
Nicko melihat Andra yang duduk di depan terasnya sembari mengoperasikan laptopnya.Nicko pun mencoba menghampiri Andra.
Andra dan Nicko masih berselisih salah paham.Andra masih marah dengan Nicko karena melihat Indah pernah di sia-siakan oleh Nicko.Dari situlah Andra sudah bersikap acuh.
Sementara Nicko berusaha mencoba untuk bersikap dewasa menanggapi Andra dengan cara mengobrol dan menyapa Andra.
Namun apalah daya semua yang dilakukan Nicko tidak pernah mendapat respon yang baik dari Andra.
"Sedang apa Andra?"Tanya Nicko dan duduk di kursi samping Andra.
"Nah.... Dapat!!!"Kata Andra dan nampak cuek terhadap Nicko.
Nicko yang merasa dikacanginpun dan dicuekin akhirnya memilih melangkahkan kaki pergi ke arah samping rumah.
Indah yang sedari tadi memperhatikan Andra dan Nickopun segera menghampiri Andra dengan membawa pisang goreng teh dan kopi tentunya.
"Sedang mengerjakan apa Andra?"Tanya Indah yang duduk disampingnya Andra.
"Sedang ada project diluar kerjaan bullek."Jawab Andra yang fokus menatap monitor laptopnya.
"Andra.. Bisa bullek ngomong sebentar sama Andra?"Tanya Indah sembari menatap ponakannya yang sibuk memainkan laptopnya.
"Bullek ngomong saja...."Jawab Andra datar.
Indahpun menutup layar monitor laptop Andra.Sontak membuat Andra terkejut.
"Bullek!"Kata Andra.
"Andra!Bullek mau bicara sama Andra."Jawab Indah yang nada suaranya sedikit naik sambil melipat kedua tangannya didada.
"Ya bullek ngomong saja.Enggak perlu seperti itu."Gerutu Andra.
"Andra!Andra disekolahkan enggak sama bullek?Bullek tanya sama Andra!"Tanya Indah dengan tegas.
"Iya!"
"Terus kenapa sikap Andra seperti orang yang tidak punya attitude kesopanan seperti itu?"Tanya Indah.
"Kalau Andra merasa disekolahkan,seharusnya sikap Andra tidak seperti itu!Orang tua sedang bertanya Andra malah sibuk main handphone,main laptop!Dihargai dong."
"Bullek enggak pernah ngajarin Andra bersikap seperti itu.!"Kata Indah.
"Iya Andra salah!Andra minta maaf!"Jawab Andra sembari menunduk.
"Andra... Bullek tau,Andra masih marah marah sama mas Nicko.Bullek juga tau Andra sayang sekali sama bullek,bullek minta tolong sama Andra maafkan mas Nicko ya."Kata Indah sambil membelai rambut ponakannya itu.
"Tuhan saja mau memaafkan hambanya yang bersalah,masak kita sebagai manusia tidak mau memaafkannya."
Andra tertegun diam oleh ucapan bulleknya itu.
"Andra...?"
"Andra...?"
"Hah iya...!!"
"Andra paham dengan apa yang bullek maksud tadi?"Tanya Indah.
"Iya..."Jawab Andra dengan nada datarnya sambil menyimpunin laptop dan file-file kerjanya.
"Loh.. Loh Andra mau kemana?"Tanya Indah namun Andra hanya diam.
"Andra marah sama bullek?"Tanya Indah yang beranjak berdiri melihati Andra yang bergegas bersimpun.
__ADS_1
"Ihhh.. Andra dijawab dong bullek sedang bicara sama Andra."Kata Indah yang kesal dengan sikap Andra.
"Terimakasih bullek.Bullek selama ini sudah membesarkan Andra menyekolahkan Andra sampai Andra bisa seperti ini.Tapi kalau bullek minta Andra untuk good attitude dan respect sama suami bullek,Andra enggak bisa janji!Andra enggak bisa melihat laki-laki seperti itu."Jawab Andra tegas dan masuk kedalam rumah.
"Andra....."Panggil Indah namun Andra tetap mengabaikannya.
5 Menit kemudian Andra keluar dari kamarnya menuju teras dengan membawa tas ranselnya.Indah pun terkejut melihat Andra yang membawa baju-bajunya.
"Andra mau kemana?Andra jangan pergi dong.. Andra marah sama bullek?Kalau Andra marah sama bullek coba kasih tau bullek.. "Kata Indah sambil menahan tangan Andra.
"Indah??Ada apa ini sayang?"Tanya Nicko yang tiba-tiba datang.
"Jaga baik-baik bullek saya."Kata Andra sambil melepas tangan Indah dan melangkah pergi.
"Andra.. Andra.."Panggil Indah.
"Ini ada apa sih sayang?"Tanya Nicko.
"Andra salah paham mas sama Indah."
"Salah paham apa?"Tanya Nicko.
Indah mulai menceritakan kronologinya.
***********
"Begitu mas ceritanya."Kata Indah.
"Yasallam.... "Nicko yang menepuk jidatnya.
"Mas kan sudah bilang sama kamu sayang biarkan Andra dulu.Biar mas yang ngomong,Andra itu masih labil..."
"Terus kalau seperti ini bagaimana coba?"Kata Nicko.
"Hufffffttttt"Nicko yang menghela nafasnya.
...****************...
Malam itu pula Andra sudah mendapatkan tempat tinggal.Berkat Sisil.. Andra menyewa kos-kos san dekat dengan kantor.
"Bullek kamu pasti mengkhawatirkan kamu Andra kamu enggak kasian sama dia?"Tanya Sisil.
"Iya aku tau.. Aku sebenarnya enggak tega sama dia.Biarkanlah dulu.. Aku masih belum percaya kalau suaminya itu berubah."
"Biarkan aku memantau jauh... "Jawab Andra dan Sisil hanya mengangguk.
"Andra..."
"Boleh aku ngomong?"Tanya Sisil.
Andra mengernyitkan alisnya.
"A-aku suka sama Andra!"Kata Sisil menunduk.
Mendengar ucapan yang dikatakan oleh Sisil Andra terkejut.
"Apa?"
"I-iya... M-maaf.. Haduch..."Jawab Sisil yang tersipu malu sambil menggigit bibir bawahnya.
"Ehem..."Andra yang mendehem.
"Kakak ...."Goda Andra ke Sisil.
__ADS_1
"Hais.. Andra ini loh.Coba dech panggil Sisil!"Kata Sisil yang kesal dan merajuk.
Sementara Andra tertawa ngekeh melihat Sisil marah.Andra memang suka menggoda Sisil dengan panggilan kakak.
"Aku pulang...."Kata Sisil yang mau melangkah kan kakinya.
"Eittttttsss "Kata Andra yang menarik tangan Sisil.
Andra mendekatkan wajahnya ke wajah Sisil.
"Baru kali ini aku ditembak oleh perempuan."Ujarnya sambil tersenyum.
"Memang ada yang salah?Enggak kan?Dari pada keduluan orang😁mending aku gas kan sekalian."Jawab Sisil sembari mengalihkan pandangannya.
Andra pun ketawa terbahak-bahak😆.
Melihat Andra yang menertawakannya Sisilpun menjadi kesal dan diam membalikkan badannya beranjak melangkah namun Andra menarik keras tangan Sisil dan memeluk nya.
Sisilpun terpelongo dalam pelukannya.
"Wait... "Kata Sisil melepas pelukan Andra.
"Iya.. Kita jadian.. "Jawab Andra dan Sisilpun tersenyum tersipu malu.
"Cie.. Cie.."Goda Andra lagi.
"Apa sih Andra..."
"Yang pacarnya berondong....😅😅"Godanya lagi.
"Berondong jagung."Tambah Andra lagi.
"Ihhh.. Ngeselin banget sih.."
"Muyak.. Aku pulang!"Kata Sisil sambil berjalan ke arah kos-kos sannya.
"Bye.. Bye.. Kakak.."Seru Andra yang melambaikan tangannya.
"Haiyuhhhhhh... Bukannya disusulin di anterin pulang malah melambai da da da.. Dasar bocah"Batin Sisil kesal.
"Hari pertama jadian yang enggak sesuai ekspektasi nih!Oh.. Tidak.."Batin Sisil sambil menepuk jidatnya.
Saat berjalan menuju kosnya,Andra tiba menggenggam erat tangan Sisil.Sisilpun menghentikan langkahnya dan menatap ke arah Andra.
"Aku tau kok apa yang ada di dalam isi hatimu?"
"Apa?"Tanya Sisil.
"Buat kamu!"Kata Andra yang memberikan sisil setangkai bunga mawar merah.
Raut wajah Sisilpun berubah sumringah sembari mencium bunga mawar merah itu.
"Ayok ku antar pulang."
"Pulang?"Ulang Sisil kaget.
"Lha bukannya tadi bilang minta dianterin pulang?"
"Hah..."
"Helechh.. Lemot.."Andra pun menggandeng Sisil menuju ke kos-kosannya.
"Omaigad.. Uh ya.. Bocil ini mirip dukun"Batin Sisil yang berjalan disamping Andra yang digandeng tangannya.
__ADS_1