Tidak Mudah Menjadi Mama Muda (TM3)

Tidak Mudah Menjadi Mama Muda (TM3)
Episode 68 # TM3


__ADS_3

Menikah memang bukanlah asal menikah.Terkadang cinta adalah salah satu sebagai alasannya.Hingga mereka tidak berpikir panjang akan kehidupan setelah mengucap ijab qobul.


Beruntung jika memiliki pasangan yang sefrekuensi,sepemikiran yang memiliki tujuan hidup ber sama-sama membawa ke arah yang lebih baik lagi demi masa depan bersama.


Kadang pula juga memerlukan bumbu-bumbu rumah tangga.Konflik entah masalah ekonomi,anak,orang ketiga,ipar masalah orang tua,mertua dan sebagainya.


Usia kehamilan Sisil berjalan delapan bulan.Awal-awal kehamilan membuat Sisil merasa lemah lemas dan mabuk karena tidak bisa mencium bau masakan.


Sisil menjalani hari-hari nya selama 8 bulan penuh dengan mood naik turun.


Pasalnya Andra suaminya masih kurang bisa mengontrol emosionalnya yang kadang-kadang naik turun.


Beda dengan dulu yang masih pacaran,sikap manisnya bisa membuat Sisil klepek-klepek.Ya.. Begitulah,kita baru bisa memahami karakter orang setelah menikah.


"Sisil.. Ini ibu bawain kamu cemilan dimakan ya."Kata Ibu Suci.Ibu mertuanya.


"Terimakasih Bu."Sisil menerima kue bolu kukus buatan ibu Suci.


"Cucu ibu.Sehat-sehat ya nak,"Kata ibu Suci yang duduk di sofa sembari mengusap perut buncit menantunya itu.


"Iya nenek.."Jawab Sisil dan membuat ibu Suci tertawa


"Menjelang HPL apa yang kamu rasakan nak?"Tanya ibu Suci kepada Sisil yang lahap memakan kue bolu buatan ibu mertuanya.


"Sisil sering pipis itu aja sih Bu."Jawab Sisil.


"Terus bagaimana dengan tindakan Andra nak?"Tanya ibu Suci lagi.


"Mas Andra selalu bantuin Sisil Bu.Alhamdulillah semenjak hamil besar ini mas Andra ada perubahan.Enggak uring-uringan seperti dulu."

__ADS_1


"Syukurlah nak,"


Tak berapa lama kemudian orang yang menjadi topik pembicaraan itupun datang pulang dari kantor.


"Assalamualaikum..."Sapa Andra yang berada diujung pintu dan masuk ke dalam rumah.


Andra pun mencium punggung tangan istri dan ibu nya.


"Waalaikum salam."Jawab Sisil dan ibu Suci.


Tak lupa dia mengusap perut buncit istrinya dan menciumnya.


"Mas mau makan apa mau mandi dulu?"Tanya Sisil.


"Enggak dua-dua nya sayang."Jawab Andra yang duduk disamping istrinya.


"Ya sudah kalau begitu."


"Sudah ready semua Bu,"Jawab Andra sembari menciumi perut buncit istrinya.


"Jangan lupa kabari ibu mertua kamu dan Ayah kamu."Saran ibu Suci dan membuat Andra merasa kesal.


"CK,"Andra yang mencebikan mulutnya.


"Ibu bikin Andra badmood aja!"Kata Andra ketus.


"Andra,yang sudah ya sudahlah nak.Semua sudah berlalu,janganlah kamu menjadi anak yang pendendam nak!"Nasehat ibu Suci kepada Andra.


"Andra enggak dendam Bu.Andra merasa belum siap untuk memaafkan mereka.Sampai saat ini Andra masih kecewa Bu."Pekik Andra.

__ADS_1


"Mas!"Pekik Sisil.


"Apa?"Bentak Andra ke Sisil dengan mata tajam.


"Astagfirullah mas!Turun kan nada bicara mu, itu ibu kamu mas!"Kata Sisil yang mengingatkan Andra sembari mengusap dada bidang Andra.


"Arkhhhhh!!Kenapa sih semua bikin muak,aku benci semua nya.Dan kamu!"Kata Andra sembari menunjuk Sisil dan menatap dengan tajam.


"Coba kamu pikir pakai otak?Kamu hamil besar suami kamu selingkuh apa yang kamu rasakan?Kecewa?Menangis?Sakit hati?Belum lagi anak kamu kena bully belum lagi anak kamu hidup susah.Coba kamu pikir?"Bentak Andra ke Sisil.


Sisil tersentak dengan kata-kata Andra hingga membuat ke dua manik-manik Sisil berkaca-kaca.


"Andra "Pekik ibu Suci.


"Ibu mu murahan!"


deg....


"Andra.. Stop.. Andra.."Teriak ibu Suci dan langsung memeluk Sisil yang menangis.


"Ibu minta maaf Andra bukan maksud ibu untuk me...."


Kata ibu Suci terpotong yang melihat Andra melangkah pergi ke luar.


Bom... Bom...Bom...


Andra menarik gas mobilnya.


"Astagfirullah Andra... Nak,,kenapa sekarang kamu berubah seperti ini."Ucap ibu Suci sembari mengelus dada dan melihat menantunya menangis terisak-isak.

__ADS_1


"Sisil... Maafin Andra ya nak."Ucap ibu Suci dan mengusap air mata Sisil.


Sisil hanya terdiam dan menangis menyandarkan kepalanya di bahu ibu mertua.


__ADS_2