Tidak Mudah Menjadi Mama Muda (TM3)

Tidak Mudah Menjadi Mama Muda (TM3)
Episode 18# TM3


__ADS_3

Pagi hari sudah tiba,pantulan cahaya sinar matahari sudah menembus ke dalam kamar Indah.Indah yang merasa terganggu pun mulai mengerjapkan matanya.Dia mulai mendudukkan tubuhnya dan menghela nafasnya.


Dia menarik selimutnya untuk menutupi tubuhnya dan turun dari ranjang menuju ke kamar mandi.Sebelum beranjak ke kamar mandi dia menghadap ke arah cermin.Lewat pantulan cermin itu dia melihat begitu banyaknya tanda merah yang diberikan oleh Nicko di seluruh tubuhnya tadi malam.


Diapun berlalu menuju ke kamar mandi.Di bawah guyuran air shower dia menenangkan diri yang sebentar-bentar dia menangis.


"Kenapa aku bodoh sekali menjadi perempuan.Hiks.. Hiks.."Gumam Indah.


Setelah 10 menit Indah di kamar mandi,dia mengambil handuk dibalutkan ditubuhnya dan dililitkan dirambutnya.


Meski raut wajah yang nampak sendu dia tetap memolesnya dengan make up sederhananya.Kemudian dia mengambil baju kerja yang sebelumnya sudah disiapkan di ranjangnya.


Hari ini dia memakai pantsuit atasan blezer berwarna hitam dan bawahannya dia mengenakan celana kain dengan warna yang senada.Tak lupa dia juga mengenakan sepatu high heelsnya.Rambut pirang panjang curly nya dibiarkan terurai.


Prakkkkkk... prakkkkk..


Indah menghambur semua alat-alat make up nya di meja riasnya.Kemudian dia menangis sambil memposisikan kepalanya diatas kedua tangannya yang berada diatas meja.


Dia menangis sesenggukan ketika mengingat Nicko yang sudah merampas kesuciannya tadi malam.


*Drt... Drt... Drt..


Andra Calling...📞📞


👦"Hallo.. Bulek??"


👧"Iya Andra...."


👦"Bulek.. Mbah mau bicara nih."


👧"Iya.. Andra..."


🎅"Hallo ndok.. Piye kabarmu?Bapak kangen karo awakmu.Bapak kuatir marang awakmu ndok,bapak ora iso turu*"


Mendengar suara ayahnya Indah langsung duduk dan mengusap air matanya.


🎅"*Hallo ndok...??Ndok...


👧"Iya.. Ayah Indah baik-baik kok.


🎅"Ya.. Udah ndok Ayah wes tenang mendengar suara kamu.Jaga diri baik-baik ya Ndok.Adoh paran."


👧"Iya.. Ayah sehat-sehat ya.. Ya udah Indah arep megawe.Assalamualaikum.....!!!


🎅"Waalaikum salam* .


Indahpun menitikan air matanya lagi,setelah mendengar dan bercakap melalui handphone jadulnya dengan Ayahnya.


"Maafin Indah ayah... Maafin Indah!"Ucap sendu Indah.


Jam dinding menunjukan pukul 07.30.Dia bergegas menuju kantornya dengan berjalan kaki.Jarak kantor dengan rumah Nicko memang dekat.


Sampainya dikantor,Indah melihat pak Mochi dan Sisil receptionist sedang mengobrol santai.Karena jam kerja memang belum dimulai.

__ADS_1


Indah pun buru-buru bergegas menaiki anak tangga dan menuju ke lantai 2 dimana disitu ruangan. kerjanya.


"Indah kenapa Sil?Kok hari ini dia aneh?"Tanya Mochi ke Sisil sambil melihat Indah berlalu pergi menuju ke lantai dua.


"Wahh.. Sisil enggak tau pak.Mungkin sedang ada masalah."Jawab Sisil.


"Ya sudah kalau begitu.Jangan lupa ya tolong di cek kan resi nya tadi."Pesan Mochi ke Sisil.


"Baik pak!"Jawab Sisil yang mengangguk paham dan melihat bosnya itu berlalu pergi.


Mochi berjalan nampak buru-buru menuju ke ruangan Indah.Dengan perasaan yang gelisah diapun membuka pintu ruangan Indah.Dia melihat Indah yang berdiri dipinggir jendela sembari menangis.


"Indah...."Panggil Mochi yang berjalan mendekat ke arah Indah.


Dengan cepat Indah langsung menghapus air matanya dengan kedua tangannya.


"Eh.. Pak Mochi."Kata Indah sembari mengusap air matanya.


"Are you okey...?"Tanya Mochi yang mendekat ke arah Indah.


"Oh,, yes i'm okey."Jawab Indah sambil menggit bibir bawahnya untuk menahan buliran air matanya yang mau terjatuh lagi.


"Are you sure??"Ulang Mochi ke Indah.


Dan Indahpun tak kuasa menahan buliran air matanya yang terjatuh.


"Hiks.. Hiks..Hiks.."Sesenggukan Indah yang sambil menundukkan kepalanya.


Sementara dibawah sana di post security nampak Nicko yang melihat kekasihnya di peluk oleh bosnya sedang mengepalkan tangannya.


"Pak.. Minta tolong sampaikan sarapan ini ke Indah ya.Terimakasih.."Kata Nicko yang menaruh 1kotak nasi kuning di meja security dan berlalu pergi.


"Eh... Belum sempat tanya malah main pergi saja."Kata pak Security itu.


Nicko berlalu pergi menuju cafe dimana tempat semałam dia meminum cappucino.Diapun memberanikan diri mencoba menyelidiki rekaman cctv bersama karyawan cafe.


"Erika...."Gumam Nicko yang sambil mengepal tangannya.


"Gimana mas??"Tanya pegawai cafe.


"Sudah cukup broo.Makasih ya,ini sudah cukup!"Kata Nicko dan berlalu pergi.


"Akhirnya ketemu juga dalangnya."Kata Nicko geram.


Tiba-tiba bruukkkk


"Ihhhh..... Kalau jalan pakai mata dong!!"Kata seorang cewek itu yang bertabrakan dengan Nicko.


"Erika??"Kata Nicko terkejut dan menarik tangan Erika ketika Erika mau kabur.


"Lepasin Nicko!"Pekik Erika.


"Kamu dalang yang menaruh obat perangsang itu kan?"Kata Nicko yang. mencekeram tangan kanan Erika dengan kuat.

__ADS_1


"Aduh... Nicko sakit!!"Rintih Erika yang berontak.


"Jawab kamu kan yang menaruh obat perangsang itu."Kata Nicko kesal.


"Iya..."Jawab Erika sarkas.


Nickopun mengibas tangan Erika.


"Murahan ,cuihh"Kata Nicko meludah disamping Erika dan berlalu pergi menjauh meninggalkan Erika.


"Orang sinting...!"Teriak Erika ke Nicko yang sudah menjauh darinya.


Sementara itu di Ichida Company..


Terlihat Indah sudah melepas pelukannya Mochi karena dia merasa tidak cocok untuk dipeluknya.


"Ehm.. Kamu kenapa?Kok enggak seperti biasanya?Ceritalah mungkin saya bisa membantu meringankan masalah kamu."Kata Mochi yang menenangkan Indah.


"Enggak apa-apa kok pak!Maaf kan Indah ya.. Yang sudah membuat bapak panik."Ucap Indah.


"Maaf pak Indah mau melanjutkan laporan yang kemarin."Indah yang berlalu pergi dan Mochi menarik tangan Indah hingga Indah jatuh dipelukan bosnya itu.


"Mpptthh Maaf pak"Kata Indah bergegas berdiri dari pelukan Mochi.


"Indah..."Kata Mochi yang menggenggam tangan Indah.


"Aduhh... Yungallah.. Mau ngapain dia.."Batin Indah yang melihat Mochi menatap wajanya dan menggenggam tangan Indah.


Indahpun merasa salting dan gugup.


"Saya suka sama kamu Indah."Mochi akhirnya memberanikan diri untuk mengungkapan isi hatinya.


Indahpun membulatkan kedua matanya mendengar ucapan dari Mochi.


"Bagaimana Indah???"Tanya Mochi dan Indah hanya bisa diam.


Tok... Tok...


Suara ketukan pintu itupun mengalihkan pandangan Mochi dan Indah menatap ke arah pintu.


"Sebentar..."Kata Indah dan mendekat kearah pintu dan membukanya.


"Mbak.. Ada titipan nasi kuning untuk mbak Indah."Kata pak Udin.


"Terimakasih pak Udin."Indahpun menerima kotak makan itu dan pak Udin berlalu pergi.


Tidak lama kemudian dering telfon diatas meja kerja Indah berbuntyi.Lalu Indah bergegas mengangkatnya.Setelah selesai Indahpun mengembalikan telfon vdd itu ditempatnya.


"Maaf pak Mochi sekarang ditunggu diruang meeting bersama pak Reza dan pak Chandra."Ucap Indah yang menyampaikan pesannya.


"Ok,tapi sebelumnya tolong aku mau mendengarkan jawaban dari kamu."


"Maaf... Pak,mohon profesional ya.Saat ini kita sedang bekerja,permisi pak saya akan prepair dulu sebelum bapak keruang meeting."

__ADS_1


__ADS_2