
Seperti istri pada umumnya diapun mulai menyiapkan baju untuk suaminya.Nickopun bersiap-bersiap setelah selesai mandi dia menuju ke dapur dan membuka tudung saji di atas meja makanya.
"What...?"Kata Nicko terkejut.
"Kenapa Indah enggak masak sih?Perutku lapar sekali."
"Indah.. Indah.."Panggil Nicko ke Indah dan menutup tudung saji.
"Iya mas..."Jawab Indah yang menghampiri Nicko.
"Kamu enggak masak kah?Kok enggak ada makanan?Aku lapar!"Tanya Nicko sambil memegangi perutnya.
"Tadi pagi kan Indah sudah bilang semua bahan dapur habis mas."Jawab Indah.
"Kamu kan punya uang pakai uangmu dulu lah,nanti aku ganti uangmu."
"Mau diganti pakai apa mas?"
"Ya pakai duitlah masak pakai daun."
"Enggak Indah enggak mau ngasih.Mas sendiri yang bikin susah kenapa uang gaji harus dihabiskan?Buat top up gameonline!!"
""Masih lama lagi gajian nunggu 29 hari lagi.Coba dong mas kamu itu mikir.. Aku sedang hamil kita loh butuh uang banyak untuk persiapan lahiran nanti.Kalau uang simpanan Indah kamu minta lama-lama habis mas!"
"Huffff cerewet sekali "Ucap Nicko sembari membalikan badannya.
"Mas.. Mas.. Aku belum selesai ngomong!"Kata Indah yang melihat Nicko berlalu.
"Mas....."Teriak Indah dan Nicko tak mau tau dia ngacir pergi begitu saja.
"Ya Tuhan....."
"Ini enggak bisa dibiarkan keterlaluan kamu mas!"Gerutu Indah.
Tidak berapa lama kemudian ada yang mengetuk pintu rumahnya.
Tok.. Tok.. Tok..
"Iya.. Sebentar.."Jawab Indah sembari membuka pintu rumahnya.
"Selamat pagi mbak.. Ada pak Nicko Andiro?"
"Maaf pak ada keperluan apa ya?Saya istrinya."
"Ini mbak pak Nicko ada tagihan top Up di cell center kami dan pak Nicko akan membayar pada hari ini."
"Tapi suami saya enggak ada ngomong mas."Jawab Indah.
"Ini mbak buktinya."Karyawan cell itu pun memberikan buktinya.
"Astaga mas Nicko."Batin Indah yang melihat tagihan suaminya.
"Ya udah tunggu sebentar ya mas."Kata Indah yang pergi ke dalam rumah dan ksmbali lagi ke depan rumah.
"300 ribu ya mas."Kata Indah dan memberikan uang ke pada karyawan cell center.
__ADS_1
"Iya terimakasih mbak ya."
"Mas.. Memang nya suami saya selain top up game online dia top up apa lagi?"Tanya Indah penasaran.
"Judi online mbak😐"Jawab Karyawan cell center.
"Jam berapa biasanya dia ke cell center mas?"Tanya Indah lagi.
"Ya enggak tentu mbak.Kadang jam makan siang paling sering pulang kerja."
"Ya sudah.. Terimakasih mas ya."
"Iya bu.."Kata karyawan cell center.
"Mas Nicko kamu memang benar-benar ya.."Kata Indah kesal.
Indah beranjak kedalam rumah dan menuju ke kamarnya untuk ganti baju.Dia duduk di meja riasnya dan mulai merias wajahnya.
"Astaga...?Lipstik mau habis pencil alis tinggal sepucuk.. Hedehh masak sekarang beli lipstik aja aku enggak sanggup😭😭😭"
"Ihhhh... " Indah yang kesal sembari menghentak-hentakkan kedua kakinya
Sembari menahan rasa keselnya kepada suaminya,Indah mengambil tas slempangnya dan berjalan ke luar gang.
Dia terlihat berjalan kaki tanpa arah dan tujuan dipinggir jalan raya.Cuaca saat itu sangat terik sekali.
Indah mulai memegangi kepalanya karena dirasa sangat berat apalagi pagi ini dia hanya makan nasi ala kadarnya.Pandangan mata mulai bergoyang dan diapun pingsan dipinggir jalan.
Indahpun dikerumunin orang banyak.Dan dari salah satu kerumunan itu ada orang yang baik hati menolongnya.
...****************...
"Indah..."Kata Sisil yang baru datang.
"Sisil??"Sisil pun memeluk erat Indah.
"Aku kangen sekali sama kamu Indah.Kamu kemana saja?"Ucap Sisil yang melepas pelukkannya.
"Aku dimana Sisil ini?"Tanya Indah sambil kedua matanya melirik sana-sini.
"Ini kos aku Indah.Tadi aku menemukanmu pingsan dan minta tolong sama warga untuk membawamu kesini karena aku enggak tau tempat tinggalmu."Jelas Sisil.
"Terimakasih Sisil kamu sudah menolong ku."
"Iya.. Sama-sama."Jawab Sisil.
"Indah... Boleh aku bertanya sesuatu?"Tanya Sisil dengan raut wajah serius.
"Apa Sil?.."Jawab Indah.
"Kamu sudah menikah?"Tanya Sisil dan Indah menganggukkan kepalanya.
"Kamu sekarang sedang hamil?"Tanya Sisil.
"Iya Sil.. Pertanyaan kamu benar semuanya."
__ADS_1
"Indah.. Pak Mochi sangat sayang sama kamu.Tapi kenapa kamu tega menikah dengan secepat ini?"
"Aduh Sil.. Aku enggak mau membahas pak Mochi ya,rasanya kalau mengingat-ngingatnya aku merasa bersalah.Lebih baik dia mencari wanita yang lebih baik dari aku."
"Terus siapa suami kamu Indah?"
Indahpun mulai menceritakan tentang suaminya kepada Sisil dari A sampai Z.
"Astaga tega sekali Indah sepupumu.. "
"Dan sejak itu aku merasa malu kalau ketemu sama pak Mochi Sil.."
"Terus.. Kamu kenapa tadi berada dipinggir jalan?"Tanya Sisil lagi.
"Aku mau mencari pekerjaan Sil,"Jawab Indah sambil menunduk.
"Kamu kan sedang hamil,bagaimana suami kamu?"Tanya Sisil.
"Aku lelah Sil.. Ada enggak info lowongan pekerjaan?"Tanya Indah yang mengalihkan pembicaraanya.
"Kenapa enggak kerja di Ichida Indah?"
"Jangan Sil,aku ingin menjauh dari pak Mochi."
"Ya sudah nanti aku infoin kamu secepatnya ya..Terus bagaimana aku menghubungimu?"
"Ini nomerku Sil..."Kata Indah sembari mengeluarkan handphonenya.
"Sil terimakazih ya.. Aku mau pamit karena sebentar lagi jam suamiku pulang.Aku minta tolong ya.. Jangan cerita ke pak Mochi kalau kita ketemu."Pesan Indah.
"Iya Indah.Oh ya.. Ini ada sembako buat kamu."
"Sisil??Maksudnya apa ya?"Tanya Indah yang terkejut melihat Sisil memberikan bungkusan sembako.
"Enggak ada maksud apa-apa Indah.Masak aku enggak boleh berbagi dengan kamu,dulu kamu kan sering masakin aku."
"Sisli..."Indah pun memeluk Sisil dengan haru.
"Aku pamit ya.. Terimakasih."Ucap Indah dan menurunkan kedua kakinya lalu beranjak menuju keluar pintu dengan di dampingi Sisil.
Setelah Indah berlalu pergi jauh,Mochi yang ngumpet dari balik kamar mandi keluar menuju ruang tamu menghampiri Sisil.
"Bagaimana pak?Bapak sudah mendengar semuanya kan?"Tanya Sisil.
"Iya Sil,terimakasih banyak ya atas bantuanmu.Kurang ajar si Nicko!!"Mochi yang geram sampai mengepalkan tangannya.
"Iya.. Kasihan Indah pak sedang hamil seperti itu dia rela sampai berhutang .Indah malang sekali nasibmu.."Ucap Sisil.
"Sil,pantau terus Indah ya.."
"Kenapa bukan bapak sendiri?"Tanya balik Sisil.
"Kamu tau sendiri Indah tadi cerita apa?"
"Ingat pak!!.. Indah sudah bersuami!"
__ADS_1
"Iya.. Sil,saya juga paham itu.Saya cuma memastikan saja kalau Indah tidak kenapa-kenaoa.Takut saja saya kalau suaminya menyiksa Indah."Ucap Mochi sedih.
"Bapak terlalu bucin sih,jadi pikirannya kan menjadi parno."Kedek Sisil dan Mochi mengulas senyumnya.