
keesokkan harinya, di kamar jeremy.
calvin membuka mata, memerhatikan jendela, sudah terang, walau masih tertutup gorden. calvin melihat ke arah jam di dinding, menunjukkan pukul 07.22, melihat ke arah sampingnya, jeremy masih tertidur pulas.
calvin mengambil hp nya yang berada di meja kecil samping kasur, membuka aplikasi untuk memesan makanan secara online untuk sarapan. setelah itu hanya membuka aplikasi chattingnya, tertulis pesan dadi grub "satria kenanga" sudah 999+, calvin membuka grub, langsung men-scrool kebawah, tidak dibaca sama sekali lalu keluar lagi. satria kenanga saat ini terdiri dari 20 anggota aktif.
Calvin melihat kembali aplikasi yang ia gunakan untuk memesan makanan, sudah hampir sampai, ia turun, menunggunya di depan rumah, saat pengantar makanan sampai gerbang, ia keluar untuk mengambil makanan, lalu kembali ke kamar jeremy.
jeremy masih tertidur pulas.
Calvin duduk dilantai depan kasur seperti biasanya lalu menyalakan tv. Namun, tv LED tersebut masih memunculkan layar komputer. Calvin mencari game yang ada di komputer dan memainkannya.
"Woi, maen game aja lo" jaremy sambil menepuk pundak calvin berusaha membuat kaget calvin, tapi calvin sama sekali tidak kaget, saking serius dengan permainnnya.
"Serius banget idih" tambah jeremy.
"Makan tuh" calvin menunjukkan makanan yang telah dibeli sebelumnya dengan tatapan wajahnya.
"Wih apa nih" tanya jeremy sambil turun dari kasur dan duduk di lantai.
"Favorit lo" jawab calvin dengan tatapan masih ke komputer.
"Mantap sanwich, thank u calvin" ucap jeremy setelah membuka box makanannya.
"Santai" jawabnya lalu mengganti komputer ke channel tv.
Calvin mengambil box makanan miliknya, kemudian memakannya.
"Hari ini ada kegiatan jer?" Tanya calvin sebelum mamasukkan makanan lagi ke dalam mulutnya
"Gak ada ahaha, maen di komputer aja gua mah di rumah, buat konstruksi digital" jawab jeremy.
"Anjayy, keren" balas calvin.
"Lo sendiri?" Tanya jeremy.
"Biasa, ahaha, gak jelas gua mah, gak usah ditanya" balas calvin.
"Paling abis ini gua mandi terus keluar" tambah calvin.
"Oke, mau nginep lagi gak?" Tanya jeremy.
"Makasih jer, gua mau balik ke rumah dulu" jawab calvin.
"Oke" jawab jeremy.
Tak lama calvin menyelesaikan makannya, lalu ke kamar mandi, dan merapikan diri.
"Gua jalan dulu ya" ucap calvin saat di depan kaca untuk bercermin.
"Cek barang-barang lo lagi, jangan sampe ada yang ketinggalan" jeremy mengingatkan.
"Udah gua masukin semua ke tas, makasih jer, gua keluar dulu" ucap calvin.
"Iya, hati-hati di jalan" jawab jeremy, kemudian calvin keluar kamar.
Dia sekarang menuju ke markas.
"Hai vin" sapa vino ketika calvin bergabung duduk di bangku teras dengan beberapa anggota satria kenanga lainnya.
Calvin hanya mengangguk.
"Andika mana?" Tanya calvin.
"Belum datang" jawab vino.
Tak lama raditya datang, lalu ikut kumpul di bangku teras.
"Hai guys" sapa radit.
Beberapa menjawab, tapi tidak dengan calvin.
"Lagi kenapa lo vin?" Tanya raditya yang merasa calvin tidak seriang biasanya.
"Gapapa, lagi males aja gua" jawab calvin.
Raditya memberi tahu alamat dimana kemarin mereka menemukan geng motor berjaket abu-abu bercampur hitam.
"Black spider" ucap calvin langsung setelah raditya berbicara.
"Hah?" Raditya masih bingung.
"Nama nya black spider" perjelas calvin.
Raditya mengangguk mengerti.
"Mau buat rencana kapan?" Tanya radit.
__ADS_1
"Nanti dulu ah, lagi males gua dit" jawab calvin, kemudian duduk bersandar pada bangku.
"gua janji gak bakal bawa senjata tajam vin" ucap radit yang membuat calvin menatapnya.
"kalo gua liat lo bawa, gua langsung pergi" jawab calvin tegas.
"iya" balas lagi radit.
calvin mengambil cemilan diatas meja yang belum terbuka, kemudian membuka dan meletakkannya diatas meja, dia memakannya.
"malming lagi aja dit" ucap calvin setelah beberapa kali memasukan cemilan ke mulutnya.
"eh jangan, gak jadi" ucap calvin lagi yang mengingat geng motor silent night suka mengitari malam pada malam itu.
"gua minta 1 orang awasi target, arah jalan pulang yang di dilalui nya seperti biasa" tambah calvin sambil memakan cemilan.
"biar gua aja" jawab radit.
"gak, gua gak percaya sama lo dit" balas radit, dengan jiwa yang mudah emosi calvin berpikir bahwa dia akan mendekati target bukan hanya mengawasinya.
"oiya btw lo tau nama yang jadi target incaran lo dit?, gua gak mau pertemanan gua rusak sama yang lain gegara hal ini" calvin yang mengingat ada saron sebagai teman dari jeremy.
radit menggeleng.
"gua mau sebelum penyerangan kalian tanya namanya siapa, jika saron, kita mundur, gua gak mau mengorbankan pertemanan gua, atau gua gak akan pernah ikut campur lagi dalam hal balas dendam, penyerangan atau apapun itu" tegas calvin.
"oke-oke, gua ikutin mau lo" jawab raditya lagi.
"bisa dipercaya lo? sekarang mungkin lo bisa ngomong begini, tapi kalo lo udah emosi, jiwa lo seakan mati dit" perjelas calvin.
"iya, gua gak bawa senjata tajam, atau apapun itu, jika sewaktu-waktu gua terbawa emosi jadi gak parah-parah banget kan?" ucap radit dengan santainya.
calvin menatap tajam radit.
"yaudah, gua ikut buat mastiin lo doang, dan gua gak mau buat apa-apa" jawab calvin.
anggota lainnya hanya menyimak pembicaraan mereka berdua.
"deal" sahut raditya lalu ikut memakan cemilan.
"yaudah, 2 orang bertugas, pake 1 motor aja, malam ini awasi pergerakan target hingga 3 hari ke depan, jalan pulang nya aja sih" calvin memberi perintah.
"biar gua sama jordan" ucap vino.
"oke" calvin menyetujui.
"udah kenapa pada liatin gua" ucap calvin yang menyadari menjadi sorot perhatian yang lain.
"masuk jurusan dokter, otaknya kejam, gak sesuai sama kode etik profesi dokter ahaha" andika ikut berbicara.
"belum mengucap janji dokter gua ahaha, masih lama" calvin menjawab andika.
"pensiun kapan lo?" tanya leo. maksud pertanyaan leo adalah pensiun sebagai anggota geng motor.
"belum kepikiran, nanti aja" jawab calvin.
"calvin pensiun, gua pensiun ahaha" sahut andika.
"gua keluar dulu bro ada urusan, nanti gua kesini lagi" ucap jordan kemudian pergi.
"oke hati-hati dan" ucap calvin juga yang lain beberapa.
trenoddd.. hp calvin berbunyi, ada yang menelponnya, lagi-lagi gabriel.
"bentar" ucap calvin pada anggota geng motor nya lalu menjauh untuk menjawab telpon.
percakapan dalam telpon
"halo gab, apaan?" calvin
"lagi dimana lo?" gabriel.
"di rumah temen" calvin.
"sibuk gak?" gabriel.
"enggak juga" calvin.
"besok ospek, ada perkenalan kampus" gabriel mengingatkan.
"iya makasih gab udah ngingetin" calvin.
"jadi gini vin, temenin gua ke kampus yuk sekarang" gabriel.
"ngapain?" calvin.
"ngurus administrasi ada yang belum selesai" gabriel.
__ADS_1
"biasanya sama temen-temen lo?" calvin.
"lagi pada ada urusan" gabriel
"yaudah gua temenin" calvin.
"gua jemput ya biar 1 motor" gabriel.
"hmm bo..lehh jemput w di halte karuna aja" calvin.
"oke, gua otw sekarang, makasih anak ayam ku ahaha" gabriel.
"gua manusia" calvin.
"enak sih lo buat diajak kemana-mana mau aja, kaya anak ayam ahah" gabriel.
"yaudah sini cepetan berangkat, gua tunggu di halte" calvin.
"oke otw" gabriel kemudian menutup telponnya.
calvin kembali pada teman-temannya.
"siapa?" tanya andika.
"temen kampus gua" jawab calvin.
"tolong anterin gua yuk ke halte karuna" ucap calvin pada teman-temannya.
"lo minta tolong sama siapa, semuanya lo liatin" sahut keiza.
"siapa aja yang mau" jawab calvin.
"yaudah yuk sama gua" jawab andika kemudian berdiri.
"lo bukannya ada motor vin?" tanya vino.
"iya ada, gua nitip dulu disini ya, ayo dika" jawab calvin.
andika dan calvin melangkah ke arah parkiran.
"oiya gua nitip dong" calvin berbalik arah, melepas jaketnya lalu melemparnya ke pangkuan alvino.
calvin dan andika berangkat, halte karuna sangat dekat dengan markas geng motor satria kenanga.
setelah sampai, calvin turun, andika memarkirkan motornya depan halte dan ikut turun.
calvin duduk di bangku halte, juga andika.
"lo nungguin siapa vin?" tanya dika setelah duduk.
"temen kampus gua" jawab calvin kemudian calvin menyadari andika masih menggunakan jaket sebagai identitas satria kenanga.
"eh dika-dika buka jaket lo, taro mana dulu kek, umpetin, jangan sampe keliatan sama temen gua yang ini" calvin menyuruh andika melepas jaketnya.
andika tanpa banyak bertanya melepas jaketnya walau dengan raut wajah bingung.
"duh taro mana dulu ya?" calvin keliling mencari celah.
kebetulan ada plastik yang terbang terbawa angin, calvin mengambilnya.
"masukin sini" calvin memberi pada andika plastik itu, andika memasukkan jaket ke dalam plastik itu.
"ada ala sih?" tanya andika.
gabriel sudah terlihat dari kejauhan.
"nanti gua jelasin, tapi lo jangan beri tahu dulu ke siapa pun itu ke anggota geng motor kita" tegas calvin.
"oke, aman" jawab dika.
"gua percaya sama lo" balas calvin sambil menepuk bahu dika.
"hai vin, lama nunggu?" gabriel datang.
"enggak, baru juga gua disini" jawab calvin.
"dia siapa?" tanya gabriel yang melihat andika.
"temen gua, kenalin andika, sekampus juga sama kita, dia jurusan farmasi" calvin mengenalkan andika pada gabriel.
"hai andika, sama kaya wildan dong ya farmasi" ucap gabriel.
"gua jalan dulu ya dik, makasih udah anterin gua" calvin kemudian menaiki bagian belakang motor gabriel.
"duluan dika" sahut gabriel.
"iya hati-hati" balas andika.
__ADS_1
gabriel menjalankan motornya.
"pantes suruh umpetin jaket, ternyata temannya anggota geng motor yang kemarin gua liat, berarti yang kemarin gua liat, bener dong calvin" andika berbicara dalam hati, lalu berniat menanyakan pada calvin lain waktu, dia memakai lagi jaketnya, lalu kembali ke markas.