Tidak Mudah Menjadi Mama Muda (TM3)

Tidak Mudah Menjadi Mama Muda (TM3)
Episode 57 # TM3


__ADS_3

Pagi hari seperti biasa Indah dan Suci kakak nya sedang sibuk berkutat di dunia perdapuran untuk membuat sarapan.


Setelah semua sudah siap disajikan baik Andra maupun Nicko serta Zain sudah siap di meja makan.


Tak ada suara saat keluarga Indah sedang menikmati sarapan paginya.Hanya keriuhan anak Nicko Zain yang dari tadi sibuk mengoceh.


"Andra hari ini kamu pulang jam berapa?"Tanya Suci ibunya yang sibuk menyuap Zain.


"Andra kurang tau Bu."Jawab Andra yang sibuk dengan mengunyah.


"Kak Nicko,di workshop kakak ada lowongan kah?"Tanya Andra.


"Buat siapa Andra?"Sahut Indah yang duduk disamping Nicko.


"Andra bullek."


"Memangnya kenapa di tempat Mochi?"Tanya Nicko.


"Pengen cari suasana baru kak,"Jawab Andra.


"Suasana baru apa karena Sisil?"Selidik Nicko dan Andra hanya terdiam.


"Andra jangan lari dari masalah.Hadapi masalah itu.Kalau kamu mau mengakhiri hubunganmu ya beri tau Sisil dengan baik-baik.Jangan digantung."


"Ih mas apa sih?Kok menyarankan Andra putus?"Kata Indah yang menyenggol lengan suaminya.


"Pokoknya Andra,ibu enggak mau kamu berhubungan lagi dengan Sisil.Kali ini ibu memohon sama kamu.Selama ini ibu tidak pernah minta apa-apa dari kamu.Cuman itu yang ibu minta darimu."Sahut Suci.


"Ih.. Kak,jangan gitu donk.Jangan mencampur adukan masa lalu kakak dengan Andra dan Sisil.Lagian Sisil juga enggak tau kalau kenyataannya ayah tirinya adalah Ayah Andra."Kata Indah yang memberi saran.


"Biar bagaimanapun Indah,ibunya Sisil dan Hendrik adalah pengkhianat.Mana tau kita kalau kedepannya Sisil akan seperti ibunya.Karena buah jatuh tidak akan jauh dari induknya."


"Astagfirullah kak,enggak boleh bicara seperti itu."Sahut Indah.


"Karena kamu belum tau Indah merasakan apa yang kakak rasakan?Ditinggal suami dalam keadaan hamil muda.Melahirkan Andra tanpa seorang suami.Menjadi seorang ibu sekaligus ayah untuk Andra.Belum ditambah ibu yang meninggal karena Hendrik menceraikan kakak dan memilih pelakor itu.Kamu enggak pernah tau betapa hati kakak hancur saat itu.Membesarkan kamu dan juga Andra.Tidak mudah menjadi mama muda Indah."


Mendengar ucapan sang kakak Indah langsung terdiam dan tercengang sesaat.Dia berkali-berkali memikirkan ucapan sang kakak itu.Dan dia melirik Andra yang tepat didepan mejanya yang sudah terlihat kurang nyaman duduk di meja makan.


"Begini saja.Ini kan yang menjalani Andra bukan kita,kita serahkan kepada Andra.Begitu juga Andra semua keputusan ada sama kamu.Segeralah memutuskan sesuatu agar semuanya ini tidak berkepanjangan.Ikuti suara hati kamu."Ucap Nicko yang menengahi.

__ADS_1


Sejenak Andra berpikir kalau yang diucapkan Nicko suami Indah memang ada benarnya dia harus membuat keputusan walau itu berat.


Sisil memanglah perempuan yang dicintainya dan juga cinta pertamanya.Tapi dia juga enggak mau egois dengan mengabaikan ibunya yang telah merawatnya sejak dari dalam kandungan hingga sebesar ini.


Bahkan dia sangat pilu mengingat dan merasakan susahnya kehidupan yang dia lalu disaat itu.Dan sekarang Tuhan sudah mengangkat derajatnya berkat doa ibunya.


"Baiklah Andra sudah memikirkan jawabannya.Andra akan memutuskan Sisil.Andra harap semua menerima keputusan Andra.Untuk alasannya sudah jelas.Andra pamit dulu berangkat kerja.Assalamualaikum."Kata Andra dan mencium tangan Ibunya serta Nicko dan Indah.


"Ya sudah semua sudah jelas ya ini sudah menjadi keputusan Andra.Kalau begitu aku mau berangkat kerja dulu."Pamit Nicko dan mencium kening istri dan anaknya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hari Senin memanglah hari sibuk di dunia kerja.Tepat pukul 08:00 Andra sudah tiba di kantor Mochi.


Andra dan Mochi ber pas-pasan ketemu diruang receptionis yaitu ruangan Sisil.Sisil yang melihat wajah Andra pun segera tersenyum.Namun Andra terlihat cuek dan biasa-biasa saja.Dan hanya menyapa Mochi atasannya itu.


"Pagi pak!"Sapa Andra kepada Mochi.


"Hay Andra.. Cie.. Cie.. Yang semalam habis tunangan,"Goda Mochi ke Andra sambil melirik Sisil.


Sesaat Andra memasang wajah tak sedap untuk dipandang.


"Eh.. Andra masuk dulu pak masih banyak pekerjaan."Kata Andra ke Mochi dan tanpa menghiraukan Sisil.


"Sisil?Apa Kalian berdua sedang ada masalah?"Tanya Mochi dan Sisilpun hanya mengulas senyum dan mengangguk.


"Apa Sil?"Tanya Mochi dan Sisil masih terdiam membisu.


Melihat raut wajah Sisil yang mulai sendu semakin membuat Mochi penasaran.


"Sisil?Are you okay?"Tanya Mochi.


"I-iya pak maaf.Sisil baik-baik saja."Jawabnya sembari menyeka air mata nya.


"Kami batal menikah pak"Kaya Sisil menunduk dan tiba-tiba sesenggukan.


"Apa?Dan kenapa?"Mochi yang bertanya penasaran.


"Ibu Suci,mamanya Andra tidak merestui kami menikah.Ka.. Ka..."Kata Sisil yang terbatasemakin membuat Mochi penasaran.

__ADS_1


"Karena apa Sil?"Tanya Mochi yang penasaran.


"Ayah tiri Sisil adalah ayah kandung Andra.!"


Deg...


Mochi terkaget mendengar penuturan dari receptionis ya itu.


"Tapi biar pun begitu kalian masih tetap boleh menikah kok?Lalu kenapa ibu Suci melarangnya Sil?"Tanya Mochi penasaran .


"Katanya dulu ibu Sisil adalah pelakor pak!Jadi dia enggak mau berbesanan dan memiliki menantu dari seorang pelakor."Ucap Sisil yang sendu.


"Yang sabar ya Sil?Ini adalah cobaan buat kamu.Terus Andra bagaimana Sil?"Tanya Mochi lagi dan Sisil hanya menggelengkan kepalanya.


"Saran saya nanti coba diomongin dulu yang baik-baik ya dengan dia agar ada kejelasannya.Ya udah kalau kamu enggak fokus kerja kamu boleh kok izin dulu.Baru besok kamu kerja lagi."


Mendengar ucapan dari Mochi,Sisil pun nampak terkejut.


"Sisil baik-baik saja kok pak!."Jawab Sisil.


"Kamu yakin?"Sisilpun menganggukkan kepalanya.


"Ya sudahlanjutkan kerjamu ya.Saya mau keatas dulu."


Ucap Mochi dan bergegas naik kelantai 2.


Setelah naik kelantai 2,Mochi melihat Andra yang sibuk menghitung barang inventaris diruangannya.


Mochipun langsung menyerobot masuk karena pintu ruangannya.Dan yang melihat dari meja kerjanya memasang wajah senyum ketika Mochi duduk didepan Andra.


"Pak Mochi?"Sapa Andra.


"Sedang sibuk?"Tanya Mochi dan Andra mengangguk.


"Maaf Andra kalau saya sedikit lancang bertanya,kamu ada masalah kah dengan Sisil?"Tanya Mochi dan Andra terdiam menunduk lalu mengangguk.


"Sudah ada penjelasan dengan Sisil?"Tanya Mochi lagi.Dan Andra hanya menggeleng.


"Selesaikan baik-baik ya.Jangan menggantung.Kasian Sisil anak yang baik."Ucap Mochi beranjak berdiri dari kursinya dan menepuk bahunya.

__ADS_1


"Pulanglah dan datangi Sisil.Kalian hari ini say beri izin.Selesaikan masalah kalian dulu.Besok kalian baru masuk.Saya enggak ingin karena masalah pribadi kalian dapat mengganggu kinerja kalian masing-masing.


Mendengar ucapan dari atasannya tersebut Andra segera mengemasi barang-barangnya serta izin kepada Mochi dan mendatangi Sisil.


__ADS_2