Tidak Mudah Menjadi Mama Muda (TM3)

Tidak Mudah Menjadi Mama Muda (TM3)
Episode 8#TM3


__ADS_3

Di warung Erika..


Jam dinding sudah menunjukan pukul 10 pagi.Erika sudah terkesiap untuk memulai berjualan nasi di warung kakaknya.


Saat itu pula ada Okta kekasih Erika yang sedang makan di warung.


"Kemana sepupu kamu kok enggak bantuin jualan kamu?"Tanya Okta ke Erika yang sambil menyeruput kopi.


"Kerja.!"


"Kerja dimana?"Tanyanya lagi.


"Dikantor baru itu loh di sebelah."Jawab Erika ketus.


"Idih.. Jangan ketus gitu dong.Kan cuman tanya saja."Kata Okta yang menggoda Erika.


"Aku kesel aja sudah tau ada aku disini kamu masih saja cari yang lain."Jawab Erika sambil memonyongkan bibirnya.


"Bukan gitu mak...."Kata Okta terpotong ketika melihat kak Siti yang lewat buang muka didepan Okta.


"Udah biarkan saja dia."Kata Erika yang menghibur kekasihnya yang sudah memasang muka musam.


"Kamu tau enggak sih,malesnya aku kalau kesini tu ya ketemu kakak kamu itu."Kata Okta ketus sambil beranjak pergi namun Erika berusaha mencegahnya.


"Jangan pergi dulu donk..."Kata Erika lalu Okta mengibas tangan Erika.


"Kalau gitu aku minta uang!"Ucap Okta seketika Erika membulatkan matanya.


"Kemarin kan sudah aku kasih uang.Terus aku uang dari mana lagi?"Jelas Erika dan Oktapun mulai beranjak pergi dan dicegah Erika lagi.


"I-Iya.. Udah.Nanti aku transfer kalau ada ya."Kata Erika pasrah.


"Nah.. Begitu dong,"Kata Okta dan kembali duduk di mejanya.


"Uang dari mana coba?Kak siti aja baru jualan."Batin Erika sambil memejamkan matanya seperti berat di pundaknya.


Setelah Okta pergi datanglah kak Siti yang menghampiri Erika..


"Kamu itu Erika ya,mau sekali pacaran sama dia.Kamu enggak tau kah dia itu sudah punya anak dan Istri.Kamu itu sudah di bodohin masih saja mau!"Kata kak Siti yang menasehati Erika adiknya.


"Ngapain sih kakak ikut campur urusanku.Butuhnya kakak kan aku jualan.Ya udah aku sudah bantuin jualan."Kata Erika yang sarkas.


"Iya!Tapi uang jualan kakak mana?Hasilnya aja kamu kasih cowok yang gak jelas itu."Kata kak siti yang marah-marah.


Mendengar kata-kata kasar dari kakaknya membuat Erika sakit hati.Kemudian dia beranjak dari meja dan pergi kamarnya.


20Menit kemudian ada taxi online berhenti di warung milik kakak Erika.Erika pun keluar dari kamar dan berlalu masuk taxi tanpa menghiraukan kakaknya siti.

__ADS_1


Kak Siti pun hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya.Melihat tingkah laku adik nya.


"Makanya punya adik itu di didik yang benar.Bukan dari kecil di manjain.Ya seperti ini kelakuannya."Tambah Didi suaminya kak Siti.


Sitipun hanya bisa mengelus dada mendengar perkataan dari suaminya dan sambil memegangi pucuk alisnya.


Erika memang sangat dimanja oleh Siti kakaknya.Karena Erika ke kurangan kasih sayang dari ibunya.


Ibunya Erika meninggal ketika Erika duduk di bangku kelas 1 SMP.Semenjak dari situ Erika menjadi malas untuk bersekolah.Sampai-sampai dia di keluarkan di sekolahnya karena banyak absen Alfa nya.


...****************...


Sementara itu di Ichida Company...


Mochi pun masuk ke ruangan nya Indah pelan-pelan.


Dia memperhatikan gadis 18 tahun yang sudah lihai dalam mengetik Komputernya.


"Hmmmm.... Lihai juga dia ya dalam mengetik.Ku kira dari kampung tidak ada internet!Apalahi kampung nya dia kan dipelosok."Batin Mochi yang ke heran-heranan.


Sebenarnya Hendri juga ikut andil dalam ke lihaian nya Indah.Pasalnya dia yang menuntut Indah agar terus mengerjakan tugas-tugas kuliahnya.


Hendri sendiri sudah tak memberi kabar ke Indah setelah 2 Minggu Indah berada di kota rantauan.


Alih-alih Indah juga mendengar si buaya buntung itu sudah menjalin kasih dengan perempuan lain.


"Aduhhh... "Kata Mochi merintih sambil memegangi keningnya yang kena lemparan tip-x .


"Bapak...??"Kata Indah terkejut sambil beranjak dari kursinya dan berdiri menghampiri atasannya.


"Aduh.. Pak maaf ya.."Kata Indah panik yang mendekat ke arah Mochi sambil mengusap-ngusap kening atasannya.


Lagi-lagi Mochi dibikin salah tingkah oleh Indah.Indah berhasil membius Mochi dengan belaian di keningnya.Mochipun semakin mendekat ke arah Indah.


Dia berusaha memiringkan kepalanya.Lalu Indahpun melihat apa yang akan dilakukan Mochi padanya.


"Maaf pak.. Laporan nya sudah sekesai semua.Saya mau ke toilet sebentar."Kata Indah dengan wajah tertunduk malu.


"Ya.. Tuhan!!!!"Batin Indah. Sambil berjalan ke arah pintu keluar.


Sampainya di toilet.....


Indah langsung memutar air krannya.Diapun membasahi tangannya sesekali dia juga membasuh wajahnya.


"Huft...."


"Aish... Parah-parah sekali ini bos!"Gerutu Indah.

__ADS_1


"Indah... Tarik nafas,keluarkan.Tarik nafas lagi keluarkan.Huft...."Kata Indah sambil menenangkan dirinya sendiri.


"Ok,ready.."Indah pun menuju ke ruangannya kembali.


Dan benar saja si Mochi masih ada di ruangan kerjanya.Mochi duduk di depan meja kerja Indah.Dengan menyilangkan kaki kanannya dan fokus membaca komputer Indah.


Mata Mochipun menatap ke arah pintu yang membuka pintu ruangan kerja Indah.Indahpun hanya terdiam berdiri di depan mejanya.


Mochipun mengeratkan dasinya dan beranjak berdiri berjalan mendekati Indah.


"Awal yang bagus.."Kata Mochi yang membisik ditelinga Indah lalu berlalu pergi sambil tangan kanannya di masukkan ke saku celana kerjanya dan berjalan ke arah pintu ke luar.


"Hmmmm... Ada kali ya bos macam begitu.Anehh.."Gerutu Indah berjalan kearah meja kerjanya.


Jam makan siang pun telah tiba.Indah mulai melihat handphone jadulnya yang bergetar.


📲1 Message from Nicko


"*Aku tunggu di depan... Yuk time nya makan siangk🤗"


📱*Indah Send Message


"Iya.. Wait...😚


Indah pun bergegas merapikan meja kerjanya.Tidak lupa dia juga mematikan komputernya.Setelah dirasa sudah selesai,dia pun beranjak ke arah pintu keluar dan menuruni anak tangga.


Setelah sampai di depan kantor,dia menjumpai kekasihnya yang sudah menunggu di dekat pos security.


"Maaf ya.. Lama"Kata Indah ke Nicko.


"Aku juga baru sampai kok!Kamu mau makan apa?"Tanya Nicko lagi.


"Gado-gado enak kali ya.."Jawab Indah.


"Ayokk.. Kita nyeberang ke sana ada gado-gado enak disamping kantor Okta."Kata Nicko sambil menunjuk kantor Okta kekasih Erika.


Indahpun menganggukkan kepalanya.Tangan Nicko mulai menggandeng erat tangan Indah untuk menyeberang ke arah jalan raya.


Sampailah mereka di tempat jualan gado-gado bulek Poniyem.Merekapun duduk dibawah pohon mangga.


"Bagaimana hari pertama kerja?"Tanya Nicko ke Indah sembari menggengam tangan Indah.


"Ya.. Begitulah ini kan masih tahap awal."Jawab Indah sambil mengulas senyumnya.


"Kamu sendiri bagaimana?"Tanya Indah ke Nicko.


"Yah.. Seperti biasa,tidak ada yang spesial."Jawab Nicko.

__ADS_1


__ADS_2