
Andra dan Sisil ikut merasa ngilu melihat Indah yang merasa kesakitan kontraksi.Sementara Nicko hanya bisa memegangi tangan kanan Indah yang mengeratkan genggaman tangannya.
" Aduh kak.. Enggak dipanggilkan dokter kah?Sampai bullek kesakitan seperti itu?"Tanya Andra yang terikut panik.
"Bullek kamu sudah pembukaan 4 Andra barusan dari sini."Jawab Nicko yang berusaha tenang walau sebenarnya sedikit panik.
"Indah.. Coba deh tarik nafas panjang lalu keluar kan pelan-pelan supaya mengurangi rasa sakitnya."Kata Sisil yang memberinya semangat.
Belum sempat menjawab saran dari Sisil Indah mulai mengerang kesakitan.
"Aduh mas.. Perut Indah sakit sekali.. Hiks...Awww"Rintih Indah lagi sembari menggenggam erat tangan suaminya.
"Sayang.. Sabar ya.. "Sambil mengusap perut Indah.
"Mas.. Ini pengeritian buat kamu ya.Ingat betul-betul moment ini Indah mengeluarkan anak kamu.Aduhhh... "Rancau Indah untuk menghilangkan kesakitannya.
Andra dan Sisil pun dibuat ngilu-ngilu sakit perut melihat Indah yang kontraksi.
Beberapa perawatpun datang dan mengecek kondisi Indah.Andra dan Sisilpun diminta untuk menunggu diluar ruangan.
"Permisi pak ya kami mau memeriksa Ibu Indah.."Ucap perawat itu dan Nicko berdiri dari kursi yang berada disamping ranjang Indah.
"Permisi Ibu Indah ya.."Ucap ke dua perawat itu saat mengangkat ke dua paha Indah.Indahpun membuka kedua pahanya.
"Bagaimana sus?Apa sudah terlihat tanda-tandanya?Istri saya sudah merasa kesakitan."
Kedua suster itu saling bertatapan dan menganggukan kepala.
__ADS_1
"Sudah waktunya pak!"
"Mas... Indah minta doa nya ya mas.Maafin Indah kalau Indah salah."
"Mas sudah memaafkan kamu sayang."Kata Nicko sambil mengecup kening istrinya.
Salah satu seorang perawat sedang menyiapkan peralatan melahirkan.Kepala ranjang brankar pun sedikit ditekuk ke atas agar Indah bisa sedikit bersandar kedua pahanya dibuka lebar.Nicko sudah siap siaga disamping Indah.
Dokter Tania.. Dokter obgyn sudah tiba.
"Ibu Indah perhatikan instruksi saya ya.."
"Ibu Indah nanti tarik nafas tahan lepaskan.. Sesuai intruksi ibu Indah ya.."Jelas dokter Tania.
"Ayo Ibu Indah tarik nafasnya... Tahan ibu Indah... Lepaskan pelan-pelan ibu Indah.."
"Aduh mas Indah enggak tahan ."Kata Indah dengan merintih sakit dengan bercucuran keringatnya.
"Ayoo sayang.. Kamu pasti bisa.Ini demi anak kita..."
Nicko yang memberikan semangat untuk Istrinya juga tak kuasa membendung bulir-bulir air matanya.Nicko menggenggam erat tangan Indah Hingga air mata itu pun terjatuh dan terdenigarlah suara baby.
"Ma..afin mas Indah!Mas dulu pernah menyia-nyiakanmu.. Ternyata tidak mudah menjadi seorang perempuan😔"Batin Nicko yang sedih melihat istrinya yang berjuang mengorbankan nyawanya demi melahirkan anaknya.
"Sedikit lagi bu Indah.. Tarik nafasnya pelan-pelan tahan dan ...."
"Oek.. Oek.. Oek... "Tangis seorang bayi yang sudah hadir di keluarga Nicko.
__ADS_1
"Alhamdulillah sayang...."Ucap Nicko haru bahagia dan mencium kening istrinya dengan buliran bening yang tak terbendung.
"Kenapa mas menangis?"Tanya Indah sembari mengusap lembut air mata suami dengan ibu jari nya.
"Mas.. Bahagia sayang.Mas janji akan menjaga kalian semua."Jawab Nicko dengan mencium punggung tangan Indah.
Setelah dedek bayi dibersihkan,dokterpun langsung memberikan kepada Indah untuk diberikan asi pertamanya.Sedangkan Nicko sibuk mengurusi perlengkapan Indah dan si baby.
Ceklek...
Indah menoleh ke arah suara pintu terbuka sembari menggendong si baby di tangan kanannya.
"Haaaaiiii....."Teriak Andra girang.
Indah dan Sisil melototi Andra yang berteriak.
"Jangan nyaring-nyaring si bayi lagi tidur."Interupsi Sisil sembari membungkam mulut Andra dengan tangannya.
Sisilpun melepas tangannya dan melangkahkan kakinya menuju kearah Indah yang diikuti oleh Andra di belakangnya.
"Indah.. Selamat ya sekarang sudah menjadi momy dari seorang baby laki-laki."Seru Sisil sambil cipika-cipiki dengan Indah.
"Ihhhh lucunya😚😚😚 Gemeshhh.."Tambah Sisil yang melihat kearah baby laki-laki yang tidur di bawah ketek Indah.
"Ganteng sekali nih sepupu bisa-bisa kalah saing aku..."Ucap Andra sambil melayangkan ciuman di kening bayi sambil ndusel-ndusel gemesh.
"Andra...."Pekik Indah .
__ADS_1
"He he he... Maaf bullek..."