
kenapa kamu telat?" Tanya seorang kating pada mahasiswa baru yang telat 5 menit. (kakak tingkat, jika saat disekolah, disebut kakel yaitu kakak kelas).
"Maaf ka, tadi sedikit macet" jawab daniel, dia salah satu mahasiswa kedokteran. Dia adalah sosok yang suka bercanda, ramah, suka bergaul, sangat terbuka, dia juga ganteng, tapi dia **** boy, yang dekat dengan hampir semua wanita, tapi tidak pernah jadian.
"Lain kali berangkat lebih lagi, dan besok jangan sampai telat lagi" kating itu, memperingati.
"Iya ka" jawab daniel.
"Gabung" perintah kating itu dengan wajah mengarahkan pada barisan, daniel duduk ke barisan belakang.
saat ini sedang ada sambutan-sambutan dari rektor beserta wakil-wakilnya juga jajarannya, pada saat terakhir diadakan tanya jawab.
kemudian para mahasiswa baru beristirahat selama 30 menit, lalu kembali ke aula.
"Sekarang, kalian lepas dahulu name tag kalian" perintah salah seorang kating.
Semua mahasiswa melepas name tag nya.
"Silahkan duduk" perintah kating itu lagi. Seluruhnya duduk.
"Sekarang keluarkan buku tulis kalian" perintah kating terdengar lagi.
"Ada yang tidak bawa?" Tanya nya.
Semuanya diam, beberapa kating lainnya mengitari, mengecek semua mahasiswa.
"Bawa semua kayanya" seorang kating lainnya memberi info yang mengitari beberapa barisan mahasiswa baru.
"Saya beri waktu kalian lima menit, untuk mengenal satu sama lain, tanya nama teman-teman disekitar kalian, lalu catat di buku tulis kalian, waktunya dimulai dari.." kating itu berkata kemudian melihat jam tangannya "sekarang" sambungnya.
Sekarang semua mahasiswa saling bertanya satu sama lain.
"Waktu selesai, kembali ke barisan" perintah kating itu lagi.
"Kamu, ke depan" kating itu menunjuk calvin untuk maju ke depan.
Calvin maju ke depan.
"Berapa nama yang kamu dapat?" Tanya kating pada calvin.
"Dua puluh satu" jawab calvin setelah melihat buku tulisnya.
Kating mengambil buku tulis itu dari tangannya.
"Dia siapa?" Tanya kating itu padanya, menunjuk seseorang yang duduk berada di dekat calvin tadi.
"Gabriel" jawab calvin, kating melihat pada bukunya ada nama itu, kating lainnya yang berada di barisan menanyakan itu kembali lada gabriel, udah pasti itu benar karena mereka sudah kenal sebelumnya.
"Ini siapa?" Tanya kating lain yang berdiri ditempat barisan calvin sebelumnya.
"Chika" jawab calvin lagi.
Kating yang menanyakan itu seperti menanyakan kembali apa benar namanya chika, dan chika terlihat mengangguk.
Lalu ada seorang kating dari barisan lain lagi iseng bertanya.
"Ini siapa?" Kating itu bertanya menunjuk seorang yang duduk, dia berkulit putih seperti keturunan blasteran.
"Zayeen" calvin menjawab ragu-ragu, dia ingat apa yang pernah gabriel ceritakan kepadanya.
"Kamu jangan ngubah nama orang ya, kamu tau dari mana namanya, dibuku kamu gak ada yang namanya zayeen" sahut kating yang memegang buku calvin tadi.
"Coba tanya langsung ke dia aja ka bener gak?" Jawab calvin.
Seorang kating yang didekat zayeen tadi memastikan, dan ternyata benar itu zayeen. Kating tadi mengangguk ke arah depan.
"Kamu tau dari mana namanya? Padahal di buku kamu ini belum ada?" Tanya kating yang memegang buku calvin.
"Saya punya indra ke 7 ka ahah" jawab calvin kemudian tertawa, diikuti beberapa mahasiswa lainnya, termasuk daniel.
Beberapa kating juga tertawa, mendengarnya.
__ADS_1
"Kalo ini siapa?" Seorang kating ikut menyahut dari arah barisan paling ujung, menunjuk seorang laki-laki yang cukup berisi.
"Aduh, mana gua tau" calvin dalam hatinya, ia sedikit panik.
"Fajar" calvin refleks mengeluarkan nama yang ada dalam kepalanya, kali ini dia asal menyebutkan nama.
Kating itu menanyakan namanya.
"Benar" kating itu memberi tahu.
"Eh gila beneran punya indra ke 7 gua ahah" dalam hati calvin.
Kating yang di depan, mengembalikan buku calvin.
"Kembali ke barisan" ucap kating itu, calvin segera kembali ke barisan.
"Vin, lo kenal dia dari mana?" Tanya gabriel setelah calvin duduk.
"Gua ngasal anjir, taunya bener ahaha" jawab calvin kemudian tertawa.
"Sekarang kamu maju ke depan" ucap kating yang berada di depan itu lagi. Kali ini dia menunjuk daniel.
Mengambil buku daniel seperti yang dilakukannya ke calvin. Menanyakan beberapa orang di sekitar tempatnya duduk, beberapa kali berhasil menjawab dengan benar, sampai ketika kating menunjuk cewek yang masih duduk disekitarnya, dia lupa dengan nama cewek tersebut, walau sebelumnya ia sudah bertanya namanya.
Daniel mencoba mengingat-ingat, tapi tidak berhasil mengingatnya.
"Calon dokter cinta ku kayanya ka" jawab daniel kemudian tersenyum kecil, sedangkan mahasiswa lainnya tertawa.
"Kamu mau sama dia?" Tanya iseng seorang kating kepada perempuan tersebut.
Perempuan tersebut mengangguk.
"Eh, enggak-enggak, becanda aja tadi" daniel panik.
"Kenapa jadi gini" ucap seorang kating yang di depan itu kemudian mengembalikan buku daniel dan menyuruhnya kembali ke barisan.
Setelah daniel, masih ada beberapa mahasiswa lainnya untuk maju dengan karakter masing-masing yang membuat suasana menjadi mengasikkan.
Pukul 11.50 acara berakhir, mereka diperbolehkan untuk pulang ke rumah masing-masing, tapi ada beberapa yang memutuskan untuk melihat-lihat kampus atau hal lainnya.
"Yuk" jawab gabriel sambil merapikan semua peralatannya lalu memasukkan ke dalam tas.
"Udah penuh" ucap calvin ketika sampai di kantin.
"Ada daniel sama zayeen noh berdua, gabung aja yuk" jawab gabriel lalu melangkahkan kaki ke meja mereka, calvin mengikuti.
"Boleh gabung?" Tanya gabriel kepada daniel dan zayeen yang sedang mengobrol, mereka seketika melihat gabriel dan calvin.
"Boleh banget, duduk" jawab daniel, sedangkan zayeen hanya mengangguk.
"Bisa bahasa indonesia kan?" Tanya calvin menatap zayeen setelah duduk.
"Bisa" jawab zayeen.
"ahaha mukanya doang dia mah kaya blasteran, orang tua nya dua-duanya orang indo" daniel ikut bicara.
"Ayah gua yang sebenernya blasteran" zayeen memperjelas.
"Owalah" sahut Calvin mengerti.
"Pada mau makan apa?" Tanya gabriel.
"Bakso gua gab, tolong pesenin ya ahaha" jawab calvin.
"Anak ayam nyuruh majikan, yaudah untung gua baik hahaha" jawab gabriel "kalian apa?" Tanya gabriel pada zayeen dan daniel.
"Gua samain aja" sahut zayeen.
"Gua juga" daniel menyamainya.
Gabriel beranjak dari tempat duduknya.
__ADS_1
"Lo beneran punya indra ke 6? Indra ke 7 mana ada" tanya daniel penasaran.
"Ahaha, enggak kebetulan aja itu" jawab calvin setelah tawa kecilnya.
"Lo juga baru masuk udah nembak cewek ahaha" tambah calvin.
"Mana ada, gua lupa namanya siapa ahaha" jawab daniel.
"Zay, dari tadi tuh cewek liatin lo mulu, namanya chika" calvin memberi tahu perempuan yang duduk cukup jauh dari arah samping.
"Yarin aja" jawab zayeen setelah melihat perempuan yang dimaksud calvin.
Gabriel datang, gabung duduk kembali dengan mereka.
"Eh iya vin, kok lo tadi bisa tau nama zayeen" tanya daniel.
"Diceritain sama ini" jawab calvin sambil menunjuk gabriel dengan jari jempolnya.
Daniel mengangguk mengerti, mungkin zayeen telah bercerita kepada daniel.
"Terus kalian kayanya udah deket banget?" Tanya gabriel.
"Temen smp, sebangku 2 tahun" jawab daniel.
"Pantes" balas gabriel.
"Kalo kalian, udah kenal juga sebelumnya?" Tanya zayeen.
Calvin dan gabriel saling bertatapan kemudian tertawa.
"Enggak, ini si anak ayam ngikutin gua mulu" jawab gabriel.
"Lo yang duluan nyamperin gua pas disini, mana gua diintrogasi, baru juga kenal" balas calvin.
Gabriel tertawa.
"Baru kenal seminggu yang lalu lah pokoknya, terus nih orang ngerepotin mulu" ucap calvin.
"Ngerepotin? Yaudah sini balikin peralatan yang udah gua buatin" balas gabriel.
"Canda gab, canda ahaha" calvin kemudian tertawa.
Makanan yang mereka pesan sampai.
"Makasih" ucap gabriel.
Pelayan mengangguk,
"Minumnya mana?" Tanya calvin.
"Oiya gua lupa pesen, mba tolong sekalian es teh nya 4" gabriel memesan lagi.
Pelayan mengangguk, kemudian pergi.
"Gak jelas banget kan nih orang" calvin berbicara lagi, dengan nada bercanda.
"Yehh, lo mesennya bakso doang" balas gabriel.
"Yah lo mikir aja sendiri, masa gak minum" balas calvin lagi.
"Ahaha air keran banyak" balas gabriel.
"Lucu ya kalian ahaha" sambung daniel.
"Dikira kelinci kali" jawab gabriel.
Tak lama, pelayanan datang kembali membawakan 4 es teh.
"Makasih, maaf ya mba, temen saya yang ini emang gak jelas" ucap calvin.
Pelayan itu tersenyum kecil dan mengangguk lalu pergi.
__ADS_1
"Gak jelas, gak jelas, anak ayam diem aja" balas gabriel.
Daniel dan zayeen hanya memperhatikan gabriel dan calvin dan tersenyum melihat tingkah mereka.