To The Night Street

To The Night Street
rencana 3


__ADS_3

sesampainya di markas.


"balik lagi vin" ucap radit saat melihat calvin.


"dit, kemarin lo bilang lo liat black flower sama black spider ngumpul" ucap calvin setelah duduk samping radit.


"iya, terus?" tanya radit.


"mereka berencana untuk menyerang kita" calvin memberi tahu, "bahkan gua jadi sasaran, bukan sebagai anggota satria kenanga, tapi sebagai calvin"


"mereka tau lo vin?" tanya radit.


"iya, mereka kenal gua tapi mereka gak tau kalo gua juga anggota satria kenanga" jawab calvin.


"bagaimana dengan rencana penyerangan ke cakra? mungkin mereka akan menghentikan rencananya setelah kita menyerang cakra" radit.


"atau mereka malah makin dendam" sahut alvino.


calvin menundukkan mukanya dengan tangan mewadahinya, dia berpikir menjalan jalan yang tepat.


"vin, awas sakit" andika mengingatkan. calvin mengangkat kepalanya lagi.


"kondisi makin lama makin parah aja" sahut norik.


"sabar ya vin" tambah leo.


"mau hadapin atau menghindar?" tanya calvin kepada semuanya.


"gua ngikut rencana lo" sahut aksa.


"gak ada kata ngikut, gua yang ngikut kalian, mau kalian gimana?" tanya calvin tegas.


"suka nih gua pemimpin begini, ngikutin anggota bukan ego sendiri" sahut keiza.


"kalo menurut gua hadapin, karena kalo menghindar mereka juga akan terus mengejar kita, bahkan saat kita lengah, kalo kita hadapin mungkin kita akan bisa menyiapkan diri" alvino memberi pendapat.


"yang lain gimana?" tanya Calvin lagi.


"gua setuju sama pendapat vino" sahut mikel.


"gua juga setuju ke vino, kita hadapin mereka" norik menyetujui.


"kalian sanggup? apapun resikonya?" tanya calvin lagi.


"kita hadapi mereka, tapi tetap berada dalam zona aman vin" sahut andika.


"bisa diatur" jawab calvin.


"butuh coretan?" tanya leo.


"sini" jawab calvin, leo memberinya kertas gambar besar, calvin membukanya di meja di depannya.


calvin menggelitik jarinya ke meja, hingga menimbulkan bunyi sambil melihat kertas kosong itu.


"gua tanya sekali lagi, yakin hadapin?" calvin mengangkat kepalanya melihat semua anggotanya.


"iya vin" sahut keiza.

__ADS_1


"gua mau pendapat dari anggota" jawab calvin.


"iya vin" sahut mikel.


"oke, kita saling back up ya disini" jawab calvin.


"keiza, gua mau lo atur jadwal kita meet up dengan silent night" perintah radit.


"iya sabar, ini aja belum selesai, kasian calvin" jawab keiza, calvin tidak menanggapi, dia malah makan makanan yang ada di meja.


"butuh asupan dulu ya vin ahah" sahut andika lalu tertawa.


"santai aja sih gak usah tegang ahaha" jawab calvin lalu tertawa.


"vin" panggil keiza.


"hmm" calvin melihat ke arah keiza.


"kalo misalnya black spider sama black flower bersekutu otomatis jumlah mereka jauh lebih banyak dari pada kita dong" ucap keiza.


"atau kita minta bantuan silent night" sahut leo.


"gak perlu, jangan melibatkan geng motor lain, mereka mungkin menang jumlah, tapi kita bisa lawan dengan akal dan sedikit kekerasan tentunya" jawab calvin.


"siapa yang mau jadi pancingan? ahahah" tanya calvin laku tertawa.


"pancingan buat apa?" tanya jordan.


"buat mengambil perhatian mereka" jawab calvin.


"gua aja" sahut norik.


selanjutnya, mikel, vino, radit, andika mengajukan diri.


"no, maaf, gua hargain lo, gua tau lo bisa bela diri, tapi gua gak mau ngambil resiko, masih lanjut belajar silat di eskul kan? dalamin dulu sampai bener-bener jadi" ucap calvin sopan dan santai.


"oke" sahut vino.


"dan radit, lo ikut gua buat nge back up" tambah calvin.


"berarti mikel, norik, andika, satu lagi siapa?" tanya lagi calvin.


"gua" sahut leo.


"oke leo, perwakilan dari para ketua, anjay ahaha" sahut calvin.


"buat kode enaknya pake apa ya?" tanya calvin.


"pake laser tuh ahah" sahut jordan lalu tertawa.


"jangan, lo malah ngundang yang lain juga nanti ahaha" sahut calvin.


"gini aja, saat kalian di hadang oleh mereka, salah satu dari kalian vn di grub, 3 lainnya menutupi itu, jangan sampai ketauan, kita yang lain akan ngikutin kalian tenang aja, jadi sebisa kalian ulur waktu sampai semuanya datang, terserah kalian mau basa basi dulu atau gimana sepintarnya-pintarnya kalian" jelas calvin.


"mereka mau nyerang di mana vin?" tanya norik.


"nah itu gua juga gak tau, bahkan kapan gua juga gak tau, tapi kemungkinan besar bukan malam ini" jawab calvin.

__ADS_1


"nah terus untuk kita yang diluar mereka berempat, kita bagi menjadi 2 kelompok, kelompok satu ikut gua, dua ikut radit, masing-masing 8 kan, radit lo tarik 1 dari mereka, andika, mikel, norik kalian fokus lawan 1 orang itu, radit sama leo lanjut bantu yang lain" calvin menjelaskan.


"untuk kelompok gua, kita serang mereka dari luar, saat mereka menyerang kelompok radit dan kelompok kecil itu, kita serang lagi dari belakang" jelas calvin.


"btw vin kasian yang satu orang ini dong" sahut andika.


"iya, sebenernya gua juga gak tega, tapi dari pada kita yang kalah, anggota kita yang kena banyak karena kalah jumlah? ini hanya salah satu trik untuk mempercepat permainan" jelas calvin.


"setelah dia seakan lemah, jangan diterusin, lo kasih ke perkumpulan mereka, biar mereka berhenti, kita juga butuh istirahat melawan dari banyak nya mereka, sebaik-baiknya mereka segera pergi, atau kita yang pergi bila ada kesempatan" tambah calvin.


"oiya satu lagi, jangan menyerang orang yang tidak menyerang kita, gua notice sekali lagi, jangan menyerang orang yang tidak menyerang kita" tegas calvin berbicara perlahan.


"kenapa?" tanya vino.


"kita disini hanya untuk mengahadapi penyerangan mereka bukan untuk menyerang mereka" jawab calvin.


"oke" keiza mengerti.


"bentar" calvin bangun mengambil hp nya, menjauh dan menelpon saron.


"hallo vin" saron.


"masih di rumah jeremy?" calvin.


"iya, kenapa?" saron.


"masih ada teman-temannya jeremy di bawah?" calvin.


"udah enggak, jeremy udah sama gua" saron.


"oke" calvin lalu kembali duduk.


"vin kapan kita jalanin ini?" tanya andika.


"tunggu aba-aba dari gua, dan untuk kalian yang ingin pulang atau pergi sendiri, berdua jangan menggunakan jaket satria kenanga" calvin memberi tahu.


"oke" jawab andika.


"btw kalian semua paham kan ini?" tanya calvin lagi.


"paham" sahut vino dan beberapa lainnya mengangguk.


"anak-anak gua pinter banget emang" sahut calvin lalu memakan cemilan lagi.


"oiya za, gua saranin meet up setelah rencana ini berjalan dan gua gak ikut ahaha" sahut calvin lalu tertawa.


"lo kan ketua penyerangan dan ahli strategi gimana sih vin" sahut keiza.


"kita meet up bukan buat ngatur strategi kan? jadi gua gak ikut, titik" jawab calvin.


"ajak aja nih vino" tambah calvin. lalu membuka salah satu roti.


"jangan dipaksa yarin aja dia mah, susah kalo udah bilang gak mau" sahut radit. calvin tertawa.


"udah ya gua balik dulu, ngantuk" calvin minum, mengambil kunci motor dari atas meja lalu pergi.


"mau pulang kemana vin?" tanya radit menghentikan langkah calvin.

__ADS_1


"rumah temen gua" jawab calvin meneruskan langkahnya ke motor dan pergi menuju rumah jeremy.


__ADS_2