
Dikala itu.....
"Tarik nafasnya ibu Erika... Tahan... Keluarkan."Intruksi seorang dokter obgyn.
Erikapun mengikuti interupsi dari dokter.
Di brankar pesakitan dia harus berjuang sendiri melahirkan anak yang dikandung buah hati nya dengan Om Wawan yang sudah meninggal beberapa bulan yang lalu.
Sedangkan diseberang luar pintu sana ada seorang bapak yang dengan setia menemani Erika puteri tercintanya.
"Ayo.. Ibu Erika diulang tarik nafasnya ibu Erika... Tahan ... Dan keluarkan.."
Suara tangis bayi perempuan bersih suci itu pun terdengar begitu nyaring.Nampak Erika yang berkaca-kaca melihat anaknya terlahir didunia.
"Ibu Erika.. Selamat ya.. Adik bayinya silahkan untuk di susui."Ucap seorang perawat.
"B-baik sus.."Kata Erika yang terbata-bata sambil meraih anaknya dari gendongan perawat.
Erika mencoba menggendong anaknya.Dia nampak menatap teduh raut wajah putri kecilnya itu.Tak berapa lama kemudian Erika menangis terisak-isak.
Seorang perawat yang sedang cek infus pun mendekati Erika yang dari tadi terdiam menangis menatap wajah bayi mungil yang mulai memberontak kehausan.
"Oek... Oek.. Oek..."Tangis bayi itu yang begitu nyaring.
"Ibu Erika... Ibu Erika..."Panggil seorang perawat itu dan Erika menoleh ke arahnya.
"Tolong segera disusuin ibu anaknya menangis terus menerus."Perintah perawat itu dengan kelembutan,
__ADS_1
Perawat itu sangat paham sekali dengan kondisi Erika yang bisa dikatakan seperti baby blouse syndrome.
Cuķup lama membujuk Erika hingga akhirnya Erika bisa menyusui putri kecilnya itu.
"Kasian sekali kamu sayang...."Ucap Erika sembari mencium kening putrinya.
Sementara itu jam dinding menunjukkan pukul 12 malam.
Terdengar begitu nyaring suara tangis baby Z hingga membuat Nicko terbangun dari tidurnya dan mencoba untuk menggendongnya.
"Cup.. Cup.. Anak papah yang ganteng.Haus ya..??"Ujar Nicko sambil berjalan menuju ranjang dan menghampiri Indah yang tertidur pules.
"Kasiannya Istriku.Suara dengkurannya menandakan dia begitu lelah."Gumam Nicko.sambil menimang-nimang anaknya.
Indah pun terbangun tergagap melihat suaminya yang berdiri menimang-nimang putra kecilnya.
Bayi laki-laki itupun menyusu dengan laju hingga sempat membuatnya tersedak.
"Ehem... Atuh.. Atuh.. Pelan-pelan dong.."Ucap Indah seraya mengusap pipi si bayi.
Nicķo hanya berdiri terdiam melihat istrinya dengan kelembutannya menyusui anakya.
Dia pun mulai duduk di ranjang dan membelai rambut istrinya.Tak lupa dia juga mencium keningnya baby Z.
"Mpphhhhtttt...."
"Mas.... Coba jangan kasar. begitu kalau mencium.Nanti dia bangun."Pekik Indah kesal.
__ADS_1
Nickopun hanya mengulas senyum...
"By the way??...."
"Apa mas??"Potong Indah sambil mengernyitkan dahinyva.
"Hmmmmmmmmm..."Nicko yg sambil mendehem.
"Kapan buat adiknya bàby Z lagi?"Bisik Nicko ditelinganya Indah sambil tersenyum.
Mendengar barusan yang dibilang suaminya membuat kedua mata Indah melotot.
"Omaigaddd mas!!!!Yang dibawah sana saja masih nyeri loh...."Pekik Indah.
"Puasa dulu 3 bulan!"Tambah Indah sembari memposisikan baby Z tidur ditengah-tengah ranjang dan diikuti Indah yang menarik selimutnya.
Sementara Nicko hanya bisa menarik nafas panjangnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Pagi hari sudah tiba!Pagi yang terasa berbeda di hari-hari sebelumnya.Ya... Kelahiran baby Z anak dari Indah dan Nicko yang membuat hari-hari mereka semakin ramai.
"Oek... Oek.. Oek..."Jerit tangis baby Z.
"Atuh... Atuh... Yang mandi sama bude.."Hibur Suci yang mèmandikan ponakannya itu.
Indah hanya memperhatikan kakanya yang lihat dalam memandikan anaknya itu.
__ADS_1