
Jam sudah menunjukan pukul 12 siang,seperti biasa Nicko selalu pulang untuk makan siang dirumah.
Indah juga sudah menyajikan hangat-hangat hidangan sederhananya dimeja makan.Cuaca hari itu bisa dibilang sedang hujan deras.
5 Menit kemudian Nicko datang dengan memakai jas hujannya.Indah yang melihatnya dari ruang tamu tetiba merasa iba dengan Nicko yang mulai belajar sedikit berubah.
Semenjak meninggal anaknya,Indah lebih memilih diam cuek dengan Nicko.Hal itu dimaksudkan agar Nicko bisa berubah.
"Pakai handuknya mas.."Kata Indah yang memberikan handuk ketika Nicko sedang melepas jas hujannya.
"Terimakasih.. "Ucap Nicko sambil senyum ke Indah dan Indah berlalu pergi menuju kedalam rumah.
Raut wajah Nicko berubah ketika Indah berlalu pergi meninggalkannya.
"Maafin aku Indah.. Perlu kamu tau aku sudah menyesali semua ini.Aku tetap akan berjuang untuk mendapatkan hati kamu Indah.."Batin Nicko.
Setelah Nicko selesai bersih-bersih badannya dia mulai menuju meja makan yang sudah disiapkan Indah.
Indah mengambilkan makanan untuk Nicko beserta lauk pauknya.Kemudian Indah duduk di depan meja makan berhadapan dengan Nicko.
"Kamu enggak makan?"Tanya Nicko kepada Indah dan Indah hanya menggelengkan kepalanya.
"Mas suapin ya..?"Kata Nicko dan Indah tetap menggelengkan kepalanya.
Karena enggak ada respon dari Indah,akhirnya Nicko mulai makan siang yang ditemani Indah.Ke dua orang itu saling terdiam tanpa suara hanya suara sendok Nicko suara saat itu yang terdengar.
"Alhamdulillah... "Ucap Nicko sambil mengusap bibirnya dengan tisu.
Ketika tangan Indah hendak mengangkat piring bekas Nicko,Nicko dengan cepat mengambil piring Indah.Indah mengernyitkan dahinya.
"Taruh saja disitu.Mas mau ngomong sama kamu."Kata Nicko dan Indahpun meletakkan bekas piring Nicko ditempat yang semula.
"Hari ini hujan dan orderan mas sepi.Mas hanya ada uang 50 ribu ini.Maafin mas ya.. Esok hari mas janji akan kerja lebih giat lagi."Kata Nicko yang menaruh uangnya di meja makan.Kemudian dia membereskan piring-piring bekas makannya ke wastafel.
Indah hanya duduk terdiam terpaku melihat perubahan suaminya yang semakin hari semakin berubah.
"Aku berharap kamu betul-betul berubah mas.."Batin Indah sembari berlalu meninggalkan Nicko.
Hujan siang ini semakin deras..
Entahlah sampai kapan terhenti.
"Brrrrrrr Dingin sekali?"Kata Nicko yang duduk santai didepan terasnya sambil memeluk tubuhnya.
"Tambah deras lagi hujannya.Tidur seperti nya nyaman."Kata Nicko beranjak berdiri dan menutup pintu rumahnya.
__ADS_1
Diapun menuju kamarnya.
Dia melihat Indah sedang berdiri di sudut jendela melihat hujan di luar sana.
Nickopun menghampiri Indah..
"Aku kangen sama kamu Indah!"Kata Nicko sambil tertunduk.
"Mau sampai kapan kamu mengacuhkan ku seperti ini.Aku sedang belajar untuk berubah aku mohon sama kamu tolong jangan diam seperti ini.Ajarin aku,kasih tau aku biar aku tahu aku harus apa?."Kata Nicko yang berlutut didepan Indah dan menangis terisak-isak.
Melihat suaminya yang berlutut didepannya membuat Indah merasa iba.Indahpun memegang kedua bahu suaminya untuk berdiri.
"Aku memaafkan ke khilafan kamu mas.. Tapi kalau kamu melakukannya lagi aku enggak bisa menjamin kita bersama lagi."Kata Indah.
"Iya sayang.. Aku minta maaf.. Aku tidak akan mengulanginya lagi."Kata Nicko dan Indah mengulas senyum pertamanya.
"Aku kangen kamu,boleh aku memelukmu?"Tanya Nicko dan Indahpun merentangkan kedua tangannya lalu Nicko memeluk Indah seerat mungkin.
Nicko mengangkat dagu Indah yang tertunduk dia mendekatkan wajahnya ke Indah.
Hidung keduanya saling bersentuhan,sambil memiringkan kepalanya Nicko mengecup bibir Indah.Nicko ******* bibir Indah keduanya saling bertukar saliva dengan penuh kenikmatan karena selama kurang lebih 1 bulan ini mereka tidak melakukan aktivitas ranjangnya.
Nicko menggendong Indah,Indah pun mengalungkan kedua tangannya dileher Nicko.Nicko melangkahkan kakinya menuju ranjang yang tidak jauh dari jendela.
Nicko mendudukan istrinya diranjang.Tangannya mulai menelusup kedalam baju Indah.Sementara mulut nya sibuk ******* bibir Indah.
"Ahhhhhh...."Lenguhan Indah mulai terdengar ditelinga Nicko ketika Nicko berhasil memainkan buah gandul yang tertutup bra pink itu.
Nicko menanggalkan bajunya dan dilemparkan kesagala arah begitu dengan Indah yang tubuhnya sudah polos dan berhasil dilucuti Nicko.
Indah duduk dipangkuan Nicko dengan posisi kaki dibukanya lebar dengan kedua tangannya dikalungkan dileher suaminya.
Sementara Nicko sibuk memainkan dua buah gandul itu.Dirasa ke pemilikannya sudah menegang dia menuntut Indah untuk menggoyangkannya.
"Ahhhh...."Suara rintihan keluar dari bibir mereka masing-masing yang saling bersautan.
Tak berapa lama posisi Indah berubah berada dibawah kungkungan Nicko.
"Awww... Aku enggak tahan mas.."
"Sabar sayang..."Dan Nickopun melajukan tempo permainannya.
"Ahhhhhhh..."Lenguh keduanya disaat menikmati penyatuannya.
Hujan yang tadinya deras itu sudah mulai berkurang.
__ADS_1
Indah menyandarkan kepalanya diranjang sembari menutupi tubuhnya dengan selimut.Lalu Nicko memindahkan kepala istrinya di dada bidangnya.
Berkali-kali Nicko mengecup bibir Indah.
"Sudah dong mas... "Kata Indah yang melepas tautan suaminya.
"Aku kangen sekali sama kamu seperti ini!1 bulan lebih kamu mengacuhkan ku,jadi wajar dong kalau aku memuaskannya."Jawab Nicko sembari menatap wajah Indah dengan tersenyum.
"Ya.. Itu adalah sebuah hukuman buat kamu."Jawab Indah.
Tak berapa lama kemudian notifikasi handphone Indah berbunyi.Indah langsung mengambil handphonenya yang berada di atas meja nakas.
"Dari siapa?"Tanya Nicko.
"Nih.. Baca saja."Kata Indah yang memberikan phonecell nya ke Nicko.
One message from Mochi
👨 Aku mau bertemu denganmu besok di Cafe seberang kantor.Please...
Lalu Nicko memberikan handphone nya Indah dengan raut wajah yang gugup.
"Kenapa kamu mas?"Tanya Indah sembari meletak kan handphonenya di meja nakas.
"Enggak kenapa-kenapa."Jawab Nicko yang mulai melepaskan tangannya yang melenggang dipinggang istrinya.
Indahpun memahami apa maksud dari suaminya itu.
"Mas cemburu ya..."Goda Indah yang tangannya meraba wajah datar suaminya.
Namun Nicko hanya bisa terdiam.
"Aku cuman takut saja."Sahutnya sesaat.
"Takut apa?"Tanya Indah penasaran.
"Kamu ninggalin aku.. Dan pergi dengan dia"Jawab Nicko.
"Kalau itu tergantung dari kamu mas.."Kata Indah dan memalingkan wajahnya.
Nicko memalingkan wajah Indah untuk menatapnya.
"Reminder ... Setiap manusia pernah merasa khilaf dengan ke khilaffannya dia mencoba untuk belajar menjadi lebih baik lagi.Seketika itu Tuhan juga menerima dan memaafkannya dengan cara bertaubat."
"Beri aku kesempatan yang kedua.Aku janji enggak akan mengulanginya."Kata Nicko dan Indah menganggukannya.
__ADS_1
"Besok aku antar kamu menemui dia.Katakan ini untuk terakhir kalinya kalian bertemu.Paham kan"
"Iya mas.. Aku paham.Terimakasih sudah memberiku izin."Kata Indah dan memeluk erat tubuh suaminya.