
Malam hari,setelah semua acara pernikahan Mochi dan Naina selesai dan semua para tamu undangan dan keluarga sudah meninggalkan kediaman nya Mochi.
Ceklek...
Mochi membuka pintu kamarnya,
Dia melihat Naina,gadis yang sekitar beberapa jam lalu yang sudah dinikahinya sedang duduk di kursi meja riasnya.
Mochi menutup pintu kamar dan berjalan menuju ke dalam kamar.Naina bangkit dari kursi meja riasnya dan menghampiri Mochi yang berjalan ke arah kamar mandi.
"Ehm... Mas."Kata Naina pendek serta gugup dan Mochi menghentikan langkahnya sembari melihat penampilan Naina dari ujung kaki hingga ujung kepala.
Saat ini Mochi sedang dihadapkan dengan Naina yang cantik dengan rambut tergurai lurus sedang mengenakan baju kimononya.
"Ada apa?"Tanya Mochi dengan wajah datarnya.
"Mas mau mandi atau ma..??"
"Aku mau mandi Nai,"Jawab Mochi dan berjalan menuju ke arah kamar mandi.
Naina yang mendengar jawaban dari Mochipun terlihat menganggukkan kepalanya lantas dia berjalan menuju ranjangnya dan duduk di pinggiran ranjang dan menunggu suaminya.
Sementara itu,
Mochi yang berada didalam kamar membasuh mukanya berkali-kali dengan air di wastafel sembari melihat pantulan wajahnya dicermin.
"Apa aku harus melakukannya sekarang?Tapi hatiku ?"Gumamnya.
"Come on Mochi!Lupa in Indah!Indah tidak pernah mencintai kamu."Kata Mochi kesal.
Diapun menarik nafas dalam-dalam dan mengeluarkan dengan pelan-pelan.
Dengan tenang dia membuka pintu kamar mandi.
Dia menghampiri Naina yang duduk di sisi ranjang dan Naina pun berdiri tepat dihadapan suaminya.
"Mm mas..."
Naina mengawali pembicaraannya.
Sementara mata Mochi menatap tajam raut wajah Naina sehingga membuat Naina tertunduk takut.
"Aneh ya...."Kata Mochi dan seketika Naina mendongakkan kepalanya.
"Aneh kenapa mas?"Tanya Naina penasaran sambil mengernyitkan alisnya.
"Aku enggak tau harus mulai dari mana?Aku dan kamu sangat asing."Jawab Mochi.
"Iya mas.. Memang aneh,kalau mas belum siap enggak apa-apa.Naina sadar diri kok mas."Ucap Naina beranjak pergi namun tangannya dicekal oleh Mochi.
"Tunggu!"
Langkah Naina terhenti ketika Mochi menarik tangannya.
Mochi mendekat ke arah Naina.Dia menatap intens Naina begitu pula dengan Naina.Mereka saling bertatapan.
Mochipun memiringkan kepalanya dan memegang dagu Naina.Dengan mata mulai terpejam,Mochi mengecup bibir Naina.
"Apa kamu siap?"Tanya Mochi setelah melepas pagutannya.
"Siap enggak siap aku sekarang adalah istrimu mas.Aku akan melayani kebutuhanmu mas."Jawab Naila.
Mochi menatap istrinya dengan tersenyum.
Tangannya mengusap-usap pundak Naina,hingga menelusup masuk kedalam kimono Naina.Dan terhenti ketika Naina membusungkan dada nya.
__ADS_1
"Do it mas..."
Mendengar bisikan Naina di telinganya,dengan berani tangan Mochi meraih pinggang rampingnya.
Kemudian dia menyambar bibir Naina mengecup dan **********.
Naina tak tinggal diam,dia pun juga membalas kebrutalan suaminya.
Nafas kedua nya saling berpacu ngos-ngosan.Mochi meninggalkan jejak di leher Naina.Hingga sekarang Naina terlihat polos didepan Mochi.
Naina yang melihat tatapan Mochi yang tajam membuat tangannya menutupkan kedua dada nya dan satunya menutup area bawahnya dengan sedikit menunduk.
"CK!"decak Mochi.
"Why...?"
"Ma-..."
Mochi pun mendorong tubuh Naina ke ranjang.Dan melucuti pakaiannya hingga polos tanpa penghalang kain.
Dia menaiki ranjang pelan dan merangkak menghampiri Naina yang sudah siap dengan posisi terlentang ya.
Nainapun menekuk kakinya dan membuka pahanya lebar-lebar.
(Setelah itu adegan +++ Ye.. Hanya dilakukan untuk pasangan yang sudah halal🙂)
Jam dinding sudah menunjukan pukul 03 pagi.
Tak disangka-sangka pengantin baru itu masih berpacu adrenalin hingga pukul 03 dini hari.
"Mas.. Sudah.. Sudah mas,ahkkk... sakit perih mas."Rintih Naina dibawah Kungkungan Mochi.
"Sabar Nai,sebentar lagi..."
"Ouhhhhhhhh...."Ucap Mochi dan langsung ambruk di samping Naina dengan deru nafas ngos-ngosannya.
Sepintas Mochi melirik istrinya yang meringis kesakitan yang memegangi intinya.
"Kenapa?"Tanya Mochi dan duduk disamping Naina.
"Sakit mas..."Jawab Naina sambil menutup intinya dengan tangannya.
Lalu pandangan Mochi tertuju dengan tangan yang menutupi intinya.Dia tersenyum ketika melihat bercak darah di sprei yang di duduki Naina.
Naina beranjak berdiri.
"Auuwww..."Rintih Naina dan membuatnya terduduk lagi.
"Kenapa?"Tanya Mochi panik.
"Sakit mas... Auuwww Nai mau ke kamar mandi.Tapi bawahnya Nai sakit."
Dengan cepat,Mochi menggendong Naina ke dalam kamar mandi dan mendudukkannya di closet.
"Aku bersihkan ranjang dulu ya.Nanti aku kesini lagi kalau kamu sudah selesai."
"Iya mas..."Jawab Naina.
Setelah membersihkan ranjangnya Naina pun digendong oleh Mochi.Tepat pukul 04 pagi mereka barulah tidur.
Dengkuran yang saling bersahutan yang menandakan kelelahan karena aktivitas yang mereka lakukan beberapa jam setelah resmi menjadi pasangan suami istri.
Pukul 07 pagi
Kediaman Erika...
__ADS_1
"Anak mami yang tantik minum cucunya dihabisin ya."Ucap Erika sambil memegangi botol susu milik anaknya.
"Jam berapa berangkat kerja Erika?"Tanya bapak Erika.
"Sebentar lagi pak.Nunggu mbak Yanti datang seperti biasa jaga Cantika."Jawab Erika.
Tak berapa lama kemudian Yanti datang.Yanti adalah penjaga Cantika dikala Erika sedang bekerja.
Erika tidak tega apabila harus menitipkan Cantika dengan bapaknya.Karena selain usianya sudah sepuh bapaknya juga sering sakit-sakitan.
Erika saat ini sedang bekerja di workshop nya Nicko dan Indah atas recommended dari Indah.
"Mama pamit dulu ya sayang.. Doakan mama ya biar dapat rezeki."
"Aamiin"Jawab serentak bapak dan mbak Yanti.
Setelah mencium Cantika putrinya,Erika bergegas berangkat kerja.
Dikediaman Nickopun juga nampak sibuk.
"Atuh... Atuh... Bullek"Teriak Andra sambil mengangkat baby Zain.
"Ada apa sih Andra..."Seru Indah dari arah dapur dan menghampiri Andra dan Zain yang duduk di meja kan.
"Basah bullek.. Kemeja Andra! Zain pipis...Nih."Gerutu Andra dan Indah tertawa ngekeh melihat Andra di pipisin Zain.
"Ih.. Bullek please dech,,"Kata Andra kesal karena Indah sedang ketawa ngekeh.
"Sudah tau Zain belum mandi enggak memakai Pampers kamu gendong,"Jawab Indah.
"Auhhh ahkk bullek!Malah sudah ganteng begini lagi.Hufft!!!!"Keluhnya
Andra dengan kesalpun kembali kedalam kamarnya untuk mandi dan mengganti bajunya karena terkena pipisnya Zain.
"Hmmmm nakal sekali sih anak papa,"Kata Nicko yang meraih anaknya yang digendong Indah lalu diciuminya.
"Muach.. Muach...Muach.."Nicko yang menciumi Zain dan mengangkat tubuh Zain tinggi-tinggi.
"Mas.. Sikakak enggak pakai Pampers loh.Nanti dipipisin seperti Andra tadi baru kepook"Kata Indah dengan suaminya.
Nickopun mengabaikan peringatannya Indah,ketika Nicko mengangkat tinggi badan Zain disitulah Zain pipis menghujani raut wajah nya sipapa.
"Zaiiiinnnnnn..."Teriak Nicko.
Teriakan Nicko membuat panik semua orang yang berada dirumah.Dan berlari menuju kearah sumbersuara.
Baby Zain pun tertawa melihat sang papa wajahnya sudah basah kuyup.
"Astaga... Pintarnya keponakan bude ini ya."Ucap Suci.
"Elech.. Elehh.. Gemes ya kak..."
"Nakal ya Zain... Mpppphh mas mandi dulu sayang."Kata Nicko dan beranjak pergi.
"Tadi mas Andra sekarang papa dipipisin.Mpphhh..."Ucap Indah yang menciumi Zain.
"Indah,air mandi Zain sudah siap tuch.. Ayo di mandiin."Kata Suci dan Indahpun membawa Zain ke kamar Mandi.
Setelah mandi lagi kini Nicko berpamitan dengan anak dan istrinya untuk bekerja.
"Zain enggak boleh nakal ya... Muaahhh"Ucap Nicko sembari mencium anaknya.
"Mas kerja dulu sayang..."Pamit Nicko sembari mengecup kening istrinya.
"Hati-hati mas..."
__ADS_1