
Nicko babak belur dihajar Andra dan Mochi.Dia terlihat duduk sendiri diruang tunggu sembari menunggu dokter yang memeriksa Indah dari ruangan IGD.
Sementara Mochi,Sisil dan Andra juga bersama-sama menunggui dokter.
Dokterpun keluar...
"Dok,bagaimana dengan keadaan istri dan anak saya?"Tanya Nicko sembari sedikit membungkuk dan menahan sakit perutnya.
"Istri bapak keadaannya sudah membaik.Ada jahitan dipelipis dan di lutut karena terdapat luka sobek terus kami juga memasang gips dilehernya ibu Indah tapi untuk bayinya mohon maaf tidak bisa diselamatkan!"Ucap sang
Dokter Nickopun terkejut dan mulai meneteskan air matanya.
"Sabar pak ya... Kami mengucapkan turut berduka,tim perawat sedang mempersiapkan semuanya agar anak bapak bisa segera dimakamkan."Dokterpun berlalu pergi meninggalkan Nicko yang menangis terisak-isak.
"Puas..?Puas sudah kan kakak?"
"Bagaimana perasaannya bullek nantinya kalau bulek tau anak nya meninggal?Anak yang dinanti-nantikannya meninggal?Anak yang diperjuangkannya meninggal?"Tambah Andra yang kesal dengan Nicko.
Tidak berapa lama kemudian suster yang menjaga Indah keluar dari ruangan,
"Sus.. Boleh kah kita melihat keadaannya pasien?"Tanya Mochi kepada suster.
"Maaf pak saat ini ibu Indah belum bisa dijenguk karena masih dalam masa pemulihan.Mohon bersabar ya pak.Untuk suami ibu Indah mari ikut saya sudah waktunya bayi ibu Indah di makamkan."Kata suster yang beranjak pergi dan diikuti Nicko.
Nicko pun segera memakamkan anaknya di pemulasaran terakhirnya.Tangis penyesalan yang tiada henti terus-terusan.
"Maafin papa.. Maafin papa.. Hiks,hiks.."
Tangisnya sembari memeluk nisan anaknya.
__ADS_1
...****************...
Dirumah sakit...
Indah sudah di pindah diruangan biasa,Mochi Sisil dan Andra sudah standby diruangan tersebut.Andra dan Sisil duduk di sofa yang tidak jauh dari ranjang Mochi duduk dikursi samping pasien.
"Indah... Bangun..Bangun..."Batin Mochi.
"Aku ingin sekali memelukmu.."Batin Mochi seraya ibu jarinya yang mengusap pipi Indah.
Sembari mengusap pipinya Indah,Mochi menelisik tatapan matanya tertuju ke arah jemari nya Indah yang sedikit bergerak-gerak.
"Indah...?"Kata Mochi yang memanggil.Sisil dan Andra terkejut dan menghampiri brankar Indah.
Indah membuka kedua mata pelan-pelan.
"Awwww..."Kata Indah yang memegangi kepalanya yang diperban.
"Jangan bergerak dulu ya .Andra tolong panggilkan dokter."
"Baik pak!"Jawab Andra dan bergegas keluar dari ruangan Indah.
Tangan Indah beranjak mulai memegangi perut nya yañg terasa nampak aneh..
"Anakku?"Kata Indah sembari memegangi perut datarnya.
"Indah.. Indah yang sabar ya..."Kata Sisil yang mencoba menenangkannya.
"Anakku memangnya kenapa Sil?"Tanya Indah namun Sisil hanya bisa terdiam.
__ADS_1
"Sisil...?"Tanya Indah lagi.
Tak berapa lama Nicko datang bersamaan dengan dokter.
"Dokter.. Anak saya dimana?"Tanya Indah kepada dokter yang sedang memeriksanya.
"Kenapa semuanya diam?Mas Nicko anak aku dimana?"Tanya Indah.Lagi-lagi Nicko hanya terdiam.
"Mas... Anak kita dimana?Kenapa kamu diam saja?"
Tanya ulang Indah sambil meraih tangan Nicko.
"Ibu Indah.. Mohon maaf bayi yang ibu kandung terpaksa kami angkat karena sudah meninggal didalam kandungan ketika Ibu mengalami kecelakaan."
"Meninggal?"Indah yang shock.
"Kalau begitu saya permisi."Pamit ddokter dan melangkahkan kakinya pergi ke arah pintu luar.Kedua mata Indah menatap tajam ke arah Nicko yang berdiri disamping Mochi.
"Indah benci sama kamu mas.. Indah benci."Kata Indah dan memalingkan wajahnya sembari menahan tangisnya.
Nicko segera duduk dipinggiran ranjang yang menangis sambil menggenggam tangan Indah namun Indah melepas tangan Nicko.
"Indah.. Aku minta maaf.Aku minta maaf Indah,aku menyesal.Aku menyesal.. Hiks.. Hiks.."Kata Nicko.
"Aku mau sendiri.Tolong tinggalkan aku."Kata Indah yang menginterupsi.
"Semuanya... Mari kita keluar."Kata Sisil dan melangkahkan ke pintu keluar diikuti Mochi Andra dan Nicko.
Setelah semuanya pergi,disitulah Indah menumpahkan semua air matanya yang sempat dia tahan.
__ADS_1