
Setelah membeli beberapa alat tes pack,Indah bergegas pulang.Diapun membuka kunci pintu rumah Nicko.
Kemudian Indah secepat mungkin segera menuju kedalam kamar mandi dan mencoba beberapa alat testpack yang dia beli.
5 Menit dia menunggu dengan harap-harap cemas..
"Ayo dong... Ayo..."Kata Indah yang ketar-ketar berjalan kesana-kesini sembari melihat alat testpact itu.
"Satu garis.. Please.. Please.."Kata Indah sembari komat-kamet baca mantra.
"Satu garis please..."
Indahpun sedikit mengintip alat testpack itu.
Kemudian dia membulatkan kedua matanya ketika melihat garis nya berubah yang awalnya satu kini tambah menjadi dua.
"Hah?????"Kata Indah lemas bersandarkan dinding.
"E-Enggak mungkin.!.. E-Enggak mungkin ini.
Indahpun beranjak mengambil alat testpack yang lainnya.Dia beranggapan semoga alat-alat yang dia beli itu salah.
Dan setelah di test dengan beberapa alat testpack itu ternyata hasilnya tetaplah sama tidak merubah satu garis pun.
"Hamil????Aku hamil??Hiks... Hiks..."
"Nicko!!!"Kata Indah sembari mengambil handphone jadulnya di tas slempangnya.Dia berkali-kali menghubungi Nicko,namun nomor handphone Nicko tidak bisa dihubungi dari kemarin.
"Ihh.. Shiitttt...!"
"Kemana sih kamu Nicko!"Kata Indah yang geram.
Tanpa berpikir panjang Indah pun bergegas menyimpunin alat-alat tespacknya.Kemudian dia keluar dari kamar dan menuju pintu keluar rumah.
Langkah kakinya terburu-buru untuk menuju ke kantor Nicko.Kebetulan kantor Nicko memang tak jauh dari rumah Nicko yang ditinggalin Indah.
Sampainya dikantor Nicko,
Langkah Indah terhenti ketika Indah melihat Nicko sedang duduk sembari mengacak-ngacak isi tasnya.
Kemudian Indah menghampirinya.
"Indah??"Kata Nicko yang melihat Indah sedang berdiri didepannya.
"Kemana aja kamu?"Tanya Indah ketus.
"Loh.. Kok kamu tanya nya aneh begitu?"
"Ya.. Kan aku sudah bilang sama kamu kalau aku sedang keluar kota selama kurang lebih tiga minggu ini."Jawab Nicko.
"Oh.. Ku kira kamu kabur?"Kata Indah.
"Kabur?Kamu itu ngomong apa sih?Aku enggak paham sama apa yang kamu katakan Indah."
Indahpun mengambil sesuatu dari dalam tasnya dan mengeluarkannya.Indah memberikan kotak yang berwarna hitam itu kepada Nicko.
"Apa ini?"Tanya Nicko sambil membolak balikkan kotak itu.
"Dibuka."Indah menyuruh Nicko untuk membukanya.
__ADS_1
"Ini???"Kata Nicko dan mengambil salah satu testpack itu.
Nicko masih enggak tau apa maksud Indah memberikan alat seperti lidi itu.
"Aku hamil Nicko!"Jelas Indah sambil menahan air matanya yang mau jatuh.
"Aku hamil Nicko!Hiks.. Hiks.. Aku hamil!Puas kan kamu?"Kata Indah yang menangis.
"Iya terus kalau kamu hamilkan aku akan tetap tanggung jawab sama kamu.Terus apa yang kamu permasalahkan lagi?"Tanya Nicko.
"Iya aku tau kamu akan bertanggung jawab,terus kapan kamu menikahi aku?Aku enggak mau lama-lama,apa kata orang nanti."
"Ya udah!Besok aku akan datangi ayah kamu,asal kamu tau Indah.. Aku bukan tipe orang yang lari dari tanggung jawab!"
"Terus kemana aja kamu selama ini?Handphone kamu susah dihubungi?"
"Aku kerja Indah.Kerja.. "Bentak Nicko ke Indah.
"Kamu tau kah?Tiga hari yang lalu handphone aku terjatuh entah dimana."
Tak berapa lama kemudian tiba-tiba datang Mochi dari arah kantor Nicko.
"Indah??"Sapa Mochi.
Nicko yang melihat Mochi yang tiba-tiba muncul langsung berubah wajahnya menjadi bete.
"Sisil bilang katanya kamu sakit.Sudah berobat?"
"I-Iya pak.Nanti saja.Sekarang sudah enakan."Jawab Indah yang gugup sementara Nicko masih membuang mukanya ketika Indah dihampirin Mochi.
"Saya antar berobat yuk.."Kata Mochi dan meraih tangan Indah.
"Siapa loe?"Tanya Mochi balik.
"Kasih tau Indah,siapa aku!"Kata Nicko sambil menatap Indah.
"Indah jawab,siapa dia?"Tanya Mochi ke Indah.
"Jawab Indah."Bentak Nicko.
Bughhhh..
Mochi reflek memukul Nicko ketika Nicko membentak Indah.
"Loe kasar sekali sama perempuan."Kata Mochi.
"Shitt.."Nicko pun langsung menarik kerah Mochi dan menghajar Mochi.
Nickopun menghajar Mochi balik.
Bugh.. Bugh.. Bugh..
Indah yang melihatnya pun berusaha melerai keduanya.
"Stop.. Stop.."Kata Indah.
Sepertinya mereka tidak mendengar suara Indah sehingga mereka masih asik dengan pergulatan saling membela harga dirinya.
"Udah stop......"Teriak Indah sekeras mungkin.
__ADS_1
"Kalian berdua seperti anak kecil!"Kata Indah.
Mochi dan Nickopun saling adu tatapan mata tajam.
Tak berapa lama kemudian handphone Indah berbunyi...
Setelah Indah mengangkat telfonnya,Indah merasa syock dan sedih.
"Hiks.. Hiks.."
Nicko dan Mochipun saling mendekat kearah Indah.
"Udah stop..."Bentak Indah yang melihat dua lelaki itu yang akan menghampirinya.
"Aduh.. Kepalaku.."Rintih Indah sambil memegangi kepalanya dan Indahpun pingsan.
"Indah..."Seru dua laki-laki itu yang bersamaan dan menghampiri Indah.
Mochipun hendak meraih Indah dan mau memangku kepala Indah namun Nicko menghempas tangan Mochi dan mendorongnya.
"Loe bukan siapa-siapa minggir!"Kata Nicko dan mulai mengangkat tubuh Indah dan digendongnya ke dalam ruangan P3K kantor Nicko.
Mochipun mengikuti langkah Nicko yang menggendong Indah.Kemudian Indah direbahkan badannya di ranjang.
Lalu Nicko mencoba mengolesi hidung Indah dengan minyak kayu putih agar segera siuman.
"Heh.. Loe denger baik-baik ya.Indah adalah milik gue dan dia adalah calon istri gue,jadi tolong jauhi dia.Paham!!"Kata Nicko yang memberikan peringatan ke Mochi.
"Helehh.. Halu?Ingat brooo.. Selama janur kuning belum melengkung,Indah masih belum menjadi milik siapa-siapa paham!"Kata Mochi sarkas.
"Gue peringatin ke loe sekali lagi!Indah enggak bakal mau menjadi istri loe,karena dirahim dia ada benih gue!Dia sedang hamil anak gue,gue saranin loe mundur.Jangan ganggu lagi kehidupannya."
"Gue enggak percaya sebelum Indah sendiri yang mengakuinya."
Tak berapa lama kemudian Indahpun siuman dari pingsannya.Dan dia mulai mendudukan tubuhnya sembari memegangi kepalanya yang begitu berat.
"Sayang... "Kata Nicko yang membantu Indah mendudukkan tubuhnya.
"Indah.Apa bener kalau dia adalah calon suami kamu?"Tanya Mochi yang penasaran.
"Sepertinya ini sudah waktunya aku speakUp mengenai diriku sesungguhnya."Batin Indah.
Indahpun menarik nafasnya dalam-dalam.
"Pak Mochi.Maafin Indah ya.. Kenalin dia adalah Nicko calon suamiku pak."Jelas Indah.
"Kamu yakin memilih dia sebagai suami?"Sindir Mochi.
Nickopun geregetan dengan Mochi seakan-akan mau memukul Mochi,namun sudah ditahan tangannya oleh Indah.
"Indah yakin kok pak enggak salah.Dan saat ini Indah juga akan mengundurkan diri dari perusahaan bapak!"
"What..???"
"Iya pak!Mohon maaf Indah mengajukan pengunduran diri.'Kata Indah.
"Puaskan.. Sudah mendengar apa kata-kata istriku?"Sindir Nicko lagi.
Dengan raut wajah yang kesal Mochipun meninggalkan Indah dan Nicko.
__ADS_1