To The Night Street

To The Night Street
cuek


__ADS_3

"dika, lo ke kampus jam berapa?" ucap calvin dalam telpon.


"jam 8" andika.


"bareng dong, tangan gua masih sakit buat ngendarain" calvin.


"anjir jam segini baru bilang, yaudah gua ke sana, lo di rumah radit kan?" andika.


"iya, gua tunggu" calvin mematikan telponnya setelah itu.


calvin sampai di kampus jam 8 tepat, ia masuk ke kelas setengah berlari di lorong ada dosennya yang akan mengajarnya di kelas pertama hari ini.


"pagi pak" sapa calvin pada dosen itu.


"udah sehat kamu calvin? bapak denger kamu kemarin sakit" tanya dosen itu.


"udah sehat kok pak, bapak sendiri sehat?" jawab calvin.


"sehat, kamu baik-baik ke saya karena kamu telat kan? pinter kamu ya" ucap dosen.


"kalo gak pinter bukan calvin pak ahaha, btw saya gak telat pak, kalo saya telat pasti saya belum datang" jawab calvin.


"bisa aja gak kamu" jawab dosen, mereka masuk kelas bersamaan.


"saya duduk dulu dulu pak" ucap calvin, dosen mengangguk, calvin duduk di kursinya.


calvin menyadari bahwa gabriel memperhatikannya, tapi calvin pura-pura tidak tau dan memilih untuk sibuk dengan apa yang dilakukannya dan memperhatikan dosen di depan.


"vin lo kesini sama siapa?" tanya gabriel setelah dosen pertama keluar kelas.


"andika" jawab calvin singkat dan membuang wajah lagi.


"lo marah sama gua?" tanya gabriel.


"hmm… dikit" jawab calvin.


"vin, gua…" omongan gabriel terpotong


"ada dosen" calvin yang langsung berbicara memotong ucapan gabriel ketika melihat dosen selanjutnya sudah masuk kelas lagi.


jam 12, kelas mereka berakhir hari ini.


"vin tangan lo kenapa?" tanya zayeen yang menghadap belakang, daniel ikut menghadap belakang.


"gapapa, luka kecil" jawab calvin.


"luka kecil sampe di balut begitu? keren" sahut daniel seakan tidak percaya.


"tangan gua yang luka, jadi suka-suka dia" jawab calvin.


"jangan ngomong sama calvin, otaknya abis kena air" sahut gabriel.


"gua gak ngomong sama lo" sahut calvin.


"kalian kenapa? berantem?" tanya zayeen.

__ADS_1


"udah gede masih aja berantem, malu sama umur" sahut daniel.


"gua baru 18, masih labil" jawab calvin.


"gua juga kali" ketus gabriel.


"udah-udah, zayeen paling muda disini masih 17 tahun dia tahun ini" sahut gabriel.


"kok bisa?" tanya calvin.


"pernah loncat kelas sekali dia pas sd" daniel memberi tahu.


"ohh gitu… udah yuk kantin" calvin lalu berdiri dan langsung melangkah tanpa menunggu jawaban lain dari teman-temannya.


yang lain juga berdiri dan mengikuti calvin.


"kalian mau makan apa?" tanya gabriel.


"lagi pengen nasi goreng gua" jawab zayeen.


"sama in aja" sahut daniel, hanya calvin yang tidak menanggapi.


"vin mau makan apa? biar gua pesenin sekalian" tanya gabriel pada calvin yang sedang melihat layar hp nya.


"duluan-duluan" jawab calvin melirik gabriel dan kembali pada layar hp nya, lalu meletakkannya di telinga.


"dika, lo balik jam berapa?" calvin.


"jam 3" andika.


"jam 3? lah gua balik sama siapa dong" calvin.


"yaudah makasih dik" Calvin.


"iya sama-sama" andika lalu menutup telponnya.


"lo gak bawa motor sendiri vin?" tanya daniel.


"enggak, tangan gua masih begini, yang ada kebuka lagi nanti lukanya" jawab calvin.


"emang gak dijahit?" tanya zayeen, calvin menggeleng, lalu meletakkan hp di telinga nya lagi.


"jeremy, lo dimana?" calvin.


"masih di kampus" jeremy.


"pulang jam berapa?" calvin.


"ini udah pulang, tapi masih mau makan dulu" jeremy.


"yaudah sama, nanti tolong jemput gua ya di kampus" calvin.


"emang lo gak bawa motor?" jeremy.


"enggak" calvin.

__ADS_1


"yaudah nanti gua jemput lo dulu" jeremy.


"oke, makasih jer" calvin dan mematikan telponnya.


"yaudah gua nasi goreng juga gab" calvin melihat gabriel, tanpa berbicara apapun lagi gabriel pergi.


"vin lo punya masalah apa sih sama gabriel?" tanya zayeen.


"bukan apa-apa gak penting" jawab calvin.


"kalo gak penting kenapa lo marah?" tanya daniel.


"gua gak marah, cuma rada kesel aja" jawab calvin.


"sejak kapan marah sama kesel ada bedanya?" tanya zayeen, calvin mengangkat bahu.


tak lama gabriel kembali.


"vin, kalo lo gak bawa motor, dan lo gak mau sama gua, lo masih bisa kan minta tolong anterin sama zayeen atau daniel" ucap gabriel.


"iya, tapi gua masih ada keperluan lain" jawab calvin.


"vin buka ya balutannya gua pengen liat" daniel mengambil tangan kanan calvin.


"jangan di sini, di unit kesehatan aja nanti, sekalian ganti balutannya" jawab calvin.


"biar gua yang ganti balutannya, boleh?" balas daniel lagi.


"boleh, tapi hati-hati" calvin menyetujui.


"oke" daniel melepas tangan calvin setelah melihat balutan lukanya.


selesai makan, mereka ke unit kesehatan, daniel meminta izin untuk ia yang mengobati calvin, dan hal itu diperbolehkan oleh petugas nya.


"luka lo udah ketutup vin" daniel memberi tahu setelah balutannya terbuka sempurna.


"iya tapi masih sakit, pelan-pelan nil, gua takut kebuka lagi" jawab calvin.


"iya santai" daniel sambil membersihkan tangan calvin.


"rapi juga balutan lo niel, makasih ya" ucap calvin setelah selesai.


"sama-sama, dah yuk keluar" ajak daniel, mereka keluar.


baru saja keluar pintu, hp calvin berdering, ada telpon dari jeremy, calvin mengangkatnya.


"vin, gua udah di depan gedung FK kampus lo" jeremy.


"oke-oke gua turun sekarang" calvin.


"jangan lama-lama" jeremy.


"iya" calvin dan mematikan telpon.


"ayo turun, jeremy udah sampe" ucap calvin mengarah ke lift, yang lain mengikuti.

__ADS_1


calvin pergi ke rumah jeremy hari ini, hari ini adalah hari kamis.


calvin di rumah jeremy hingga hari sabtu sore.


__ADS_2