Tidak Mudah Menjadi Mama Muda (TM3)

Tidak Mudah Menjadi Mama Muda (TM3)
Episode 66 # TM3


__ADS_3

Pagi hari Andra sudah siap dengan kemeja kantornya.Dia menghampiri Sisil yang masih diatas ranjang dengan lemas dan pucat.


"Sayang,, kita ke dokter ya.Mas enggak tega ninggalin kamu dalam keadaan sakit begini."Ucap Andra yang duduk dipinggiran ranjang sembari meminggirkan anakkan rambut istrinya.


"Sisil cuman kelelahan mas,mas berangkat saja ke kantor.Ibu nanti katanya mau kesini."Jawab Sisil lemas sembari menahan nyeri dibawah perutnya.


Cup....


Andra mengecup bibir Istrinya.


"Mas pergi dulu ke kantor ya,"Pamit Andra sembari mengusap rambut Sisil dan beranjak berdiri.


"Iya mas hati-hati."Jawab Sisil yang melihat punggung Andra pergi berlalu.


"Astaga... Kenapa perut aku nyeri sekali."Rintih Sisil getir.


ceklek...


Ibu Ratih yang datang tiba-tiba membuka pintu kamar Sisil.


"Ibu..?"Kata Sisil kaget dan Ter duduk di ranjang.


"Sisil anak ibu.Maaf ya ibu nyelonong masuk ke kamar,tadi Andra langsung meminta ibu untuk masuk ke dalam kamar."Jelas ibu Sisil.


"Iya Bu enggak apa-apa."Jawab Sisil tertunduk sambil memegang perut bawahnya.


"Sisil..?Kamu kenapa nak?"Tanya ibu Ratih sembari mengusap bahu Sisil.


"Enggak tau Bu,perut Sisil sakit sekali.Auu.. Hiks.."Rintih Sisil.


"Kita kerumah sakit nak ya."Ucap ibu Ratih sambil memapah Sisil berdiri.


Ibu Ratih sangat terkejut ketika melihat ranjang Sisil yang ada noda darah basah.


"Astagfirullah nak,"Ucap ibu Ratih kaget sambil menutup mulutnya dan menatap Sisil.


Sisil yang penasaran dengan raut wajah ibu nya seketika menengok bagian bokongnya yang basah kena noda darah.


"Astaga ibu?Sisil?"


"Ayo kita harus segera kerumah sakit nak."Titah ibu Sisil yang memapah anaknya itu.


Jarak rumah Andra dengan rumah sakit lumayan dekat kurang lebih 10 menit ibu Ratih dan Sisil tiba.


Sisil segera ditindak oleh team rumah sakit.Sementara ibu Ratih sibuk dengan menghubungi Andra beserta Suami dan anaknya.


Tak berapa lama Andra datang bersamaan dengan Hendrik dan Sinta adiknya.

__ADS_1


"Bu,bagaimana keadaannya Sisil?"Tanya Andra yang panik sembari berjalan mengintip pintu ruang IGD.


"Masih di periksa Andra sama dokter di dalam,dia mengalami pendarahan."


deg...


Andra terkejut mendengar ucapan dari ibunya.


"Apa Bu?"Tanya ulang Andra.


"Sisil hamil Andra tapi dia mengalami pendarahan."


Andra nampak syok mendengar apa yang barusan di dengar oleh ibu mertuanya.


Matanya mulai berkaca-kaca.


Bibirnya bergetar kedua kakinya mulai lemas.Punggungnya mulai menyandarkan di dinding dengan mendongakkan kepala ke atas sembari lengannya yang mengusap kasar air mata nya.


Sementara ibu Ratih hanya menunduk dengan berpelukan dengan anak ke duanya Sinta.


Ibu Suci yang berada di kampung halaman memang sengaja tidak dikabari,agar tidak syok mendengarnya.Mengingat dikampung halaman dia hanya tinggal seorangan dirumah.


Hendrik yang melihat Andra membutuhkan sandaran kini mencoba merangkul Andra.


^^^Brakkkkk^^^


"Jangan sentuh aku!"Umpat Andra yang reflek mendorong Hendrik.


Andra pun menoleh ke arah sumber suara.


"Bullek dan ibu kamu tidak pernah mengajari kamu mendidik kamu untuk bersifat kurang ajar sama orang yang lebih tua dari kamu.Apalagi itu ayah kamu Andra!"Ucap Indah yang menasehati ke ponakannya itu sembari menggendong Zain.


Sementara Nicko membantu Om Hendrik berdiri.Ibu Ratih dan Sinta nampak terkejut dan takut melihat suaminya di dorong oleh anak kandung nya yang merupakan menantunya.


"Bullek enggak tau bagaimana perasaanku.Apa bullek lupa susahnya hidup kita?"


"Aku enggak butuh ayah seperti dia.Dari kecil aku sudah biasa hidup tanpa ayah.Paham..!"


"And you,I hate you.**** you... Ahhkk.."


Prang....


Andra menendang tempat sampah yang berdiri di dekat ruang IGD dengan emosinya yang sangat membabi buta dan pergi.


"Mas Nicko,tolong ikutin dia Indah enggak mau dia kenapa-kenapa di jalan karena dia sedang emosi mas."Perintah Indah ke Nicko dengan nada khawatirnya.


"Iya,sayang.."Jawab Nicko ber gegas berlari mengikuti Andra dari belakang.

__ADS_1


"Om,Hendrik enggak apa-apa?"Tanya Indah ke Om Hendrik.


"Enggak apa-apa nak Indah,"Jawab Om Hendrik dengan deru nafas menggebu-gebu.


"Ayah.... "Sinta yang datang langsung memeluk ayahnya.


"Maafin Andra ke ponakan saya Om."Ucap Indah yang menyesal kan atas kejadian yang Andra lakukan.


"Sudahlah nak,enggak apa-apa.Memang butuh waktu untuk mendekati Andra,apa lagi situasinya seperti ini."jawab Om Hendrik.


Ceklek...


Pintu ruang IGD pun terbuka.Nampak seorang dokter perempuan dengan nama dr.Ayu SpOG keluar dari ruangan.


"Dokter,bagaimana dengan keadaan anak saya?"Tanya ibu Ratih yang panik.


"Suaminya ada?"Tanya dokter Ayu.


"Su-suaminya sedang dalam perjalanan menuju ke rumah sakit dok."Sahut Indah.


Dokter Ayu sedikit mengernyitkan alisnya.


"Iya dok sedang dalam perjalanannya menuju ke rumah sakit ini."Tambah ibu Ratih meyakinkan dokter Ayu.


"Baiklah kalau begitu,jadi Alhamdulillah keadaan ibu Sisil saat ini sudah membaik.Dan saat ini ibu Sisil sedang mengandung dengan usia kandungannya yang masih berusia 3 Minggu."Kata dokter Ayu.


"Hamil dok?"Ulang Indah yang begitu bahagia mendengarnya.


Ibu Ratih dan keluarga sangat bahagia.Karena janin Sisil masih bisa diselamat kan.


"Yeay... Alhamdulillah,Sinta mau jadi Aunty."Seru Sinta yang bahagia.


"Karena usia kandungannya masih muda dan sangat rawan,saya menyarankan untuk ti..... maaf sebenarnya harus ada suami dari ibu Sisil.Nanti tolong sampaikan kepada suaminya untuk menemui saya."Pesan dokter Ayu.


"Baik dok.Kalau begitu apa boleh kami membesuknya?"Tanya Indah ke dokter Ayu.


"Tunggu 30 menit dari sekarang ya Bu.Soalnya ibu Sisil masih perlu istirahat.Kalau begitu saya pamit."


"Terimakasih dokter...."


Dokter Ayu pun melangkahkan kaki meninggalkan ruang Instalasi Gawat Darurat itu.


Sementara itu Nicko tengah ber negoisasi membujuk Andra ditempat parkir agar kembali ke ruangan Intalasi Gawat Darurat,dimana Sisil sedang diberi tindakan.


"Ayolah Andra.. Jangan seperti bocah begini.Sebentar lagi kamu mau jadi bapak lho.."Bujuk Nicko ke Andra yang diluar pintu mobil Andra.


"Mas!Nanti Andra akan kesana,biarin Andra berfikir tenang dulu.Jujur mas,kalau melihat mata orang tua tadi rasanya Andra ingin sekali menonjoknya.Jadi,jangan paksa Andra!Atau Andra akan stress seperti tadi enggak sengaja mendorong dia sampai terjatuh!"Jelas Andra panjang kali lebar.

__ADS_1


"Ok,mas percaya sama kamu.Tapi mas mau antar kamu pulang,karena kamu sedang dalam keadaan emosi.Bullek kamu berpesan kepada mas untuk mengikutimu.Ayok kita pulang."Ajak Nicko sembari masuk ke dalam mobil Andra.


Nicko pun mengantarkan Andra untuk pulang ke rumahnya dan menenangkan dirinya.


__ADS_2