
Pukul 4 Pagi Indah terbangun.Kalau hamil pertama dulu dia terbangun karena morning sikness,kali ini dia terbangun karena dia melihat sang suami tidak ada disampingnya.
Dia pun berjalan menuju ruang tamu.Dia mendapati suaminya sedang sibuk nge packing barang-barang untuk diantar hari ini.
Indahpun memegang pundak suami yang duduk dikursi sofa.Ruang tamu disulapnya menjadi gudang.
"Mas... "Kata Indah dan Nicko menoleh ke belakang.
"Kok sudah bangun?"Tanya Nicko yang mendongakan kepala.
"Enggak bisa tidur."Jawab Indah dan duduk disamping suami.
"Indah bantuin ya.."Kata Indah sambil mengambil kertas packing.
"No... No.. No.. "Kata Nicko merebut kertas packing itu.
"Ingat pesan dokter Tania apa?"
"Tapi ini kan bukan pekerjaan berat mas?"Protes Indah.
"Ini memang bukan pekerjaan berat,tapi ini jam nya kamu beristirahat!"Jawab Nicko dengan nada marah dan melihat wajah Indah berubah merajuk.
"Jangan gitu dong.. Mas kan mengingatkan kamu.Biar mas yang fokus kerja,kamu cukup istirahat yang full da..."
Belum selesai berbicara,Indah sudah beranjak berdiri dan pergi menuju kamarnya.
"Huft....."
"Salah lagi😔😔😔"Ucap Nicko sambil menepuk jidatnya.
Nicko pun bergegas mencuci tangannya dan menyusul istrinya yang sedang merajuk.
Nickopun menaiki ranjang dengan merangkak.Dia memeluk istrinya yang sedang tidur miring membelakanginya.
"Maafin mas ya...?"
"Maaf buat apa?"
"Mas tadi sudah marah sama kamu."Jawab Nicko.
"Ooh..."Jawab Indah.
10 Menit kemudian tidak ada suara lagi diantara mereka.Karena ke duanya sudah tetidur terlelap dengan posisi Nicko memeluk istrinya dari belakang.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Erika....
__ADS_1
Setelah 2 minggu ditinggal meninggal Om Wawan.
"Ihhh.. "
"Hiks.. Hiks.. "Tangis Erika.
"Ryan brengsekk... Seandainya dia tidak menusuk Om Wawan hidup ku tidak akan terlunta-lunta begini."Kata Erika sambil melempar alat make up nya.
Tok Tok Tok..
Tidak lama kemudian pintu rumahnya ada yang mengetuk.Erika beranjak berdiri dari duduknya di sofa.
Ceklek...
"Selamat pagi?"Sapa seorang laki-laki yang berpenampilan seperti pegawai kantoran lengkap dengan dasinya.
"Selamat pagi.Maaf ada yang bisa saya bantu?"Tanya Erika.
"Begini bu saya dari kantor kontraktor nya pak Wawan.Kami ingin menyampaikan kepada ibu bahwa tempat tinggal ini akan di sita oleh pihak perusahaan dimana pak Wawan bekerja."
"Apa??Disita?"Erika yang terkejut dengan ucapan laki-laki itu.
"Maaf ya pak!Rumah ini bersertifikatkan atas nama saya.Om Wawan pun memberikannya untuk saya.Kenapa pihak perusahaan ingin mengambil nya?"Kata Erika dengan intonasi tinggi.
"Jadi begini bu.Sebelum pak Wawan meninggal tim Audit sudah melakukan pemeriksaan terhadap pak Wawan atas proyek drainase.Disini pak Wawan terlibat korupsi 10 M.Dari hasil korupsi itu pak Wawan membeli Rumah,mobil dll."
"Astaga... Om Wawan??"
"Tapi pak?Tidak ada kah belas kasihan dari perusahaan untuk saya?Karena saya sedang hamil pak!Kalau saya di suruh pergi dari sini saya mau tinggal dimana lagi?"Kata Erika yang memelas.
"Mohon maaf bu.Saya hanya ditugaskan untuk memberi tahu ibu seperti itu."
"15 Menit lagi team eksekusi kami akan datang!Saya harap ibu bisa mengerti dan paham.Terimakasih."Ujar Eksekutor itu.
"Baiklah pak!Tolong beri saya waktu untuk berkemas dulu."Kata Erika dan masuk ke dalam rumah dan mengambil barang-barangnya.
10 menit kemudian...
Erika keluar dari rumah pemberian Om Wawan dengan membawa 1 tas yang berisikan baju-bajunya.
Dia berjalan dipinggir jalan tanpa arah dan tujuannya.Handphone nya sudah dia jual untuk biaya hidupnya sehari-hari setelah ditinggal oleh Om Wawan.
"Ihhhh... Hancur hidup ku sudah.."Teriak Erika bak orang gila.
"Kak Siti.. Bapak.. Hiks.. Erika kangen.."Kata Erika.
Siang itu sangat terik sekali.Tak lama kemudian Erika pun pingsan dipinggir jalan.
__ADS_1
1 Jam kemudian..
Erika terbangun sembari memegangi kepalanya.
"Kamu sudah bangun?"
"Indah???"Erika terkejut ketika Indah masuk ke dalam kamar.
"Iya Erika.. "Kata Indah dan duduk di pinggiran ranjang Erika.
"Kenapa aku bisa dirumah kamu?"Tanya Erika sedikit bingung.
"Tadi aku melihat kamu pingsan di pinggir jalan seputaran jalan Mt Haryono.Kamu mau kemana membawa tas besar itu?"Tanya Indah dan Erika masih terdiam linglung.
"Ya sudah.. Diminum dulu teh angat ini ya.. Kamu istirahat dulu.Aku ada didepan,kalau perlu apa-apa panggil aku."Kata Indah berdiri dan beranjak pergi meninggalkan Erika.
Sementara itu..
Nicko datang menghampiri istrinya yang baru saja keluar dari kamar Erika.
"Bagaimana sayang keadaannya?"Tanya Nicko kepada Erika.
"Sudah siuman mas Erikanya,tapi dia sepertinya masih shock.Jadi Indah biarkan dulu dia untuk beristirahat."Jawab Indah.
"Ouh.. Ya sudah kalau begitu.Kamu jaga dia ya.. Mas mau antar barang dulu."Kata Nicko.
"Loch.. Mas kan sudah ada karyawan yang lain."Indah yang menggerutu.
"Biar sore ini cepat ter delivery sayang.. Dari pada mas bengong.Kamu kan juga ada temennya Rani."Jawab Nicko yang memberikan pengertian untuk istrinya.
"Ya sudah mas.. Hati-hati ya.."Ucap Indah dan Nicko pun mengecup kening Indah istrinya.
Usaha Nicko dan Indah yang dirintisnya pelan-pelan membuahkan hasil.Usaha yang bergerak dibidang jasa kurir exspedisi ini sudah memiliki 5 karyawan.
Satu orang perempuan yang bernama Rani sebagai admin dan customer service.Sisanya sebagai packing dan delivery order.
"Bagaimana Rani hari ini?Ada barang masuk kah?"Tanya Indah ke pada Rani yang sedang mengoperasikan laptop kerjanya.
"Untuk saat ini belum ada bu Indah.Cuman tadi mas Andra minta kurir untuk pickup ke Ichida company untuk ambil file yang mau dikirim."Jawab Rani.
"Ohh.. Ya sudah kalau begitu Rani.Lanjutkan kerjanya ya kalau ada yang belum selesai."Ucap Indah.
"Baik bu.."Jawab Rani dan Indahpun berlalu pergi menuju emperan teras.
Andra selain karyawan purchasing dari Ichida Company dia juga ahli dalam berjualan Online.Tak sedikit barang dari Andra di delivery melalui jasa kurir milik nya Indah dan Nicko.
"Alhamdulillah.. Sedikit demi sedikit usaha kami mulai naik pelan-pelan.Terimakasih ya Allah... Engkau memberikan kenikmatan kepada keluarga kami yang tidak bisa kami duga-duga."
__ADS_1
"Alhamdulillah.. Sehat-sehat terus ya anak mama yang didalam perut ini.Kamu adalah kado yang spesial dari Tuhan yang dititipkan untuk kami."Ucap Indah sembari mengusap-ngusap perut datarnya.
"Seandainya Ayah masih ada.. Dia pasti bangga melihat Indah mas Nicko dan juga Andra sukses.."Gumam Indah lagi.