
Ichida Company...
Pukul 08:00 pagi seperti biasa Mochi datang ke kantor selalu tepat waktu.Dia memarkirkan mobilnya di depan kantornya.Dia membuka pintu mobil berjalan menuju kantornya.
"Pagi Sisil..."Sapa Mochi ke resepsionisya.
"Pagi pak... Hmmmmm wangi nya pak Mochi."Sahut Sisil yang melihat bosnya sudah berlalu pergi.
Mochipun berjalan menuju ke ruangannya.Langkah Mochi terhenti ketika melewati ruangan sekertarisnya Indah.Dia membalikkan badan dan berjalan ke arah pintu ruangan dan membukanya.
Setiap kali aku membuka pintu ini,aku selalu melihat mu duduk manis menatap layar monitor komputer. Entah kenapa kalau tidak melihatmu sehari saja aku merasa tidak memiliki semangat.Seperti pagi ini... "Batin Mochi yang berjalan ke meja kerja Indah.
Mochi duduk miring di atas meja kerja Indah yang tertata rapi.Tangannya meraba komputer yang biasa zIndah pakai untuk kerja.Kemudian tangannya menyenggol figura kecil yang berdiri di samping komputer.Mochipun mengambilnya.
"Sekarang kamu dimana?Aku kangen dengan mu..."Batin Mochi yang memeluk erat foto Indah.
Nampak diluar sana Sisil sedang berdiri ditengah pintu yang lupa ditutup oleh Mochi.
"Kasian sekali si bos.Hmmmm Indah seandainya kamu tau keadaan bos Mochi."Batin Sisil sembari memeluk map coklatnya.
Tok.. Tok...
Mochipun tergagap dengan ketukan suara pintu.Lalu dia menoleh kearah pintu.
"Iya Sisil.. Masuk lah."Perintah Mochi dan Sisilpun melangkahkan kakinya.
"Bapak kangen ya sama Indah?"Tanya Sisil dan Mochipun menatap tajam ke arah Sisil.
"M-Maaf pak."Ucap Sisil yang menunduk.
"Enggak apa-apa kok Sil!Yang kamu katakan itu memang benar,aku kangen sekali sama dia."Jawab Mochi.
"Sabar ya pak.. Pak ini saya membawakan surat pengunduran diri dari Indah."Kata Sisil.
"Indah datang kesini Sil?Kenapa kamu enggk bilang?"
"Surat nya aja pak! Orangnya enggak ada."Jawab Sisil.
"Oh.. Ya udah terimakasih Sil."Jawab Mochi sembari senyum.
"Sil,minta tolong sama pak Roni ya setiap hari untuk membersihkan ruangan ini.Ingat jangan sampai ruangan ini bentuknya berubah ya dan satu lagi ruangan ini tidak diperbolehkan untuk digunakan apa pun tanpa terkecuali izin dari saya."Ucap bosnya Mochi.
"Baik pak!"
"Satu lagi tolong ambil kan berkas-berkas di meja saya dan bawa kesini ya."Ucap Mochi sembari duduk di kursi Indah.
__ADS_1
"Baik pak!"
"Aduhh pak Mochi se bucin itu kah bapak sama Indah?Indah.. Indah.."Batin Sisil dan berlalu pergi.
...****************...
1 Minggu kemudian dirumah Nicko,,
Pagi-pagi sekali Indah sudah bangun.Seperti hari-hari biasa menjelang subuh Indah mengalami morningsickness.Diapun segera menuju kamar mandi.Dia juga tidak melihat suaminya yang berada dikamar.Niat Indah mau mencari suaminya tapi apalah daya dia enggak bisa menahan rasa mualnya.Setelah selesai membasuh mulutnya,Indah bergegas menuju ke luar kamar.
Dan benar saja dia melihati suaminya yang sedang bermain game online diruang tamu.Indahpun menghampirinya.
"Kamu enggak tidur kah mas?Ini sudah menjelang subuh loh!"Tamya Indah ke Nicko.
"Iya bentar.Terus. Terus.. Terus kanan."Nicko yang sambil memainkan game dihandphone yang baru dia beli.
"Mas.. Sebentar lagi kamu kerja loh."Kata Indah pelan yang duduk disamping Nicko.
"Ya.. Yah.. Jadi kalah deh!"Kata Nicko.
"Aish.. Apa sih kamu ini Indah!Jadi kalah kan.'"Kata Nicko yang marah.
"Astaga mas... Kamu kok segitunya?Aku itu mengingatkan kamu untuk istirahat terus biar nadan kamu segar waktu kerja."Kata Indah dan Nickopun berdiri mau beranjak pergi.
"Mas...!"Pekik Indah dan menarik tangan tangan Nicko.
"Mas.. Beras habis dikulkas tidak ada apa-apa lagi terus gasnya sebentar lagi habis belum air.."
"Iya-iya.."Sahut Nicko.
"Jangan iya-iya dong mas.Hari ini kamu kan gajian."
"Huuuffftt... Hari ini enggak gajian."Jawab Nicko.
"Kenapa mas kok begitu?"
"Uangnya sudah habis untuk top Up game OnlineðŸ˜ðŸ˜"Jawab Nicko tanpa ada rasa bersalah.
"Apa mas?Habis?Ihhhh... Kamu itu tau enggak sih mas?Kebutuhan dapur kita itu sudah habis semua.Bisa-bisa nya kamu menghabiskannya untuk hal-hal yang unfaedah seperti ini sih.."Kata Indah sembari memegang kepalanya yang berasa seperti ditusuk-tusuk.
"Pakai uangmu dulu lah.."Jawab Nicko asal.
"Mas itu asal,itu tabungan buat Indah melahirkan nanti."Pekik Indah.
"Sekarang kan belum.Pakai saja dulu itu.."Sahut Nicko dan berlalu meninggalkan Indah.
__ADS_1
"Mas.. Mas.. "Teriak Indah ke Nicko yang berlalu petgi meninggalkan Indah di dapur.
"Astaga... Mas Nicko,kamu kena setan apa sih?Kenapa sifatmu berubah seperti ini?Atau aku yang belum mengenal kamu sepenuhnya?"Batin Indah.
"Asataga.. Perutku lapar sekali."Kata Indah sambil berjalan menuju ke arah dapur.
Indah membuka pintu kulkas dia mencoba mengolah apa yang ada di kulkas untuk mengganjal perutnya yang melilit.
"Sabar ya Nak..."Ucap Indah sembari mengusap perut datarnya.
Akhirnya Indah memasak nasi putih yang bersisa 3 mug dan memasaknya di penanak nasi agar timernya lebih cepat.
"Astaga.. Enggak ada sama sekali lauk-pauknya.Maafin mama ya nak.. Mama harus memberimu makan bersama garam."Batin Indah sedih dan mengusap perut datarnya.
Beberapa menit kemudian nasi yang dimasak Indah di penanak nasi sudah mulai matang.Diapun memulai mengambil dan ditaruhnya dipiring.
"Alhamdulillah,, bisa makan cukup bersyukur"Ucap Indah.
Sesaat Indah teringat sebelum dia menikah dengan Nicko.
"Kamu kenapa berubah mas?Disaat suami yang lain sedang berbahagia dengan istrinya yang hamil dan bermanja-manja,tapi kamu telah mematahkan hatiku."Batin Indah.
Setelah selesai Indahpun membangunkan Nicko untuk bekerja karena jam dinding sudah menunjukan pukul 07.00 pagi.
"Mas.. Mas..Bangun!"Gugah Indah sembari menarik selimutnya.
Nickopun menarik selimutnya lagi.
"Cep.. Cep.. cep!"
"Mas....!Kata Indah berteriak.Mas lihat enggak itu jam berapa?Nanti kamu terlambat."Teriak Indah.
"Ashh.. Aku hari ini enggak masuk!"Kata Nicko yang mendudukan tubuhnya.
"Astaga mas kamu bener-bener.Aku sedang hamil mas.. Biaya kehidupan setiap harinya naik terus!Kamu mau kasih makan apa anak istrimu nanti?"
"Ahhh.. Berisik kamu."Kata Nicko dan mendorong Indah pelan dan berlalu masuk keruangkamar mandi.
"Mas.. "Pekik Indah.
Brakkkkk...
Nicko yang membanting pintu dengan keras dan membuat Indah tergaget.
"Astaga.. Ya tuhan pernikahan yang baru saja kujalani harus menerima pil pahit kenyataan.Dia yang dulunya manis sekarang nampak begitu buas."
__ADS_1
"Mungkin aku yang bodoh tidak memilah sebelum berumah tangga.."Batin Indah lagi yang menyesali tentang keadaannya
.