Tidak Mudah Menjadi Mama Muda (TM3)

Tidak Mudah Menjadi Mama Muda (TM3)
Episode 31# TM3


__ADS_3

Pagi hari sudah tiba..


Indah seperti biasa mempersiapkan segala hal sebelum dia berangkat ngrurir.


Andra sudah bangun dari subuh tadi ternyata dan dia juga sedikit membantu buleknya mencuci piring dan beres-beres rumah.


"Lah.. Sudah bersih semua?"Kata Indah sebelum dia mulai membuat sarapan nasi goreng.


"Hmmm Memang keponakan tersayang bullek,"Kata Indah.


"Enggak mungkin ini ulah mas Nicko yang bersih-bersih karena dia masih molor... dan koler."


Setelah semua sarapan tersaji..


Indah memanggil Andra untuk sarapan di meja makan bersamanya.


"Lah.. Bullek mau kemana?"Tanya Andra.


"Kan mau antar kamu ke Ichida,kebetulan ada temen dekat bulek disana sekalian aku tunjukin."


"Oh.. Habis itu?"Tanya Andra lagi.


"Ya bullek kerja lagi.."Jawab Indah sambil menyendok kan nasi.


"Kak Nicko emang enggak kerja?Bullek sudah waktunya cuti melahirkan loh, apa lagi kerjaan kurir itu berat loh bullek..."


"Bullek masih mau kerja Andra,ya udah kamu sudah selesai kah?Ayok kalau sudah.."Kata Indah yang beranjak dari dapurnya.


Ketika Andra dan Indah sedang berada diteras..


"Selamat pagi buk,"Sapa seorang yang baru datang.


"Selamat pagi ada apa ya mas?"


"Ini saya mau mencari Nicko,tadi malam dia kalah judi online dia ada hutang sama saya.!"Jelas laki-laki itu.


"Judi online?"Indah yang terkejut dengan cerita laki-laki yang usianya sekitar 27 tahun kurang lebih seperti Nicko.


"Sebentar ya mas.. Saya panggil suami saya dulu."Kata Indah.


Andra yang saat itu hanya bisa diam dan belum bisa menanggapi karena saksi kunci Nicko masih tidur..


"Chandra??"Kata Nicko terkejut.


"Eh.. Nicko,mana sih uangnya?"Kata Chandra yang menagih hutang.


"Kan kubilang nanti.Kalau sekarang enggak ada uang aku."


"Mau sampai kapan?Hutang mu sudah numpuk Nicko."Chandra yang sedikit emosi sambil menarik kerah Nicko dan ancang-ancang mau memukulnya.


"Ehh... Tunggu tunggu mas Chandra."Lerai Indah.


"Berapa hutang suami saya?"Tanya Indah.


"5 Juta mbak!"


"5 Juta mas?"Tanya Indah ulang ke Nicko dan Nickopun menganggukan.

__ADS_1


"Astaga mas.. Kamu berhutang sampai segitu banyaknya hanya buat judi online?"Kata Indah sembari membuka tas punggungnya dan mengambil uang sebesar 5 juta.


"Ini mas Chandra.. Lunas ya.. Hutang suami saya."Kata Indah tegas dan Chandra menerima uang dari Indah.


"Terimakasih mbak.. Saya permisi."Ucap Chandra dan berlalu pergi.


Keheningan sesaat mulai terjadi ketika Chandra sudah berlalu pergi.Nicko yang berdiri berdiam kikuk melihat Indah yang membelakanginya sedang menahan tangis.


"Ayok.. Andra nanti kamu telat."Kata Indah ke Andra.


Andra pun mulai melangkahkan kakinya berjalan diikuti Indah dari belakang.Tangan Nicko tiba-tiba meraih tangan Indah.


"Apa lagi mas..."Kata Indah yang mengibaskan tangan Nicko.


"Aku minta maaf.."Kata Nicko yang berlutut dibawah kaki Indah.


" Sudahlah mas!Aku mau kerja!Aku enggak ada waktu lagi."Kata Nicko yang masih berlutut di bawah kaki Indah.


"Mas.. Aku mau kerja!Kalau aku enggak kerja,kita mau makan apa mas?Tabunganku sudah habis semua untuk membayar hutang-hutangmu semua mas.Aku mau melahirkan mas sekarang uang enggak ada habis semua?Kita mau mengharapkan siapa mas?Siapa?Kamu jahat mas.. Kamu jahat.Enggak ada sedikitpun rasa belas kasihanmu untuk ku.Ayo Andra kita pergi.."Kata Indah dan berlalu meninggalkan Nicko.


...****************...


Sampainya di Ichida Company...


Di pelataran parkir,Indah mengantar Andra.


"Ini kah bullek kantornya?"Tanya Andra


"Iya Andra!Sebentar ya kita tunggu Sisil teman bullek"Kata Indah.


Tak disadari Andra dan Indah tiba-tiba Mochi datang dan bersembunyi dibalik dinding pembatas parkir mobil dan motor.


"Bullek kenapa?Bullek kok nangis?"Tanya Andra yang sedikit khawatir dan merangkul Indah.


"Bullek enggak apa-apa kok Andra."Jawab Indah sembari menyisipkan rambutnya yang terurai di telinga.


"Bullek jangan gitu dong.Nanti kalau Andra dites didalam kalau enggak bisa jawab Andra nyalahin bullek loh."


"Loh kok gitu?"


"Iyalah.. Gak tau kah?Karena Andra mikirin bullek yang nangis begini."


"Entah lah Andra.. Bullek bingung,mau cari dimana uang buat persalinan bullek nanti."Kata Indah sembari menyeka air mata nya dengan lengannya.


"Suami bullek itu memang enggak bertanggung jawab.Bullek sih kenapa milih dia dulu?Karena Cinta!!Cinta saja enggak cukup bullek.. Kita itu hidup di dunia yang realitanya apa-apa perlu menggunakan uang.Kesel hatiku bullek uang jerih payah bullek habis buat bayar hutang judi online."Kata Andra yang memarahi Indah.


Indah pun hanya diam dia tidak menyangka kalau keponakan nya yang masih dianggap anak kecil ini memiliki jiwa empaty yang tinggi.


"Indah..."Kata Sisil yang dari seberang sambil senyum.


Indahpun melambaikan tangannya.Sisilpun menghampiri Indah.


"Sisil ini Andra keponakan aku yang aku bilang semalam."Kata Indah yang mengenalkan ke Sisil.


"Omaigad... Unyu-unyu ponakan Indah rambut pirang hidung mancung kek blesteran bule."Batin Sisil yang tak berkedip ketika melihat Andra.


"Sisil...!"Pekik Indah dan Sisil kaget.

__ADS_1


"Awas.. Ya.. Berondong,,"Seru Indah dan Andra tersenyum ngekeh.


"Hallo kak.. Andra!!"Kata Andra sembari menjabat tangannnya.


"Ishh.. Jangan kak dong!Sisil ya..😉"Balas Sisil sembari menjabat tangannya.


"Heleh.. Gelay,"Tambah Indah.


"Apa sih Indah ini."Gerutu Sisil.


"Ya sudah.. Aku titip keponakanku ya,kalau dia nakal kasih tau aku ya biar ku pites.."Pesan Indah ke Sisil.


"Iya!Kamu belum cuti kah Indah?Kamu sudah hamil tua loh.. Waktunya fokus ke persalinan Indah."


"Iya.. Ya sudah kalian masuk gih.Aku juga mau kerja.."


"Hati-hati bullek ya..."Ucap Andra dan berlalu pergi masuk kantor dengan Sisil.


Ketika Indah sedang memakai helmnya.. Tiba-tiba perutnya merasa sakit.


"Aduh.. "Ritih Indah sembari berjalan memegangi dinding pembatas parkir motor dan mobil.


"Indah..."Kata Mochi tiba-tiba datang muncul dari persembunyian nya yang khawatir dengan Indah.


"Pak Mochi?"Kata Indah kaget sembari merintih sakit.


"Kamu kenapa?"Kata Mochi yang panik.Kita ke dokter ya Indah.


"Enggak usah pak!Indah baik-baik saja."Tolak Indah..


"Kalau begitu ayo duduk dulu disana ya.. Sini saya bantu kamu."Titah Mochi sembari memapah Indah pelan menuju tempat terbuka hijau yang berada dibelakang gedung kantor.


"Minumlah.. Biar enakan ya."Mochi yang memberikan sebotol air mineral untuk Indah.


Glek.. Glek.. Glek


."Terimakasih pak!Maaf Indah pamit dulu permisi."Ucap Indah beranjak berdiri namun tangannya di cekal oleh Mochi.


"Aku melihat mu dari raut wajahmh sepertinya kamu sedang ada masalah?"Tanya Mochi yang mendekatkan tatapan wajah nya ke Indah.


"Enggak kok pak!"Indah yang memalingkan tatapannya.


"Kenapa Indah kamu masih mempertahankan dia?Berapa luka sudah yang dia berikan kepada kamu?Saya tau kamu enggak bahagia."


"Dari mana bapak tau kalau saya enggak bahagia?"


"Dari rona tatapan matamu."


"Indah mohon sama bapak!Lupakan Indah!Permisi"Kata Indah yang berlalu meninggalkan Mochi.


"Indah.. Indah.."Panggil Mochi.


"Jangan mempertahankan hubungan yang bodoh Indah.Enggak ada gunanya perjuanganmu selama ini sia-sia karena yang kamu perjuangin pada dasarnya adalah orang yang bodoh."


"Akkkkkkkk ****"Kata Mochi sembari meninju angin.


"Kenapa kamu enggak melihat aku berjuang Indah?"Kata Mochi yang kesal.

__ADS_1


__ADS_2