
Andra melajukan mobil dengan kecepatan tinggi.Saat ini rasa emosionalnya masih belum bisa terjaga.
Apalagi kalau dia mengingat tentang perjuangan ibu dan penghianatan ayah nya.
Sesak di dada,
"Akhhhhhhhh... ****!!"Teriak Andra sembari memukul stir dengan kencang.
Drtttt... Drtttt...
Handphone Andra berbunyi.
"Siapa sih,ganggu saja."Gerutu Andra sembari merogoh saku celananya.
"Oh,**** ...!!"Umpat Andra ketika ponselnya jatuh dibawah pedal gas.
Nampak dari jauh suara notice kereta api yang akan melintas.
Andra melihat kereta masih jauh,diapun sesegera mengambil handphone nya yang terjatuh.
Tanpa dia sadari dia sudah menabrak portal pembatas.
Braakkkkk....
Mobil Andra terhenti di tengah-tengah rel kereta api.
Andra terkesiap dari kemudinya.Lalu dia melihat ke arah jendela.
Andra bergegas menarik gas memajukan mobilnya.
Dari arah yang berlawanan kereta api itu melaju dengan sangat cepat.
Takdir berkata lain.
Brakkkkkhhhhhh
mobil belakang Andra ditabrak oleh kereta api,Andra mencoba membanting stir ke kanan namun mobil Andra terjun ke sungai yang surut.
Suasana saat itu sangat mencekik dan menegangkan.Warga yang berada di seputaran lokasi berbondong-bondong untuk menolong Andra.
Sementara itu,
Dirumah Andra nampak Sisil yang masih sedih dan dipeluk oleh ibu Suci.
"Auhhhh.... "Rintih Sisil sambil mengusap perut buncitnya.
"Ada apa nak?"Tanya ibu Suci yang panik sambil memegang perut Sisil.
"Ini Bu,dedek bayi nya nendang-nendang terus.Enggak nanggung-nanggung kenceng sekali."Rintih Sisil sembari mengusap perutnya.
"Hmmm... Utun ini emang ya,bikin nenek khawatir."Ucap ibu Suci dan mengusap perut Sisil.
Dering handphone Sisil berbunyi nyaring.
Sisilpun meraih handphone nya yang kebetulan jaraknya tidak begitu jauh dari dia duduk.
🧑✈️ Selamat malam,dengan kediaman Bpk Andra pemilik mobil ber nomor polisikan Andr4?
🤰Selamat malam pak,iya betul itu mobil suami saya.Mohon maaf ini dari mana ya pak?
🧑✈️ Kami dari satuan polisi lalu lintas memberikan kabar bahwa BPK Andra mengalami kecelakaan tunggal di jalan Lenggang dan sedang dalam perawatan dirumah sakit Sumber Sehat.
Deg...
🤰Apa?
Raut wajah Sisil seketika berubah sedih dan panik.Handphone yang digenggamnya pun terjatuh ke lantai.
Kaki-kakinya terasa lemas.Tangisnya mulai pecah.Suci pun panik.
"Sisil ada apa nak?"Tanya Suci yang juga ikut panik.
"Hiks.. Ibu,mas Andra mengalami kecelakaan tunggal dan sekarang sedang dalam perawatan di rumah sakit Sumber Sehat."
"Andra anakku?Hiks... "Ucap ibu Suci yang sedih.
"Ibu,kita harus pergi ke rumah sakit Bu.Ayo Bu.."Rengek Sisil.
"T... Tapi nak,kamu harus dirumah.Kamu tidak boleh kemana-kemana.Kamu harus is..."
"Bu,mas Andra sangat membutuhkan kehadiran kita Bu.Ayo..."Rengek Sisil lagi.
Akhirnya ibu Suci dan Sisil memutuskan untuk pergi kerumah sakit Sumber Sehat.
Sisil menghubungi Indah dan beserta keluarganya.
Langkah Sisil yang berjalan di koridor rumah sakit tiba-tiba terhenti.
__ADS_1
"Kenapa nak?"Tanya ibu Suci sambil memegang ke dua bahu Sisil.
Dengan deru nafas yang tersengal-sengal.
"Enggak apa-apa Bu,ayo Bu sebentar lagi kita sampai di ruang tindakan."Jawab Sisil sambil menarik tangan ibu mertuanya.
"Pelan-pelan ya nak jalannya.Kamu sepertinya kelelahan."Kata ibu Suci.
Sampainya diruang IGD,
Sisil dan ibu Suci duduk didepan ruang tunggu.
Indah dan Suami nya pun datang.Tak luput juga ibu Ratih,Sinta dan Hendrik ikut berdatangan.
Indah langsung memeluk Sisil.
"Hiks....."Tangis Sisil di pelukan Indah.
"Sabar Sil.Saat ini kita hanya bisa berdoa."Ucap Indah yang menenangkan Sisil.
"A.. Aku takut Indah hiks.. Aku takut."Tangis Sisil yang sendu.
"Sabar nak,"Ucap ibu Ratih yang memberikan pelukannya.
Ceklek.....
Semua pandangan mata tertuju pada arah pintu Instalasi Gawat Darurat itu.
Sisil yang terduduk di ruang tunggu bergegas berdiri menghampiri dokter dengan didampingi ibu Suci dan Indah.
"Dok... Dokter bagaimana dengan keadaan suami saya dok?"Tanya Sisil dengan Isak tangisnya.
"Bagaimana keadaan anak saya dok?"Ulang ibu Suci sembari menggoyangkan lengan dokter Laki-laki yang menangani Andra.
Dengan menarik nafas panjang,dokter yang memiliki nama dr.Awan berusaha menjelaskan dengan pelan-pelan mengenai keadaan Andra.
"Kondisi bapak Andra saat ini sedang kritis Bu."Jawab dokter Awan.
"Apa?"
Semua orang yang mendengarnya cukup tercengang.
Begitupun dengan Sisil yang tangisnya semakin menjadi-jadi.
"Sisil,tenang dulu Sil..."Kata Indah yang berusaha menenangkan Sisil.
"Bapak Andra mengalami patah tulang di bagian tulang belakang."Jelas dokter Awan.
"Astagfirullah hal adzim Andra anakku,"Ujar Ibu Suci yang sedih.
"Untuk saat ini di perkenan kan ibu Suci beserta istri untuk menjenguk bapak Andra karena atas permintaan beliau."Ujar dokter Awan.
"Mari ikut saya"Kata dokter Awan sambil menarik tuas pintu ruang instalasi gawat darurat tersebut.
Sisil dan Ibu Suci pun mengikuti langkah dokter Awan memasuki ruang instalasi gawat darurat.
Andra terlihat terbaring lemah diatas brankar.Hidung nya sudah terpasang oksigen.Tidak lupa lengan kanannya yang terpasang selang infus.
Ujung pelipis nya dibalut dengan perban.Mata Andra yang terbuka namun dengan tatapan kosong menatap ke langit-langit ruang instalasi gawat darurat itu.
"Mas...??Bangun mas ini Sisil istrimu.Hiks..."Tangis Sisil yang memeluk tubuh Andra.
"Andra..Ini ibu nak,"Ucap ibu Suci dan menciumi punggung tangan Andra.
Andra merespon apa yang diucapkan Sisil bersama ibu kandungnya dengan meneteskan air matanya.
Tangannya membelai rambut Sisil yang menangis di pelukannya.
Sisil yang merasa Andra membelai rambutnya pun bangkit dari pelukan Andra dan duduk diatas brankar.
"Maafin papa ya nak... Papa sayang kamu."Kata Andra yang mengusap perut buncit istrinya.
"Mas... Kamu jangan ngomong seperti itu.Kamu sehat mas..."Ucap Sisil terisak.
"Andra,kamu anak ibu yang paling kuat.Kamu akan cepat sembuh..."Sahut ibu Suci.
"Sisil jaga anak kita baik-baik.Kamu juga berhak untuk hidup bahagia bersama pria lain,menikah lah kelak agar ada yang menjagamu dan anak kita."Pesan Andra lirih.
Sisil semakin menangis menjadi-jadi.
"Enggak mas.Mas Andra harus sembuh kita rawat anak kita bersama-sama mas."
"Ibu.. Maafin Andra samp....ai..kan maaf Andra untuk Ayah Hendrik!"Kata Andra yang mulai terbata-bata.
"Iya nak.Kamu juga harus janji kamu harus kuat."Ucap ibu Suci yang memberi semangat kepada Andra.
Andra tersenyum ketika mendengar ucapan dari ibunya.Tangannya yang tadi mengusap perut buncit istrinya kini mulai melemah dan terhenti.
__ADS_1
Mata yang terbuka dengan tatapan kosong itu pun mulai menutup perlahan.
"Mas...??"
"Andra...??"
Sisil dan ibu Suci menggugah Andra dengan kencang namun tidak ada respon.
dokter Awan yang masih berada dikamar Andra pun segera memeriksa denyut nadi dan detak jantung Andra.
"Dok,apa yang terjadi dengan suami saya dok?"Tanya Sisil dengan raut wajah yang sudah tidak bisa diartikan lagi.
"Ibu Sisil saya pribadi turut berduka cita."Ucap dokter Awan menunduk.
Sisil langsung lemas terduduk di brankar sambil memeluk suaminya dengan tangisan.Ibu Suci pun juga sangat sedih mendengar kabar buruk tentang Anaknya yang meninggal.
"Mas... Kenapa secepat ini kamu pergi meninggalkanku dan anak yang ada di perutku ini mas?Apa kamu tidak sayang denganku mas?Bismillah... Mas, In Sya Allah Sisil ikhlas melepas mu mas.Pergilah dengan tenang... Bahagia lah disana,aku dan anak kita juga pasti akan bahagia."Batin Sisil
Sisil beranjak berdiri dan memeluk ibu mertuanya.
"Ibu... Ini sudah takdir dari Yang Maha Esa,kita harus melepasnya dengan ikhlas."Ucap Sisil sembari menangis.
"Iya nak,yang sabar ya..."Ucap Ibu Suci dan memeluk Sisil.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hari ini adalah hari terakhir tujuh harinya Andra meninggal.Hari terakhir pengajian.Semua terasa khidmat sedang melantunkan bacaan-bacaan Al-quran.
Sisil hanya bisa berdiam diri dikamar ditemani Indah bersama Zain putra Indah dan Nicko.
"Indah.. Aku kok tiba-tiba merasa ngompol ya?"Tanya Sisil yang duduk diranjang.
"Ah?Kamu kebelet pipis kenapa enggak dikamar mandi?Aku bantu ya,mumpung Zain tidur nyenyak."Kata Indah sembari membantu Sisil berdiri.
"Aduuh.. Indah perut ku sakit sekali."Rintih Sisil tetiba-tiba.
"Itu air ketuban Sisil.Kamu mau melahirkan.Sebentar aku mau panggil mas Nicko."
Acara pengajian pun sudah selesai sekitar 5 menit yang lalu.Dengan cepat Indah memanggil suaminya yang sedang berkumpul dengan keluarga.
"Mas Nicko.Tolong Sisil mau melahirkan."Ucap Indah.
"Apa?"Seru semua orang itu.
"Ayo Indah segera kita bawa Sisil kerumah sakit.Mbak Suci titip Zain ya,tadi Indah menidurkan Zain dikamar."Ucap Nicko.
"Iya ... Nicko segeralah kasian Sisil."Kata ibu Suci.
"Mbak Suci saya sama mas Hendrik ke rumah sakit perlengkapan Sisil ada dimana mbak?"Kata ibu Ratih.
"Astaga sampai lupa saya,ayo sini Ratih ikut saya."Kata ibu Suci dan ibu Ratih mengekor di belakangnya.
Sampainya dirumah sakit,,
"Auhhh sakit Bu..."Rintih Sisil yang sudah merasakan kontraksi.
"Sabar ya nak,Sisil anak kuat..."Ucap ibu Ratih yang menyemangati.
"Mas... Aku janji sama kamu akan menjaga dengan baik anak kita.Doain aku mas..."Batin Sisil yang menahan rasa sakit kontraksinya.
3 Jam telah berlalu,
Launching nya Baby laki-laki,Aryo Andra Wiguna.
Buah hati Sisil dan mendiang Andra.
"Oek... Oek... Oek.."Tangis kejer suara bayi anak laki-laki.
"Alhamdulillah.... Dia haus Sil,"Kata ibu Ratih yang menggendongnya.
Sisilpun meraih bayinya dan ia pun langsung menyusui anaknya.
"Elech.. Elehh.. anak mama haus..."Ucap Sisil.
"Mas... Andra,anak kita sudah lahir di dunia ini.Lihatlah dia,raut wajahnya yang mirip denganmu.Aryo Andra Wiguna mas.. Panggilannya Ryo.Sebuah nama yang sudah kita siapkan sebelumnya.Terimakasih mas... Aku bahagia sekali,meski kau tidak berada di sampingku.Doaku dan doa anak yatim ku selalu akan ku panjatkan untuk mu."Batin Sisil.
########## THE END ###########
Alhamdulillah terimakasih readers atas suportnya.Mohon maaf kalau author up nya kadang-kadang agak somplak😁 Enggak on time.Karena juga ada kesibukan tersendiri.
Jangan lupa like dan komennya mbebkuhh..
Muahh.. Muahhh
Nantikan kisah selanjutnya ya,
Selamat malam.
__ADS_1
Balikpapan,Tuesday 28 Maret 2023.