
Indahpun berjalan terburu-buru berharap Mochi tidak mengejarnya lagi.Diapun menyandarkan punggungnya di salah satu pohon kelapa yang besar dan tinggi.
"Huhf...."Indah yang menghela nafasnya.
"Maafin Indah pak Mochi.Maafin Indah,Indah merasa tidak cocok dengan pak Mochi.Mungkin lebih baik kita mengatur jarak."Gumam Indah dan berlalu pergi.
Indah berjalan ke arah keluar dengan buru-buru,tiba-tiba.
Bruuukkk
Dia menabrak seseorang.
"Shiit!!Heh.. Kamu??"Kata Erika yang terjatuh.
"Maaf Erika aku enggak sengaja,"Kata Indah mengulurkan tangannya memberi peetolongan untuk Erika namun Erika mengibaskannya.
"Kemana saja kamu selama ini?"Tanya Erika.
"Apa perduli kamu Erika?"Jawab Indah.
"Bukannya kamu yang mengusir aku?Kamu lupa heh?"Kata Indah yang mau pergi namun tangannya dicekal oleh Erika.
"Lepasin !"Pekik Indah yang menghempaskan tangan Erika.
"Dulu kamu boleh menghina aku menginjak-nginjak harga diriku.Jangan harap saat ini kamu melakukan hal yang sama.Paham kamu.."Kata Indah yang mendorong Erika dan berlalu pergi meninggalkan Erika.
"Ihh... Ngeselin sekali."Kata Erika yang geregetan.
...****************...
1 Minggu...
2 Minggu...
3 Minggu...
Terlewati dengan kesibukannya Indah begitu padat.
Alarm berbunyi sudah menunjukkan pukul 07.00 pagi.Tangan Indah mencoba meraih alarm tersebut dan mematikannya.
Indahpun mendudukkan tubuhnya sambil memegangi kepalanya.
"Ya.. Tuhan kepalaku sakit sekali." Gumam Indah sembari memegangi kepalanya.
Diapun menyibakkan selimutnya dan menurunkan kakinya.Kemudian dia segera berjalan ke kamar mandi ketika dia merasa perutnya ada yang aneh.
"Hoek.. Hoek... Hoek.."
Indah memuntahkan semua isi perut itu diwastafel.Lalu dia membaduh mulutnya dengan air.
"Hoek.. Hoek.. Hoek.."
"Aduh... Aku ini kenapa ya."Kata Indah sembari keluar dari kamar mandi.
Diapun berjalan ke dapur untuk membuat teh hangatnya.Setelah selesai dia duduk di meja makan sambil menyeduhnya.
__ADS_1
"Sepertinya aku masuk angin.Karena akhir-akhir ini pekerjaanku sangat melelahkan."Gumam Indah lagi.
Setelah perutnya enakan diapun bergegas menuju kamar mandi.Entah kenapa hari ini dia merasa letih dan lesu.Diapun juga malas untuk memasak bekal paginya.
Jam 08:00 teng,dia sudah sampai di kantor dan dia bergegas naik ke lantai 2 masuk ke ruangannya.
Tak berapa lama kemudian Sisil datang dengan membawa sarapan pagi.Yaitu Mie Instan berkuah yang diatasnya diberi toping telur.Sarapan paginya anak kos😁.
Ceklek...
"Sisil... "Seru Indah yang melihat kearah pintu ruangannya..
"He.. He.. Ini aku bawaain sarapan Mie ala-ala anak kos."Kata Sisil yang menaruh di meja kerjanya Indah dan dia pun duduk didepan meja Indah.
"Wahh.. Sepertinya enak.Kebetulan sekali aku belum sarapan."Kata Indah dan mencoba meraih mangkok Mie buatan Sisil.
Raut wajah Indahpun berubah setelah dia melihat telur setengah masak dan hidungnya mencium aroma bumbu Mie itu seketika membuat perut Indah kembali teraduk-aduk.Indahpun mulai menutup mulutnya.
"Kamu kenapa Indah?"Tanya Sisil sembari makan Mie buatannya.
Indah yang tak sempat menjawab pertanyaan Sisilpun bergegas menuju ke toilet yang berada di ruangannya.
"Hoek.. Hoek.. Hoek.."Indah lagi-lagi memuntahkan isi perutnya.
Sisil yang mendengar Indah muntah-muntahpun segera berjalan menuju ke toilet.
"Indah.. Indah.. Kamu kenapa?"Tanya Sisil yang berada di seberang sana.
"Indah.. Bukain pintunya dong.Aku khawatir nih."Seru Sisil.
"Kamu sakit kah Indah?Kamu pucat sekali loh.."Tanya Sisil.
"Enggak tau Sil.. Aku merasa letih lesu mual dan sakit sekali kepalaku."Cerita Indah.
"Hah...??"Seru Sisil yang terkejut.
"Kamu kenapa terkejut seperti itu?"Tanya Indah.
"Sorry sebelumnya Indah,hmmmm.. hmm"
"Kenapa Sil?"Tanya Indah penasaran.
"Kamu enggak lagi hamilkan?"Kata Sisil sambil menggaruk-garukan kepala.
"Apa?Hamil?"Ulang Indah terkejut.
"Eh.. Iya soalnya gejala sakit yang kamu alami sama persis seperti gejalanya sepupu aku Indah.Tapi maaf ya.. Mungkin lebih pastinya kamu bisa periksa ke dokter."Saran Sisil dan Indahpun terdiam.
"Ya.. Tuhan kenapa aku baru sadar?Tiga minggu yang lalu Nicko sudah mengambil mahkota ku.Dan sebelum dia berangkat keluar kota,aku dan dia melakukannya lagi.Bagaimana kalau apa yang dikatakan Sisil ada benarnya kalau aku hamil?"Batin Indah.
"Indah halo.. Loha?"Gugah Sisil sambil melambaikan tangannya di depan Indah.
"Eh,ya.. Sil.Lanjutkan makannya ya."Kata Indah ke Sisil.
Indah pun duduk di sofa sedang kan Sisil duduk di meja makan.
__ADS_1
"Kamu enggak makan Indah?"Tanya Sisil sembari menyendokan mienya.
"Iya.. Nanti aja."
"Keburu dingin loh Mienya.
"Buat kamu aja."
"Yakin nih?Padahal ini Mie kesukaan kamu loh.Ya udah kalo enggak mau."Kata Sisil yang menyendokkan Mie nya.
Indah yang duduk di sofa itupun merasa gelisah dan gugup tentang apa yang di alaminya.
"Jam makan siang nanti aku harus memastikannya.Apa benar yang aku alami ini?Apa benar aku sedang hamil anaknya Nicko?"Batin Indah yang nampak gelisah.
"Indah.. Aku balik dulu keruangan ku ya.."Kata Sisil dan membawa dua mangkok nya yang berlalu pergi.
"Iya.."Jawab Indah.
Indahpun kembali ke meja kerjanya dia berusaha membuka komputernya dan searching tentang apa yang dialaminya.Tentunya dia tanya sama si mbah gugell😅.
"Tapi kok.. Ada yang beda-beda ya gejala-gejalnya."
"Hadeeeww jadi pusing."Gerutu Indah.
"Coba nanti jam makan siang aku beli testpack"Tambah Indah lagi.
Indahpun mengambil handphone jadulnya.Dia mencoba menghubungi Nicko berulang lagi.Hasilnya pun nihil,Nicko tidak bisa dihubungi dari tiga hari yang lalu.
"Kemana sih dia ini?Bagaimana kalau aku benar-benar hamil!Bodoh sekali kamu Indah"Kata Indah yang kecewa.
"Siang ini juga aku harus memastikannya.Sekalian aku minta pertanggung jawaban dari Nicko."Gumam Indah Lagi.
Sejak dari pagi Indah sudah gelisah akan tentang dirinya.Ditambah lagi dengan pernyataann dari Sisil kalau sakit yang dia alami adalah gejalanya mirip-mirip dengan gejala-gejalanya orang hamil.
Jam dinding kantor Indah sudah menunjukan pukul dua belas siang.Indah pun sudah izin ke Sisil untuk menyampaikan pesannya ke Mochi bosnya bahwa dia izin pulang.
Sementara dari tadi pagi si bos Mochi belum kelihatan batang hidungnya.
Indahpun pulang dengan berjalan kaki,sebelum dia masuk gang rumahnya dia mencoba mampir ke salah satu apotik.Dia hendak membeli salah satu alat pengecek kehamilan.Tast pack.
Diapun menarik nafas pelan dan mengeluarkannya.Pasalnya ini pertama kali nya dia membeli alat itu.
"Ada.. Yang bisa dibantu kakak?"Tanya salah satu seorang penjaga apotik.
"Mm.. Mm.. Mbak saya mau tanya ada tastpack tidak?"Tanya Indah yang sedikit nampak gerogi.
"Ada kak.Yang merek apa?"
"Aduhh.. Lah dallah.. Yang apa ini?"Batin Indah.
"Emmm... "Indah nampak bingung.
"Yang ini aja lah mas yang akurat hasilnya."Jawab Indah sedikit gerogi.
"Oh.. Baik kak.Tunggu sebentar saya ambilkan."
__ADS_1