Tidak Mudah Menjadi Mama Muda (TM3)

Tidak Mudah Menjadi Mama Muda (TM3)
Episode 64 # TM3


__ADS_3

Setelah acara pernikahan selesai,Andra benar-benar memboyong Sisil ke rumah barunya.


"Nak Andra apa kalian tidak mau bermalam dirumah kami hari ini?"Tanya ibu Ratih dan Andra cuman menjawab dengan menggelengkan kepalanya sebagai tanda penolakan.


Tiba-tiba datang Sinta dan duduk di samping ayah kandungnya yaitu Hendrik.


Entah kenapa Andra begitu malas melihat Hendrik dan kesal sama ibu Ratih.


"Kak,mana uang jajannya?"Tanya Sinta dan Andra pun merogoh kantongnya mengambil lima lembar uang yang berwarna merah dan memberikannya kepada Sinta adiknya yang beda ibu.


"Sinta...."Seru panggilan Hendrik memperingati.


"Iya ayah.Makasih kak Andra."Jawab Sinta dan berlalu pergi.


"Ibu melihat Sisil dulu,"Ucap ibu Ratih dan beranjak menyusul Sisil di kamarnya.


Sepeninggal Sinta dan ibu Ratih,suasana nampak hening kikuk.Andra yang sibuk dengan handphonenya memasang wajah malasnya ketika bersama dengan Hendrik.


"Andra,ayah minta maaf sama kamu.Atas apa yang ayah lakukan."Ucap Hendrik menatap Andra.


"Ayah minta jangan sakiti Sisil ya,"Pesan Hendrik.


Apa yang diucapkan oleh Hendrik membuat Andra menaikan ujung alisnya.


"Jangan sok menasehati,lihat dulu anda ini siapa?"Kata Andra yang menyentil ayahnya.


Andra yang menatap tajam ayahnya itu tak menyadari tentang keberadaan Sisil dan ibu Ratih yang baru datang.


"A-ku sudah siap Andra."Ucap Sisil yang mencoba mencairkan suasananya.


"Ibu,ayah Sisil pamit dulu ya..."Pamit Sisil sambil mencium punggung tangan ayah dan ibu nya.


"Hati-hati ya nak..."Pesan ibu Ratih.


Dalam hati sebenarnya Sisil ingin menyampaikan kepada Andra untuk bersalaman dengan ayah ibunya.Sepertinta tidak mungkin,karena sikap Andra yang begitu dingin terhadap ke dua orang tuanya.


Andra masuk mobil tanpa berpamitan dengan kedua orang tua Sisil.


Tit...........


Andra membunyikan bel mobilnya dengan kesal,karena menunggu Sisil yang lama.


"Ayah ibu,maaf in Andra ya atas sikapnya.Seharusnya dia enggk boleh bersikap seperti itu.Nanti Sisil akan coba menasehati pelan-pelan."


"Enggak apa-apa nak itu wajar kalau Andra masih marah sama ayah dan ibu.Kamu fokus saja dengan pernikahanmu ya sayang."Jawab Ibu Ratih dan memeluk Sisil.


"Tit.........."


Bel panjang kembali Andra nyalakan.


"Iya Andra!"Pekik Sisil yang mencium punggung tangan ayah tirinya yang tak lain adalah ayah Andra.

__ADS_1


Sisilpun mulai naik ke mobil.


"Lama sekali sih!"Gerutu Andra sambil menyalakan mesin mobil.


"Iya maaf,"Jawab Sisil yang membelai lengan suaminya.


Diperjalanan,Andra hanya terdiam fokus mengendarai mobil menatap ke depan.Sedangkan Sisil istrinya juga terdiam menyenderkan kepalanya di jok kursi samping pengemudi.


20 menit kemudian Andra memarkirkan mobil dihalaman rumahnya.


"Sudah sampai Andra?"Tanya Sisil kepada sang suami yang melepas sabuk pengamannya.


"Panggil mas!Bukan Andra!"Sentak Andra kepada Sisil dengan ketus.


"I-iya mas,!"Jawab Sisil.


"Aku tau usia kamu lebih tua dariku.Kamu harusnya lebih paham dong.Masak masalah sepele begini aja kamu enggak paham?"Kata Andra lagi dan membuka pintu mobilnya.


"Huft!Pasti ngambek."Gerutu Sisil sambil membuka pintu mobil.


Andrapun menurunkan semua koper-koper yang berisikan baju-baju milik Sisil.


Ceklek...


Andra menarik tuas pintu rumahnya.


"Assalamualaikum..."Sapa Andra yang langsung masuk ke dalam rumah diikuti oleh Sisil.


"Waalaikum salam."Jawab ibu Suci yang menghampiri anak beserta menantunya itu yang baru datang.


Setelah mereka selesai bersalaman,Andra dan Sisil memutuskan untuk masuk kedalam kamar untuk beristirahat.


**OnLy 21+


pasangan halal**..


Sisil pun menutup pintu kamar.Dia melihat Andra berdiam berdiri di dekat jendela kamar sembari menarik tali horden agar tertutup.


Andra mendudukkan dirinya di sofa.Sisilpun mendatangi Andra dan duduk menyamping di atas pangkuan suaminya.


Andra melihat Sisil yang mengalungkan kedua tangan ke leher suaminya itu.


Andra melingkarkan kedua tangannya di pinggang Sisil.


Cup...


Andra mengecup bibir Sisil sesaat.


Tangannya sedikit mengangkat rok pendeknya Sisil agar kedua paha Sisil bisa menghimpit tubuhnya.


Andra duduk menyandarkan punggungnya di sofa dan Sisil sedang duduk dipangkuan suaminya.

__ADS_1


Andra kembali memagut ciuman bersama dengan istrinya.******* dan bertukar saliva.Andra memberikan cumbuan penuh cinta. Dia menggigit telinga Sisil sebelum dia meng absen leher jenjang istrinya yang mendetail.


Andra menyesap leher Istrinya itu dan meninggalkan jejak kepemilikannya.Kedua tangannya sudah mulai merayap dibalik kemeja kotak-kotak nya Sisil.


Tangannya terhenti ketika menemukan dua gundukan gunung yang bergelantung pada tempatnya.


Dia mulai memijitnya dengan pelan.


"Ouh... Andra..."Lenguh Sisil yang menggigit bibir bawahnya sembari kedua tangannya yang melingkar di leher suaminya.


Andra menggendong Sisil bak baby koala menuju ranjang dia pun merebahkan tubuh istrinya.


Andra menaiki ranjang dan merangkak mendekat ke arah Sisil.Dia mulai membuka kancing kemeja Sisil dan dibuang ke sembarang arah,hingga meninggalkan penutup gunung kembar itu.


Segera Andra melucuti pakaiannya dan dibuang ke sembarang arah.


Suara ******* Sisil semakin merdu ketika Andra menyesap bak bayi yang menyusu.


"Ouh no... Mas aku enggak tahan,aku mau pipis."Rintih Sisil manja.


"Wait Hanny.... "Jawab Andra.


Andra mulai membenam kan kepalanya di area kepemilikannya Sisil.Sehingga Sisil menggelinjang seperti cacing ke panasan sembari menarik rambut Andra di bawah sana.


"Mas... Aku benar-benar enggak tahan."Keluh Sisil yang masih menarik rambut Andra.


Andra begitu berhasrat yang menggebu.Sebelum dia memulai menempatkan ke pememilikannya ke tempatnya.Dia terus-terusan melakukan pemanasan ya.


"Ouh... "Lenguh Sisil yang frustasi.


Melihat Sisil yang mulai basah,Andra segera memasang rudal nya dan memasukan ketempatnya.


"Ouh my gaid baby.. Susah sekali masuknya"Ucap Andra sembari mendorong-dorongkan miliknya.


"Auh.. Sakit mas."Rintih Sisil sambil menarik sprei dengan mata nya yang sedikit mengembun menahan sesuatu yang perih diintinya.


"Iya sayang kita mainnya pelan ya..."Ucap Andra yang berhasil masuk dengan sempurna.


Sahutan-sahutan ******* kedua pengantin baru itu sangat menggoda.Apalagi kamar mereka dipasang kedap suara,


Rintihan sakit Sisil kini menjadi rintihan nikmat surga dunia.Suami brondongnya itu sangat memanjakannya.Sisilpun juga ikut mengimbangi nya hingga dua ronde.


"Mas.. Aku capek."Ucap Sisil yang deru nafasnya ngos-ngosan dan menyenderkan punggungnya di kepala ranjang sembari menutupi tubuh polosnya itu.


Cup...


Andra yang mengecup puncak kepala istrinya.


"Terimakasih ya.. Malam ini kamu menyerahkan semuanya untukku."Sembari tangannya merangkul dibahu Sisil.


"Iya,mas aku kan istri kamu.Sudah selayaknya lah aku melayanimu dengan puas."Jawab Sisil sambil mencium pipi Andra.

__ADS_1


"Ya,sudah.. Aku bantu kamu ke kamar mandi.Setelah itu aku mau mengganti sprei nya yang terkena noda darahnya."


Andra bergegas mengambil handuk dan dililitkan di badannya serta memapah Sisil yang berselimut sprei berjalan ke kamar mandi.


__ADS_2