
Malam itu rintik-rintik hujan mulai membasahi.Sementara Nicko sudah tak kuasa menahan hasrat untuk disalurkannya.
Dalam rintik-rintik hujan dia berjalan buru-buru menuju ke rumahnya yang ditinggalin Indah.
Nicko mencoba membuka pintu rumah yang sudah di kunci Indah dengan kunci serep yang dia punya.
Bajunya terlihat sedikit basah dan rambutnya terlihat basah karena rintikan hujan yang manja malam itu.Rintikan hujan merubah malam itu dengan hujan yang lebat.Untung Nicko sudah sampai dirumah.
Nicko berjalan menuju ke arah pintu kamar Indah dan mencoba membuka pintu kamarnya.Cahaya kamar lampu yang temarang saat itu menemani tidur ayam Indah.Yah... Indah memang belum tidur.
Dia langsung beranjak duduk dan turun dari ranjang ketika melihat Nicko berdiri di tengah-tengah pintu kamarnya.
"Nicko?K-kamu kenapa malam-malam kesini?"Tanya Indah yang terkejut melihat Nicko.Nickopun menutup pintu kamar Indah dengan kakinya.
Indah yang melihatnya semakin gugup ketika Nicko mendekat ke arahnya.Sementara Nicko semakin menggebu hasratnya melihat Indah memakai baju tidur nya yang tipis membentuk lekukan tubuhnya.
Mpppppptttthhhh
Nicko meraup bibir Indah dengan cepat dan **********.
"Iih.. Nicko!"Kata Indah yang melepaskan tautan bibir Nicko.
"Tolong aku Indah.."Dengan deru nafas tersengal dan ngos-ngosan.
"Aku enggak tahan..."Kata Nicko yang memeluk Indah dan menciumi pipinya dengan hasrat.
Bughhhh..
Indah mendorong tubuh Nicko sampai terjatuh.
"Jangan macam-macam Nicko."
Nickopoun berdiri dan mendekat ke arah Indah,sedangkan Indah memundurkan langkah kaki nya dan terhenti ketika punggung belakangnya tersandar di sandaran penyangga untuk kelambu yang terbuat dari kayu jati.
"J-jangan Nicko.Aku mohon..."Kata Indah yang melihat Nicko melepas kaos oblongnya dan melempar ke sembarang arah dan terlihat bertelanjang dada.
Dengan cepat Nicko meraih tubuh Indah dan dihempasnya di ranjang,kaitan kelambupun ditarik oleh Nicko dengan kasar.Kedua kakinya mengunci tubuh Indah yang berada dibawahnya,sedangkan kedua tanganya mengunci kedua tangan Indah diatas kepala.
"Hiks.. Hiks.. Hiks..."Indah yang sesenggukan.
"Jangan Nicko!!"Teriak Indah memberontak.
"Tolong aku Indah.."Kata Nicko yang meraup bibir Indah agar tidak berteriak memberontak.
__ADS_1
Indah terus memberontak ke dua kakinya bak ingin melepaskan diri dari terkaman.Disela-sela Indah memberontak Nicko masih dengan tenaga nya mengunci tubuh Indah.Dia pun ******* bibir Indah.Hingga kekuatan Indah melemah.Kini dia hanya pasrah Ketika Nicko sudah berhasil menanggalkan celana jeansnya dan berhasil melucuti badan Indah dan membuang baju tidurnya ke sembarang arah.
"Ahhhhhh..."Ketika Nicko berhasil memainkan buah gunung kembarnya.
Nicko mengangkat kedua kaki Indah menekuk kakinya dan membuka paha Indah.Kedua tangan Indahpun menutup area intimnya dengan kedua tangannya.
Nickopun mendongakkan kepalanya dan melihat Indah yang menangis tak berdaya sambil menggelengkan kepala sebagai penolakan.
Nicko pun mengangkat tangan Indah dan menguncinya diatas kepala lagi.Lalu Nicko memberikan tautan bibirnya sembari tangan kanannya mengangkat salah satu paha Indah.
"Maafin aku.. Aku sayang kamu."Ucap Nicko mengecup kening Indah.
Nickopun memasukan kepemilikannya ke area intinya Indah.
"Ahhhhhh..."Lenguh Nicko yang ke pemilikannya masuk ke inti Indah.
"Ahhkkk..."Lenguhnya lagi yang berhasil masuk sempurna.
"Tega kamu Nicko..."Kata Indah yang berada di bawah Nicko.
Nicko tak merespon rancauan Indah.Dia sibuk memaju mundurkan kepemilikannya hingga segel Indah terbuka.
Indah hanya bisa menahan sakitnya dengan tangannya yang menarik sprei,ketika dia merasakan perih di area ke intinya.
Hujan yang deras itu adalah saksi bisu ketika Nicko dengan gagah perkasa leluasa memiliki Indah didalam kelambu.
Tiga jam setelah Nicko berhasil menyalurkan hasratnya dia langsung tepar merebahkan badannya diranjang.
Sementara Indah sambil terisak-isak membuka kelambu menurunkan kakinya dan berjalan menuju ke kamar mandi dengan menutupi tubuhnya dengan selimut.
Sesaat Nicko tersadar akan Indah.
"Shiittt..."Kata Nicko yang mendudukkan tubuhnya diranjang.
Dia melihat sprei ranjang tidurnya ada noda darah.Nickopun beringsut mengacak-acak rambutnya dengan kesal.Lalu dia mendengar suara gemericik air dari ďalam air kamar mandi.
Nickopun bergegas memakai boxernya dan menghampiri Indah yang berada di dalam kamar mandi.
"Indah..."Kata Nicko setelah membuka pintu kamar mandi.
Dia melihati Indah yang menangis meringkuk memeluk kedua kakinya dibawah guyuran air shower sambil menutup tubuhnya dengan selimut.
"Hiks... Hiks.. Hiks..."Indah yang sesenggukan.
__ADS_1
Kemudian Nicko pun memeluk Indah yang menangis.
"Puas.. Puas.."Bentak Indah ke Nicko dan mendorong tubuh Nicko.
"Tega kamu sama aku!!"Kata Indah sembari memeluk kedua kakinya di bawah guyuran air shower.
"Maafin aku Indah.Aku enggak tau kenapa aku bisa berbuat ini sama kamu.Aku benar-benar tidak bisa mengendalikan diri."Jelas Nicko sembari mendekat ke arah Indah.
"Dengan maaf tidak bisa mengembalikan keadaan seperti semula Nicko.Kamu puas!"Bentak Indah lagi.
"Sekarang kamu keluar.. Aku mau kamu keluar.."Kata Indah sambil memukul-mukul kecil dada bidang Nicko yang kekar itu.
Sebenarnya Nicko tidak ingin meninggalkan Indah dalam keadaan sedang kacau balau begitu.Tapi mungkin saat ini Indah sedang butuh waktu untuk sendiri.
Nickopun beranjak berdiri.
"Aku pergi tapi tolong,jangan lama-lama kamu berdiam diri dibawah air shower.Nanti kamu sakit."Ucap Nicko yang menasehati Indah dan beranjak keluar dari kamar Mandi.
Indah hanya melihat Nicko yang berlalu pergi menjauhi darinya.
"*Maafin Indah ayah.. Hiks.. Hiks.. Indah sudah kotor!"Gumam Indah.
"Arrhkkkhhhh....."Teriak Indah yang histeris*.
Nicko yang tengah memakai baju-bajunya dengan cepat berjalan menuju ke arah kamar mandi karena mendengar teriakan Indah yang histeris.
"Indah..."
Indah yang mendengar suara Nickopun tak menghiraukannya.Nicko berjalan ke arah Indah dan mematikan shower lalu mendekat kearah Indah dan mensejajarkan tubuhnya dan menatap Indah yang sudah wajahnya pucat.
"Ayo.. Aku enggak mau kamu sakit!"Titah Nicko yang membantu Indah berdiri namun Indah menibaskan tangan Indah.
"Ya.. Ok!! Aku minta maaf Indah,aku minta maaf.!"Kata Nicko lagi.
"Aku akan tanggung jawab!Aku juga enggak mau ini terjadi!Aku benar-benar enggak tau tentang yang terjadi dengan aku.!"Jelas Nicko.
"Bisa enggak kamu pergi dan tinggalin aku?"Kata Indah sembari berdiri dengan berpegangan dinding yang menggigil kedinginan.
Tak kuasa melihat Indah yang kedingan Nicko menarik sprei yang basah itu dan dilemparkannya di ujung bak kamar mandi.
Dia meraih handuk dan menutupkan ketubuh Indah.Lalu menggendong Indah kembali ke kamar dan mendudukkannya.Nicko mengusap kening Indah dan mengecupnya.
"Pergilah..."Kata Indah sambil membuang mukanya.
__ADS_1
Nickopun beranjak pergi langkahnya terhenti di tengah-tengah pintu kamar dan membalikkan badannya menengok ke arah Indah.
"Aku sayang kamu."Ucap Nicko dan membalikkan badannya berlalu pergi.