
keesokannya, mahasiswa fakultas kedokteran masuk pukul 10 pagi.
"vin gimana keadaan nya, yang semalam?" tanya gabriel ketika calvin sampai.
calvin hanya menggeleng lalu duduk di bangkunya.
"masih koma?" tanya gabriel lagi, calvin menjawabnya dengan mengangguk.
"namanya siapa?" tanya gabriel lagi.
"aksa" jawab calvin.
"ada apa lagi dah?" tanya zayeen yang baru saja menghadap belakang.
"ada pengeroyokan lagi semalam" Gabriel yang menjawabnya.
"kalian ikutan?"tanya zayeen lagi.
"mana ada kita ikutan, kita yang nemuin" gabriel menjawab lagi.
"daniel mana udah jam segini belum datang?" tanya calvin kepada zayeen.
"biasalah, paling telat" jawab zayeen, kemudian daniel masuk.
"ada dosen, ada dosen" ucap daniel saat memasuki kelas dengan sedikit berlari, tak lama dosen juga masuk ke kelas mereka.
"gak telat sekalian niel" ucap zayeen saat daniel duduk di bangkunya.
"udah telat ini" jawab daniel dengan suara masih terengah-engah.
hari ini, mereka ada kelas dari jam 10 sampai jam 2, dengan jam kosong di jam 12.
saat jam 2, setelah dosen keluar, tak lama karina menelpon calvin, calvin mengangkatnya.
"hai calvin" karina.
"ya?" calvin.
"lagi sibuk gak?" karina.
"banget" calvin.
"yah" karina.
"gapapa, kalo misalnya lagi gak sibuk, aku pengen minta anterin aja ke gramedia, aku mau beli buku buat media pembelajaran aku" karina.
"maaf gak bisa sekarang" calvin.
"yaudah gapapa kalo gak bisa sekarang nanti aja" karina.
"oke" calvin lalu menutup telpon.
"siapa?" tanya daniel.
"karina" jawab daniel.
"udah jadian?" tanya daniel menatap calvin.
calvin menggeleng sambil melihat daniel.
"abis ini lo mau kemana vin?" tanya gabriel.
"hmm, rumah jeremy kayanya" jawab calvin.
"yang temennya saron juga ya?" tanya gabriel lagi.
"iya" jawab calvin.
"gua duluan ya" ucap calvin kemudian melangkah keluar kelas.
"gak ke rumah sakit?" tanya gabriel membuat langkah calvin terhenti.
"lo mau kesana?" tanya calvin menengok ke arah gabriel.
"gak tau, takut ada geng annya, nanti geng gua yang disalahin lagi" jawab gabriel lagi, calvin tidak menjawab apapun, dia langsung pergi begitu saja.
"lagi kenapa sih calvin?" tanya zayeen yang melihat calvin tidak seceria biasanya.
__ADS_1
"gak tau gua juga, mungkin sedih atau apa karena liat kejadian semalam" jawab gabriel.
"yaudah gua juga duluan, mau jemput adek gua" ucap zayeen lalu berdiri.
"iya hati-hati" jawab daniel dan gabriel, zayeen pergi.
"lo mau ngapain niel masih disini?" tanya gabriel.
"lo sendiri ngapain?" tanya daniel balik.
"nungguin lo balik ahaha" jawab gabriel.
"hai daniel" itu miya, dia panggil daniel dari pintu.
"oke, gua duluan, bye-bye" daniel yang melihat miya dari pintu, dia segera keluar dan meninggalkan gabriel.
"daniel-daniel" ucap gabriel pelan, dia berjalan keluar kelas juga, dia menuju markasnya.
sebenarnya calvin, dia pergi ke rumah sakit, dia ke rumah jeremy mungkin untuk nanti malam, pikirnya
"aksa udah sadar?" tanya calvin ketika sampai di rumah sakit.
"belum" jawab andika yang sedang ada di sana.
"didalam ada siapa aja?" tanya calvin.
"radit, mikel, norik" jawab andika, calvin masuk ke ruangan.
"aksa kenapa vin? vino bilang lo yang nemuin dia semalam" tanya radit ketika calvin masuk.
"dikeroyok" jawab calvin lalu duduk di kursi.
"sama siapa?" tanya radit.
"gua juga gak tau, disana gelap, jadi enggak terlalu keliatan" calvin memberi tahu.
"motornya?" tanya mikel.
"aman, di rumah teman gua" jawab calvin.
"kira-kira siapa yang ngelakuin ini? apa mereka punya notif balas dendam ke kita?" tanya norik.
trenodd, trenodd....
"hp siapa itu bunyi?" tanya calvin yang melihat layar dan suara hp itu berbunyi.
mikel yang di dekat meja mengambil hp itu dan membaca nya dengan keras.
"mami, mampus lo mami nya aksa, gimana ini" mikel memberi tahu kemudian panik.
calvin menyodorkan tangannya meminta hp itu, dia yang mengangkatnya.
"halo mami" calvin.
"hai, ini siapa? aksa nya mana ya?" tanya maminya.
"hai mami, ini calvin, aksa nya lagi mandi, abis ini katanya mau berangkat lagi kerjain tugas kelompok sama temennya" jawab calvin kemudian memejamkan matanya, ia merasa bersalah karena berbohong, tapi ia terpaksa.
"oh gitu ya, tapi aksa tidak pulang dua hari ke rumah, mami cemas calvin" ucap mami aksa.
"iya mami tenang aja, sekarang aksa lagi sama calvin, dia kemarin-kemarin lagi tidur di kost an keiza, biar deket katanya, soalnya lagi banyak kegiatan, bulak balik mulu gitu" jelas calvin, dia memejamkan matanya lagi.
"oh gitu, yaudah kalo gitu makasih ya calvin, terus kalo dia udah selesai mandi tolong sampaiin kabarin kalo dia mau nginep gitu" ucap mami aksa.
"iya, siap mami, nanti calvin sampaiin" jawab calvin.
"makasih calvin" balas mami aksa.
"sama-sama mami" balas calvin, lalu menutup telpon dan memberinya lagi pada mikel, untuk diletakkan pada meja.
"lo kenal mami nya aksa vin?" tanya mikel.
"orang tua lo gua juga kenal" jawab calvin.
"lo kaya gak tau calvin aja, nomaden modern dia, pasti dia udah pernah tidur di rumah kalian semua, masuk kamar kalian" sahut radit.
"ahaha iya sih pernah, mana sok akrab lagi sama ortu gua, padahal baru pertama kali ketemu waktu itu" balas mikel.
__ADS_1
"lo pikir berpura-pura selalu dalam keadaan baik itu gampang? susah bos, butuh mental dan fisik yang kuat" sahut calvin.
"lah kok fisik juga?" tanya norik.
"lo banyak pikiran, terus stres, terus sakit, lama-lama meninggoy" jawab calvin melihat norik.
mikel menahan tawa.
"pantes lo gak makan banyak gak gemuk-gemuk vin, stres lo ya" balas norik, mikel menyenggol norik.
"keluar yuk" balas Calvin menatap norik tajam.
"hehe, enggak sini aja" jawab norik sambil tersenyum.
"sa, aksa" panggil calvin yang menyadari jari-jari aksa baru saja ada pergerakan.
"panggil dokter" ucap calvin.
"lo kan dokter vin" jawab mikel.
"gua gak mau ribut disini, panggil" balas calvin lagi, norik yang langsung pergi keluar.
dokter masuk bersama seorang suster, mereka semua keluar, tak lama dokter keluar lagi.
calvin mendekati dokter ketika dia keluar dan melihatnya, ia menunggu dokter berbicara.
"apa yang kalian lakukan tadi? bercanda atau apa?" tanya dokter.
"hmm kenapa dok? tadi kita bercanda aja" jawab Calvin.
"tadi ada pergerakan responsif di otaknya, kemungkinan pasien mendengar pembicaraan kalian, jadi agar pasien cepat sadar, cobalah lakukan pembicaraan yang biasanya membuat pasien bahagia" dokter menjelaskan.
"saya pamit dulu" tambah dokter lalu pergi bersama susternya.
calvin masuk, lalu radit, mikel, norik dan andika.
"rik, bikin gua kesel lagi, tanya apaan aja" ucap calvin saat sudah masuk.
"duh gimana, gua gak bisa" jawab norik.
"tadi bisa, masa sekarang gak bisa" balas calvin.
"kita bully calvin aja yuk, biasanya dia yang bully kita-kita, saatnya balas dendam" sahut radit.
"kayanya seru tuh, setuju banget gua ahaha" andika menyetujui.
"vin, lo yang kentut gede banget waktu itu kan ahaha" ucap mikel, andika dan radit tertawa.
"eh gak buka rahasia juga dong anjir" jawab calvin.
"terus lo kan yang getok-getok rumah si kubu? terus pas orangnya keluar lo malah kabur" tanya norik.
"kubu siapa?" tanya calvin.
"kuburan ahaha" jawab norik lalu tertawa.
"itu bukan orang anying" jawab calvin, yang lain juga tertawa.
mereka mengobrol disana hingga waktu ingin maghrib, mereka berhenti, calvin keluar, diikuti yang lain. mereka duduk di ruang tunggu.
"lama banget sadarnya, gua yang jadi korban bully disini" ucap calvin ketika duduk, dengan menyanyikan nya.
"ahaha, seru juga vin bully lo, nanti kalo lagi di markas kita bully Calvin lagi aja ahahah" sahut norik.
"******, gua bully balik" jawab calvin.
"1 vs 19, pada pengen bully lo sih vin ahaha" sahut andika.
"dit anggota lo kurang di hajar ahaha" sahut calvin.
"bukan kurang di hajar mereka mah, tapi kurang otak, otaknya pada bolong ahaha" sahut radit.
"berarti cuma gua yang otaknya utuh disini ya" balas calvin.
"lo lagi, otaknya udah gak kebentuk ahah" sahut radit.
"kurang ajar" sahut calvin.
__ADS_1
"kalian ngomong kaya gini di dalam, aksa bangun-bangun langsung ketawa kali ahaha" sahut norik.
mereka terus mengobrol, mereka bergantian menjaga aksa. hingga saat malam, calvin yang mengingat pesan mami aksa, dia mengechat mami aksa menggunakan hp aksa, yang mengatakan bahwa dirinya menginap lagi di rumah keiza.