Tidak Mudah Menjadi Mama Muda (TM3)

Tidak Mudah Menjadi Mama Muda (TM3)
Episode 56 # TM3


__ADS_3

Dirumah Nicko,


"Kak,coba tolong kakak jelaskan tentang suami kakak."Tanya Indah yang baru turun dari mobil dan berjalan masuk ke dalam rumah mengekor dibelakang Suci.


Sementara Nicko menggendong Zain yang tengah tertidur pulas menuju ke kamarnya.


"CK!"Desis Suci dan kemudian duduk diruang tamu sambil memijit ujung pelipisnya.


"Dia itu bukan suami kakak lagi Indah,dia suaminya Ratih!Ibunya Sisil."Kata Suci dan Indah mendudukan bokongnya di sofa.


"Ibu,tolong diceritakan sedetail-detailnya tentang ayah Andra."Sahut Andra dan mendaratkan bokongnya dikursi sofa disamping Indah dengan nada amarah yang ngos-ngosan sembari mengepalkan tangannya.


"Sabar dong Andra,"Ucap Indah yang mengusap punggung belakang Andra.


#Flashback 22 Tahun yang lalu.


Malam itu hujan turun dengan deras sekali.


Dikamar Suci tengah sibuk menyiapkan baju-baju suaminya yaitu Arya Hendrik Wiguna.


"Mas Hendrik,apa enggak bisa mas minta pindah tugasnya tidak ke luar pulau?Apalagi di pulau Zee mas.Itu jauh sekali."Kata Suci dengan mata yang berkaca-kacanya.


"Seandainya boleh dek.Mas pastilah senang.Tapi ini tugas dari atasan dek,mas mohon kamu jangan seperti ini ya."Hibur Hendrik yang duduk disisi ranjang dan merangkul pinggang istrinya itu.


"Iya mas,tapi kan di perbatasan itu jauh sekali dari kota.Itu letaknya di pedalaman Suci khawatir dengan kamu mas."Jawab Suci sesenggukan ya dan mulai memeluk Hendrik suaminya.


"Jangan gitu dong sayang.. Dengarkan mas ya,ini adalah amanah dari negara.Kamu tau kan tugas suamimu ini adalah mengamankan tanah air kita dari ancaman negara lain dan pemberontak yang ingin memiliki tujuan tertentu."Jelas Hendrik sembari mengusap rambut Suci.


Hendrikpun menatap raut wajah Suci yang nampak pucat dan letih.


"Kamu sakit dek?"Tanya Hendrik yang melihat Suci sedang tidak baik-baik saja.


Suci hanya menggelengkan kepalanya.


"Ya.. Sudah,yuk tidur sudah malam."Kata Hendrik sambil mengangkat ke dua kakinya keatas ranjang dan diikuti Suci.


Keduanya pun terlelap dalam tidurnya dengan saling berpelukan erat.


Pagi haripun sudah tiba.


Hendrik sudah siap dengan segala perlengkapan dinasnya.


"Bapak Ibu,Hendrik titip Suci ya pak."Ucap Hendrik yang sedang berpamitan dengan ayah dan ibu mertuanya.


"Hati-hati ya nak.. Kami akan selalu mendoakan mu,"Ucap ayah Suci sambil menepuk bahu menantunya itu.


"Ibu Hendrik pamit ya,titip Suci ya Bu.Hendrik akan rajin mengirimi kabar lewat surat dan uang untuk Suci."Kata Hendrik sambil Salim takzim.


Tit.. Tit.. Tit..

__ADS_1


Sebuah suara klakson mobil truck sudah berbunyi.


"Dek,mas pamit ya.. Jaga diri baik-baik dan doakan mas ya."Ucap Hendrik berpamitan dan mengecup kening Suci.


Suci tidak bisa berkata apa-apa karena lidahnya terasa kelu untuk berucap.Dia hanya menangis sesenggukan ya melihat sang suami mulai beranjak berjalan menuju mobil truck yang sudah menunggunya.


Dari atas back truk itu Hendrik hanya bisa melambaikan tangannya ke keluarga kecilnya itu hingga mobil itu tak lihat lagi.


"Mas......"Teriak Suci dan pingsan.


"Astagfirullah ya Allah Suci."Kata ibu Suci yang terkejut dan menopang tubuh Suci.


Ayah Suci memanggil seorang mantri yang biasa mengobati orang sakit didesanya.


Suci masih terlihat lemas dan pucat.Ibu Suci menyelimuti Suci dengan kain Jarit dan meraih Indah yang saat itu masih berusia 1 tahun kurang menuju ruang tamu.


"Anak saya sakit apa pak mantri?"Tanya Ayah Suci.


"Bapak akan jadi kakek!"Jawab mantri itu sembari menulis resep.


"Maksudnya gimana pak?"Tanya ibu Suci sambil menatap suaminya yang bengong.


"Suci hamil Bu.Usia kehamilannya sudah berjalan 4 Minggu.Ini saya tulis resepnya nanti tolong ditebus."


"Suci hamil?Alhamdulillah.. Nak,"Ucap syukur ibu Suci.


"Kalau begitu saya pamit dulu ya pak Bu.Assalamualaikum."Pamit mantri tersebut.


"Ya Allah pak Suci hamil,tapi suaminya belum tau keadaan Suci.Malah suaminya tugas jauh sekali.Kasihan sekali kamu nak."Gumam ibu Suci sambil menggendong Indah.


"Kita doakan saja yang terbaik buk buat anak kita dan cucu kita.Semoga mereka selalu dalam lindungan Yang Maha Esa."Ucap Ayah Suci.


"Aamiin."Jawab ibu Suci.


Hari berganti hari,bulan berganti tahun tak terasa usia anak Suci sudah 3 tahun.Selama 3 tahun itulah Hendrik sejak meninggalkan Suci dalam keadaan hamil tak ada kabarnya.


Hingga membuat ibunya meninggal ketika Andra berusia 1 tahun karena serangan jantung mendengar Hendrik menggugat cerai Suci dan lebih memilih perempuan lain yang sudah bersuami.


Hidup Suci benar-benar dalam kehancuran.Dia kehilangan ibunya dan memukul berat di pundak nya yang harus membantu ayahnya mencari nafkah demi anaknya Andra dan Indah adiknya.


Sekejam itu kah dunia?


Batin Suci yang sangat hancur.Ketika suaminya selama 3 tahun,3 kali puasa dan 3 kali lebaran tidak pernah memberinya kabar sejak dia pergi berpamitan menjalankan tugas negara di perbatasan.


Alih-alih dia mendengar kabar kalau suaminya berkhianat.Semenjak itu pula pintu hatinya tertutup hingga sekarang.


Itu sebabnya mengapa Indah dulu sangat ditentang sekali hubungannya dengan Nicko.


Trauma..

__ADS_1


Suci takut sekali kalau kenyataan pahit nya akan ikut dirasakan oleh adiknya juga.


Orang asing,,,


Cinta,,,


Itulah yang membuat trauma yang mendalam bagi Suci.


#Flashback OFF


"Terus kakek nenek Andra dimana Bu?"Tanya Andra.


"Ayah kamu anak yatim piatu."


"Manusia enggak punya hati!"Kata Andra kesal sambil menuju ke kamar dan membanting pintu kamar.


BRAakk


Indah dan Suci terkejut dengan suara pintu yang dibanting oleh Andra.


"Astagfirullah.. Andra."Teriak Indah.


Didalam kamar Andra,


Andra benar-benar terpukul dengan kenyataan saat ini yang harus diterimanya.Dia tidak pernah terpikir kalau ayahnya adalah ayah tiri Sisil.


Ibunya Sisil adalah orang yang menggores luka dihati ibunya.Mereka menari diatas penderitaan ibunya.


"Aku benci semuanya.Ahkkk.."Teriak Andra sambil mengacak rambutnya.


Sementara itu,


Sisil hanya bisa menangis dibalik pintu dan menyandarkan punggungnya sembari menyeka kedua kelopak matanya yang sudah dibanjiri air mata.


Sesekali tangannya mengepal dan memukulkannya pada pintu.


"Hiks.. Hiks.. Baru saja aku merasakan kebahagian,kenapa sekarang aku harus diperlihatkan dengan kenyataan pahit.Tuhan... "Sisil menangis hingga tubuhnya merosot lunglai terduduk dilantai.


Kemudian dia duduk meringkuk memeluk erat tubuhnya dengan sesenggukan ya.


Tok.. Tok.. Tok...


"Kak,ini aku Sinta.Bolehkah Sinta masuk sebentar?"


Sisil terdiam dan tanpa menggubris perkataannya dengan Sinta.


Tok.. Tok.. Tok..


Tok.. Tok.. Tok..

__ADS_1


3 kali Sinta mengetuk pintu namun tidak ada respon dari Sisil,dan Sinta memutuskan untuk meninggalkan kamar kakanya itu.


__ADS_2