sisil nak?Kamu kenapa?"Tanya ibu Ratih panik sembari memeluk Sisil.
"Sisil baik-baik aja kok Bu😅."Jawab Sisil tanpa dosa.
__ADS_1
"Syukurlah nak,istirahat ya.Kamu harus segera sembuh,"Ucap ibu Ratih.
Sisilpun kembali merebahkan tubuhnya di brankar.