
Hari berganti silih berganti.
Tak terasa anak Indah dan Nicko sudah beranjak 1 tahun.
Di kediaman Nicko,
"Selamat ulang tahun.. Kami ucapkan,
Selamat panjang umur.. Kita kan doakan,
Selamat sejahtera.. Sehat sentosa,
Selamat panjang umur dan bahagia.."
Prok... Prok... Riuh suara tepuk tangan para adik-adik kecil teman undangan balita Zain.
"Selamat ulang tahun adik Zain ya..."Ucap badut selaku MC ulang tahun.
"Ma.. ma.. ku.. e.. mamam... Mama.."Ucap Zain si balita Lucu yang mengoceh.
"Zain mau kue nak..?"Tanya Indah dan Zain mengangguk.
"Ayook potong kue nya ya..."Sahut Nicko sembari memotong kue untuk anaknya.
"Haii... Sepupu,, selamat ulang tahun ya.Mpppphhhhtt...."Ucap Andra sambil mengangkat tubuh Zain tinggi-tinggi.
Zain yang terkejut dengan kedatangan Andra seketika menangis kejer.
"Andra!"Pekik Indah yang memukul pundak Andra.
Indah pun meraih Zain dari gendongan Andra.
"Cup... Cup.. Sayang,"Indah yang menenangkan Zain yang menangis.
"Makanya cepat ngadon!"Sindir Nicko ke Andra.
"Hilih,ngadon sudah setiap hari mas!"Jawab Andra sembari melirik Sisil.
"Sabar lah Andra,baru 2 dua bulan menikah."Jawab Nicko lagi.
"Sisil kamu sakit?"Tanya Indah yang dari tadi memperhatikan Sisil yang diam.
"Kamu sakit sayang?"Tanya Andra.
"Enggak apa kok."Jawab Sisil.
"Ya sudah kamu duduk dulu."Ucap Andra yang menarik kursi untuk Sisil duduk.
Acara ulang tahun Zain yang 1 tahun sangat meriah.Dihadiri tetangga,teman-teman Nicko dan Indah serta karyawan Exspedisi Nicko.
"Selamat ulang tahun Zain,🙂"Ucap Mochi yang datang sambil menggendong anak perempuannya yang berumur 4 bulan.
Naina pun mendekat ke arah Zain yang digendong oleh Indah untuk memberikan hadiah.
"Terimakasih Tante,"Jawab Indah tersenyum ketika Naina memberikan hadiah untuk Zain.
"Sama-sama"Balas Naina sambil mengusap pipi gembul Zain dan kembali berdiri di samping suaminya.
"Ayok.. Pak Mochi dan mbak Naina masuk ke dalam."Ajak Nicko mengantar Mochi dan istrinya ke acara pesta anak-anak.
__ADS_1
Acara demi acara sudah dilewati.Tamu undangan pun masing-masing juga ikut untuk berpamitan.
Termasuk Andra dan Sisil yang juga ikut berpamitan untuk pulang.
Ibu mertua Sisil sedang pulang kampung untuk 1 Minggu ke depan karena ada perihal yang harus diselesaikan.
Kini tinggal Andra dan Sisil tinggal berdua.
"Astagfirullah,, mas.. Coba kamu jangan menghambur baju dilemari kalau mau mengambil baju yang lain."Kata Sisil kesal ke pada Andra sambil merapikan baju-baju dilemari.
"CK,kamu ini enggak tau kah aku capek!"Keluh Sisil lagi sambil mengambil gagang sapu dan menyapu kamarnya.
Andra hanya terdiam membiar kan istrinya itu yang mengoceh tidak ada hentinya.
Dia lebih memilih main game di ponselnya.
Sepulang dari acara ulang tahun Zain,Sisil merasakan sedang tidak enak badan.
Setelah selesai dengan rutinitas nya,Sisil mencoba merebahkan tubuhnya di ranjang.
Andra yang melihat nya langsung memeluk Sisil dari belakang.Kemudian menggeser sebagian rambut Sisil yang menutupi leher jenjang istrinya.
Cup...
Andra yang mencium leher jenjang istrinya.
"Kamu kenapa sih sayang?Kok ngomel-ngomel terus?"Tanya Andra.
"Aku enggak tau mas.Aku merasa lelah dan capek sekali."Keluh Sisil dengan rasa capek yang mendera.
"Ya udah,kita bobok dulu...."
"Iya mas..."
Belum benar-benar terpejam mata Sisil,dia mulai mengurai pelukan Andra.
Menurunkan kedua kakinya sambil menutup mulutnya sedikit berlari menuju ke kamar mandi.
Huek... Huek... Huek...
Andra yang mendengar Sisil sedang muntah-muntah segera menyusul istrinya dikamar mandi.
"Kamu kenapa sayang?"Tanya Andra yang melihat Sisil berdiri di wastafel.
Huek... Huek...
"Sayang...??"Tanya Andra sembari memijit tengkuk Sisil.
"Sisil enggak tau mas,"Jawab Sisil yang lemas.
"Sisil mau teh anget mas,boleh enggak tolong mas buatkan?"Tanya Sisil dengan raut wajah yang pucat.
"Iya.. Iya sayang,setelah itu ke dokter ya..."Kata Andra.
"Enggak mas,Sisil cuman masuk angin."
"Ya.. Sudah kalau begitu ayok mas buatkan kamu teh hangat."Titah Andra sambil memapah Sisil ke luar dari kamar Mandi.
Sisil merasa sudah membaik setelah minum teh hangat buatan dari Andra.
__ADS_1
Entah kenapa Sisil hari ini sedang ingin meminta nafkah batin ke pada Andra.Dia pun mulai mendatangi Andra yang duduk di sofa memainkan ponselnya.
"Mas...."Ucap Sisil yang tiba-tiba duduk diatas pangkuan suami dan mengalungkan kedua tangan di leher suaminya.
"Hmmmmm...."Jawab Andra mendehem dan menaruh ponselnya di sofa.
Andra melingkar kan kedua tangannya di pinggang ramping istrinya.
"Apa sayang?"Tanya Andra sembari mendongak kan kepalanya menatap intens mata istrinya.
Cup...
Sisil mengecup bibir Andra dan melepaskan sejenak.
"Mas.. Aku butuh sentuhan mu.Aku minta nafkah batinmu mas..."Pinta Sisil.
"Lha,kok tumben??"Andra yang mengernyitkan ujung alisnya.
"Ayolah mas..."Ucap Sisil dengan kedua tangannya yang menangkap pipi suaminya.
"Ok,tapi mas minta tiga ronde ya😁"Pinta Andra sambil mengedipkan mata genitnya.
Tanpa menjawab pertanyaan dari suaminya Sisil langsung mengecup bibir Andra.Sisil juga mengarahkan tangan Andra untuk memegang buah dada nya.
Kedua pasangan suami istri itu saling berpagutan.Tangan Sisil masih menangkup ke dua pipi Andra dengan saling bertautan bertukar Saliva.
Andra melepas kaos yang dikenakannya dan bertelanjang dada.Sisil yang masih berada diatas pangkuannya digendong ala baby koala ke atas ranjang.
"Ayo mas.. "Titah Sisil yang duduk diatas ranjang.
Andra membantu Sisil membuka baju istrinya hingga polos.
Entah kenapa tiba-tiba Sisil langsung memeluk suaminya.
Andra pun membalas pelukan istrinya dengan erat.Hingga tubuh Sisil berebah dan Andra menindisnya.
"Mas... Auh.. Faster..."Pinta Sisil ke pada Andra yang sibuk memompa.
"Ahhhh... "Jawab Andra sembari menaikan ritme permainannya.
Andra pun membolak balik tubuh Sisil.Untuk mencoba berbagai model gaya.Sisil sangat mengimbangi permainan suaminya,hingga pukul 1 malam mereka masih saling sahut menyahut *******.
Hingga Sisil sendiri sudah merasa tak nyaman ketika berada di bawah Andra.
"Stop mas.. Aduh stop mas.."Rintih Sisil yang merasa sakit dibawah perutnya.
Hingga dia menarik kuat-kuat spreinya.
"Tunggu mas sayang,sebentar lagi mau keluar."
"Sakit mas,"Ucap Sisil dengan menahan air matanya.
"Ahhhh...."Andra pun berhasil melepaskan penyatuannya.Dan berhasil menyematkan kecebongnya ke dalam rahim Sisil.
Cup...
Andra mengecup kening Sisil.
"Sakit mas.. "Rintih Sisil yang memegangi perut bawahnya.
__ADS_1
"Enggak apa-apa sayang,mungkin karena kita banyak bermain dan goncangan gempa bumi yang bisa meluluh lantakkan rahim mu."
"Yook.. Kita bersih-bersih dulu."Titah Andra yang menggendong Sisil ala bridal style ke kamar mandi.