
Setelah keadaan membaik,Erika menemui Indah yang berada di pelataran teras.Erika terkagum-kagum atas usaha yang digeluti oleh Indah bersama Nicko.
"Maafin aku Indah..."Ucap Erika yang memeluk Indah dengan erat.
"Iya Erika.. Aku sudah memaaf kan kamu."Jawab Indah dan melepaskan pelukannya.
"Kesalahan ku begitu banyak Indah sama kamu termasuk memberi Nicko obat perangsang!"Cerita Erika dan Indah nampak tersenyum baik-baik saja.
"Iya.. Aku tau semua kok Erika yang lalu biarlah berlalu.So.. Kita jadikan ini semua sebagai pelajaran."
"Aku sudah sangat menyesal Erika.. Bahkan karma itu pun terjadi sama aku."Isak Erika yang tertunduk.
"Maksud kamu apa Erika?"Tanya Indah penasaran.
"Aku hamil!"
"Hamil?"Ulang Indah terkejut.
"Iya Indah.."
"M-maaf Erika siapa ayah anak dari rahim kamu?"Tanya Indah.
"Om Wawan Indah!"Jawab Erika.
Indahpun terkejut atas apa yang diucapkan oleh Erika.
"Om Wawan sudah meninggal.Dia ditusuk oleh anak tirinya ketika Om Wawan menalak istri sirinya."
"Sekarang aku bingung Indah.. Aku bingung dengan keadaanku seperti ini.Hiks.. "Cerita Erika yang menyentuh hati Indah.
Indah pun mengusap punggung belakang Erika bermaksud untuk menguatkan hati Erika
agar berbesar hati dalam menjalani ujian yang saat ini dia terima.
"Erika setiap manusia memiliki ujian hidup yang berbeda-beda.Kamu sudah memilih jalan kamu seperti ini,itu tandanya kamu juga harus siap menerima dengan apa konsekuensi nya."Hibur Indah dan Erika menganggukkan kepala.
"Kamu sendiri bagaimana Indah kabar kamu?"Tanya Erika.
"Alhamdulillah seperti yang kamu lihat?"
"Terakhir kita ketemu dihotel waktu kamu jadi kurir ya?"Tanya Erika dan Indah mengangguk.
"Sepertinya waktu itu kamu sedang hamil ya?Terus dimana anak kamu?"
Entah pertanyaan Erika ini membuat Indah sedih.
"Indah??"Tanya Erika.
"Ah.. Iya Erika anak pertamaku meninggal didalam kandungan saat aku kecelakaan beberapa bulan yang lalu."Jawab Indah sedih.
"Innalilahi.. Maaf Indah.. Aku enggak tau.."Ucap Erika sambil mengusap lengan Indah.
"Enggak apa-apa Erika.. Alhamdulillah Tuhan masih memberi ku kepercayaan."Jawab Indah sambil mengulas senyumnya.
"Maksudnya?"Tanya Erika penasaran.
__ADS_1
"Aku hamil Erika.."Jawab Indah dengan senyum sumringah.
"Syukurlah Indah.. Aku juga turut bahagia.."Kata Erika sembari memeluk Indah.
"Kamu sudah isi beraba bulan Indah?"Tanya Erika.
"Alhamdulillah jalan 4 Minggu Erika..Kurang lebih bersamaan dengan usia kandungan kamu."Jawab Indah.
"Nicko pasti bahagia sekali ya Indah.. "Kata Erika sembari menundukkan kepalanya dan bersedih.
Indah pun mengusap punggung Erika.
"Sudah jangan bersedih lagi ya."Hibur Indah dan Erika pun mengulas senyumnya.
"Ya sudah.. Kamu pastinya belum makan kan?Aku sudah menyiapkan makan untuk kamu.."Ucap Indah dan beranjak berdiri mengajak Erika makan.
Setelah selesai makan,Erika memutuskan untuk pulang ke rumah bapaknya.Indahpun memesankan taxi online untuk Erika.
"Erika.. Hati-hati ya.. Ini ada susu ibu hamil.Kamu minum ya."
"Kalau kamu bosan,kamu boleh main kesini."Ucap Indah sembari memeluk Erika.
"Terimakasih Indah kamu sudah baik sama aku."Balas Erika sambil melepas pelukan Indah.
Erika pun mulai masuk ke dalam mobil taxi online yang sudah dipesankan oleh Indah.Erika melambaikan tangannya ke Indah ketika mobil itu berlalu pergi.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Malam hari setelah semua pekerjaan selesai Indah duduk dikursi sofa ruang tamunya bersama suaminya Nicko.
Indah menyandarkan kepalanya di dada bidang suaminya.Sedangkan Nicko membelai rambut Indah sambil fokus nonton tv.
"Hmmm"
"Kasian loh Erika..."Cerita Indah.
"Ya.. Mau bagaimana lagi sayang?Itukan sudah pilihan hidupnya."Jawab Nicko sambil mengecup kening istrinya.
"Indah enggak bisa membayangkan deh mas bagaimana nanti kalau keluarganya Erika tahu.Pastinya bapaknya marah besar itu."
"Sudahlah sayang.. Mas malas membahas keluarga nya Erika."Sela Nicko.
"Sini dulu..."Kata Nicko yang menuntun istrinya untuk duduk di pangkuannya.
Indahpun menuruti perintah suaminya.Dan duduk menyamping.
"Ishhh.. Bukan duduk begitu sayang."Protes Nicko.
Indahpun mengerti apa yang dimaksud suaminya itu.
"Begini...?"Kata Indah sambil duduk diatas pangkuan suaminya dengan membuka kedua kakinya lebar.Lalu kedua pahanya menghimpit tubuh suaminya.
"Hmmmmm...."Jawab Nicko sambil mengecup bibir Indah.
Indah pun melepas pagutan suaminya.
__ADS_1
"Dasar kamu mas nakal."Kata Indah sambil menyubit hidung suaminya sambil tertawa.
"Mmmmpppppttt..."Nicko yang meraup bibir Indah berulang-ulang.
"Ihhhh... Mas... Geli..."Ucap Indah yang menggeliat diatas pangkuan Nicko.
Nicko membenamkan kepalanya di buah dada istrinya.Tangannya menelusup menggerayangi badan istrinya.Bibirnya mengusap curuk leher istrinya.
Dia juga sibuk memberikan tanda di leher jenjang Indah sembari memainkan dua buah benda yang mulai berisi padat.Dia mulai membuka kancing baju piyama Indah.
"Mas... Jangan disini."Kata Indah yang menghentikan tangan Nicko.
Nicko pun mulai menggendong tubuh Indah ala baby coala dengan kedua tangan Indah yang dikalungkan di leher suaminya.
Brakkkkk
Nicko yang membuka pintu kamar nya dengan menendang dengan kakinya.
Brakkkkk
Untuk terakhir kalinya Nicko menutupnya dengan menggunakan kaki.
"Mas... "Pekik Indah dan Nicko tersenyum.
"Lama-lama rusak pintu kamar ini."Gerutu Indah.
Nicko tidak menggubris perkataan Indah.Dia menidurkan Indah di ranjang.Nicko pun mengukung tubuh istrinya itu sembari senyum smirk.
"Mas kangen sama kamu.."Ucap Nicko sambil mengedipkan salah satu mata nakal nya.
"Heleh... Gombal!"Sahut Indah ketus.
Merasa kesal dengan jawaban sang istri,Nicko mulai melancarkan aksinya.
Dia mulai membuka kaos tangtopnya dibuka celananya hingga tubuhnya ter ekspos tanpa kain penutup.
Indah nampak malu-malu melihat kepemilikan suaminya sudah tegang hingga membuatnya menutup kedua matanya.
Nickopun membuka kedua tangan Indah yang menutup matanya.
Lalu Nicko ******* bibir Indah dengan nafsu.Kedua tangan Indah dicekal oleh kedua tangan Nicko diatas kepalanya.
"Ouhh.. Mas..."Lenguh Indah merintih ketika tangan Nicko menelusup ke dalam piyama Indah.
Entah bagaimana caranya Nicko berhasil membuka piyama Indah hingga menanggalkan bra Indah berwarna pink dengan dua buah padat yang menyembul keluar.
Tangan Nicko tak berhenti disitu sembari memainkan dua buah itu dan menghisapnya,tangannya berlayar turun kebawah sambil menarik celana tiga perempat nya Indah.
Nicko pun turun dari ranjang dia memulai mengankat kedua kaki Indah dan membuka lebar-lebar paha Indah.
Dia membenamkan sebentar wajahnya dibawah perut Indah.
"Ouhh.. Mas.. "Rintih Indah saat Nicko berhasil membuatnya mendesah.
"Mas.. Ouhhh.. "Desah Indah sembari menjambak rambut suaminya yang tiada henti berulah memainkan lidah di kepemilikan Indah.
__ADS_1
Dirasanya sudah puas di bawah kepemilikan Indah,Nicko mulai berdiri dan menutup kelambu ranjangnya.
Dari luar kelambu terdengar suara rintihan lenguhan keduanya yang sedang memadu kasih untuk menyatukan hasrat mereka.Hingga 2 jam kemudian suara itu terhenti.