Tidak Mudah Menjadi Mama Muda (TM3)

Tidak Mudah Menjadi Mama Muda (TM3)
Episode 30# TM3


__ADS_3

Hari demi hari dilalui Indah dengan begitu bahagianya menhjadi bumil.Kandungannya saat ini sudah beranjak umur 6 bulan dan perutnya sudah terlihat membuncit.


Sore hari setiap pulang kerja Indah selalu duduk di meja riasnya.


"Alhamdulillah... Tips hari ini,rezeki anak mama."Ucap Indah sambil mengusap perutnya yang menonjol itu dan merapikan uang tips yang diberikan dari customer untuknya.


"Indah... "Panggil Nicko yang datang menghampirinya.


"Apa mas..?"Tanya Indah sembari beranjak berdiri.


"Aku minta uang buat beli rokok dong."Jawab Nicko.


"Bukannya tadi pagi kamu sudah minta ya?"Jawab Indah sembari menata lipatan baju dilemarinya.


"Habis Indah..."Jawab Nicko yang bergantian duduk di kursi meja rias Indah.


"Kok cepat betul habisnya?"Kata Indah.


"Namanya juga dihisap ya pasti habislah


Kecuali punyaku enggak bakalan ada habisnya.Hehehe"Kata Nicko sambil menggoda Indah.


"Astaga.... Enggak lucu Mas,coba dong kamu cari pekerjaan.Lima bulan loh kamu menganggur dirumah,kamu enggak kasian kah sama aku?Masih tega kamu minta uang sama aku?Aku pergi pagi pulang sore mencari uang banting tulang untuk mencukupi kebutuhan rumah kita.Sedikit-sedikit aku menabung buat persalinan anak kita.Mas mikir enggak sih?Aku itu istrimu mas tulang rusukmu bukan tulung punggungmu."Kata Indah yang berceramah.


"Iya.. Iya.."Gerutu Nicko.


"Nanti aku cari kerjaan.Sekarang aku minta uang rokok dulu."Kata Nicko yang tangannya sambil menadah ke Indah.


"Enggak ada mas.!"Kata Indah.


"Astaga kamu enggak mau ngasih."


Kata Nicko sembari mau mengambil uang Indah namun tangannya ditangkis oleh Indah.


"Mas..!Uang ini buat aku beli susu hamil mas,tolong jangan diambil!"Kata Indah kepada Nicko yang berhasil mengambil dompet Indah.


"Kamu beri aku uang apa enggak?"Tanya Nicko lagi ke Indah dengan menahan emosi.


"Enggak.....!"Pekik Indah.


"Ini.. Uang kamu aku kembalikan,tapi kamu jangan salahkan aku kalau aku" mencuri atau merampok dirumah orang lain."Ancam Nicko yang pura-pura.


"Astaga mas.. Otakmu dangkal betul."


"Ya Tuhan.... Ambil sudah mas uang itu ambil."Kata Indah lemas mendudukan tubuhnya dikursi meja rias sembari menahan buliran bening air mata.


Nicko yang tiba-tiba melihat istrinya mau menangis pun tidak jadi beranjak pergi.Dia melangkahkan kakinya dan berjalan menghampiri Indah berlutut mensejajarkan tubuhnya dengan Indah.


Indah nampak menundukkan kepalanya,sembari menggigit bibir bawahnya untuk menahan air mata.


"Indah..."Kata Nicko pelan.


"Kamu berubah mas.. Kamu sudah berubah."


"Aku merasa kamu itu seperti orang lain?Aku lelah mas seperti ini terus."


"Ini aku kembalikan uang kamu."Ucap Nicko sembari menaruh uangnya diatas meja rias lalu dia cium kening Indah dan berdiri.

__ADS_1


"Mau kemana kamu mas?"Tanya Indah.


"Mau keluar sebentar..."Jawabnya pelan dan berlalu pergi meninggalkan Indah sendiri dikamarnya.


"Hufttt...." Indah sembari manarik nafas panjangnya.


"Kapan kamu berubah mas?Aku sudah capek kerja dalam keadaan seperti ini.Tapi kalau aku enggak kerja, bagaimana dengan biaya persalinanku nanti?Yang tinggal beberapa bulan lagi.Ya.. Tuhan berat sekali rasanya aku memikul semua ini.Hiks... Hiks.."


Gumam Indah sambil mengusap perut buncitya.


Menjelang makan malam Indah mulai memasak,kali ini dia sudah leluasa memasak beda dengan 3 bulan yang lalu yang perutnya masih datar dan terkadang merasa mual dan mabok.


Setelah semua sudah selesai Indah mulai mulai menyajikannya di atas meja.


"Sudah jam 7 malam mas Nicko kok belum pulang?"Gumam Indah.


Tok.. Tok.. Tok..


"Iya.. "Sahut Indah dan berjalan menuju kearah pintu.


Indah pun membuka pintu..


"Andra....???"Indah terkejut dengan kedatangan keponakannya itu.


"Bulek..."Ucap Andra dan memeluk bulek kesayangannya itu.


"Ihh.. Perut bulek sudah besar ya.Hai... Sepupu😁😁"Kata Andra sembari mengusap perut Indah.


"Ayok.. Masuk ke dalam bullek kebetulan barusan selesai masak."Kata Indah sembari menutup pintu dan mengajak Andra langsung kedapur.


Andrapun mulai duduk di meja makan dan Indah mengambilkan nasi dan lauk-pauknya...


"Kok Andra enggak ngabarin bulek?Bagaimana kabar ibu kamu?"Tanya Indah.


"Baik bullek.. Ibu Sehat.."


"Syukurlah kalau begitu,terus sekolah kamu bagaimana?"Tanya Indah.


"Aku sudah lulus bullek.."


"Hah..?Seharusnya kan tahun ini kamu masih kelas 3 Andra?"Kata Indah kaget.


"Ihh.. Bullek lupa ya?Andra kan siswa akselerasi loncat kelas😁.."Jelas Andra.


"He he he ... Iya ya.."Jawab Indah sambil menggaruk-garuk tengkuknya.


"Bulek.. Andra rencananya besok mau ke Ichida compannya.."


"What...??"Indah terkejut secara itu perusahaan Mochi.


"Mau ngapain?"Tanya Indah penasaran.


"Andra ditawarin kerja di bidang procurment atau purchasing.Mereka kan membuka lowongan di situs web.Karena bullek merantau disini ya sudah Andra coba aja dan Alhamdulillah Andra diterima."Ucap Andra sambil menyendok suapan terakhirnya.


"Ya.. Sudah besok bullek tunjukin kantornya ya."Kata Indah.


"Iya... Bullek kemana suami bullek?Kok enggak kelihatan?"Tanya Andra.

__ADS_1


"Sedang keluar enggak tau kemana."


Tok.. Tok.. Tok.


"Indah.. Bukain pintunya.."Teriak Nicko diluar sana.


"Sebentar Andra itu sepertinya mas Nicko.."Indah pun beranjak kearah pintu dan membukanya.


"Indah..."Nicko pun tergeletak tiba-tiba didepan pintu.


"Astaganaga... Mas kamu kenapa?"Kata Indah dan berlutut menggugah Nicko.


"Indah.. Kamu jahat sekali sih sama aku."Rancau Nicko.


"Kamu mabok ya mas.. Hoek... "Kata Indah yang muntah mencium bau alkohol Nicko.


"Bener-bener kamu mas.. mas.."Gerutu Indah yang mencoba membantu Nicko berdiri.


Andrapun datang..


"Bullek?"


"Andra tolongin bullek bawa Mas Nicko ke dalam kamar mandi mau bullek guyur orang ini..."Kata Indah .


Lalu Andra memapah Nicko ke kamar mandi yang berdekatan dengan dapur.Andrapun mendudukan Nicko di kloset.


Byurr.. Byur.. Byur..


Indah menyiram tubuh Nicko dengan air yang digayung.


"Sadar enggak mas kamu.. Sadar enggak.."Kata Indah yang bertubi-tubi menyiramkan air ditubuh Nicko.


Andra yang melihat bulleknya marah-marah hanya bisa tertawa dan menggeleng-gelengkan kepalanya.Lalu dia pergi meninggalkan bulleknya.


"Bisa-bisa nya ya mas.. Kamu mabok.Bangun mas..!"Pekik Indah dan akhirnya Nicko gelagapan terbangun karena air yang disiramkan Indah.


Nicko yang sedikit sadar berdiri mendekat ke arah wastafel.


"Hoek..Hoek.."Nicko yang memuntahkan semua isi perutnya.


Prakkkkk


Indah membanting gayungnya dilantai hingga pecah.


"Lanjutkan lagi ya mas setelah ini."Kata Indah kesal dan beranjak pergi keluar pintu namun tangannya diraih oleh Nicko.


Nickopun mau mencium Indah.


Plakkkk plakkkk


Indah menampar bolak-balik pipi suaminya yang menjengkelkan itu.


"Aduh Indah!!"Kata Nicko yang memegangi pipinya.


"Nah.. Sudah sadar?"


"Mpohhhhtttt..."Nicko meraih bibir Indah yang ngomel-ngomel.

__ADS_1


"Ihhh... Jangan sentuh Indah ya mas.Bau tau.."Kata Indah mendorong Nicko pelan dan berlalu pergi meninggalkan kamar mandi.


__ADS_2