Tidak Mudah Menjadi Mama Muda (TM3)

Tidak Mudah Menjadi Mama Muda (TM3)
Episode 13# TM3


__ADS_3

Hari ini hari sabtu,


Entah kenapa akhir-akhir ini Indah merasa letih.Mungkin karena dia kerja nonstop.Pagi hari ke kantor,habis ke kantor harus bantu-bantu kerja di warung.


"Semangat Indah,,!!"Kata Indah yang menyemangati dirinya sendiri.


"Hari ini libur dulu jualan Indah,jadi enggak perlu masak banyak ya.Secukupnya saja buat kita."Kata Siti yang tiba-tiba baru datang dari pasar subuh.


"Iya kak,"


Indahpun memindahkan barang belanjaannya dari motor Siti ke meja.Setelah selesai memindah Indah siap-siap pergi ke kantor.


Ichida Company,,


Tok.. Tok...


Suara ketukan pintu dari luar ruangan Indah.


"Masuk.."Seru Indah sambil menoperasikan komputernya.


"Ehem.. Ehem.."


Indahpun langsung menoleh ke arah suara deheman itu.


"Bapak???"Kata Indah yang terkejut melihat Mochi yang membuka pintunya.


"Kok kaget..?"Tanya ulang Mochi.


"Bagaimana enggak kaget?Biasanya kan langsung nyelonong masuk ke ruangan saya..."Kata Indah ketus sambil memalingkan wajahnya ke komputer.


"Kek jaelangkung..."Tambah Indah lirih sambil tersenyum.


"Apa?"Kata Mochi yang mengernyitkan dahinya.


"Enggak.. Enggak..."Jawab Indah sambil menggelengkan kepalanya.


Mochipun berjalan ke arah meja kerja Indah.Dia duduk di pinggiran meja kerja Indah sambil melipat tangannya didada bidangnya.


Indah hanya bisa menelan salivanya,ketika Mochi duduk di meja kerjanya dan dia duduk dikursi kerjanya.


"Hmmmm... Hmmmm..???"Indah yang gerogi dan menggaruk-garuk kepalanya.


"Aduhhh.. Orang ini kenapa coba melihatku seperti melihat hantu saja😈😈"Batin Indah yang gugup.


Mochipun terus-terusan mengerjai Indah.


"Kok kamu tegang gitu melihat saya?"Tanya Mochi yang masih melipatkan tangannya.


"I-Iya.. Pak!!Harus bagaimana lagi kalau saya enggak gugup sama bapak?Adakah sikap attitude seorang bos seperti ini?Duduk diatas meja apa kata karyawan yang lain nanti jika ada yang melihat??"Sindir Indah sambil melirik bosnya.


Indahpun sudah enggak perduli biar Mochi marah ataupun enggak.Karena sebagai karyawan dia juga harus mengingatkan bosnya itu.


Mochipun terdiam sejenak dan dia memutarkan badannya dan duduk dikursi meja Indah yang menghadap ke arah Indah.

__ADS_1


Indahpun membetulkan posisi duduknya yang tadi menatap ke layar komputer dan menghadap ke Mochi.


"Segera siapkan file-filenya 1 jam lagi kita berangkat."Titah Mochi ke Indah.


Indahpun membelalakkan kedua matanya.


"Maaf pak,bukannya jam 3 sore ya meeting kita?"Tanya Indah.


"Biar cepat selesai!"Jawab Mochi.


"Hubungin Client sekarang juga."Titah Mochi.


Indahpun segera menghubungi Client dan mengatur ulang perubahan meeting menjadi awal.


"Sudah pak!!Jam meeting di majukan sesuai ke inginan bapak!"Kata Indah yang memberikan laporan.


"Ok!Bergegas lah siap-siap."Ujar si bos dan Indahpun menganggukan kepalanya.


Mochipun berlalu pergi meninggalkan ruangan kerja Indah.


"Hedehhhh... Ampun-ampun dah punya bos seperti ini."Kata Indah sambil membuka tas kecil make up nya.


"Bos suka sama kamu Indah."Sahut Sisil si receptionist yang tiba-tiba muncul dari balik pintu.


"Heleh.. Satu lagi ini baru datang bikin kaget saja."Kata Indah sambil memoles bibirnya dengan lipglos.


Sisilpun duduk menghadap ke Indah.


"Kesempatan tidak datang ke dua kali."Kata Sisil sambil menopang tangannya didagu.


"Hati-hati ya.. Semangat!!!"Kata Sisil yang menyemangati.


Indah dan Mochipun meeting dengan client disalah satu mall.Indah yang baru pertama kali masuk mall pun terkagum-kagum.


"Omg... Gede bangettss mallnya..."Batin Indah yang kagum girang bahagia sekaligus senang.


"Ehem...."Mochi mendehem seketika Indah langsung duduk dengan posisi tegap di meja cafe.


"Jangan katrok ya..."Ledek Mochi yang membisiki telinga Indah.


Indahpun membelalakkan kedua bola matanya.


"Iya juga sih pak.Apa yang bapak katakan itu memang betul apa adanya.Karena strata kita memang berbeda."Kata Indah merendah dan Mochipun langsung menatap Indah.


"Indah... Maaf ya bu.."Kata Mochi terpotong sembari menggenggam tangan Indah namun Indah langsung melepas tangan Mochi.


"Enggak apa-apa kok pak.Indah sadar diri."Ucap Indah sambil tertunduk.


Tak berapa lama kemudian Client yang ditunggu-tunggu sudah datang meetingpun dimulai.


Meeting berakhir ditutup dengan acara makan siang.Setelah Client Mochi pamit untuk pulang,Mochipun ada niat untuk mengajak Indah nonton di bioskop.


"Indah.. Ada film baru loh,bagus kita nonton yuuk mumpung masih di mall."Ajak Mochi ke Indah.

__ADS_1


"Film apa pak?"Tanya Indah sambil sibuk membereskan file-filenya.


"Valentain Terakhir Bahagia"Jawab Mochi.


"Heleh!!Kayak anak muda aja bapak ini.He.. he..."Ledek Indah dan Mochipun mengulas senyumnya.


"Ya.. Sudah yuk pak."Kata Indah beranjak berdiri dan diikuti oleh Mochi bosnya.


Mochi dan Indahpun memasuki gedung bioskop.Penonton sangat antusias untuk menonton film dari penulis Heni Indah Sari.


"Wahh.. Sepertinya seru deh ini filmnya."Kata Indah sambil mencari tempat dia duduk.


"Heleh.. Ketagihan juga ya.."Sindir Mochi dan Indahpun tertawa sambil menutup mulutnya.


Jam sudah menunjukan pukul 5 Sore,,


Indahpun belum juga pulang dari kantornya,


Sementara Nicko sudah berada diteras warung kakaknya Erika yang sudah lama menunggu sambil membawakan oleh-oleh boneka teddybearnya.


"Indah itu semenjak kerja dikantoran sudah jarang pulang sore.Pasti pulangnya malam-malam."Kata Erika yang memfitnah Indah ke Nicko.


Nicko membiarkan ucapan Erika yang menjelek-jelekkan kekasihnya itu.


"Kamu itu harus menegur Indah Nicko!"Tambah Erika lagi.


Tak berapa lama kemudian datanglah mobil sport warna merah maroon yang berhenti di warung Erika.


Tak berapa lama kemudian Indah turun dari mobil merah itu.


"Tuhhh.. Kamu enggak percaya sama kata-kata ku."Tunjuk Erika ke arah Indah.Erika pun langsung menjauh dan meninggalkan Nicko yang duduk di teras warung.


"Terimakasih Indah ya atas waktunya."Kata Mochi sembari menutup kaca jendela mobil dan berlalu pergi meninggalkannya.


Indahpun berjalan sambil tersenyum langkahnya terhenti ketika dia melihat Nicko yang duduk di teras warung.


"Loh.. Sudah pulang?"Kata Indah yang menyapa Nicko.


"Buat kamu."Kata Nicko ketus sambil memberi boneka teddy bear itu ke Indah.Dan berlalu pergi namun Indah menghalaunya dengan mencekal tangan Nicko.


"Kamu kenapa Nicko?Kamu marah sama aku?"Tanya Indah dan Nickopun mengibaskan tangan Indah yang menggenggam tangannya.


"Maksud kamu apa Nicko?Kalau aku ada salah tolong dijelaskan,biar aku paham salah aku dimana."Jelas Indah.


"Kamu jalan dengan laki-laki lain dari pagi hingga larut senja gini kalau aku enggak ada gitu.Murahan sekali sih kamu?Hah..."Kata Nicko yang kasar.


"Apa?Murahan?Jahat sekali kamu Nicko ngomong seperti itu sama aku."


"Kalau bukan itu apa?!!"Bentak Nicko.


"Aku kerja meeting diluar kantor.Bukan keluyuran main kesana kesini.Dan sebelum pulang aku ke bioskop sebentar."Jelas Indah.


"Nah.. Itu kamu sudah mengakuinya kamu nonton sama bos kamu kan."Kata Nicko yang memojokan Indah.

__ADS_1


Indahpun mengambil nafas dalam-dalam dan mengeluarkan pelan-pelan.


"Ya udah.. Terserah kamu!"Kata Indah masuk rumah dan meninggalkan Nicko sendiri.


__ADS_2