Tidak Mudah Menjadi Mama Muda (TM3)

Tidak Mudah Menjadi Mama Muda (TM3)
Episode 23# TM3


__ADS_3

Setelah Indah siuman,Nicko mengantar Indah ke Klinik kandungan.Setelah registrasi dan mengantri akhirnya nama Indah dipanggil oleh perawat yang beetugas di klinik tersebut.


"Atas nama ibu Indah.."Panggil suster tersebut.


"Iya sus.. Saya Indah!!"Sahut Indah dan berdiri.


"Silahkan ibu Indah dengan dokter Mahendra."Ucap suster tersebut.


Indah pun memasuki ruangan dokter Mahendra tentu saja didampingi oleh Nicko.


Indah dan Nicko pun duduk di depan meja dokter Mahendra.


"Selamat siang ibu Indah ya?"Sapa dokter Mahendra dokter kandungan dokter muda juga😊.


"Eh.. Selamat siang dokter."Jawab Indah.


"Ada yang bisa dibantu ibu Indah?"Tanya dokter Mahendra.


"I-iya dok!Begini tadi pagi saya ada keluhan mual muntah-muntah terus kepala saya juga pusing,saya juga ingat kalau saya terlambat haid.Saya mau memastikan apakah saya ini positif hamil?Karena sebelum kesini saya sudah cek mandiri dan hasilnya positif."Jelas Indah


"Terakhir haid kapan bu?"Tanya dokter Mahendra.


"Kalau enggak salah pertengahan atau akhir bulan lalu."Jawab Indah sembari mengingatnya.


"Baik kalau begitu kita cek dulu ayok."


"Wait.. Wait.. Apa nya yang dicek dok?"Tanya Nicko.


"Istri bapak!"


"Maksudnya di cek apa nya?"Tanya Nicko yang nampak penasaran dan Indahpun langsung nyolek sikut Nicko dengan lengannya.


"Ish.. Kamu itu apa-apa an sih?"Gerutu Indah ke Nicko sembari menatap wajah Nicko kesal.


"Loh??Apa salahnya kan tanya begitu ya kan dok?Aku kan baru pertama kali masuk ruangan ini,"Nicko yang tak mau di kalahkan itu membuat dokter Mahendra ketawa ngikik dan Indah hanya bisa menepuk jidatnya.


"He.. He.. Betul pak Nicko memang ke banyakan pengantin baru pasti penuh tanda tanya kalau dokter yang memeriksa istrinya laki-laki."


"Ya.. Sudah mari ibu Indah naik di ranjang suster tolong dibantu ibu Indah."


"Baik dok."


Kemudian suster membantu Indah untuk membaringkan tubuhnya di ranjang pasien,kemudian suster mengolesi perut Indah dengan gel yang mak nyes ketika dioleskannya.


Dokter Mahendra mulai memeriksa dengan alat usg nya sembari menatap layar monitor.

__ADS_1


Nicko pun mengernyitkan keningnya ketika melihat layar monitor itu.


"Ini pak Nicko ada 2 kantong induk telur dan salah satu dari kantong itu berhasil dibuahi artinya ibu Indah memang hamil dan usia kandungannya di tri semester pertama harus di jaga ya bu Indah."Jelas dokter Mahendra.


"Masih boleh kah dok kalau melakukan itu.. E.."Kata Nicko sambil garuk-garuk kepala.


"Boleh saja kok pak Nicko yang penting sama-sama saling menjaga ya."Sahut dokter Mahendra yang paham akan pertanyaan Nicko.


"Dok,tolong diberi vitamin makan ya biar ada nafsu makannya ."Tambah Nicko.


"Iya pak Nicko tentu akan saya beri vitamin makan.Oh ya ibu Indah satu lagi apabila ibu Indah mengalami gejala mual dan muntah-muntah jangan panik ya itu dikarenakan gejala morningsicknes,biasanya terjadi ketika awal kehamilan atau tri semester pertama."Dokter Mahendra yang menjelaskannya.


"Baik dok.Terimakasih."Jawab Indah.


"Kalau begitu silahkan duduk kembali saya berikan resep dan tolong ditebus di apotik."Ucap pak dokter.


...****************...


Setelah periksa dari klinik dan menebus obat,Nicko mengantar Indah pulang kerumahnya.


Setelah sampai dirumah,Indah duduk di sofa sembari minum air mineral di botol yang dibelinya tadi ketika di klinik.


Nickopun duduk miiring disamping Indah sembari menatap Indah yang minum air mineral.


"Aku sudah beli tiket untuk kamu dan aku.Besok kita pulang kampung aku ingin segera meremiskan hubungan kita,apalagi saat ini kamu tengah mengandung anakku."Kata Nicko yang mengusap perut datarnya Indah.


"Terimakasih ya.. Kamu sudah menepati janjimu."Ucap Indah yang haru sambil menahan buliran air matanya yang hendak jatuh.


"Aku juga minta kamu jangan menghubungi ataupun kerja lagi di tempat Mochi."


"Iya.. Aku paham!"


"Jangan lupa setelah ini kemasin baju-baju kamu seperlunya karena pesawat kita pagi jam 9."


"Ah.. Iya ya udah aku kemasin dulu baju-bajunya."Kata Indah beranjak berdiri dan tangannya ditahan oleh Nicko.


"Loh,kenapa?"Tanya Indah sambil menatap Nicko.


Nickopun menarik tangan Indah dan menggendong Indah ala bridal style berjalan menuju ke kamarnya.


Nicko membuka pintu kamar dengan mendorong menggunakan kakinya dan menutup kembali menggunakan kakinya.


Nicko yang menggendong Indah merebahkan dengan pelan tubuh Indah diranjang.


Nicko mengedipkan salah satu mata nakalnya ke Indah.Indah membalas nya dengan menggelengkan kepalanya sebagai penolakkan.

__ADS_1


"Please..."Seru Nicko yang berdiri sembari kedua tangannya ditaruh dipinggang.


"No...."Ucap Indah dan mendudukkan dirinya sembari menyandarkan punggungnya disandaran ranjang.


"Aishh....."Kata Nicko yang mulai menyerang Indah.


Nicko pun menaiki ranjang dan menutup kelambunya.


"Ihhh... Nicko..."


"Ha.. Ha... Dapat.."


Entah apa yang diperbuat oleh mereka sehingga terlihat dari luar kelambu baju keduanya berserakan di lantai.


Dua jam setelah beraktivitas Nicko kembali membuka kelambunya.Terlihat Nicko duduk bersandar di kepala ranjang dengan bertelanjsng dada serta Indah yang menutupi tubuhnya dengan selimut yang menyandarkan kepala nya di dada bidang kekar Nicko.


"Kenapa kamu menangis sebelum pingsan tadi?"Tanya Nicko sambil membelai rambut Indah.


"Ayah aku masuk rumah sakit lagi."Jawab Indah.


"Sakit apa?"Tanya Nicko lagi.


"Paru-paru.Makanya aku shock dia masuk rumah sakit lagi.Aku juga takut kalau dia tambah sakit kalau melihat aku seperti ini."Jelas Indah yang menundukkan kepalanya.


"Jangan sedih begitu kan dia pasti senang dibuatin cucu."


"Ya.. Tapi caranya salah Nicko!Kita sudah berbuat dosa!"Kata Indah yang mendongakkan kepalanya dan menatap Nicko.


"Aku juga enggak mau Indah berada di posisi seperti ini.Erika yang memberiku minuman perangsang itu dengan dosis tinggi ditambah lagi kamu menolak aku waktu aku mengajak kamu menikah!Ya sudah aku gaspol kan saja seperti ini.Dengan begini kamu enggak bisa lari lagi dari ku."Jelas Nicko.


"Tau enggak sih tujuan awal aku merantau kesini itu untuk membuat keluargaku bahagia aku ingin memenuhi kehidupan keluargaku yang layak aja.Tapi bodohnya aku bisa kepincut dengan kamu."Kata Indah yang sedikit kesal.


"Jujur saja kamu menyesal?"Tanya Nicko.


"Seandainya waktu boleh diputar,aku lebih ingin memilih tidak datang ke kota ini.Tapi kenyataannya berkata lain,aku dipertemukan dengan mu disini.Kamu yang selalu ada disaat suka duka ku.Mungkin ini sudah ketentuan di lauful mahfudz ku."


Nickopun meraih dagu Indah dan mengecup bibirnya.


"Boleh enggak aku minta sesuatu sama kamu?"Tanya Indah.


"Apa?"


"Ingat pesan ku baik-baik,jangan pernah kamu menyakiti atau menyia-nyiakan orang yang berada disampingmu."


Nicko pun hanya mengulas senyumnya dan mengeratkan pinggang Indah.

__ADS_1


__ADS_2