Tidak Mudah Menjadi Mama Muda (TM3)

Tidak Mudah Menjadi Mama Muda (TM3)
Episode 68 # TM3


__ADS_3

Setelah beberapa hari dirawat,akhirnya Sisil sudah diperbolehkan untuk pulang ke rumah.


Semenjak hamil muda ini bawaan nya Sisil lemas dan enggak bisa mencium bau masakan.


Tepat pukul 17:00 Andra sudah pulang dari kantor.


Andrapun langsung masuk ke dalam rumah dan langsung menuju dapur.Hari ini dia merasa sangat lapar,dia pun membuka tudung nasi berharap ada sesuatu yang bisa di makan.


"Huft....!" Dengan kesal Andra menutup tuding nasi itu.


"CK,"Andra mencebikkan mulutnya.


Diapun berjalan menuju kamar dan melihat Sisil sedang berebah dengan wajah lemasnya.


"Mas... Sudah pulang?"Tanya Sisil dan mendudukkan tubuhnya.


"Hmm!"Jawab Andra sembari melepas kaos kaki.


"Aku lapar.Kamu enggak masak lagi?"Kata Andra sembari mengendurkan dasinya.


"Maaf mas,aku belum bisa mencium bau masakan.Aku ma.."


"Enggak segitunya juga.!"Kata Andra sinis.


"Maaf mas,kalau begitu tunggu sebentar aku mau masakin kamu dulu."Kata Sisil dan beranjak dari kasur.


Andra memilih diam.


Sementara itu Sisil sudah mengupas-ngupas bawang-bawang dan sayuran.Sore ini dia mau memasak yang simple saja mie goreng.


Dia pun mulai memecahkan telur.


Huwek... Huwek...


Huwek... Huwek...


Sisil lagi-lagi merasa mual dan muntah.

__ADS_1


Andra datang menghampirinya yang berdiri di wastafel.


"Mas...?"


"Sudahlah enggak usah dipaksa.Kamu istirahat saja."Ucap Andra.


"Ta..."


"Biar aku aja yang memasak!"Jawab Andra dan berjalan menuju dapur dengan muka datar.


"Maafin aku mas,"Batin Sisil sembari melihat punggung suaminya yang berlalu pergi meninggalkannya.


Akhir-akhir ini Andra sedikit sensitif emosian,sejak Sisil pulang dari rumah sakit.


Dan di usianya yang masih 21 tahun ini sepertinya dia memang harus banyak-banyak belajar untuk bersabar.


"Akkkkkkkkhggrrrr...."Rintih Andra yang berjingkat ketika tangan kirinya kena tumpahan air panas.


Sisil yang mendengar teriakan suaminya itu bergegas menuju dapur.


"Mas kamu kenapa?"Tanya Sisil yang panik dan mendekat ke arah Andra.


prang... weng... weng..


Andra yang emosi seketika membuang panci yang berisikan mie ke lantai.


"Astagfirullah mas!"Pekik Sisil yang terkejut melihat Andra melempar panci untuk merebus mie.


"Kamu itu kenapa sih mas?Kamu akhir-akhir ini uring-uringan terus menerus gak jelas."


Emosi Sisil akhirnya terpecah.


"Kamu itu bukan anak kecil lagi mas!Kamu itu sudah dewasa,kalau kamu punya masalah cerita sama aku.Aku ini istri kamu."


Sisil terus-terusan mengomel sedangkan Andra mengerang kesakitan tangannya.


"Sini aku obatin tangannya."Kata Sisil sambil meraih tangan Andra.

__ADS_1


Sisilpun mengobati luka bakar pada tangan Andra.


"Kenapa aku menjadi tempramen begini semenjak Sisil hamil."Batin Andra sambil melihat Sisil yang mengolesi salep.


"Assalamualaikum... Astagfirullah hal adzim."Sapa Indah yang terkejut melihat isi rumah Andra dan Sisil seperti kapal pecah.


"Andra.. Sisil... "Indah pun berjalan menuju dapur.


"Andra kamu kenapa?"Kata Indah yang kaget melihat tangannya yang terluka bakar.


"Uncle.. Uncle nyam.. nyam.."Kata balita yang berada di gendongan Indah.


Andra pun tidak menjawab pertanyaan bulek nya dia lebih memilih menggendong Zain dan mengajaknya masuk ke dalam kamar.


Indah hanya menggeleng-gelengkan kepala melihat kelakuan ponakannya itu.


"Indah..... "Ucap Sisil yang menghambur ke pelukan Indah.


"Sebenarnya ini ada apa sih Sil?"Tanya Indah yang penasaran ke Sisil.


"Aku pusing Indah akhir-akhir ini Andra marah-marah terus."


"Karena apa Sil?"


"Entahlah Indah,aku rasa karena aku enggak masak enggak beres-beres rumah.Selama aku hamil muda ini aku mudah letih lesu dan mabok."Cerita Sisil seraya melepas pelukan ke Indah.


"Ya udah kamu yang sabar ya,nanti aku coba bantu ngomong ke Andra."


Ucap Indah dan melihat Sisil menganggukkan kepalanya.


"Tadi aku dari rumah masak semur daging dan niat mau kesini membawakan kamu."Kata Dinda sembari menaruh rantang makanan yang berisikan semur daging.


"Kamu duduk dulu disini biar aku yang beresin rumah nya."


"Jangan Indah,"Tolak Sisil.


"Sudah lah Sil,enggak apa-apa kok."

__ADS_1


Indahpun bergegas membersihkan semua rumah Andra dan Sisil.


Indah merasa iba melihat Sisil yang sedang merasa galau.


__ADS_2