Tipuan Sephia

Tipuan Sephia
Pelampiasan


__ADS_3

Alex marah besar ketika semua anak buahnya tidak bisa menemukan keberadaan Lidya. Ia lalu memaksa Kim untuk mengajaknya ke hotel lain sembari memanggil dua wanita sesuai kriteria dari Alex.


Kim yang merasa bersalah hanya bisa patuh melakukan semua permintaan dari tuannya itu. Meskipun dirinya sedikit kecewa karena Alex kembali ingin menghancurkan hidupnya dengan para wanita panggilan, tetapi ia tidak mampu berbuat apapun untuk mencegahnya.


"Belikan juga pengaman untukku, aku tidak membawanya saat keluar tadi," titah Alex yang lalu masuk kembali ke dalam mobil lalu melajukan nya dengan kencang, meninggalkan Kim yang terpaku menatap kepergiannya. Beruntung Alex sempat menyebutkan nama hotelnya, ia bisa menyusulnya nanti bersama dua wanita pesanan Alex.


***


Suara ketukan pintu di kamar hotel XX memecah perhatian Alex pada rekaman video, pergulatannya bersama Lidya. Pria itu lalu berteriak agar sang tamu membuka pintu sendiri dan masuk.


"Pesanan Anda datang, Tuan," ucap Kim dengan kepala tertunduk, karena saat itu Alex sedang duduk dengan posisi menantang, dengan tubuhnya yang polos tanpa selembar benang pun yang menutupi. Dalam hati Kim saat itu, mungkin Alex sudah gila karena Lidya.


"Biarkan mereka masuk," titah Alex.


"Maaf, apa tidak sebaiknya Anda tutup dulu tubuh Anda?" tanya Kim hati-hati. "Semua aset milik Anda terlalu berharga jika dilihat secara gratis oleh wanita lain, selain Nyonya Lidya," tegasnya yang membuat Alex sontak bangkit dan memakai semua pakaiannya dengan cepat.


"Aku hanya sedang gerah," kilah Alex menutupi malu. "Cepat bawa mereka masuk!"


Setelah memastikan penampilan Alex sudah rapi, Kim memerintahkan dua wanita yang menunggu di luar untuk masuk. Ia lalu keluar setelah Alex mengangguk padanya.


Kim berlalu pergi menuju kamar lain yang ia pesan untuknya sendiri. Tanpa seorang pun wanita yang menemaninya. Kim tidak mau mengikuti jejak tuannya, meskipun Alex memberinya perintah untuk bersenang-senang.


Sementara itu di kamar Alex, terlihat kedua wanita pesanan Alex sedang menari dengan lincahnya atas permintaan Alex. Mereka bergerak sembari saling menatap penuh tanya, bukannya melayani hasrat, tetapi ternyata mereka harus menari terlebih dahulu di hadapan lelaki itu, sementara Alex sendiri tengah asik melihat rekaman video, adegan pergulatan dirinya bersama Lidya.


Ketika hasratnya semakin lama semakin memuncak, ia memanggil salah satu diantara para wanita itu lalu memintanya untuk duduk di atas pangkuannya. Sementara salah satu yang lainnya diminta untuk keluar menemui Kim, yang sudah dihubungi oleh Alex terlebih dahulu.

__ADS_1


Alex mematikan lampu kamar, lalu mulai menggerakkan tubuh dan tangannya, menyalurkan hasrat pada wanita panggilan itu dengan tanpa melepaskan pakaiannya. Rupanya perkataan Kim cukup membuatnya berpikir ribuan kali untuk kembali membuka tubuh di depan wanita asing, demi Lidya. Demi Lidya? Benarkah dirinya mau melakukan semua ini demi Lidya? Apa begitu besar pengaruh wanita itu, hingga membuatnya berubah seperti ini?


Alex menggelengkan kepalanya kuat-kuat. Ia memperbesar volume rekaman video yang baru saja ia putar ulang, sementara wanita yang ada bersamanya hanya diam dengan patuh, menikmati sentuhan dan suara ajaib Alex saat mendengar suara dessahan dan erangan Lidya dari rekaman video berdurasi sekitar 40 menit itu.


Dengan membayangkan tubuh Lidya, Alex mulai melucuti pakaian wanita yang bersamanya lalu memintanya untuk berbaring di atas ranjang. Alex lalu melancarkan aksinya, menelusuri tubuh bagian depan wanita itu lalu mulai mengungkungnya sembari menyebutkan nama Lidya.


Wanita itu tidak diam saja. Merasakan sesuatu milik Alex yang mulai mengeras, ia lalu menyerang Alex dengan kedua tangan dan lidahnya, membuat pria itu semakin tidak kuat menahan hasrat. Ia lalu berlutut dihadapan wanita itu yang kini mulai menjamah aset paling berharganya.


Alex membuka resleting celana dan membiarkan wanita itu bergerak liar mengeluarkan senjata yang sudah penuh sesak di dalam sana. Dengan sekali sambar, Alex mengambil alat pengaman lalu membuka dan memakainya, sebelum akhirnya ia kembali mengungkung tubuh wanita itu dan menghujamkan miliknya dengan kekuatan penuh.


Wanita itu menjerit nikmat. Milik Alex terasa begitu memenuhi intinya, membuatnya seketika menelan saliva dan menjilati bibirnya. Ia menginginkan lebih, sementara Alex masih terdiam. Pria itu lalu menggeser ponsel, memutar rekaman saat ia menghujam inti Lidya dan kini ia pun mulai menirukan gerakannya itu, melampiaskannya dengan membayangkan jika dirinya saat ini sedang bersetubuh dengan istrinya itu.


"Lidya ...," desis Alex ketika ia mulia merasakan kenikmatan. Wanita itu mendesis dan menggigit kecil cuping telinga Alex lalu menggerakkan tangannya, menyusuri punggung dan bottom milik Alex yang sedikit terbuka. Ia mengusapnya pelan sembari berusaha untuk menariknya ke bawah. Ia begitu penasaran dengan bentuk Alex sesungguhnya. Namun baru saja celana itu turun, tubuh Alex mulai bergetar. Mulut pria itu berulang kali menyebut nama Lidya lalu menghujamkan miliknya dengan kuat dan cepat, membuat wanita itu terlena hingga keduanya sama-sama mengejang, saat mencapai pelepasan.


Alex segera mencabut miliknya lalu memutar tubuh dan segera berlari ke kamar mandi, meninggalkan wanita itu yang masih terdiam, menikmati sisa harum tubuh Alex yang baru saja bergumul dengannya.


"Ini milikmu, dan yang di amplop ini berikan pada temanmu. Aku ada urusan, jadi aku tidak sempat bermain dengannya," ucap Alex yang lalu melangkah pergi begitu saja.


Wanita itu tersenyum lebar saat menghitung sejumlah uang dari Alex yang tiga kali lipat jumlahnya, jika dibandingkan dengan yang biasanya ia terima dari para lelaki hidung belang, di luar sana.


Alex menghubungi Kim dan menunggunya di lobi. Tujuannya kali ini adalah apartemen Lidya. Entah kenapa akhir-akhir ini ia benar-benar ingin menemui istrinya itu, tidak peduli dengan tumpukan pekerjaan yang harus segera ia selesaikan karena sudah ia tinggal beberapa hari ke Bandung.


"Kita kemana, Tuan?" tanya Alex saat mereka sudah duduk di dalam mobil.


"Apartemen Lidya," jawab Alex singkat yang lalu menyandarkan tubuh dengan malas sembari memijit pelipisnya.

__ADS_1


"Anda yakin Nyonya Lidya di apartemen?"


Alex menggeleng ragu. "Tidak, tetapi tidak ada salahnya juga untuk mencoba, Kim."


"Anda benar."


Kim melajukan mobil sedikit kencang. Jalanan terlihat sunyi di malam hari itu, padahal biasanya masih ramai dan masih banyak pejalan kaki yang memenuhi trotoar.


"Masuk dan carilah Lidya di unitnya," titah Alex saat mereka sampai di depan apartemen milik perusahaan Andre, yang digunakan sebagai fasilitas para artis yang bernaung di bawahnya.


Kim mengangguk patuh lalu keluar dari mobilnya dan segera menemui sekuriti, meminta ijin untuk masuk. Sekuriti itu membuka gerbang setelah memberikan ijin padanya.


Alex tersenyum dan mengangguk saat melewati sekuriti itu. Ia lalu meminta Kim untuk segera masuk ke apartemen, sementara ia menunggu di dalam mobil.


Ketika Alex mengeluarkan ponsel untuk memainkannya, tanpa sengaja ia melihat salah satu mobil yamg terparkir di basement itu bergerak perlahan. Ia mengerutkan kening dan memicingkan matanya, melihat ke dalam mobil itu dan merasa heran, karena tidak terlihat ada manusia di dalam mobil itu.


Alex penasaran. Ia lalu keluar perlahan dari dalam mobil lalu mendekat ke mobil yang masih bergerak semakin kencang itu. Alex melihat ke sekelilingnya, sepi, ia pun lalu semakin mendekat dan terbelalak ketika pintu mobil tiba-tiba terbuka, menampakkan wajah wanita cantik yang sedang mengerang ketika seorang pria sedang menikmati dadanya. Alex melihat tubuh keduanya yang benar-benar polos. Keduanya sedang begitu menikmati penyatuan tubuh mereka, hingga tidak menyadari keberadaan Alex di sana.


"Lily," desis Alex saat ia bisa melihat dengan jelas wajah wanita itu. Wajah cantik yang sedang memejamkan matanya menikmati permainan lelaki itu. Wajah yang sama, yang pernah ia nikmati saat ia menghujani wanita itu dengan senjata miliknya, yang menurut Lily tiada duanya.


Alex tercekat. Ia terdiam terpaku ditempatnya sembari memalingkan wajah ke arah lain. Setelah berhasil menguasai dirinya, Alex melangkah pergi, dengan langkah lebar, membuat Lily seketika membuka matanya dan melihat sosok Alex berjalan menjauh.


"Alex! Si*l!" desis Lily yang lalu mendorong tubuh lelakinya agar menjauh.


"Lily, kenapa kau ...."

__ADS_1


"Alex!" teriak Lily kencang setelah ia memakai jaket dan bawahan sekenanya.


__ADS_2