Tidak Mudah Menjadi Mama Muda (TM3)

Tidak Mudah Menjadi Mama Muda (TM3)
Episode 47 #TM3


__ADS_3

Malam hari sebelum Indah menuju ke tempat tidurnya dia meminum habis susu ibu hamil yang dibuatkan oleh suaminya Nicko.


Glek.. Glekk.. Glekk...


Nicko yang sudah duduk bersandar dikepala ranjang menegak salivanya dalam-dalam,ketika melihat istrinya yang begitu cantik mempesona.Terlihat betis kaki-kaki istrinya yang mulai bengkak.Dan perut buncitnya sedikit turun karena sudah mendekati HPL nya.


"Sayang... "Panggil Nicko sembari mem-pukpuk ranjang.


Indah menoleh ke arah panggilan suara suaminya dan berjalan memutari ranjang sebelum duduk diranjang.Nicko yang duduk berselonjor pun kini membuka ke dua pahanya lebar-lebar dan menarik tangan istrinya untuk duduk ditengah-tengah.


"Hmmmmm..."Deru nafas Nicko yang memeluk istri nya dari belakang dan mencium tengkuk leher Indah.


"Bagaimana?Apa sudah ada tanda-tanda dia mau keluar sayang?"Tanya Nicko sambil mengusap perutnya dari belakang.


"Belum mas..."Jawab Indah sambil mendongakkan kepalanya.


Kedua tangannya juga ikut memeluk perut buncitnya.


Disaat Indah mendongakkan kepala disitulah Nicko meraih dagu istrinya dan mengecup bibir Istrinya.


"Mpppppphhhttt..."


"Hpl nya bulan ini kan sayang?Ini sudah tanggal 13 loh.. Kok belum ada tanda-tanda ya?"Tanya Nicko sembari ke dua tangan besarnya memainkan dua gundukan padat milik istrinya.


"Ouhhh Mas... Tangannya tolong dikondisikan."Seru Indah dan memindahkan tangannya diperut buncit istrinya.


"Tapi dokter Tania bilang mas kalau kita melakukan hubungan badan itu bisa memancing jalan keluarnya bayi."Cerita Indah dan disambut antusias oleh suaminya.


"Oh benarkah?Kalau begitu mas sudah siap untuk membukakan jalannya si baby..."Jawab Nicko sambil senyum smirknya.


"Ah kamu mas pasti cepet deh kalau soal begituan."Jawab Indah sambil mencubit perutnya.


"Awwww sakit sayang."Kata Nicko yang meringis kesakitan.


Kedua mata pasangan suami istri itu kini saling menatap intens.Indah yang tadinya duduk membelakangi suaminya kini menghadap suaminya.


Kedua tangan Nicko memegang kepala Indah sembari memiringkan kepalanya dia mengecup bibir Indah.


Cup...


"Sebentar lagi kamu akan membagi cintamu dengan dia anak laki-laki kita.Pastinya aku sangatlah cemburu.."Ucap Nicko dengan khas suara seraknya.


Indahpun mengulas senyumnya.

__ADS_1


"Dia adalah titipan,anugrah dan hadiah dari buah cinta kita tentunya kita harus menjaga dengan sebaik-baiknya.Sementara kamu suamiku tambatan hatiku jalan surgaku jodohku serta teman sehidup sematiku yang menemaniku dihari tua ku."


"Itulah bedanya.. Mas"Jawab Indah.


Nicko terdiam setelah mendengar perkataan Indah yang berhasil membungkam mulutnya.


Dengan wajah sayu Nicko memandang wajah istrinya.


Lalu dia mengecup bibir istrinya.Indah memejamkan kedua matanya sebentar lalu membukanya dan membalas ******* bibir suaminya.


Tak berhenti disitu tangan Nicko mulai memainkan ke dua benda padat yang sedikit mengembul keluar didepan matanya.


"Ouhhh Mas... "******* Indah yang mulai keluar dari bibirnya.


Tangan Nicko mulai mengangkat baju tidur Indah yang tipis berwarna merah maron diatas paha.Nicko mulai menidurkan istrinya itu dengan pelan.Lalu mengangkat kedua paha istri dan membukanya lenar-lebar.


Nicko menarik kain segitu itu yang berwarna pink dan membuangnya ke segala arah.Dia turun dari ranjang dan membuka kancing baju tidurnya satu per satu dan yang terakhir dia menurunkan celana tidurnya.


Polos!Nicko yang sudah tidak memakai sehelai benangpun berlutut di depan ranjang dan meraih pinggang istrinya dengan kedua tangannya.


Diapun membenamkan kepalanya dibawah kepemilikan Indah.


"Ouhhh Mas.. Indah enggak tahan kalau kamu begitu..."Lenguh Indah sembari menarik-narik rambut suaminya yang dibawah sana.


Nicko tidak memperdulikan Indah bahkan dia begitu intens ketika lidahnya memainkan disana.


Dilihatnya sudah basah Nicko mulai menutup kelambu ranjangnya.


Suara rintihan merdu yang terdengar dari luar kelambu dari sepasang suami isteri itu.2 jam kemudian suara itu terhenti dan sepi.Tinggalah suara dengkuran suami yang begitu nyaring.


Pukul 03 pagi Indah terbangun karena menyadari ranjangnya yang basah seperti terkena banjir.


"Mas.. Mas bangun.."Gugah Indah kepada suaminya.


"Hmmmmm..."Nicko yang susah sekali membuka matanya.


"Mas.. Mas.. Mas bangun.Indah mau melahirkan!"Gugah Indah dan Nicko pun bangun terkaget.


"Kamu mau melahirkan sayang?"Tanya Nicko.


"Iya mas.. Lihat air ketuban Indah sudah pecah basah semua ranjang.Perut Indah mulai kontraksi."Jawab Indah sambil memegangi perutnya.


"Waduhhh.. Sebentar sayang!Mas siap-siap dulu."

__ADS_1


Dengan cepat Nicko memakai celana dan bajunya .


Nickopun mulai memasukan barang-barang keperluan baby yang sebelumnya sudah disiapkan oleh Indah dan perlengkapanya ke dalam mobil.


"Aduhh mas.. Tolong cepat sedikit Indah mulai merintih sakit."


"Ini sayang pakai daster kamu dulu ya.Yang itu diganti karena basah."Ucap Nicko membantu Indah memakaikan daster istrinya.


"Ayo mas.."Seru Indah.


"Loh enggak pakai BH dan underwear kah sayang?"


"Aduhhh mas Indah mau lahiran bukan mau healing perut Indah sudah sakit sekali itu nanti aja pakainya disana kalau udah brojol."


Nicko memang sangat bingung dan panik pasalnya ini pertama kali dia mengurus semua keperluan Indah yang melahirkan karena mereka memang tak memiliki keluarga.


Baju-baju baby pun tak ketinggalan mereka berdua beli.Mereka memang belum berpengalaman namun mereka tak tinggal diam untuk sharing dari sosial medianua dan teman-temannya.


Nicko menjalankan mobilnya di pagi-pagi buta.Jalanan malam ìtu sungguh sepi hingga 15 menit kemudian dia sudah sampai dirumah sakit.


"Mas.. Perut Indah sedikit ngilu.."Rintih Indah sembari memegangi perutnya.


Nicko pun segera mengangkat tubuh sang istri ke brangkar yang suďah di siapkan oleh perawat dan membawanya ke ruang persalinan.


"Ibu Indah masih pembukaan 2 kami bantu dengan induksi unțuk jalànnya si bayi.Sekitar 10 ment obat akan bereaksi."Ucap seorang perawat sambil menyuntikan induksi di lengan Indah.


"Bapak kami tinggal dulu kalau ada apa-apa bisa hubungi kami."Ujar perawat itu dan Nicko mengangguk mengerti.


15 Menit kemudian kontraksi dari induksi itu baru terasa.Indah begitu merasa kesakitan.


"Aduhh mas perut Indah terasa saķit sekali.Hiks... "Rintih Indah.


"Sabar sayang.. "Nicko yang menguatkan Indah sembari menggenggam erat tangan kanan istrinya.


"Sabar.. Sabar sakit mas..!!Sakitnya enggak ketulungan hiks..."Gerutu Indah sambil merengek ke sakitan.


"Iya.. Iya mas minta maaf sayang."


"Makanya mas.. Biar kamu tau!Jadi ibu itu tidak mudah belum ngurus kamu ngurus anak!"Gerutu Indah lagi Nicko hanya diam melihat Indah yang merancau dengan cara seperti itu mungkin bisa sedikit mengurangi rasa sakit diperut saat kontraksinya.


Tak lama kemudian Andra dan Sisil datang.


"Indah..."

__ADS_1


"Bullek"


Sisil dan Anďra yang baru datang.Langsung menghampiri bŕnkar Indah.


__ADS_2