Tidak Mudah Menjadi Mama Muda (TM3)

Tidak Mudah Menjadi Mama Muda (TM3)
Episode 37# TM3


__ADS_3

Huian pun turun begitu deras.Beruntung Indah dan Nicko sudah sampai dirumah meski dalam keadaan sedikit basah.


"Alhamdulillah... Sampai akhirnya."Kata Indah sambil membuka kunci pintu rumahnya.


Indah berlalu melangkahkan kaki menuju kedalam rumah.Sementara Nicko menutup pintu rumahnya sebelum dia menyusul istrinya ke kamarnya.


Ceklek....


Nicko melihat Istrinya sedang bercermin dengan menggunakan baju piyama kimono warna putih serta balutan handuk yang di lilitkan di kepalanya.


Nicko pun memeluk istrinya dari belakang dan mencium tengkuk lehernya.


"Mas.. Coba keringkan badannya dulu.Basah-basah gitu."Kata Indah dan Nicko pun membalikkan tubuh sang istri yang membelakanginya.


Cup...


Nicko mengecup bibir Indah sembari dengan mengulas senyumnya.


Nickopun mengedipkan salah satu mata genitnya.


"Mulai.. Sudah ahkk.. Mas,bersihin dulu badannya."Kata Indah yang hendak berlalu pergi namun ,Nicko dengan cepat meraih pinggang sang- istri dan memeluknya dengan mesra.


Indah menggeleng-gelengkan kepala.


"Why...?"Tanya Nicko dan sesaat mengecup curuk leher istrinya.


Duarrr.. Duar.. Duar..


Belum sempat menjawab pertanyaan dari Nicko suara petir sudah menyambar-nyambar.


"Mass...!!!"Teriak Indah yang memeluk Nicko.


"Aku takut."


"Udah ada mas disini."


Nicko menggendong Indah ala bridal style menuju ranjang dan menidurkannya di ranjang.


"Mas ini cari kesempatan di dalam kesempitan."Kata Indah yang berada di bawah kungkungan Nicko sembari menahan tubuh Nicko dengan tumpuan ke dua tangannya.


"Itu sudah hak mas sayang...😙"Jawab Nicko.


Nicko mulai melepas satu persatu bajunya hingga bertelanjang dada dan terlihatlah tubuh nya yang kotak-kotak beserta gambaran tato di lengan kirinya.


Entah bagaimana hujan yang deras itu mampu melucuti kain penutup Indah sang istri hingga terlihat polos di ranjang.

__ADS_1


Nicko memulai menekuk kedua kaki sang istri.Dia segera melepas celana jeansnya.Kedua mata Indah terbelalak ketika melihat kepemilikan suaminya yang sudah menegang yang seakan siap menusuk ke relung jiwanya.


"Omaigad.. Mas.Belum apa-apa kamu sudah tegang."Kata Indah sembari menutup ke dua matanya dengan dua tangannya.


Nickopun membuka kedua tangannya Indah yang menutup ke dua matanya.


"Mas begini ya karena hukuman dari kamu yang kamu beri!.1 bulan mas puasa menahan hasrat ini,jadi jangan salahkan mas kalau hampir setiap hari mas ke pingin😁 nyucuk."


"Tap....."


Kata Indah yang terpotong yang bibirnya sudah disambar oleh suaminya duluan agar tidak riweh.


Nicko ******* mesra bibir istrinya yang dibawah kungkungannya.Dia juga tidak lupa mengabsen inci setiap inci tubuh istrinya itu.Hingga dia meniupkan tiupan lembut ditelinga istrinya.


"Ahhhh.. Mas..."Suara lenguhan sang istri yang sudah terdengar.


Sebelum Nicko melanjutkan hasratnya dia tidak pernah lupa untuk menutup kelambu ranjangnya.


Hujan deras yang dingin di siang bolong itu tak menyusutkan Nicko dan Indah sang istri untuk saling melampiaskan hasratnya.


Terdengar dari luar kelambu suara rintihan lenguhan sepasang suami istri itu yang sedang menikmati penyatuannya.


Hingga 2 jam kemudian suara itu terhenti senyap dan kain kelambu itu pun masih tertutup.


Suara guyuran air shower dari bilik kamar mandi membangunkan Nicko yang tertidur.Diapun mulai. merentangkan kedua tangannya dan menggeliat.


Dia mendudukan tubuhnya dan menyandarkan punggungnya di sandaran ranjang.


15 Menit kemudian dia melihat sang istri keluar dari bilik kamar mandi dengan melilitkan handuk ditubuhnya dan dikepalanya.


"Mas sudah bangun?"Tanya Indah sembari melangkahkan kakinya menuju meja rias.


Nicko pun turun dari ranjang dengan memakai handuk yang dililitkannya sampai dipinggang.Lalu dia berjalan mendekat ke arah istrinya yang duduk di kursi meja rias.


Dia memeluk istrinya dari belakang dengan sedikit membungkuk kedepan menyamakan posisi dengan istrinya.Lalu mencium tengkuk sang istri.


"Mas punya sesuatu buat kamu.!"Kata Nicko sembari melihat pantulan cermin yang memantulkan dirinya dan sang istri yang sedang memoles bedak.


"Apa mas?"Tanya Indah sambil mendongakkan kepala keatas.


"Close your eyes!"Titah Nicko dan Indahpun mengikuti titah suaminya.


Nickopun mengambil kotak kecil yang berwarna merah di laci meja rias Indah.Lalu Nicko mengeluarkan isi kotak tersebut dan mulai mengalungkannya dileher Indah yang putih polos itu.


"Open your eyes!"Kata Nicko pelan dan Indahpun mulai membuka matanya dengan pelan.

__ADS_1


"Mas...??"Indah terkejut ketika melihat pantulan dari cermin yang sedang memakai kalung emas yang berada di lehernya.


"Kamu suka ??"Tanya Nicko ke Indah.


"Iya mas.. Indah suka"Jawab Indah sembari mencium pipi suaminya.


"Terimakasih ya ."


Nicko hanya mengulas senyumnya sembari ibu jarinya mengelus lembut pipi Indah.


"Mas.. Ini pasti mahal kan.Maaf mas mendapatkan uang ini dari mana?"Tanya Indah penasaran.


"Uang jacpot.!"Jawab Nicko.


"Astaga mas.. Kamu masih main judi online?"Kata Indah sembari beranjak berdiri dari kursi riasnya dan menatap tajam wajah suaminya.


"He.. He... He.."


Sekilas Nicko menatap wajah sang istri yang berubah sedih dan menundukkan kepalanya.Lalu Nicko mengangkat dagu istrinya namun Indah mengibaskan tangan Nicko sebagai tanda protes.


"Aish.. Sayang.. Mas bercanda.Mas enggak main


judi lagi."Kata Nicko sembari memegang kedua bahu istrinya.


"Jangan bohong deh mas.Mas jujur sama Indah,mas dapat uang itu dari mana?Kalau mas enggak jujur lebih baik mas ambil kalung ini!"Kata Indah yang menginterupsi sambil mau melepas kalungnya.


"Jangan... Jangan.. Mas nabung sayang.Uang itu mas dapat dari tips yang diberi oleh konsumen.Dan selain ojek online mas juga ambil jastip sama kurir barang secara off line."Jelas Nicko kepada sang istri.


Indah terdiam mendengar pengakuan dari sang suami.Dia bingung antara percaya atau tidak percaya.


"Kenapa diam?"Tanya Nicko.


"Kamu enggak percaya dengan apa yang mas bilang tadi?"Ulang Nicko.


"Mas tau kok.. Kesalahan mas begitu besar terhadap kamu.Sehingga sampai saat ini kamu masih belum bisa sepertinya untuk percaya sama mas."Jelas Nicko dengan raut wajah sedih sembari mulai melangkahkan kakinya dan mulai beranjak pergi.


Indahpun langsung memeluk tubuh suaminya dari belakang.


"Mas.. Maaf sebelumnya Indah tadi sempat meragukan ke jujuran mu mas.Bukan maksud Indah tidak percaya,hanya saja Indah masih trauma."Ucap Indah.


Nickopun membalikkan tubuhnya dan kini mulai menatap wajah sang istri sembari mengulas senyumnya.


"Trust me please! Mas janji tidak akan mengulanginya lagi."Kata Nicko yang metakinkan Indah dengan memeluknya erat.


"It's okay mas.. Indah mau beres-beres rumah dan menyiapkan makan malam untuk kita dan Andra.Mas bersih-bersih dulu..."Ucap Indah dan Nicko menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


__ADS_2