Tidak Mudah Menjadi Mama Muda (TM3)

Tidak Mudah Menjadi Mama Muda (TM3)
Episode 6#TM3


__ADS_3

Nicko mengajak Indah ke pasar sore,merekapun naik angkotan umum no.2.Didalam angkot hanya ada supir dan Indah bersama Nicko yang duduk dibelakang kemudi supir.


Setelah sampainya mereka di pasar sore,Nicko langsung menggandeng tangan Indah.


"Jangan mikir aneh-aneh ya.. Biar kamu gak ilang dan tersesat nanti."Kata Nicko yang menggengam telapak tangan Indah dengan erat.


Indahpun hanya tersenyum manis ketika Nicko menggenggam erat tangannya.


Merekapun berjalan menyusuri lorong-lorong pasar sore atau pasar tradisional.Dan berhenti di sebuah toko baju yang menyediakan baju khusus kantoran.


"Coba lihat-lihat dulu."Kata Nicko ke Indah.


"Ih.. Tapi kan aku enggak ada uang Nicko!"Kata Indah yang menolak.


"Ya.. Kan cuman lihat-lihat dulu apa salahnya ya kan?"Jawab Nicko sambil menggeret tangan Indah.


Dengan terpaksa Indahpun memilah-milah baju yang dia taksir serta sepatu highhels yang cantik sekali.


"Itu aja?"Tanya Nicko sambil melihat baju dan sepatu highels pilihan Indah.


"Iya.. Suka ini aja,ya udah yuk pulang."Kata Indah sembari beranjak keluar toko.Namun Nicko mencekal tangannya.


"Tunggu dulu ya.Aku mau ke toilet!"Ucap Nicko.


Indahpun menunggu Nicko di depan toko.


Sementara Nicko sedang berada di meja kasir membayar baju-baju kerja dan sepatu kerja yang Indah taksir.

__ADS_1


"Nah.. Buat kamu"Kata Nicko yang menyerahkan baju-baju yang dipilihnya tadi.


"Nicko......?"Kata Indah terharu melihat isi dalam tas kresek hitam itu.


Enggak lama kemudian buliran putih mengembun di kedua kelopak matanya.


"Kamu kok baik sekali sama aku.?"Kata Indah sambil menatap Nicko.


"Maaf.. Aku hanya bisa membelikan baju yang murahan.Aku hanya bisa mengajakmu belanja ke pasar bukan di mall.Aku hanya bisa mengajakmu naik angkot bukan naik mobil.A-Ak...."Kata Nicko terpotong karena Indah langsung memeluknya.


Nicko yang dipeluk Indahpun hanya terpelongo diam tanpa membalas pelukan dari Indah.


"Indah!Coba lepasin ini tempat umum ya."Kata Nicko yang berusaha melepas pelukan Indah.


"M-maaf Nicko!"Kata Indah dan melirik kesekelilingnya banyak mata menatapnya.


Nickopun langsung menggeret tangan Indah dan mengajaknya kebelakang pasar dimana dibelakang pasar itu ada taman hijau yang indah sekali.


"Besok. aku akan keluar kota.2 mingguan kadang bisa 1 mingguan."Kata Nicko sambil menyendokkan es campur.


Entah kenapa saat Nicko bilang mau keluar kota hati Indah merasa sedih.


Pasalnya Nickolah teman yang nyaman buat Indah cerita.


"Kok lama..?"Kata Indah sedih dan Nicko langsung menoleh ke arah Indah sambil mengernyitkan dahi.


"E.. E.... Maksudnya."Kata Indah sambil menggaruk-garukkan kepala.

__ADS_1


Nickopun langsung mengulas senyum dan menaruh es nya di meja.


"Kamu khawatir ya."Goda Nicko dan melihat Indah tersenyum dengan pipinya yang merah merona.


"Ih.. Enggak kok!"Jawab Indah malu-malu.


"Heleh alesan."Goda Nicko lagi dan Indah tersenyum manis.


"Gini aku ceritain,Indah aku adalah seorang kurir cargo.Kerjaanku ya kirim-kirim barang.Mama papaku udah broken home.Mereka meninggalkan aku dari aku kecil.Mama papa ku sudah menikah dengan pilihannya masing-masing.Aku enggak punya siapa-siapa disini.Sanak saudara ada tapi kam mereka lebih fokus mengurus keluarganya masing-masing."Jelas Nicko yang menceritakan jati dirinya.


"Aku ditaruh di panti asuhan oleh papaku karena istri papaku enggak mau menerima aku.Sedangkan mamaku entah berantah sekarang dimana keadaannya."Jelas Nicko lagi dengan raut wajah sedih.


Indah yang mendengarkan cerita Nickopun langsung mengusap pundak Nicko dengan lembut.


"Sabar ya.. "Kata Indah yang menguatkan Nicko dan Nickopun mengulas senyumnya.


Nickopun meraih tangan Indah yang mengusap pundaknya dan menatap Indah dengan tatapan keseriusan.


"Mau enggak Indah kamu jadi pacarku."Kata Nicko yang mengutarakan isi hatinya.


Indah hanya bisa terdiam belum bisa memberikan jawabannya.


"Aduh.. Makjlebb kok kenapa bisa jadi begini skenarionya?"Batin Indah sambil melirik Nicko yang menggenggam tangannya.


"Indah?Bagaimana jawabannya?Kok diam?"Tanya Nicko lagi.


"Hmmm "Kata Indah.

__ADS_1


"Ya sudah!Aku enggak memaksa kok,"Kata Nicko yang melemahkan genggaman tangannya dan diletakkan tangan Indah diatas meja.


Lalu Nicko kembali menyendokkan es campurnya sambil menoleh ke segala arah.


__ADS_2