Tidak Mudah Menjadi Mama Muda (TM3)

Tidak Mudah Menjadi Mama Muda (TM3)
Episode 15# TM3


__ADS_3

Seminggu setelah kejadian pengusiran Indah itu,membuat Indah semakin kuat.Dia lebih banyak-banyak bersyukur bisa hidup tanpa tekanan.


Sementara keluarga Erika sendiri kini dalam terpurukan.Banyak orang yang berdatangan silih berganti mencari Erika,Siti maupun Didi.


Alih-alih karena mereka terjerat hutang piutang.Siti dan Didi terpaksa menggadaikan surat Bpkb nya untuk melunasi uang arisan dan untuk memutar kan uang modal usaha warungnya.


Sedangkan Erika dicari-cari orang karena namanya yang disalah gunakan Siti dan Didi dalam meminjam uang koperasi.


Brakkkkkk


Erika yang menggebrak meja makan.


"Bisa-bisanya ya.. Kak Siti dan kak Didi itu mencatut nama Erika untuk pinjam uang kesana kesini.Erika yang ditagih-tagih hutang sana-sini."Kata Erika yang disulut Emosi.


"Ini semua juga berawal dari kamu!Coba kalau hasil jualan nya disimpan baik-baik kita enggak akan terlilit hutang seperti ini."Kata Didi yang menunjuk Erika.


"Semua kamu berikan kepada Okta!Dasar bodoh kamu itu jadi perempuan,"Tambah Didi ke Erika.


"Apa?Saya bodoh?Hey... Ingat siapa yang menyelamatkan kamu dari hutang belasan juta kalau bukan bapakku!"Kata Erika yang mengungkit masa lalu Didi.


"Sekarang usaha bapak yang memegang kalian berdua hancur!"Tambah Erika lagi.


"Siti!!!Ajari adik kamu untuk bersikap sopan santun sama orang yang lebih tua."Kata Didi yang emosi.


"Erika sudah.. Stop.. Stop.."Kata Siti sambil memijit ujung pelipisnya.


"Dasar enggak istri,enggak suami sama saja kalian."Gertak Erika yang berlalu pergi menuju kamarnya.


10 menit kemudian Erika keluar dan membawa 1 buah koper.


"Mau kemana Erika?"Tanya Siti yang menghawatirkan adiknya.


"Mau pergi!!"Kata Erika yang berlalu.


"Erika... Erika..."Panggil Siti.


"Biarkan dia pergi Siti!Enggak ada untungnya dia disini."Bentak Didi.


Erikapun pergi menuju ke kos-kosannya Okta.Sesampainya di kos-kosan Okta,Erika terkejut karena ada anak kecil laki-laki yang berumur 7 tahun sedang bermain didepan kos-kos an Okta.


"Papa.... "Panggil bocah cilik itu.


"Iya...."Oktapun keluar dan terkejut melihat Erika berdiri didepan kos-kosannya sambil mrmbawa koper.


"Erika???"Kata Okta dan Erika diam seribu bahasa.

__ADS_1


"Siapa sayang....??"Seru seorang perempuan cantik yang kira-kira usianya 30 tahun yang keluar dari dalam kos.


Okta dan Erikapun terdiam kikuk.


"Kenalin... Ini istriku Maya!"


Okta mengenalkan Istrinya kepada Erika.


"Istri?????"Tanya Erika.


"Jadi selama ini kamu sudah beristri dan punya anak.?"Kata Erika sambil mendorong-dorong tubuh Okta dengan emosi.


"Eh.. Eh.. Mbak mbak mbak itu siapa?Mbak datang-datang mengamuk ke kos-kosan suami saya!!"Lerai Maya yang melihat suaminya di dorong Erika sembari menghujani Okta dengan bogeman ke wajah Okta.


"Tanya suami kamu!Aku ini siapanya dia..?"Bentak Erika sambil menunjuk Okta.


"Diam kamu!Kamu itu yang menggodaku,dasar perempuan murahan kamu."Bentak Okta ke Erika.


"Brengsekkk kamu Okta."Kata Erika dan berlalu pergi meninggalkan kos-kosan Okta dengan sesenggukan.


"Ahhhhhhhkkkkkkk"Teriak Erika dipinggir jalanan.


"Hiks... Hiks..."


"Brengsek kamu Okta.."Teriak Erika.


Erikapun menelpon Om Wawan sugar daddynya.30 Menit kemudian Om Wawan datang menjemput Erika.Erika segera masuk ke dalam mobil Om Wawan.


Om Wawan pun menjalankan mobilnya tanpa tujuan untuk menghibur Erika.


Om Wawan pun membawa Erika ke villa pribadinya Om Wawan.Om Wawan memarkirkan mobilnya di garasi villa.


Villanya ukurannya kecil sederhana berada di dekat perkebunan dan persawahan yang jelasnya sedikit jauh dari kota.


Erika memasuki villa itu setelah Om Wawan membuka kan pintunya.


Kemudian Om Wawan menunjukan kamar utama Erika.


"Mandilah.. Biar segar.."Titah Om Wawan dan Erikapun menurutinya.


Sementara Om Wawan sedang duduk dipinggiran ranjang sambil menonton tv.Kamar yang ditempatinyapun cukup sederhana.


Setelah Erika selesai mandi,dia keluar dari kamar mandi bebalurkan handuk yang menutupi tubuhnya dan menggunakan bandana warna pink untuk mempercantik dirinya.Kemudian dia mendatangi Om Wawani yang sudah menunggunya dipinggiran ranjang.


Om Wawanpun langsung menarik tubuh Erika yang duduk dipinggiran ranjang untuk duduk dipangkuan Om Wawan.

__ADS_1


Om Wawanpun memeluk pinggang ramping Erika sembari membenamkan wajahnya ke dua gundukan yang tertutup handuk.Sementara tangan Erika mengalungkannya di leher Om Wawan.


"Om punya sesiatu buat kamu."Kata Om Wawan yang sambil mencium pipi Erika.


"Apa itu..?"Tanya Erika yang masih mengalungkan tangannya dileher lelaki paruh baya itu.


"Iya.. Nanti."Kata Om Wawan sambil mengedipkan salah satu mata nakalnya.


"Idih... Genit"Kata Erika yang mencubit hidung mancungnya Om Wawan.


"Aishhh... Mulai ya kamu nakal."Kata Om Wawan yang menggelitik tubuh Erika.


"Ha.. Ha.. Ha.."Gelak tawa keduanya.


Om Wawanpun merebahkan tubub Erika.Handuk yang menutupi tubuhnya Erika pun dibuang ke lantai.Lalu dia menekuk kedua kaki Erika dan mulai membuka pahanya.


Hujan dikala sore itu membuat syahdu antara Erika dan Om Wawan.Suara rintihan saling sahut menyahut.Mereka berdua bebas berekspresi kan gaya.Hingga sebuah penyatuan terlaksana.


"Hmmmmmpptt.."Kata Om Wawan mengecup bibir Erika yang ditindihnya.


Om Wawanpun mendudukkan tubuhnya sembari membuang alat pengamannya ke tempat sampah.


Sementara Erika menarik selimut untuk menutupi tubuhnya.


Om Wawan memakai celana pendeknya dan mengambil sesuatu di lemari seperti berkas file.Dia pun mendudukkan kembali bokongnya di pinggiran ranjang dengan Erika.


"Erika.... Ini ada surat tanah villa ini atas nama kamu.Om berikan untuk kamu.Apapun yang terjadi jangan pernah ya kamu menjual villa ini.Karena ini Om membelikan untuk kamu."Kata Om Wawan yang memberikan Erika sertifikat Villa.


"Ini untuk apa Om?"Tanya Erika yang sedikit bingung.


"Ya buat berteduh lah.Sekarang kamu lihat Siti dan Didi kebingungan dikejar-kejar hutang.Belum lagi dikejar-kejar sewaan kontrakkan.Paling tidak tempat ini bisa untuk berlindung kamu."Jawab Om Wawan.


Erikan pun menganggukkan kepalanya sebagai tanda bahwa dia sudah mengerti atas penyampaiannya Om Wawan.


"Dan suatu saat apabila Om pergi mendadak dan meninggalkan benih di rahimmu,tolong dijaga dan disayangi dia ya.Sesusah apapun kamu menjaga dia janganu pernah meninggalkan dia ya."Pesan Om Wawan.


"He.. He.. Om Wawan ini rancau deh omongannya.Mana bisa Erika hamil!Kita kan bercinta selalu memakai pengaman!"Kata Erika yang ketawa ngekeh.


"Kalau kamu beneran hamil bagaimana?"Tanya Om Wawan ke Erika.


"Aishh.. Gak mungkinlah Om,"Kata Erika dan memulai menarik selimutnya.


"Ingat masih ada istri Om."Kata Erika.


"Itu saja pesan Om diingat ya..."Pesan Om Wawan dan Erika menganggukan kepalanya.

__ADS_1


__ADS_2