
Hari ini Indah pulang ke rumah agak malam pukul 8 malam karena dia dan Sisil sedang ada kerjaan tambahan dari Mochi di kantor.
Sampai nya di rumah,Indah melihat Nicko sudah menunggunya didepan teras sembari duduk dan merokok.
"Jam berapa ini?"Seru Nicko beranjak berdiri dari tempat duduknya.
Indah yang tidak mau tau pun membuka kunci pintu rumahnya buru-buru masuk rumah.Sementara Nicko mengekor dibelakang Indah sembari membuang puntung rokoknya dan menutup pintu rumah.
"Sini dulu..."Kata Nicko menarik tangan Indah dengan kasar.
"Apa sih Nicko.Lepasin!!"
Nickopun menghimpit Indah dibelakang pintu rumah.
"Dari mana kamu?"Tanya Nicko dengan nada amarahnya.
"Peduli apa kamu sama aku?"Tanya Indah balik dengan geram Nicko menonjokkan tangannya di pintu.
Dengan suara jantung dag dig dug Indah mulai ketakutan dengan tingkah Nicko.
"Dari mana kamu?Jawab !!"
"Aku kerja!Mau keman lagi memangnya?"
"Kenapa sampai malam begini?"
"Aku ada meeting Nicko!"Jawab Indah yang mulai kesal dengan Nicko yang diintrogasi.
"Sama bos kamu itu kah?Itu kan bukan meeting namanya tapi kencan berduaan.Meeting yang berkedok modus.Dasar modus!!!"Nicko menuduh Indah.
"Kamu kira aku enggak melihat kamu dilantai dua sedang berpelukan sama bosmu.Dasar ganjen."Kata Nicko yang kasar membuat Indah terdiam dan menatap Nicko tajam.
"Tega benar kamu Nicko menuduhku seperti itu."Batin Indah lalu pergi menuju ke kamarnya meninggalkan Nicko begitu saja tanpa berkomentar.
Nickopun merasa geram melihat Indah mengabaikannya.Diapun mengikuti Indah sampai ke kamar .
Braaakkkkk
Indahpun terkejut ketika Nicko membanting pintu kamar nya dengan keras.
"Apa sih maksud kamu Nicko."Bentak Indah yang menghampiri Nicko.
"Kamu kenapa pergi begitu saja tadi aku belum selesai ngomong!"Kata Nicko dengan nada tingginya.
"Buat apa pula aku harus menjelaskannya ke kamu.Toh ujungnya-ujungnya mulutmu menuduhku perempuan ganjen.Lebih baik aku diam."Jawab Indah yang enggak mau kalah.
"Dengar ya baik-baik.. Kamu itu sudah menjadi milik aku jadi aku harap kamu jaga atitude kamu kalau sedang bersama laki-laki lain selain aku.Aku akan menikahimu.Paham kamu..."Jelas laki-laki yang berumur 25 tahun.
__ADS_1
Indah pun tetap mengabaikan Nicko dan membalikkan badannya.
"Shiit.. "Kata Nicko.
Nickopun meraih tubuh Indah dan dihempaskan diranjang.
"Stop!!!"Kata Indah yang berontak mau mendudukan tubuhnya.
Nicko pun tak perduli dengan Indah.Lagi-lagi dia mengunci kedua kaki Indah dan tangan Indah diatas kepala.
"Lepas Nicko!"Indah yang memberontak dibawah kungkungan Nicko.
"Kamu paham enggak apa yang aku bilang tadi?"
Indah hanya bisa mengangguk terdiam.
"I-iya aku paham..."Jawab Indah.
"Tolong lepasin aku."Pinta Indah yang berada dibawah kungkungan Nicko.
"Enggak!!"Jawab Nicko.
"Apa maksud kamu Nicko?Kurang puaskah kamu tadi malam sudah merebut kesucian yang selama ini ku jaga."
Mmmmmppptthh
Lagi-lagi Indah memberontak namun dengan kuat Nicko mengunci tubuh Indah.Bibirnya berkelana keliaran dimana-mana.Nicko mencium telinga Indah sambil meniup angin dengan mesra ditelinga.
"Nicko... Ahhh..."Kata Indah yang menggeliat sambil menggigit bibir bawahnya.
Akhirnya Nicko mengetahui titik kelemahan Indah.Diapun kembali mengulangi hal yang sama.Suara rintihan itu pun terdengar lagi.
Indah menggeliat ahh.. ahh.. Sambil membusungkan dadanya yang menonjol itu.Nicko mulai menutup kelambu kamar Indah dan kembali memainkan 2 buah yang tertutup blezer yang dilapisi kemeja putih yang berkancing rapat.
Indah menahan tangan Nicko ketika Nicko mulai membuka ritz celana Indah.Kemudian Nicko melakukan lagi hal yang bisa membuat Indah menggeliat mendesis.
Nickopun berhasil membuka bahan blezer hitam itu.Nicko langsung membuka pembatas kain segitiga yang berwarna pink itu dengan mudahnya dia menarik dan dibuangnya.
Dengan gercep dia menekuk kaki Indah di tariknya sedikit agar bisa kepalanya di benamkan di inti kepemilikan Indah.Dibukanya paha nya lalu bersiaplah dia menyesapi bagian inti.
"Ahhhh.. Nicko..."Lenguh Indah dengan suara seraknya.
"Aku enggak tahan Nicko.Ahhh... "Kata Indah sembari menarik-narik rambut Nicko yang berada dibawah sana yang menyesapi lembah hitamnya.
Entah bagaimana baju Nicko dan celananya sudah tertanggal.Kini Nicko duduk dan Indah duduk diatas pangkuan Nicko.
"Ahhhh... "Indah yang merintih ketika kepemilikan Nicko menyatu dengan tubuhnya.
__ADS_1
Nickopun menggoyang-goyangkan pinggul Indah pelan-pelan.Sambil menggoyangkan pinggul Indah Nicko membuka blezer kemeja putih Indah dan terakhir membuka semuanya hingga terlihat dua buah gelantungan mirip buah mangga yang ada biji diujungnya.
Sejauh ini ternyata Indah memulai mengikuti permainan Nicko dengan membusungkan dadanya agar Nicko bisa menyesap dan memberikan sentuhan sensualnya.
"Ahhh aku enggak tahan Nicko.."
Malam hari didalam kelabu itu pun terjadi lagi dua manusia yang bergeyal-geyol menikmati bercinta.Apa yang dibuat Nicko didalam kelambu itu sehingga Indah yang awalnya menolak kini menjadi ketagihan.
2 Jam kemudian Nicko membuka kelambu kamarnya.Dia segera memunguti baju dan celananya yang berserakan dilantai.
"3. Minggu aku mau keluar kota.Aku ingin kamu menjaga diri kamu."Kata Nicko sembari memakai celana.
"Malam ini aku mau berangkat."Sambil membetulkan lengan kemejanya yang dilipat.
Sementara Indah masih diranjang sambil memeluk selimut yang menyelimuti tubuhnya yang tanpa busana.
Nicko mengecup kening Indah dan beranjak mau pergi.
"Seperti itu kah laki-laki kalau sudah puas diranjang lalu ditinggalkannya begitu saja.Miris sekali hidupku mengenalmu."
Nickopun tau maksud Indah,lalu dia mencoba mendekati gadis itu yang tidur membelakanginya.
"Aku kerja Indah.. Aku seorang kurir.Janganlah kamu mempermasalahkannya aku enggak akan kabur,aku akan tetap tanggung jawab."Jelas Nicko.
"Yahh.. Aku harap kamu enggak seperti laki-laki diluar sana yang meninggalkan perempuan begitu saja.Karena realita nya dan ekspektasinya kebanyakan semacam itu."Jawab Indah yang masih membelakangi Nicko.
"Aku bukanlah tipe laki-laki yang seperti kamu sebutkan tadi ya.Aku pun akan bertanggung. jawab kepada keluarga kecil ku suatu saat nanti."
"Semoga saja.." Seru Indah.
"Keperluan rumah sudah aku penuhi.Aku berangkat ya.. "
Sebelum pergi berangkat keluar kota Nicko menyempatkan diri untuk mengecup kening Indah dan berlalu pergi.
Indahpun mendudukkan tubuhnya meringkuk memeluk erat tubuhnya di keheningan malamnya.
"Ya.. Tuhan.. Ampunilah dosa-dosaku ini."Katanya yang menunduk dan mengusap kasar wajahnya.
"Maafin anakmu ini ayah... Indah sudah kotor,Indah sendiri jijik dengan diri ini ayah." Gumam Indah.
Indahpun turun dari ranjang dan menyiapkan dirinya untuk membersihkan badannya dikamar mandi.
Dibawah guyuran air shower dia menikmati gemercik air.
Diapun terngiang-ngiang akan Mochj yang menyatakan cinta padanya.
"Bapak terlalu sempurna untuk Indah,sementara Indah adalah perempuan kotor yang tidak cocok berdampingan dengan Indah.Maafin Indah pak."Gumam Indah sembari memejamkan matanya dibawah guyuran air shower.
__ADS_1