
Nickopun menjabat tangan pak penghulu didepan Ayah Indah yang terbaring lemas diranjang pasien.
"Sah..."Seru dokter yang menjadi saksi pernikahan Indah dan Nicko.
"Alhamdulillah..."Seru semua orang yang menyaksikan pernikahan Indah dan Nicko.
Indah pun mencium punggung tangan suaminya dan Nicko mencium kening Indah.Tak luput juga mereka berdua saling bergantian memasangkan cincin dijemari pasangannya.
Tak berapa lama kemudian Ayah indah mengalami sesak dada.
"Dokter.. Tolong."Teriak Indah yang khawatir.
Kebetulan dokter yang menjadi saksi di perniķhan Indah adalah dokter spesialis paru-paru.
"Dokter bagaimana dengan keadaan Ayah saya?"Tanya Indah yang panik.
"Mohon tunggu diluar ya semua.Kami mau memeriksa dulu."Seru seorang asisten dokter itu.
Indah,Nicko,Andra dan Suci sama-sama menunggu diłuar.Mèreka semua berdiri diruang tunggu.Suci pun mendatangi Indah yang berdiri disamping Nicko.
"Ini semua gara-gara kamu.Gara-gara kamu Indah ayah jadi seperti ini."Kata Suci yang memukuli lengan Indah.
"Aku benci sama kamu.Aku benci!"Kata Suci sadis yang mendorong Indah dengan keras.Indah pun terjatuh.
"Indah...??"Kata Nicko terkejut dan menghampiri Indah.
"Auwww... Aduh Nicko perut aku sakit.. Hiks.. Hiks.."Rintih Indah yang sambil memegangi bawah perutnya.
"Astaga.. Ada darah Indah."Nicko yang terkejut langsung menggendong Indah ala bridal style.
"Hiks.. Hiks sakit Nicko."
"Iya.. Sabar ya.."Nicko pun membawa Indah ke ruang Emergency.
Sepeninggalnya Nicko dan Indah.
"Ibu!Ibu itu apa-apain sih?Ibu jahat tau enggak!Kasian bulek bu,apa yang ibu perbuat itu adalah tindakan kriminal tau..."Bentak Andra ke Suci.
"Kamu itu enggak tau apa-apa.Kamu masih kecil."
"Sumpah ya... Ibu jahat.."
Sementara itu diruang tindakan...
Nampak Nicko yang merasa khawatir dengan keadaan Indah.Dia menunggui istrinya di luar ruangan emergency.
Dokter pun keluar..
"Dok,bagaimana keadaan anak dan istri saya?"Tanya Nicko yang nampak khawatir.
"Syukurlah pak Nicko cepat membawa istrinya kesini dan bisa ditindak cepat.Janin dalam kandungan ibu Indah masih bisa diselamatkan.Tolong dijaga baik-baik ya pak.Saat ini ibu Indah sedang beristirahat sepertinya dia nampak lelah.Jangan diganggu dulu ya pak."Pesan dokter.
"Baik dok terimakasih."Ucap Nicko dan dokter berlalu pergi.
Kemudian datanglah Andra..
"Kak..."Ucap Andra.Dan Nicko menoleh.
"Heh!!Mau ngapain kamu disini?Lihat kah kamu istri dan anak ku hampir terancam nyawanya."Kata Nicko yang memarahi Andra.
"Hiks... Hiks.."
__ADS_1
Lalu Andra menangis...
"Loh.. Loh.. Kamu kenapa menangis?"Tanya Nicko yang menghampiri Andra.
"Si mbah.. Mbah meninggal.Huuuuuaaaaa"Andra yang menangis.
"Maksud kamu Ayah?"Tanya ulang Nicko yang memastikannya dan Andrapun menganggukkan kepalanya.
"Astaga ya Tuhan...."Kata Nicko mendongakkan kepalanya keatas sembari memegangi kepalanya.
"Ya.. Sudah ayok kita temuin si mbah dulu biarkan bulek kamu tenang dulu."Kata Nicko sembari merangkul Anđra berlalu meninggalkan ruangan Indah.
Nicko dan Andra menuju ruangan Ayah yang sebelumnya dia dirawat.Disana nampak Suci kakak Indah yang menangis sendu-sendu sembari memeluk Ayahnya.
"Melihat Suci menangis seperti ini bagaimana dengan Indah nanti kalau sudah siuman??"Batin Nicko.
Jenazah Ayah Indah akan dimakamkan secepatnya.Andra dan Suci pulang ke rumah duka bersama-sama dengan menggunakan mobil Ambulance.Sementara Nicko masih menunggu Indah siuman dulu.
...****************...
Dirumah Indah..
Indah nampak turun dari mobil taxi online dengan didampingi Nicko suaminya.. Indah begitu terkejut melihat keramaian yang ada dirumahnya.Indah pun menggerakkan langkah kakinya menuju ke pelataran rumahnya.. Nicko berusaha menenangkan istrinya itu.
"Indah.. Kamu pelan-pelan dong kalau jalan.."Seru Nicko yang mengekor dibelakangnya.
Indah pun tak menghiraukan suara suaminya.Dia fokus menuju ke pintu rumah.Dan.....???
"Ayah..........."Teriak Indah sekeras mungkin sembari memeluk jasad Ayahnya yang terbujur kaku.
"Bangun.. Ayah... Bangun.."Kata Indah yang menggugah Ayahnya.
"Indah.. Indah..."Kata Nicko yang menggugah Indah.
"Nicko.. Bawa Indah ke kamarnya,Andra tunjukin kak Nicko kamar bulek kamu."Titah Suci.
Nicko pun menggendong Indah ala bridal style mengikuti langkah Andra yang menunjukan kamarnya Indah.
Sementara itu orang-orang diluar sana sedang sibuk menyiapkan prosesi kepemakaman.Andra,Suci dan Nicko mengantar jenazah ke pemulasaran terakhirnya.
2 hari setelah meninggalnya Ayah Indah..
Dikamar Indah..
Nampak Indah sedang menyandarkan kepala didada bidang suaminya..
"Semua sudah siapkan Indah?Surat-surat nikah kita pindah domisili dan sebagainya?"Tanya Nicko sembari mengecup kening Indah.
"Tinggal pesan tiket kita untuk pulang ke Exs"
"Sudah.. Semua sudah selesai Nicko."Jawab Indah.
"Coba panggilnya mas gitu.. Biar mesra masak Nicko."Protes Nicko.
"Hmmmmmm"
"Idih..."Pekik Nicko.
"Iya.. Mas Nicko!.."Sembari menyubit hidung peseknya suami😅😅
"Ihhhh... Nakal sekali..."Jawab Nicko sembari menggelitik istrinya dan menidurkannya diranjang.
__ADS_1
"Mas... No..No... Ingat mas libur dulu."Seru Indah sambil menutup mulut suaminya dengan jari telunjuk yang mau menciumnya.
"Please.. Pelan saja mainnya ya.."Kata Nicko yang selalu mengedipkan salah satu mata nakalnya.
"Mas ini loh mesum terus.."
"Kok mesum sih?Mas sudah puasa 2 hari nih"
"Enggak boleh..."
Tak berapa lama kemudian pintu kamar mereka ada yang mengetuk.
Tok.. Tok..
Indahpun beranjak duduk diranjang dan berjalan ke arah pintu kamar dan membuka.
"Bulek....."Kata Nicko.
"Why...?"Tanya Indah.
"Ada Hendry.. "
"Mau ngapain?"
"Ya mau ketemu bulek lah,"Jawab Andra dan berlalu pergi.
"Mas.. Aku ke depan sebentar."Pamit Indah ke Nicko.
Indahpun menuju ke ruang tengah dimana disana ada Hendry dan Suci yang ngobrol.Sucipun berlalu menuju dapur.
"Hai Indah..."Sapa Hendry.
"Eh Hendry.. Ada apa ya?"Tanya Indah yang berdiri didekat horden.
"Eh.. Enggak aku tadi mampir mau ucapin belasungkawa atas meninggalnya Ayah karena aku baru bisa mampir."Jawab Hendri.
"Iya terimakasih Hendry ya.."Kata Indah.
Tak berapa lama ķemudian Nicko datang.
Hendrypun terkejut.
"Oh.. Ya Hendry kenalin ini suamiku Nicko."
"Suami??Astaga naga Indah cepat sekali kamu menikah?"Batin Hendry
"Nicko.."
"Hendry!!"
"Indah kalau begitu aku pamit dulu ya karena aku masih ada urusan lain."
"Oh.. Iya Hendry.Makasih ya.. Sudah menyempatkan diri untuk mampir. kerumah"Ucap Indah.
"Iya Indah selamat juga ya atas pernikahan kalian saya pamit permisi dulu.Mari Nicko."Ucap Hendry dan dia pun berlalu pergi.
Nickopun mengernyitkan dahi nya.
"Udah enggak usah aneh-aneh!Itu temen ku yang kuceritain tempo hari itu."
Indah dan Nicko pun kembali ke kamarnya.Setelah menerima tamu Hendry yang datang kerumah untuk mengucapkan bela sungkawa.
__ADS_1