Tidak Mudah Menjadi Mama Muda (TM3)

Tidak Mudah Menjadi Mama Muda (TM3)
Episode 62 # TM3


__ADS_3

Kurang lebih 6 hari Sisil dirawat dirumah sakit.Hari ini adalah hari kepulangannya.


Ibu dan ayah Hendrik tidak bisa menjemput karena ada yang harus dikerjakan di toko mereka.


Sisil ditemani Sinta,kebetulan yang hari Minggu ini Sinta tidak ada kegiatan sekolahnya.


"Kok kakak kelihatan sedih gitu?"Tanya Sinta sembari mengemasi baju-bajunya Sisil di tas.


Sisil hanya menggeleng kan kepala saja.


"Kakak mikirin kak Andra ya..??"Tanya Sinta.


"Enggak!Buat apa mikirin brondong gak jelas itu,"Gerutu Sisil sambil mengerucutkan bibirnya.


"Helech,bilang aja kangen enggak usah gengsi kali ya."Tambah Sinta lagi dan tertawa ngikik.


"Wechhhh sejak kapan kamu pintar kepo?"Kata Sisil menatap tajam adiknya.


"Entah."Jawab Sinta sambil menggendikan kedua bahu keatas.


"Eh,kenapa ya 2 dua hari yang lalu dia tidak memberi kabar setelah dari sini?"Tanya Sisil yang sedikit khawatir.


"Katanya kakak sudah putus?Terus kenapa kakak menjadi kepo seperti itu?"


"Hah???I-ya kah..."Jawab Sisil sembari menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Lah,kakak nanyeaaak.. Kakak bertanya-tanya.Ha... ha..."Kata Sinta ngakak sembari menutup mulutnya.


plug...


Sisil yang jengkel melempar bantal ke arah Sinta.


"Sialan loe..."Umpat Sisil kesal.


"Sudah ahk.. Ayo kita pulang.Bosen lama-lama dirumah sakit."Kata Sisil ketus.


"Tunggu suster kak buat cabut infus.Kakak mau aku yang cabut infusnya?Kalo mau ayok sini aku cabutin.."Ujar Sinta sembari pura-pura mencabut infus kakaknya.


"Eits,no... no..."Cegah Sisil dengan mendorong Sinta pelan.


Setelah 5 menit menunggu suster untuk mencabut infus,Sinta dikagetkan dengan sosmed Andra.


"What???"Kata Sinta terkaget dan lemas melirik ke arah kakaknya Sisil yang masih terduduk di atas brankar.


"Kenapa dek?Kok kamu melihati kakak seperti melihat kuntilanak?"Tanya Sisil dan Sinta menjawab dengan mengedipkan ke dua matanya.


"Coba deh kakak lihat sosmednya kak Andra!"Suruh Sisil.


"Enggak punya!"Jawab Sisil dan Sinta menaikan ujung alisnya.

__ADS_1


"Maksud kakak,dia udah kakak blokir saat putus 2 Minggu yang lalu.Memang ada apa sih?"Tanya Sisil dan merebut ponsel Sinta yang kepo.


Setelah melihat sosmed Andra,Sisil nampak menahan air matanya yang akan terjatuh.Dia juga menutup mulutnya dengan tangannya karena merasa kaget.


"Ini Sinta handphone kamu."Ucap Sisil yang mengembalikan handphone Sinta dan tak terasa air mata yang ditahannya mulai jatuh juga.


"Kakak?"Kata Sinta dan memeluk Sisil.


"Hiks.... Hiks..."Tangis Sisil yang pecah.


"Sialan itu brondong!Kamu lihat kan dek?Dia mau menikah hari ini,"Ucap Sisil dengan kesal.


"Apa coba maksudnya kemarin datang kesini memberi harapan palsu seperti itu?.Pantas saja dia menghilang tidak memberi kabar."


"Pengecut..."Umpat Sisil yang geram


"Ihhh... Aku benci kamu Andra,"Teriak Sisil yang sembari menangis Sendu di pelukan Sinta adiknya.


"Aku mau pulang dek,ayo.. "Rengek Sisil dan Sinta bergegas membawa tas yang berisikan baju-bajunya Sisil.


Diperjalanan pulang,Sisil hanya menyenderkan kepalanya di bahu Sinta sang adik sembari menangis Sendu.


"Kasian sekali kamu kak?Baru saja sembuh dari sakit kini harus menelan pil pahit."Gumam Sinta sembari mengusap rambut kakaknya yang tergurai panjang.


"Kakak kamu memang jahat!"Pekik Sisil sendu.


"Sabar kak ya..."Ucap Sinta yang kalem.


Sisil keluar dari mobil di bantu Sinta,sementara driver membantu mengeluarkan barang-barangnya dari bagasi mobil.


Mereka berdua berjalan memasuki pelataran rumah Sisil.


"Sepi banget dek,apa ayah dan ibu belum pulang ya?"Tanya Sisil yang mulai menarik tuas pintu rumahnya.


Dan????


Ceklek....


"Supriseeeeeeeee...."


Teriak orang-orang yang banyak sekali di dalam rumah Sisil.Sisilpun terkejut sembari menutup mulutnya dengan kedua tangannya.


"Omaigaddd?Ini ada apaan ya?"Tanya Sisil yang keheranan.


"Kenapa banyak orang di dalam rumah?"Tanya Sisil lagi.


Tap .. Tap... Tap...


Suara sepatu pantofel yang berbunyi nyaring ketika suara orang-orang diam.Orang-orang tersebut membuka kan jalan kepada pria yang memakai jas hitam dalaman putih berjalan mendekati Sisil.

__ADS_1


"Andra...."Batin Sisil.


Andra menekuk salah satu lututnya dan membungkukkan sebagian badan serta tangannya yang meraih tangan Sisil.


"Hai,baby.. Would you marry me?"Ucap Andra dan Sisil masih terdiam.


Sisil masih terdiam mematung karena masih tidak percaya,tadi dia sempat melihat sosmed Andra yang menunjukan Andra akan menikah.Tapi sekarang kenapa dia mengajaknya menikah.


"Terima.. "


"Terima.."


Sorak para tamu undangan yang sudah mulai heboh.


"Terima saja nak,ibu sudah merestui kalian menikah."Sahut ibu Suci yang tak lain adalah ibu Andra.


"I-ibu Suci?"Sisil yang terbata karena terkejut melihat ibu nya Andra yang datang tiba-tiba.


"Iya nak.Andra ingin menikahi mu.Apa kamu mau menjadi istrinya Andra?"Tanya ibu Suci dan membantu Andra berdiri.


"T-ta...Pi."


"Jangan merubah pikiran Sil?"Sahut ibu Ratih yang datang tiba-tiba menghampiri putrinya itu.


"Ini bukan mimpikan Bu?"Tanya Sisil yang sedikit bingung.


"Enggak Sisil.Intinya kamu mau enggak menikah dengan brondong jagung ini."Tambah Indah yang datang tiba-tiba.


"Ahk.. Indah,, kaliannnn..."Seru Sisil sembari memeluk Ibu Ratih,ibu Suci dan Indah.


Tak lupa Sisil yang menciumi balita Zain yang menggemaskan itu hingga menangis.


"Sisil ..."Kata Indah yang menaikan ujung alisnya.


"He.. He.. He.. Sorry sorry aunty minta maaf Zain.Muaaahhh... Ikut mamy Indah dulu ya."Kata Sisil dan menyerahkan balita Zain ke induknya .


"Ayok siap-siap kamu mau di make up!1 jam lagi acara akad akan dimulai."Seru ibu Ratih.


"M-maksudnya Sisil dan Andra merrid hari ini juga Bu?"Tanya Sisil yang masih penasaran.


"Sudah,kamu make up sekarang!Sebelum aku berubah pikiran!"Pekik Andra yang melucu dan dibalas dengan tatapan Sisil yang menghunus sambil menuju ke kamarnya.


Andrapun ketawa ngikik puas dalam mengerjain calon istrinya itu.


"Jangan lupa kak ya,, uang jajan buat Sinta."Kata Sinta yang mengingatkan Andra.


"Oh,,tentu kak Andra tidak akan lupa dengan adek kakak."Jawab Andra sambil mengedipkan salah satu mata jahilnya.


Setelah Sinta berlalu menuju ke kamar Sisil dan para tamu undangan itu sudah kembali ke tempat duduk masing-masing,Andra tegap berdiri sambil tangan kanan memasuki kantong celananya tiba-tiba dihampiri oleh ayah kandungnya yang berdiri disampingnya.

__ADS_1


"Selamat ya nak,, sebentar lagi kamu akan menjadi seorang suami."Ucap Hendrik sembari mau memeluk Andra namun Andra menolak.


"No... Jangan memeluk ku.Terimakasih atas ucapannya!"Jawab Andra dengan wajah datarnya lalu berlalu pergi menjauh.


__ADS_2