
Lamaran Andra,
Hari ini Andra dan keluarga akan melakukan pertemuan untuk lamaran di kediamannya keluarga Sisil.
"Coba tengok anak mu dulu Bu sudah siap apa belum?"Tanya Hendrik ke Ratih istrinya.
Ratihpun hendak beranjak berdiri dan langkahnya terhenti ketika anak keduanya datang menghampiri Hendrik dan Ratih.
"Kak Sisil sudah siap kok Ayah,"Sahut Sinta adik dari Sisil.
Sisil dan Sinta adalah saudara seibu dan beda Ayah.
Hendrik adalah ayah tiri Sisil.Hendrik menikah dengan ibunya Sisil ketika Sisil berumur 2,5 tahun dan di saat itu ibu nya sedang mengandung Sinta anak Hendrik.
Sedangkan ayah Sisil pergi meninggalkan ibunya ketika mengetahui adanya sebuah scandal istrinya dengan Hendrik
Seorang militer yang ditugaskan diperbatasan.
Walaupun Sisil adalah anak tirinya dia tidak pernah dibeda-bedakan dengan Sinta adiknya.Hendrik memperlakukan Sisil dengan baik.
Hingga Sisil mau dilamar oleh seorang pria pun,Hendrik sudah memberikan lampu hijau untuk anak tirinya itu.
"Ayah ke kamar mandi dulu ya Bu.Tiba-tiba perut ayah agak enggak enak."Ujar Hendrik dan berlalu meninggalkan istri dan anak keduanya itu.
"Taraaaaaa...."Seru Sisil tiba-tiba dari arah depan kamarnya yang mengagetkan Ibu Ratih dan adiknya Sinta.
"Ma Sya Allah... Cantik sekali anak ibu yang satu ini?"Ucap Ratih yang menghampiri putrinya itu.
"Iya loh kak.. Serius kakak cantik sekali mengenakan kebaya ini."Puji Sinta sang adik.
Diacara lamaran ini Sisil mengenakan kebaya berwarna cream dengan rambut yang disanggul dan ditambahin aksesoris rambut dan make up yang sederhana namun nampak elegan.
"Ahh.. Adek dan ibu bisa aja.Adek dan ibu juga cantik kok."Sisil juga memuji adik dan ibunya dan diakhiri saling berpelukan.
Tok.. Tok.. Tok..
"Eh mungkin itu kak Andra kali ya.."Kata Sinta yang mengurai peluka ibu dan kakaknya.
"Assalamualaikum..."
"Eh bener itu suara si brondong kuh."Ucap Sisil sambil tersenyum.
"Sisil.. "Kata ibu Sisil yang menyenggol lengan anaknya itu.
"Cie... Yang mau dilamar brondong.."Goda Sinta ke kakaknya.
Sisil pun menyubit lengan Sinta kuat-kuat.
"Kakak!"Pekik Sinta .
"Wle... 🤣"Sisil mengolok Sinta dan bergegas berjalan ke arah sumber suara di balik pintu.
Sementara itu Ratih hanya menggeleng-gelengkan kejahilan ke dua anak gadisnya tersebut.
__ADS_1
Ceklek
"Waalaikum salam..."Sapa Sisil tersenyum setelah membuka pintu rumahnya.
Andra!...Ya Andra dan keluarganya sudah tiba di rumah Sisil.Sisil pun menyalami ibu Andra dan cipika-cipiki bersama Indah serta menyapa Nicko yang sibuk menggendong Zain.
"Mari ibu masuk kedalam..."Sisil mempersilahkan ibu Andra berjalan di depan dan diikuti oleh Indah dan Nicko.
"So.. Beautiful..."Ucap Andra ke Sisil yang berdiam mematung disamping daun pintu.
Sisilpun tersenyum bahagia mendengar apa yang di ucapkan Andra.
Diruang keluarga...
"Assalamualaikum.. "Sapa Suci kepada Ratih dan Sinta yang sudah berdiri menyambut Andra dan keluarganya.
"Waalaikum salam Andra!"Jawab Ratih dan Sinta.
"Tante,Kenalin ini ibu Andra dan bullek Indah adik dari ibu saya."Kata Andra yang mengenalkan satu persatu anggota keluarganya.
"Saya Suci mbak ibu dari Andra."Sambil bersalaman dengan besannya
"Mbak Suci,saya Ratih ibu nya Sisil.Dan ini Sinta adiknya Sisil."Ucap Ratih yang membalas bersalaman dengan besannya dan juga memperkenalkan Sinta sebagai adiknya Sisil.
"Sinta Tante,"Seru Sinta sambil mencium punggung tangan Suci.
Setelah semua saling mengenalkan diri Andra dan keluarganya duduk di ruang tamu.
"Kemana om Tante?"Tanya Andra kepada ibu Sisil yang dari tadi belum terlihat.
"Baik Bu."Ucap Sinta dan sambil menunduk kan badanya dengan sopan ketika berjalan melewati Suci dan Indah.
"Silahkan diminum mbak Suci mbak Indah dan mas Nicko."Suruh Ratih.
"Terimakasih mbak."Ucap Indah dan Suci bersamaan.
"Assalamualaikum!"Sapa pria paruh baya itu sambil mengulas senyumnya.
Prang.....
Secangkir teh hangat yang akan disruput Suci jatuh ke lantai.Dia syock tatapannya tajam menatap pria paruh yang barusan mengucap salam.
"Suci...??"Batin Hendrik yang wajahnya berubah panik tiba-tiba.
"Ibu??"Kata Andra terpotong sambil memegang tangan ibunya.
"Mbak?Mbak enggak apa-apakan?"Tanya Ratih sambil mendekat ke arah Suci.
Semua orang menatap Suci dengan penasaran.Begitu pula dengan Indah yang dari tadi memperhatikan Suci kakaknya setelah kedatangan Ayah Sisil.
"Andra sebaiknya kita pulang dari sini dan kita batalkan lamarannya dan pernikahannya."Kata Suci dengan itba-tiba dan mengagetkan semua orang termasuk Andra dan Sisil.
"Kenapa Bu? Kenapa dibatalkan?"Tanya Andra kepada ibunya.
__ADS_1
"Mbak ada apa?"Tanya Ratih yang terkejut mendengar ucapan Suci.
"Ibu ada apa?Kenapa dibatalkan lamarannya?"Tanya Sisil yang berkaca-kaca.
Sementara Hendrik hanya terdiam memperhatikan Suci.
"Maaf mbak Ratih dan Sisil.Lamaran dan pernikahan ini memang harus dibatalkan."Jelas Suci.
"Tapi kenapa Bu?"Bentak Andra.
"Andra!"Pekik Indah.
"Andra ingin tau jawabannya bullek.Apa alasan ibu membatalkan lamaran dan pernikahan Andra?"Jawab Andra dengan meninggikan nada suaranya.
Sementara Sisil hanya bisa terdiam dan menitipkan air matanya yang berdiri disamping ayah tirinya.
"Tolong jawab Bu."Andra mendesak ibunya untuk menjawab pertanyaannya.
"Baiklah.. Andra ibu akan menjawab pertanyaanmu."Jawab Suci sambil menatap tajam ke arah Hendrik.
"Laki-laki yang ada di sana yang menjadi ayah dari Calon istrimu itu adalah Ayah kandungmu Andra.Arya Hendrik Wiguna."Ucap Suci dengan lantang sembari menunjuk ke arah Hendrik.
Deg...
Suasana yang tadinya tegang kini berubah menjadi tegang.Sisil yang berada disamping Hendrikpun mulai melihat ke arah Hendrik.
"Apa?"Seru semuanya yang kaget.
Sementara itu Hendrik hanya bisa terdiam dan menunduk.
"Ibu?"Tanya Andra ke arah Suci dengan ekspresi wajah yang tidak percaya.
"Itulah kebenarannya Andra.Arya Hendrik Wiguna adalah ayah kandung kamu Andra Sakti Wiguna.Itu sebabnya ibu menolak untuk kamu menikahi Sisil.Karena Sisil anak dari Ayah kamu."Ucap Suci yang akan beranjak pergi.
"Tunggu."Cegah Hendrik.
"Sisil adalah anak tiri ku Suci biarkanlah Andra menikah dengan Sisil.Aku juga minta maaf atas masa lalu yang pernah aku buat."Ucap Hendrik dengan raut wajah menyesal.
"Dengar ya Arya Hendrik Wiguna!Sampai kapanpun aku tidak akan lupa dengan penghianatanmu dan aku juga tidak mau berhubungan dengan pelakor beserta bibit-bibitnya pelakor.Andra ayok pulang!"Kata Suci yang menggeret tangan Andra.
Sebenarnya Andra ingin sekali memukul Arya Hendrik Wiguna untuk meluapkan emosinya.Dan dia juga belum puas karena belum mendengar sendiri jawaban dari ayahnya mengapa dulu dia bisa sangat kejam meninggalkannya dan ibunya dulu.
Sisil baru menyadari sekarang kenapa ayah kandungnya meninggalkan ibunya dan juga dirinya.
"Hiks.. Hiks.. Hiks.."Sisilpun mulai menumpahkan air matanya yang dari tadi sudah mengembun sembari memegangi dada yang terasa sesak.
"Sisil..."Kata ibu Sisil yang ingin memeluk tubuhnya.
"Jelaskan Bu,tentang apa yang dijelaskan oleh ibu Suci itu enggak benar kan Bu?"Tanya Suci yang menangis sesenggukan ya.
Lama Ratih terdiam dan menundukkan kepalanya.
"Kenapa ibu diam?Berarti itu benar Bu?"Tanya Sisil lagi.
__ADS_1
"Ibu dan ayah tau enggak?Itu dosa!Apa yang kalian perbuat itu adalah dosa besar.Dan aku,aku sekarang yang mendapat karmanya."Ucap Sisil dan lari menuju kamarnya dan membanting pintu.
BRAAkkk