Tidak Mudah Menjadi Mama Muda (TM3)

Tidak Mudah Menjadi Mama Muda (TM3)
Episode 45# TM3


__ADS_3

Hari berganti hari bulan berganti bulan.Tidak terasa kehamilan Indah sudah menginjak 7 bulan.Perubahan tubuh Indah juga sangat drastis.Kedua pipinya yang sangat terlihat gembul.Perut besar yang sudah menonjol kedepan. Buah dada yang berisi padat serta perubahan yang lainnya.


Dari sini pesona kecantikan bumil muda sudah terlihat.Banyak customer exspedisinya yang kagum dengan Indah.Nicko memang sangat memanjakan istrinya itu.Usaha yang digelutinya perlahan-perlahan naik.Pundi-pundi rupiah nya juga semakin bertambah.Semenjak Indah mengandung anak ke 2 ini.


Dulu di kehamilan anak Indah yang pertama Nicko gemar main judi online hingga membuat Indah dalam keadaan hamil 7 bulan harus menjadi tulang punggung keluarga dan membuat Indah harus kehilangan bayi nya yang berada di dalam kandungan.


Cerita itu sudah berlalu..


Buah dari kesabaran Indah diganti kontan dengan kebahagiaan yang bertubi-tubi.


Hari ini ada peresmian pembukaan kantor baru milik Nicko di seputaran jalan Mt Haryono.Karena space rumah Nicko sudah tidak bisa digunakan untuk kantor dan workshop,maka Nicko berinisiatif menyewa workshop yang agak luas.


"Sayang... Ayok cepetan mas sudah diluar nih."Panggil Nicko yang sambil memanasin mesin mobilnya.


"Iya mas... "Jawab Indah yang dari dalam rumah.


5 Menit kemudian Indah keluar.Dia berjalan dengan penuh ke hati-hatian sembari tangan kanan yang memegangi pinggang belakang dan tangan kiri menenteng sepatu kets nya.


Hamil besar ini sedikit membuat Indah agak keriwehan salah satunya memakai sepatu bertali.


"Mas.. Tolongin Indah sebentar dong.."Kata Indah yang tangannya tidak sampai menali tali sepatu karena terhalang perut besarnya.


"Hmmm.. Apa sayang?"Jawab Nicko sembari membersihkan mobilnya tanpa memperhatikan Indah.


"Tolong ikatin tali sepatunya Indah."Jawab Indah" yang menyenderkan punggungnya.


"Aduhhh sayang... Mas sedang sibuk nih di tali sendiri ya."Jawab Nicko yang masih sibuk membersihkan spion mobilnya.


"Kalau Indah bisa Indah enggak perlu kok mas minta pertolongan dari mas."Jawab Indah kesal dan Nickopun menoleh ke arah istrinya.


"Astaga.... "Kata Nicko yang berjalan ke arah Indah.


"Maafin mas ya.. Mas lupa kalau kamu hamil besar😁😁."jawab Nicko dan melihat Indah melipatkan kedua tangannya di dada.


"Coba mas berada diposisi Indah.Tidur bolak-balik kesana-kesini.Pinggang sakit,punggung sakit.Kaki bengkak.Jongkok enggak bisa!Mau menali sepatu saja enggak bisa karena terhalang perut besar.Belum kesana kemari membawa perut besar."Kata Indah yang berceramah.


"Iya maafin mas... Ya."


"Indah begini kan juga karena mas!"Tambah indah yang ngedumel.


"Memang mas ngapain?"Tanya Nicko yang sembari mengikat tali sepatu milik istrinya.


"Ya ini ulah mas.Indah di suruh mengangkang teris-terusan."Jawab Indah sambil mengelus perut buncitnya.


"Jangan nyalahin mas dong.Buktinya kamu juga ho a ho e... Enak iya kan😁😁"Sela Nicko mengedipkan mata nakalnya sambil menahan tawa.


"Idiih.. Ya enggak bisa dong."Sahut Indah dengan intonasi tinggi.

__ADS_1


"Ihhhhh... Pokoknya ini salah mas Nicko!Mas Nicko yang banyak memompa sampai balonnya ini besar."Sela Indah sambil menunjuk perut buncitnya.


"Indah cuman ngangkang saja ."Kata Indah beranjak berdiri dan masuk ke dalam mobil.


"Hufttt..."Nicko yang menghela nafas pendeknya sembari menepuk jidatnya.


"Mas... Ayooo.!!!"Panggil Indah melalui jendela mobil.


"Iya... "


"Sabar.. Nicko.. Sabar..."Gumam Nicko sambil berjalan ke arah mobil.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Nicko menjalankan mobilnya dengan kecepatan rendah.Karena workshop tidak terlalu jauh dari rumah 15 menit perjalananpun sampai.


Nickopun membuka safetybelt milik Istrinya.


"Jangan cemberut gitu dong.. "Kata Nicko yang melihat istrinya mengerucutkan bibirnya.


"Au ah..."Gerutu Indah.


"Mmmppppppplpttttt"


Nicko mengecup bibir Indah.Indah pun mendorong pelan tubuh Nicko.


"Mas...."Pekik Indah.


Seakan enggak ada kapok di omelin istrinya Nickopun kembali berulah dengan mengecup bibir istrinya kembali.


Awalnya Indah memberontak menolak,namun lama-lama dia juga mengikuti menikmati kecupan sang suami.Mereka saling berpagut ******* lidah.


Tanpa Indah sadari tangan suaminya itu sudah membuka 2 kancing baju hamilnya.Nicko pun memberi tanda di atas buah dada.


"Stop mas..."Kata Indah dan Nicko kembali duduk dengan posisi seperti supir.


"Jangan main buka-buka an di sini."Gerutu Indah sembari mengancingkan bajunya yang sudah diporak-porandakan oleh suaminya.


"Habis semua lipstik di bibir ini."Tambah Indah sembari melihat cermin di bedaknya.


"Sudah ayoo.. Jangan gerutu.Nanti bisa mas usap lagi lipstiknya dengan bibir mas.."Sahut Nicko yang menggoda istrinya.


Mendengar ucapan dari suaminya Indah segera bergegas bersiap-siap sebelum lipstik dibibirnya di usap lagi oleh suaminya.


Nicko membuka kan pintu mobil untuk istrinya.Dengan erat dia menggandeng tangan istrinya menuju ke workshop barunya.


Step by step acara sudah di mulai dan di akhiri dengan baca doa potong tumpeng dan gunting pita oleh Nicko.

__ADS_1


Andra dan Sisil pun sudah berada di workshop sejak pukul 5 pagi.Mereka adalah garda terdepan yang menyiapkan semua keperluan acara grand opening workshop baru nya Nicko dan Indah.


"Sisil..."Indah yang menghampiri Sisil dan memeluknya.


"Terimakasih banyak ya Sisil atas bantuannya dan waktunya."


"Its okay Indah.. Aku akan selalu ada untukmu."Jawab Sisil.


"Jadi bullek.. Ngomong-ngomong Andra dapat apa nih?"Tanya Andra.


"Helech.. Gitu ya.. Andra sudah mulai hitung-hitungan."Kata Indah seraya menjewer telinga Andra.


"Aauuiu.. Bullek sakit..."Andra yang memegangi telinganya.


"Pagi semua...."


Indah,Nicko,Andra dan Sisil menoleh ke arah


sumber suara tersebut.


"Pak Mochi...."Seru Andra dan Mochi berjalan menghampiri Andra yang berada berdekatan dengan Indah,Nicko dan Sisil.


Raut wajah Nicko pun berubah.Sedangkan Indah mengeratkan tangannya menggenggam lengan suaminya.


Mochipun sedikit melirik Indah ketika dia mengeratkan tangannya di lengan Nicko.


"Selamat Nicko... Atas grand openingnya workshop kamu.Dan selamat sebentar lagi kamu akan menjadi seorang ayah."Ucap Mochi yang memberi selamat ke pada Nicko dan dibalasnya dengan menjabat tangannya.


"Terimakasih Mochi.. Semoga kamu juga segera menemukan tambatan hati."Jawab Nicko sembari memeluk Indah dari belakang.


Nicko sengaja memanas-menasi Mochi dengan memeluk mesra Indah istrinya.


"Yasallam... Apa pula mas Nicko sampai memeluk seperti ini?Aduhai.. Aku merasa enggak enak dengan pak Mochi dan yang lain."Batin Indah.


Dengan gercep Andra menetralkan suasana dengan mengajak Mochi bersama Sisil keliling melihat workshop.


"Mas.. Tolong jangan meluk seperti ini malu."Kata Indah sembari melepas pelukan Nicko.


"Iya malu karena ada Mochi.!"Sahut Nicko kesal.


"Bukan begitu mas kan ini di tempat u..."


"Bela saja terus tuh kekasihmu."


"Kok kekasih?"


"Lalu apa?Pacar?Mantan pacar?"Sahut Nicko kesel.

__ADS_1


"Mas..."Pekik Indah.


"Alahh sudah lah..."Jawab Nicko sembari mengibaskan tangannya dan berlalu pergim


__ADS_2