
keesokkan paginya, anggota satria kenanga keja bakti membersihkan markas mereka dan memarkirkan motor mereka diluar markas lebih dulu.
"masukin semua tanahnya ke dalam plastik sampah ini biar kita balikin semuanya" ucap radit sambil memberikan trash bag.
"mereka gila, gua gak nyangka silent night begini" sahut vino.
"vin lo udah tau kenapa mereka lakuin ini?" tanya mikel.
"belum, nanti biar gua yang temuin langsung" jawab calvin.
akhirnya hingga jam 10 mereka selesai kerja bakti, calvin langsung mandi setelah itu.
"mau kemana lo vin?" tanya radit melihat calvin yang sudah rapi setelah keluar dari dalam bangunan markas.
"ketemu gabriel setelah itu balik" jawab calvin masih berdiri di tempatnya.
"tumben lo balik secepat ini, belum ada seminggu kan" tanya radit.
"iya, gua libur sebulan ini kan, terus ayah gua minta gua buat di rumah, ada urusan lah, kalo gak diturutin ribet urusannya, tapi tenang gua tetap bakal sering-sering kesini kok" calvin memberi tahu.
"gua berangkat dulu, dan untuk masalah ini tunggu kabar selanjutnya dari gua" tambah calvin lalu jalan keluar.
dia menuju ke siv, dia telah janjian dengan gabriel.
sesampainya disana ada farel, gabriel dan kenzie.
"eh vin" sapa gabriel, calvin berjabat tangan dengan mereka bertiga secara bergantian, lalu duduk.
"tumben ngajak ketemuan disini vin, ada apa?" tanya kenzie.
"jadi gini, satria kenanga ada pesan untuk kalian" jawab calvin.
"pesan apa?" gabriel bertanya.
"kalian ke bandung berapa hari?" tanya calvin melihat mereka bertiga bergantian.
"2 hari 2 malam" jawab gabriel.
"kalian udah tau dimana markas satria kenanga?" tanya calvin.
"dari mana kita tau" seru kenzie.
"apa yang kalian lakukan setelah pulang dari bandung?" tanya calvin lagi.
"ya istirahat di markas" gabriel yang menjawabnya.
"emang ada apa sih vin?" tanya farel.
calvin mengeluarkan hp nya dan menunjukkan video CCTV itu.
"vin sumpah bukan kita yang ngelakuin itu, kita gak ada rencana sama sekali untuk satria kenanga apalagi ngelakuin hal ini" ucap kenzie setelah melihat video.
"kalo bukan kalian terus siapa? jelas-jelas ini jaket identitas kalian" ucap calvin tetap tenang.
"iya, gua akuin itu sama dengan jaket kita, tapi gua sebagai ketua penyerang dan ahli strategi disini gak pernah ngerencanain itu sama sekali" balas kenzie tegas.
calvin tidak berbicara beberapa saat hanya memerhatikan mereka.
"kenapa? lo gak percaya?" tanya gabriel dan melanjutkan "lo udah kenal gua vin satu semester ini, lo juga udah kenal karakter wildan yang berpikir sebelum bertindak".
calvin seketika memegang keningnya, dia sendiri bingung harus melakukan apa.
"sekarang gini, kalo emang kalian gak ngelakuin itu, apa kalian punya bukti? kalian tau siapa yang ngelakuin ini?" ucap calvin tegas setelah itu.
__ADS_1
"vin, kita juga gak tau siapa yang ngelakuin hal ini, tapi gua akan coba cari tau, lagian vin kenapa gak anggota satria kenanga sendiri yang nemuin kita?" kenzie yang berkata.
"anggota satria kenanga, semuanya emosi tentang hal ini, dan mereka berencana untuk balas dendam, sedangkan gua sendiri gak tau harus berbuat apa" calvin sedikit meninggikan nada suaranya "kalian, silent night maupun satria kenanga sama-sama temen gua, gua gak mau terjadi perpecahan antara kalian".
"vin tenang, gua ngerti posisi lo, tapi kita benar-benar gak ngelakuin itu" balas gabriel berusaha tenang.
"tapi kalian juga gak punya bukti, gimana gua bisa jelasin ke satria kenanga kalo kalian bukan pelakunya" balas calvin masih dengan suara yang sedikit tinggi, kenzie dan gabriel saling bertatapan.
"oke gini aja vin, beri waktu gua 3 hari untuk cari tau siapa yang ngelakuin hal ini, jika kita belum bisa memberi tahu siapa pelakunya setelah itu, satria kenanga boleh melakukan hal yang mereka inginkan, balas dendam" ucap kenzie.
"ken, lo gila ya" seru gabriel melihat ke kenzie.
"lagi ini bukan masalah perkelahian kan, gak akan ada pertumpahan darah, paling siap-siap aja untuk bersih-bersih" jawab kenzie bertatapan dengan gabriel. gabriel terlihat berpikir sejenak.
"yaudah vin gua setuju, bilangin satria kenanga 3 hari" gabriel berucap melihat ke arah calvin.
"wildan mana?" tanya calvin pelan.
"lagi pulang ke rumahnya" jawab kenzie.
"lo sendiri abis ini mau kemana?" tanya gabriel.
"balik ke rumah" jawab calvin.
trenodd… hp calvin berdering, ia mengangkatnya di tempat, itu papanya.
"hallo pa" calvin berbicara lebih dulu.
"kamu cepet pulang ya, kita makan siang bersama hari ini".
"iya pa, bentar lagi calvin otw ke sana".
"papa tunggu, hati-hati kamu ya".
"hmm, guys udah dulu ya, gua duluan, udah di tungguin sama papa gua" ucap calvin setelah memasukkan hp nya.
"iya vin hati-hati, makasih juga udah kasih tau tentang hal ini" jawab gabriel.
"oiya, jangan kasih tahu hal ini ke satria kenanga" ucap calvin "kenzie jaga mulut lo" ia menatap kenzie tajam.
"iya vin" balas kenzie.
"yaudah gua berangkat dulu, gua percaya ke kalian" calvin berdiri dan melangkah meninggalkan mereka.
calvin berjalan ke arah rumahnya, namun di setengah lebih perjalanan sudah hampir mendekati rumahnya, ia melihat seorang wanita yang di kelilingi banyak pria, tangan wanita itu di pegangi, tapi wanita itu berusaha melepas pegangan pria itu, hampir dekat calvin menyadari bahwa wanita itu adalah karina, calvin langsung mendekati tempat itu, dan mengelilingi motornya disana, setelah pria-pria itu menjauh dari karina, calvin berhenti, membuka helm dan turun dari motornya.
"berani nya sama cewek kalian ya, malu!!! sama cewek aja keroyokan" ucap calvin dengan nada tinggi.
"mundur lo, kita gak ada urusan sama lo" kata salah satu dari mereka dan menunjuk-nunjuk calvin.
"punya etika gak lo" calvin mendekat dan menarik baju pria yang berbicara tadi.
dia ingin menyerang calvin, tapi calvin langsung menghindar dan menyerang balik, pria itu langsung terkena serangan, membuat teman-teman yang lainnya maju.
"lemah!!" ucap calvin setelah membuat mereka semua terjatuh, mereka berlima. mereka semua menggunakan jaket berbahan jeans dengan warna yang berbeda-beda.
"awas lo" salah satu dari mereka menunjuk calvin lalu pergi, diikuti yang lainnya.
"kamu gapapa?" tanya calvin melihat karina, karina langsung memeluknya, lalu menangis, calvin memeluknya balik.
"kamu kemana aja?" tanya karina dalam pelukan.
"hmm maaf, aku jarang temuin kamu" jawab calvin dengan nada merasa bersalah.
__ADS_1
"aku takut tadi, aku hubungin kamu, tapi nomor kamu sedang sibuk" ucap karina lagi.
calvin menelan ludah dan berkata "iya, hp aku mati, low bat, maaf ya".
mereka melepas pelukannya.
"udah, jangan nangis, aku disini sekarang" calvin mengusap air mata karina dengan tangannya.
tak lama ada sebuah motor mendekat.
"radit, lo ngapain disini?" sapa calvin saat radit berhenti.
"lah karina manggil gua, katanya ada sekelompok penjahat yang hadang dia, dimana mereka sekarang? terus katanya lo gak dibisa dihubungin, kok tiba-tiba ada disini" radit bingung.
"telat lo, mereka udah pergi, dan kebetulan gua lewat sini kan kalo pulang" jawab calvin.
"alhamdulillah, karina lo gapapa?" tanya radit.
"gapapa, untung nya calvin dateng telat waktu" ucap karina.
calvin melihat karina dan radit berganti, tapi keduanya melihat ke arahnya, wajah calvin seperti merasa cemburu.
"kamu jangan cemburu, aku minta bantuan radit karena kamu gak bisa dihubungin, dan kata radit kamu tadi juga lagi gak ada sama dia" ucap karina melihat calvin, calvin sempat diam sesaat.
"yaudah gapapa, aku ngerti".
"kalo gitu gua balik dulu vin, karina" ucap radit.
"iya hati-hati dit, btw makasih" ucap calvin.
"sama-sama vin, dan jangan lupa cewek lo perhatiin" ucap radit lalu pergi. tatapan calvin kembali pada karina.
"emangnya kamu mau kemana?" tanya calvin.
"aku mau temuin kakak aku di cafe pelangi" jawab karina.
"aku ikutin kamu dari belakang, lain kali kalo ada sekelompok penjahat, apalagi pake motor, kamu gak usah keluar mobil, kalo perlu tabrak aja mereka sekalian" tambahnya.
karina malah tertawa.
"kok malah ketawa?" calvin bingung.
"kamu psikopat" jawabnya tersenyum.
"asal kamu baik-baik aja" calvin juga tersenyum.
"anak geng motor begini ahaha, lain kali jangan lupa charge hp kamu" karina mengingatkan.
"iya, kalo boleh tau mereka siapa?" tanya lagi calvin.
"aku juga gak kenal, tapi kayanya mereka suruhan, tapi aku gak tau suruhan siapa" jawab karina.
"yaudah, lain kali kalo begini lagi, kamu hubungin aku, jangan turun dulu dari mobil, tunggu aku, oke?" ucap calvin.
"iya" .
"berangkat?" tanya calvin, karina mengangguk lalu memasuki mobilnya, sedangkan calvin memakai menaiki motornya dan memakai helm, ia mengikuti karina sampai tiba di cafe pelangi.
di depan cafe pelangi.
"aku duluan ya, papa aku udah nunggu di rumah" ucap calvin.
"iya, hati-hati" jawab karina, calvin pergi ke rumahnya.
__ADS_1