Tidak Mudah Menjadi Mama Muda (TM3)

Tidak Mudah Menjadi Mama Muda (TM3)
Episode 20# TM3


__ADS_3

Hari-hari dilalui Indah seperti biasanya.Pergi pagi pulang sore kadang pulang malam karena dia adalah seorang pekerja kantoran.


Lain dulu ketika dia masih sekolah pergi pagi untuk sekolah,lanjut siang dia harus kerja dan sebagainya.Sungguh dia mengingat nya betapa susahnya kehidupan dia saat itu.


Betapa bersyukurnya sekarang Indah sedikit demi sedikit bisa melunasi hutang ayahnya.


"Alhamdulillah.. "Ucap Indah sambil tersenyum ketika melihat foto keluarganya.


Diapun melanjutkan kerjaannya sebagai sekertaris.


Tok.. Tok.. Tok..


Indah yang sibuk bekerja pun mengalihkan pandangannya ke arah pintu yang mengetuk.


"Iya.. Masuk,"Seru Indah.


"Helehhh.. Ku kura siapa?"Kata Indah kepada Sisil yang masuk ke ruangannya.


"Ihh... He.. he.. Indah hari ini kan setengah hari saja yok kita ngemall."Kata Sisil yang mengajak Indah.


"Emmm.... Gimana ya??"Indah yang berpikir.


"Ayolah Indah!Masak enggak bisa sih kamu?"Rengek Sisil.


"Harus ngemall ya?Referensi tempat lain dong?"Tanya Indah sambil mengetik sesuatu di handphone jadulnya.


"Ihh.. Indah,jabatan sudah sekertaris hp yang dipakai hp jadul.Kurang kah bos Mochi menggaji kamu?"Kata Sisil yang menyindir.


"Masak kamu kalah sama hpnya reseptyionis kek aku?"Tambah Sisil lagi.


"He...he.. Aku orangnya tipe males ganti-ganti Sil.Kalau ini masih bisa digunakan kenapa enggak gitu."Jawab Indah sambil mengulas senyumnya.


"He.mmmmt Dasar katrok!"Ledek Sisil dan Indahpun tertawa.


"Jadi bagaimana?"Tanya Indah.


"Kalau ke pantai bagaimana?"


"Enak kan siang-siang bolong begini minum es kelapa?"Tambahnya sambil mengedipkan kedua matanya.


"Bagus tuh.. Aku setuju..."Jawab Indah.


"Boleh ikut?"Seru Mochi tiba-tiba.


Sisil dan Indahpun terdiam ketika bosnya Mochi tiba-tiba datang.


"Hmmm.. Hmmm..."Sisil yang menggaruk-garukkan kepalanya.


"Kok diem?"Tanya Mochi berjalan menghampiri mereka berdua yang berjalan tegap dan tangan kanannya diselipkan dikantong celana kanannya.


Sisil pun mencolek tangan Indah yang berada di dekat mouse komputer.


"Gimana?"Tanya Sisil.


"I-iya bapak ikut aja."Jawab Indah.

__ADS_1


"Okey.. Nanti saya tunggu dibawah ya..."Ucap Mochi sembari membalikkan badannya dan berlalu pergi.


"Ihhhh... Indah.. Kalau bos ikut berasa deh aku kek nyamuk!!"Gerutu Sisil yang memonyingkan bibirnya.


"Kok gitu..??"


"Yuallah Indah.. Masak kamu enggak peka sih!Pak Mochi itu suka loh sama kamu,"Terang Sisil.


"Ah.. Ngaco kamu!"Jawab Indah sembari membereskan meja kerjanya.


Padahal sebenarnya Indah sudah tau kalau Mochi memang punya perasaan kepada dirinya.


"Ih.. Indah beneran loh.. Pa.."Kata Sisil terhenti ketika kedua tangan Indah menutup mulutnya.


"Kamu mau sampai kapan?Ngoceh terus disini?"Kata Indah sembari melepas tangan Sisil dan berlalu pergi meninggalkan ruang kerjanya.


"Aishh.. Indah,Indah... Tungguin dong.."Teriak Sisil yang mengekor dibelakang Indah.


Indah,Mochi dan Sisilpun pergi menuju pantai.Hari weekend seperti ini memanglah cocok untuk berlibur melepaskan penat hiruk pikuk pekerjaan di kantor.


Mereka bertigapun memesan es kelapa dan duduk dipinggiran pantai.


Drt... Drt.. Drt...


Nicko Caling.....📞


Melihat nama di layar handphone nya Indah langsung mengernyitkan keningnya.


"Sisil pak Mochi sebentar ya.. Indah mengangkat telfon dulu."Kata Indah dan berlalu menjauh.


👧 "Kamu mau nelpon apa mau introgasi aku?


👨 "Apa susahnya kamu menjawab!!!


👧 "Aku dipantai sedang bersama Sisil.


👨 "Sama bos kamu juga?"


👧 "Hmmmmm"


👨 "Sudah kuduga!Pulang sekarang!"


👧"I-Iya nanti kita baru aja sampai."


👨 "Aku bilang pulang sekarang!"


👧 "Nicko!Aku disini datang bersama Sisil tidak datang berdua dengan Mochi.Paham*!!"


Indahpun langsung memutuskan panggilannya ke Nicko.Tak lama kemudian Nicko menghubunginya lagi dan Indahpun mereject lalu menon aktifkan panggilannya.


"Biar enggak berisik!!"Kata Indah dan berlalu pergi menyusul Sisil dan bosnya.


Indahpun menuju ketempat semula dimana Mochi dan Sisil duduk.


"Loh.. Kemana Sisil pak?"Tanya Indah yang duduk dipinggiran pantai.

__ADS_1


"Ke toilet katanya.."Jawab Mochi.


"Oh..."Kata Indah pendek sambil menyruput es kelapanya.


"Indah!Aku mau mendengar jawaban kamu tentang apa yang aku utarakan sama kamu."Kata Mochi ke Indah.


"Uhuk.. Uhuk..."Indah yang tersedak es kelapanya.


"Indah kamu enggak apa-apakan?"Tanya Mochi yang khawatir sembari menatap Indah.


"E-Enggak pa pa..Enggak papa."Jawab Indah gugup.


"Bagaimana Indah?"Tanya Mochi yang sembari menggenggam tangan Indah.


"Oh.. Maygod.. Bagaimana nih?Sepertinya aku harus mengakhiri semuanya agar dia tidak berharap lebih kepadaku.Aku merasa iba kepada nya jika terus-terusan aku tidak memberi kepastian."Batin Indah.


"Indah...??"Panggil Mochi yang membuyarkan lamunannya.


"Ahkk.. Iya pak.!"Jawabnya sembari mengibaskan kepalanya.


"Pak.... Indah minta maaf sebelumnya.Lebih baik bapak mencari perempuan yang tepat buat bapak."Jawab Indah dan Mochipun mengernyitkan keningnya.


"Indah merasa,Indah bukan perempuan yang cocok buat bapak."Kata Indah menunduk.


"Tapi aku sayangnya sama kamu Indah!Saat pertama kali kita bertemu di pesawat itu.Aku sudah jatuh cinta sama kamu."


Indah nampak dalam keheningannya.Dia sedang berpikir untuk mengolah kata yang tepat untuk menjelaskannya ke Mochi.


"Maaf pak!Realita nya Indah enggak ada perasaan sama bapak!Lebih baik kita menjaga jarak ya pak saya enggak mau bapak berharap terhadap saya lebih dan saya enggak mau juga suatu saat adanya permasalahan ini dapat mengganggu profesionalisme kita dalam kerja.Indah minta maaf pak ya.. Indah pamit permisi.."Pamit Indah dan berlalu.


"Indah... Indah..."Panggil Mochi dan Indahpun tak menghiraukannya.


Sementara Sisil menghampiri bosnya setelah melihat Indah pergi.


"Kok Indah pergi pak?"Tanya Sisil.


"Dia menolakku Sil,"Jawab Mochi.


"Loh kenapa pak?"Tanya Sisil lagi.


"Katanya dia enggak ada perasaan sama saya."Jawab Mochi tertunduk.


"Jangan patah semangat gitu dong pak!"Kata Sisil yang menyemangatinya.


"Mungkin Indah masih butuh waktu untuk bisa menerima ku.Ya sudahlah masih ada harapan sebelum janur kuning melengkung."Kata Mochi sembari mengulas senyumnya.


"Nah.. Gitu dong pak,cemungudddd.."Hibur Sisil dan Mochi si bos pun mengulas senyumnya.


Dibalik healingnya Indah,Sisil dan Mochi.Ternyata ada niat terselubung Sisil yang membantu bosnya untuk mengutarakan perasaannya ke sekertarisnya itu.


"Indah.. Indah.. Dasar,kamu itu aneh!Kurang apa coba pak Mochi sama kamu?Dia rela membatalkan meeting sama client pentingnya hanya ingin demi mengutarakan isi hatinya sama kamu.Dasar stupid!!Rezeki nomplok malah ditolak.Hadehh..."Batin Sisil sembari menepuk jidatnya.


"Kamu kenapa Sil?"Tanya Mochi yang tanpa sengaja memperhatikannya.


"E-Enggak ada apa-apa pak?He..."Jawab Sisil yang sambil tersenyum.

__ADS_1


"Ayo sudah kita pulangan Indah juga sudah lari jauh.."Gerutu bos tampan itu berlalu pergi dan diikuti Sisil.


__ADS_2