Tidak Mudah Menjadi Mama Muda (TM3)

Tidak Mudah Menjadi Mama Muda (TM3)
Episode 63 # TM3


__ADS_3

Andra dan Sisilpun sudah sah menjadi pasangan suami istri.Kini kedua mempelai pengantin baru itu sedang melakukan sesi sungkeman kepada orang tua masing-masing mempelai.


"Bu,memang harus kita sungkeman seperti itu?Andra enggak mau sungkem sama dia."Bisik Andra ke ibu Suci.


"Astagfirullah hal adzim Andra,enggak boleh seperti itu nak!Biar bagaimanapun dia adalah ayah kamu.Tolong nak turunkan ego mu."Ucap Suci sambil mengelus pundak anak lelaki semata wayangnya itu.


"CK,!"Andra mendengus kesal dan pergi dari pelaminan dengan raut wajah kesal.


"Astagfirullah hal adzim .."Suci yang mengelus dadanya.


Sisil yang melihat suaminya pergi meninggalkan pelaminan nampak panik dan menghampiri ibu Suci.


Semua tamu undangan yang tadi khidmat nampak berubah ikut kepo dengan kedua pengantin itu.


"Bu,Andra kenapa?"Tanya Sisil ke mertuanya.


"Susul dia nak,tenangkan dia.Ini mengenai ayah nya.Beri pengertian kepada dia baik-baik ya."Titah ibu Suci ke pada Sisil.


Mendengar saran dari ibu mertuanya,Sisil bergegas menyusul Andra suaminya yang berada dikamar.


Sementara Nicko berusaha membantu untuk menenangkan para tamu undangan dengan menjamu para tamu dengan menu hidangan yang sudah disediakan.


"Andra kenapa mbak?"Tanya ibu Ratih kepada ibu Suci yang dibelakangnya di ekori oleh Hendrik.


"Dia enggak mau sungkem sama ayahnya."Jawab Suci.


Deg...


Hendrik merasa teriris mendengar ucapan mantan istrinya itu.Dia merasa bersalah atas apa yang dilakukan nya kepada Andra.


"Sesakit ini kah nak luka di hatimu?"Batin Hendrik dengan mata yang berkaca-kaca.


"Semoga Sisil bisa menenangkannya."Ucap Suci sembari menepuk pundak ibu Ratih dan melenggang pergi.


Dikamar,


Sisil melihat Andra yang sedang duduk termenung di sisi ranjang dengan deru nafas yang ngos-ngosan sembari tangan yang mengepal.


Sisilpun memeluk Andra dari belakang dan berniat untuk memberikan ketenanga suaminya.


"Are you okay Hanny?"Tanya Sisil yang memeluk erat suaminya dengan nada manja.


Andrapun tidak menjawab pertanyaan dari Sisil dia masih mengerung kesal.Entah setan apa yang merasukinya sampai-sampai dia masih belum bisa terima Hendrik sebagai ayahnya.


"Andra,please dong.Kamu jangan kayak gini.Ini moment bahagia kita."


"Ayok.. Kita keluar,enggak enak dengan tamu undangan yang lain."

__ADS_1


"Kamu aja yang keluar aku enggak."


"Andra,???"


"Sisil!"Pekik Andra.


"Bisa enggak kali ini kamu mengerti hah?Kamu enggak akan pernah mengerti karena kamu tidak pernah merasakan menjadi aku!"


"Andra!"Pekik Sisil.


"Kamu tidak akan paham tau kamu!Kamu enggak tau rasanya dicampakan oleh seorang ayah yang tega ninggalin bayi di perut ibu nya dan sampai anak dewasa itu menikah disuruh sungkem dibawah kakinya itu its crazy."


"Andra...."Kata Sisil lirih sembari mengusap dada bidang suaminya dengan lembut.


"Aku tau apa yang kamu alami begitu sakit.Aku pun sama merasakan apa yang kamu rasakan,ibu selingkuh ayah meninggalkan kami.Dan a..."


"Dasar penggoda!"Kata Andra ketus kepada Sisil.


"M-maksud kamu apa Andra?"Tanya Sisil dengan menaikan alisnya.


"Aku bukanlah penggoda paham kamu!"Tambah Sisil sambil menekan kalimatnya.


"Helech,buah tidak akan jatuh dari induknya."Sahut Andra.


"Stop Andra,sebenarnya tujuan kita menikah itu apa?Apa kita saling menghujat begini?"Tanya Sisil yang mulai berkaca-kaca namun Andra hanya terdiam datar.


Tok... Tok.. Tok...


"I-iya..."Sahut Sisil dengan suara getir dan membuka pintu.


Ceklek...


Sisil menarik tuas pintu kamar tersebut.


"Indah... Hiks... Hiks"Sisil langsung menghambur kepelukan Indah sahabat karibnya.


"Loh.. Loh..??Sisil are you okay?"Tanya Indah sembari memeluk Sisil.


Sisil hanya terdiam menangis Sendu di pelukan sahabat karibnya.Sementara Indah menatap gelagat Andra yang berdiri sambil mengacak pinggang.


Setelah dilihatnya Sisil mulai tenang,Indah melepaskan pelukannya dan menatap pintu kamar pengantin itu.


Kini Indah berada ditengah-tengah kedua pengantin yang sedang bertikai itu.


"Sebelumnya ada apa ini?"Tanya Indah kepada ke dua pengantin tersebut.


"Aduh Indah,aku rasa enggak kuat ngadepin brondong seperti dia.Dia yang keras kepala sekali berbeda dengan dia saat belum menikah yang lemah lembut."Cerita Sisil yang sedikit geram.

__ADS_1


"Helech,kamu juga kenapa mau menikah dengan ku?Sekarang nyesal gitu?"Cerocos Andra.


"Aduh.. Stop.. Stop!!Kalian berdua sudah menikah dan sudah sah Dimata hukum dan agama sebagai suami istri.Belum ada 3 jam menjadi pengantin baru sudah menyesal?Makanya kalau belum cukup umur jangan sok-sok an Would you marry me!"


"Baru terlihat sikap asli pasangan masing-masing baru sadar dan sudah nyesal."


"Hellow.. Kalian pikir itu pernikahan adalah mainan apa?Makanya kalau belum siap menikah jangan menikah."


Deg...


Ucapan Indah ternyata membuat Andra dan Sisil bergedik.Mereka berdua sudah terlarut dalam pertikaian dan ego yang belum stabil.


"Udah.Sekarang tolong kembali ke pelaminan dan kalian berdua tolong hargai saya,suami saya dan yang lainnya atas keterlibatan kami dalam acara pernikahan kalian ini.Paham??"Tutur Indah panjang lebar sembari sedikit emosi.


"Iya paham."Jawab ke dua pengantin itu.


"Oke,kalau begitu cepat keluar dan temui para tamu undangan tersebut."Kata Indah dan berlalu pergi meninggalkan kamar pengantin.


Melihat bulleknya pergi,Andra langsung meraih tangan Sisil dan mendorong tubuh Sisil dengan pelan di daun pintu.


Andra pun mengunci pergerakan Sisil dengan mengukung tubuhnya.


Andra menatap mata Sisil dengan begitu intens.


"Setelah acara selesai kemasi bajumu.Malam ini juga kita pindah dirumah ku.Bukan rumah bullek.Kita tinggal disana bersama dengan ibu.Kamu mengerti?"Tanya Andra sambil mendekatkan hidungnya dan menggesek hidungnya dengan hidung Sisil.


Sisil hanya bisa menjawab dengan mengangguk.Dia merasa lemah ketika Andra mulai memainkan lidah nya di telinganya.


"Shhtttt..."Ucap Andra yang mengecup bibir Sisil dengan tiba-tiba.


Andra meraih pinggang Sisil dengan sempurna ketika Sisil membalas ******* bibirnya.Sisilpun melingkarkan tangannya ke leher Andra tanpa harus melepas ciumannya.


Ciuman Andra turun ke leher Sisil dengan penuh lembut.


Waktu dirumah sakit Andra belum sampai menjelajah sampai ke leher Sisil.


Kini tangannya sudah enggak tahan rasanya dia ingin sekali meremas buah yang berada dibalik kebaya milik Sisil istrinya


Sisilpun melepas ******* bibir Andra.


"No... No... Nanti ada saatnya.Jangan lupa tadi bulek kamu bilang apa?"Kata Sisil dan melihat Andra menganggukkan kepalanya.


Sisilpun mulai menarik tuas pintu kamarnya.


Lagi-lagi Andra mencekal tangan Sisil dan memutar tubuh Sisil.


Cup...

__ADS_1


"Mpphhhtttt...."Andra meraup bibir Sisil.


Andra melepas ciuman nya dan bergegas ke pintu keluar kamar bersama Sisil istrinya.


__ADS_2