
keesokan harinya, hari selasa, Jeremy dan calvin pergi kuliah, sedangkan saron masih beristirahat di rumah jeremy.
"pulang kuliah kita kumpul yuk" gabriel membuka pembicaraan saat di kelas.
"dimana?" tanya calvin.
"taman asoy aja" daniel memberi usul.
"ayok gas" gabriel menyetujui.
"hai zayeen" tiba-tiba saja seorang perempuan bernama chika mendekati zayeen.
"ya?" jawab zayeen.
"aku mau kenalan sama kamu" jawab chika yang berdiri di sebelah zayeen.
"kan udah kenal" balas zayeen.
"pulang kuliah nanti jalan yuk" jawab chika lagi.
"gak bisa, mau jalan sama mereka" balas zayeen lagi sambil menunjuk daniel, gabriel dan calvin.
"yah yaudah deh" jawab chika lalu pergi.
"ahaha zay baru masuk kuliah udah ada aja yang suka sama lo" ucap daniel setelah chika pergi.
"iri bilang bos ahaha" jawab zayeen.
"iri? nih liat" jawab daniel lalu mengeluarkan hp nya dan menunjukkannya pada zayeen. aplikasi chatting nya penuh dengan kontak perempuan dan ada beberapa pesan yang belum di balas dan telpon yang tidak terangkat.
"emang playboy susah" zayeen berkomentar.
"ada yang dari jurusan lain juga dong" sahut daniel "udah-udah nanti jiwa jomblo kalian meronta ahaha" tambah daniel kemudian memasukkan hp nya lagi ke sakunya.
"hati anak orang lo maenin niel" calvin ikut berkomentar.
"gua gak maenin, cuma ladenin mereka aja ahaha" jawab daniel.
"sama aja lo ngasih harapan woi" gabriel ikut bicara, daniel hanya tertawa.
dosen mereka masuk kelas.
hari ini mereka selesai kelas pukul 14.10.
"ayo ke taman asoy" sahut zayeen setelah dosen keluar kelas.
"ini kita naik kendaraan sendiri-sendiri?" tanya calvin.
"ya masa mau ditinggal" jawab daniel.
"yaudah kita lomba, yang kalah traktir ahaha" sahut gabriel.
"ya pasti kalian yang menang lah, naik motor bisa nyelip, gak kena macet" sahut daniel.
"yaudah sendiri-sendiri aja, dari pada gak jalan-jalan" ucap zayeen.
"ayo gas" sahut gabriel, mereka semua berdiri.
"vin lo balapan sama gua, jangan motor doang gede, balapan gak mau" sahut gabriel setelah berdiri.
"oke" calvin menerima itu.
mereka semua berjalan ke arah parkiran, mengambil kendaraan masing-masing, setelah keluar gerbang kampus, calvin dan gabriel menyamai posisi.
"1" gabriel mulai menghitung.
"2" gabriel meneruskan hitungannya.
"3" gabriel langsung berjalan melintasi jalan aspal begitu juga calvin.
calvin yang lebih dahulu sampai di taman asoy. hanya beda beberapa detik.
calvin meneruskan dahulu mencari parkir begitu juga gabriel, calvin membuka helm dan meletakkannya di atas motor, gabriel parkir di samping motor calvin.
"katanya anak geng motor, balap sama gua kalah" ucap calvin sambil mengerutkan alisnya ke arah gabriel.
gabriel turun dari motor, calvin mengikutinya.
"belum pemanasan gua ahaha" jawab gabriel sambil berjalan mencari sebuah saung kecil yang belum ditempati.
__ADS_1
"alasan" balas calvin.
"kosong tuh vin, kita situ aja" gabriel menunjuk sebuah saung kecil.
mereka langsung menuju ke sana.
"gua ke toilet dulu, lo sini aja biar gak ditempatin orang" ucap calvin setelah gabriel duduk.
"iya, jangan lama-lama" jawab gabriel.
calvin berjalan mencari toilet, setelah keluar dari toilet ada seorang wanita menghampirinya.
"hai, masih inget aku gak?" tanya wanita itu.
"yang waktu itu gua bawa ke rumah sakit kan?" calvin kembali bertanya setelah mengingat-ingat.
"iya, kenalin karina" jawab wanita itu sambil mengajak calvin berjabat tangan.
"calvin" jawab calvin, mereka berdua berjabat tangan sesaat, calvin langsung melepasnya, calvin juga termasuk orang yang ramah.
"kalo gitu gua pergi dulu ya" calvin pamit ingin melangkah.
"sebentar" cegah wanita itu, langkah calvin terhenti.
"boleh minta nomor kamu?" tanya karina, yang saat di rumah sakit pernah ditolak calvin.
calvin diam sesaat berharap karina berbicara seperti saat di rumah sakit, dia tidak memaksa, tapi sekarang, karina hanya menunggu jawaban dari calvin, calvin tidak enak jika harus menolaknya dari mulutnya sendiri.
"08xxxxxxx" calvin memberi tahu nomor telponnya setelah diam cukup lama.
"terima kasih" jawab karina.
calvin mengangguk dan langsung pergi kembali ke saung yang disana sudah ada daniel dan zayeen.
"ciee, hmm" daniel ketika calvin datang.
"apaan sih lo, gak kenal gua" calvin menanggapi daniel.
"gak kenal tapi kaya deket gitu" zayeen ikut berkomentar.
"siapa vin?" tanya gabriel.
"owalah, terus tadi lo ngapain sama dia?" tanya gabriel lagi.
"waktu di rumah sakit dia minta nomor telpon w gak kasih, eh sekarang dia minta lagi" calvin memberi tahu.
"terus sekarang lo kasih?" tanya daniel.
"iya" jawab calvin.
"acieeee, hmm" lagi-lagi daniel menggoda calvin.
"apaan sih lo, udah sekarang disini kita mao ngapain?" tanya calvin.
"nganterin lo ketemuan sama dia ahaha" sahut gabriel.
trenodd.. hp calvin berbunyi, saat dilihat asih nomor.
gabriel juga melihat itu, kontak belum disimpan.
calvin mengangkat telponnya.
"hai" (suara perempuan dalam telpon).
"ini siapa?" calvin.
"karina, save ya" karina.
"iya" calvin.
"oiya, kamu lagi sama temen-temen kamu ya berempat, tadi aku udah pesenin sushi buat kalian makan rame-rame, aku juga udah pesenin minuman, ditunggu ya" karina.
"gak usah repot-repot makasih" calvin.
"orang aku udah pesen, nanti dikirim ke tempat kalian" karina.
"serius dah gak usah, buat lo aja itu" calvin.
"anggap aja rasa terima kasih aku karena udah nolongin aku waktu itu" karina.
__ADS_1
pelayan datang membawa 4 porsi sushi dan 4 minuman.
"mba ini punya siapa?, gak salah tempat? kita belum pesen" zayeen ketika makanan sampai.
"udah sampai nih, gua kirim ke tempat lo ya" calvin.
"udah dulu ya dan jangan lupa dimakan, terima kasih" karina lalu menutup telpon.
"bener kok, disini tertulis saung 24" jawab pelayan itu.
"iya mba bener taro aja" calvin ikut bicara.
pelayan itu meletakkan semua pesanannya lalu pergi.
"lo yang mesen vin?" tanya gabriel.
calvin menggeleng.
"lah terus siapa?" tanya daniel.
"cewek yang tadi nemuin gua" jawab calvin.
"ahaha ini gak salah, lo yang ditraktir, bukannya dia?" sahut zayeen.
"gua udah nolak, tapi gua juga gak tau dia duduk dimana, katanya anggap aja rasa terima kasih dia terus dia tutup telponnya" calvin memberi tahu.
"ohh jadi tadi yang nelpon itu dia" sahut gabriel.
"tapi ceweknya cantik gak vin?, mukanya tadi gak keliatan soalnya dari sini, membelakangi kita" tanya daniel.
"mayan" jawan calvin.
"anjay, kayanya bakal ada yang jadian nih" goda daniel.
"kenal aja baru, udah makan lo pada" ucap calvin.
"hmmm, gak nanggung-nanggung lagi traktirnya ahaha" sahut gabriel mengambil 1 piring porsi dari tengah saung mendekati ke arah dirinya.
mereka mencicipi makanan itu, kecuali calvin yang belum mencobanya.
"lo nyuruh kita makan, tapi lo sendiri kagak makan" daniel berkomentar.
"enak vin, cobain dah" ucap gabriel.
calvin akhirnya ikut memakan nya.
trenodddd.. saat selesai makan, hp calvin berbunyi, bertuliskan jordan.
calvin mengangkat telponnya.
"halo vin" jordan.
"iya? ada apa?" calvin.
"malam ini kita kumpul di markas, kita adain balap oke, info dari radit" jordan
"sama siapa?" calvin.
"geng kita sendiri, kita saling balapan aja" jordan.
"yaudah nanti gua kesana" calvin.
"oke" jordan lalu menutup telponnya.
"sibuk banget lo vin" sahut gabriel setelah calvin meletakkan hp nya lagi.
"ahaha, ngegabut baru bener" jawab calvin.
"gab" panggil calvin lagi.
"malam sabtu kita balap, gimana?" tanya calvin.
"ini yang gua mau ahah" jawab gabriel.
"untuk tempat sama jam nanti gua kabarin lagi" balas calvin lagi.
"oke, kabarin aja" balas gabriel.
setelah itu, mereka mengobrol satu sama lain, bercanda tawa, hingga akhirnya mereka menjadi sangat dekat dan mengenal satu sama lain.
__ADS_1