
Setelah berlalu pergi meninggalkan Mochi,Indah bergegas menuju tempat parkir dan mengambil. motornya.
"Awwwww..."Lagi-lagi Indah merasa perutnya sakit.
"Kamu kenapa nak?Aw..."Rintih Indah sambil memegangi perutnya.
"Harus cepat pergi dari sini nanti dilihat sama pak Mochi."Gumam Indah.
Dengan menahan rasa nyeri yang diperut,Indah berusaha hati-hati dalam berkendara motor.Rupanya rasa sakit itu tidak tertahan lagi,Indah memutar haluan dia menuju ke arah rumahnya dengan sedikit laju dengan tujuan agar cepat sampai dirumah.
Saat ini pikiran Indah sedang kacau balau.Diperjalanan dia hanya bisa menangis dan menangis memikirkan tingkah suaminya yang tidak berubah.
"Tega kamu mas.. Hiks.. Hiks.."
Tanpa memperhatikan sendnya tiba-tiba Indah langsung membelokkan motornya didekat gang rumahnya.Dia tidak menyadari ada mobil dari arah tikungan yang laju.Hingga mobil itu rem mendadak,namun tabrakan itu tidak bisa dihindarkan.
Indah terjatuh dari motor dan terseret 3 meter.Sementara mobil terhenti saat itu juga di TKP.Semua orang yang pada saat itu berhamburan keluar.
Riuh hiruk pikuk semua orang untuk menolong Indah.Indah dilarikan di rumah sakit terdekat,kebetulan rumah sakit itu dekat dengan rumah Nicko.
Sementara itu,Andra,Sisil dan Mochi sedang ngobrol santai diruang tunggu receptionist sebelum jam interviuw di mulai.
"Oh.. Jadi Andra ini keponakan Indah pak."Kata Sisil yang memperkenalkan Andra ke Mochi.
"Iya pak!"Jawab Andra senyum dengan Mochi.
"Oh.. Terus Andra tinggal dimana?"Tanya Mochi.
"Samia bullek pak!"Jawab Andra dan Mochi nampak mengernyitkan dahi.
"Maksudnya bullek Indah,bullek nama panggilan kesayangan Andra untuk Indah."
"Oh... Iya iya.Sekarang usia berapa?"Tanya Mochi.
"16 tahun pak!"
"Berarti kita beda tipis dong Andra,aku 18 tahun juga kurang lebih sama Indah."Sahut Sisil.
"Heleh.. Enggak ada yang tanya situ kok ge er.?"Ledek Mochi
"Aish apa sih pak Mochi ini?"Gerutu Sisil dan diikuti gelak tawa Andra dan Mochi.
Dering nada telpon Andra berbunyi:
+682........ Callling...... 📞
"Siapa ya?Kok ada nomer ini?"Kata Andra yang melihat layar monitor handphonenya.
"Kenapa Andra?"Tanya Sisil yang kepo melihat layar handphone Andra yang dilihatkan Andra.
"Coba di angkat dulu Andra siapa tau penting!"Titah Mochi dan Andra mengangguk mengangkat telfonnya.
"Hallo......."Kata Andra.Dan Andra terkejut mendengar suara penelpon itu.
"Apa?Itu bullek saya pak!Maksud saya itu bibi saya.Dimana dia pak?"Kata Andra yang tiba-tiba. mengeluarkan air matanya dan menutup telponnnya.
__ADS_1
"Andra.. Kenapa dengan Indah?"Tanya Mochi yang sudah panik.
"Pak tolongin bullek saya pak!Bullek saya kecelakaan dan sekarang dalam penanganan tim dokter.Saya enggak tau dimana tempat Rumah sakitnya namanya Rumah sakit ibu anak."
"Itu kan dekat gang rumah Indah pak.Ayo pak cepat kita kesana.."
"Ok.... Ok semua jangan panik ya."
Andra,Sisil dan Mochi pun bergegas menuju kerumah sakit yang dituju.
Sesampainya dirumah sakit Mochi langsung bertanya kepada salah satu perawat setelah mendapat info diapun menuju ke ruang IGD.
Tidak beberapa lama kemudian perawat membuka pintu.
"Eh.. Suster bagaimana keadaan nya pasien?"Tanya Mochi yang panik.
"Maaf dengan bapak siapa?"Tanya suster.
"Saya sahabatnya..!"Jawab Mochi.
"Suaminya ada?"
"Sus... Tolong to the point sus.. Disini suaminya enggak ada!Nanti saya usahakan untuk mencarinya."Jelas Mochi.
"Baik pak!Ibu Indah mengalami kecelakaan ada tindakan yang harus dilakukan oleh tim dokter.Salah satunya untuk pengangkatan bayinya."Ucap Suster.
"Bayinya kenapa sus?"Tanya Mochi Sisil dan Andra merasa panik.
"Mohon maaf pak.Bayinya ibu Indah meninggal didalam kandungan."
"Hiks... Hiks.. Bullek..."Tangis Andra.
"Indah...??"Sisil juga terkejut.
"Ada keluarganya dari ibu Indah?"Tanya Suster lagi.
"Saya sus keponakannya."Jawab Andra.
"Kalau begitu ikut saya ke ruang admin untuk menandatangi persetujuan selanjutnya."
"Sus.. Tolong berikan perawatan terbaik untuk pasien.Nanti saya yang menanggung semua biaya nya."Ujar Mochi.
"Baik pak.. Kalau begitu kami permisi dulu."Kata Suster yang pergi dengan Andra.
Bugh... Bugh..
Mochi geram meninjukan tangannya berulang kali didinding dan membuat Indah terkejut.
"Astaga.. Pak Mochi kenapa?"Tanya Sisil yang tefkejut.
"Suami macam apa itu Sil?Geram rasanya mau aku pukul !Istrinya cari nafkah banting tulang sampai jadi korban anaknya meninggal!"Kata Mochi yang emosi.
30 Menit kemudian Andra datang menghampiri Sisil dan Mochi.
"Andra bagaimana beres semua kan?"Tanya Mochi yang khawatir.
__ADS_1
"Sudah pak.."Jawab Andra sambil menunduk.
"Andra!Panggil suami Indah dan seret dia kesini."Kata Mochi.
"Baik pak..!"Jawab Andra dan berlalu pergi meninggalkan Sisil dan Mochi.
Andra melangkahkan kakinya menuju rumah Nicko.Beruntung rumah sakit tempat Indah dirawat dekat dengan rumah Indah.
Sampai dirumah Indah...
Andra langsung masuk rumah dan menuju kamarnya.Namun Andra tidak mendapati Nicko didalam kamar,dia mendengar suara Nicko dan beberapa temannya ada dihalaman belakang rumahnya.
Andra dengan emosi mendatangi Nicko yang berada dibelakang rumah.
Prak.. Prak.. prak...
Andra menghambur papan catur dan kursi yang ada di belakang rumah.
"Andra.. Kamu kenapa?"Tanya Nicko geram.
"Kamu ya kak.. Istrimu kritis anakmu meninggal!Dengan bahagianya kamu main catur dan judi seperti ini.Dimana otak kamu."Kata Andra sembari menonjok. Nicko.
Bugh... Bugh.. Bugh..
Andra memukul Nicko membabi buta.Kemudian teman-teman Nicko berusaha menenangkan Andra agar tidak menyerang Nicko.
"Suami macam apa kamu kak!Dimana hati nurani kamu?"Andra yang memaki-maki Nicko.
Andrapun berjalan menghampiri Nicko dan menarik tangan Nicko.
"Ikut aku.!"Bentak Andra yang menggeret Nicko ke halaman depan.
Andra bocah labil 16 tahun itu tidak menyangka memiliki kekuatan dahsyat untuk menghajar Nicko suami Indah.Enggak salah juga dia belajar bela diri demi melindungi bullek kesayangannya.
Nicko hanya terdiam pasrah ketika Andra menggeret tangannya berjalan menuju rumah sakit.
Andra dan Nicko pun sampai diruangan IGD.Nicko terkejut melihat ada Mochi di rumah sakit yang sama.
Melihat muka Nicko sudah muncul,Mochi menghajar habis-habisan lagi.
Bugh... Bugh.. Bugh...
"Suami macam apa kamu heh!"Kata Mochi yang memegangi kerah Nicko.
"Aduh.. Pak,jangan bikin keributan pak.. Nanti kita ditegur."Lerai Sisil yang sambil menahan ngilu melihat Nicko yang babak belur.
Mochi pun melepas tangannya dari kerah Nicko.
Sementara Nicko terduduk lemas setelah dihajar oleh Andra dan Mochi.
"Enggak punya hati kamu Nicko!Apa kurangnya istri kamu?Sampai kamu membuatnya seperti itu."Kata Mochi seraya mau mukul Nicko lagi dan dilerai oleh Sisil.
"Aduh.. Stop pak.. Stop.. "Lerai Sisil.
Nicko hanya bisa diam tidak bisa berkata apa-apa dia.
__ADS_1