
Tempat tinggal Erika...
"Kamu sakit apa Erika?"Tanya Om Wawan yang baru datang dan mengecek keadaan Erika yang terkulai lemas diranjang.
"Badan Erika terasa lemas Om.Perut Erika mual terasa Erika mau muntah."Jawab Erika.
"Om belikan bubur ya?"Kata Om Wawan.
"Kenyang Om.. "
Tanpa basa-basi lagi.Om Wawan menggendong Erika ala bridal style.
"Om Wawan mau membawa Erika kemana?"
"Ke dokter!"Jawabnya singkat dan beranjak melangkahkan kakinya menuju ke arah pintu keluar.
Om Wawan membawa Erika untuk pergi ke dokter.Dia mulai menyalakan mesin mobilnya.Di sepanjang perjalanan Erika terlihat lemas menyandarkan kepalanya di jendela mobil.
30 Menit kemudian Om Wawan dan Erika sampai di klinik.Setelah selesai registrasi,Erika dan Om Wawan masuk keruang periksa.
"Selamat siang dok.."Sapa Om Wawan.
"Selamat siang,mari bapak ibu silahkan duduk."Kata dokter Tania.
Om Wawan dan Erika pun duduk ditempat yang sudah dokter siapkan.
"Jadi begini dok.Akhir-akhir ini saya merasa lelah kurang nafsu makan badan pegal-pegal perut bawaannya mual."Jelas Erika.
"Baik sebentar bu Erika mari kita periksa dulu.Silahkan bu Erika tidur diranjang."Kata dokter Tania.
Setelah diperiksa Erika kembali duduk di samping Om Wawan.
"Jadi saya sakit apa dok?"Tanya Erika kepada dokter.
"Dari hasil pemeriksaan ibu Erika tidak sakit.Saat ini ibu Erika sedang hamil."Jawab dokter Tania.
"Hamil ?"Ulang Erika dan Om Wawan bersamaan dan merekapun saling bertatapan.
"Dokter yakin?"Tanya Om Wawan lagi.
"Iya pak sudah bisa di pastikan.Ini saya beri resepnya tolong diminum vitaminnya ya bu Erika.Jangan lupa dikontrol ya bayinya."Pesan dokter Tania.
"Baik dok!Kalau begitu kami permisi dulu.."Ucap Om Wawan.
Setelah menebus obat di apotek Erika dan Om Wawan kembali masuk kedalam mobil.
Om Wawanpun meraup bibirnya Erika.
"Om bahagia sekali tau.. Akhirnya Om bisa memiliki anak."Kata Om Wawan yang mengelus perut datarnya Erika.
"Terus anak dan istri Om mau di kemana in?Memang apa mereka bisa mau menerima kenyataannya seperti ini?"Tanya Erika yang ketus.
"Mau ku talak.Mia itu istri siri dan Ryan itu anak tiri."
"Hah...?"Erika yang kaget.
__ADS_1
"Sudahlah aku enggak mau membahas mereka lagi."Kata Om Wawan.
"Aku juga enggak mau kamu stress mikirin masalah ini."
"Om mau kamu fokus menjaga anak Om!"
"Bagaimana ya kok bisa?Aku padahal rutin minum pik kb."Batin Erika.
"Sekarang tambah bunting lagi."Batin Erika sambil memijt ujung pelipisnya.
"Bagaimana ini?"Batin Erika yang kesal akan keadaan dirinya.
Om Wawan pun melajukan mobilnya yang mengantar kan Erika kembali ke rumahnya.
Sampainya dirumah Erika..
Ternyata dirumah Erika sudah ada Mama Mia beserta Ryan anak tirinya Om Wawan..
"Oh.. Kamu lagi ternyata pelakornya ya..."Mama Mia pun menggeret tangan Erika yang baru keluar dari mobil.
"Lepasin .."
Plak.. Plak..
Om Wawan menampar Mama Mia istri sirinya dan Erika berlindung di punggung belakang Om Wawan.
"Papah..."Bentak Ryan yang menghampiri mamanya yang menangis.
"Kamu Mia.. Hari ini juga saya talak kamu!Kamu bukan lagi istri saya.."
"Tolong.. Tolong..."Teriak Erika ketika Ryan membawa senjata tajam.
Om Wawan dan Ryan adu pergulatan nya.Ryan merasa tidak terima ketika mama nya ditampar dan di talaknya.
Ujung pisau itu pun berhasil menumbangkan pria paruh baya itu.
"Om.... "Teriak Erika.
"Tolong.. Tolong..."Teriak Erika sekuat mungkin di samping Om Wawan.
Ryan dan Mama Mia yang panik mencoba untuk melarikan dirinya.Namun naas.. Mia tertabrak mobil yang sedang melintas sedangkan Ryan tertangkap warga sekitar dan dihajar habis-habisan.
"Om.... "Teriak Erika sembari menyeka air matanya.
"Berjanjilah sama Om.Apapun yang terjadi jangan pernah meninggalkan anak ini dan berjanjilah kamu harus bertobat karena kamu adalah seorang ibu.Tinggalah dirumah ini,om tidak akan melarangmu jika kamu mau menikah..."Ucap Om Wawan sambil mencium perut datar Erika sebelum menghembuskan nafas terakhirnya.
"Om......... ...."Teriak Erika yang menangis terisak-isak.
...****************...
Kediaman Indah..
Nicko dan Indah terlihat sedang nge packing barang-barang yang akan dikirim oleh Nicko.Ya.. Nicko dan Indah pelan-pelan sedang merintis jasa pengiriman barang.Kadang Nicko juga mengambil jasa titipan atau biasa disebut jastip.
Nicko memang sudah berpengalaman mengelola barang-barang pengantaran karena sebelumnya dia bekerja dibidang exspedisi cargo.
__ADS_1
Indah dan Nicko membagi tugasnya.Nicko yang mengantar paket barang dan Indah yang nge packing barang.
Semalaman mereka berdua sudah lembur.Pengiriman paket kalau setiap hari kerja memang sangatlah membludak.
Kadang kala Indah ikut turun andil ke lapangan demi membantu sang suami walau kadang Nicko sangat menghawatirkannya.
"Mas Indah jalan dulu ya.. Ini ada paketan di daerah Mt.Haryono dan sekitarnya."Kata Indah kepada Nicko suaminya.
"Hati-hati sayang.."Jawab Nicko sembari mengecup kening Istrinya.
Entah kenapa pandangan Indah terasa kabur.Dia pun mulai memegangi kepalanya.
"Kamu kenapa sayang?"Tanya Nicko yang khawatir dengan keadaan Istrinya itu.
"Kepala Indah sakit sekali mas."Jawab Indah lemas.
"Kamu istirahat dulu sayang ya.."Kata Nicko sambil memapah Istrinya.
Karena sakitnya sudah tidak tertahankan,Indah pun akhirnya pingsan.
"Indah.. Indah.."Gugah Nicko yang panik dengan keadaan Istrinya.
Tak berapa lama kemudian Andra dan Sisil datang.
"Bullek... "Teriak Andra dan berlari menghampiri Indah.
"Andra bantu kakak membawa Indah kerumah sakit."Kata Nicko.
"Ayo kak!Andra tadi bawa mobil kantor,"
"Sisil tunggu disini ya takutnya kalau ada customer datang kesini mau ambil paket."Intruksi Andra.
"Iya Andra.."
Nicko dan Andra membawa Indah pergi kerumah sakit terdekat.
Didalam mobil..
"Kakak apain bullek sampai bullek pingsan seperti itu?"Tanya Andra sambil melihat ke arah spion dalam.
"Kakak enggak ngapa-ngapain bullek kamu Andra.Tadi dia mengeluh sakit kepalanya enggak lama kemudian bullek kamu pingsan."Jawab Nicko.
"Mungkin bullek kamu kecapek an karena dari semalam kami bergadang membungkus paket dan dokumen."
"Kenapa kakak enggak rekrut pegawai tambahan sih?Biar cepat selesai."Saran Andra.
"Ya rencananya mau seperti itu Andra tapi kan kakak sama bullek mu ini masih bisa handle sendiri."Jawab Nicko.
"Handle sendiri?Tuh bullek ku jadi korban akhirnya."Sahut Andra.
"Ya sudah kakak memang salah"Jawab Nicko yang mengalah.
Mobil Andra sudah berhenti didepan rumah sakit tujuan.Andra turun dari mobil dan segera menghubungi perwat.
15 Menit kemudian Andra keluar dengan perawat yang membawa brankar.Nicko pun menggendong Indah yang pingsan menuju brankar.
__ADS_1